Accidentally Love (part 10)

Summary: Lagi-lagi kemesraan mereka kembali terganggu dengan kehadiran sepupu Taeyeon, yang hadir membawa segudang rencana jahat untuk mengganggu hidup Tiffany, yang telah sejak lama berselisih dengannya. Tanpa gadis itu mengerti sedikitpun apa yang sebenarnya membuat Hyoyeon begitu benci padanya. Masa lalu terkuak, menelanjangi Tiffany di hadapan kekasihnya.

Aku kabur dari rumah ketika berumur tiga belas tahun, saat kurasa aku sudah cukup besar untuk mengurus diriku sendiri, mengambil sedikit uang dari lemari bajunya, lalu meninggalkannya yang semakin renta. Dan tidak pernah bertemu lagi dengannya hingga hari ini. aku berharap tidak akan lagi pernah bertemu dengannya seumur hidupku. Wanita jalang itu.”

Genree: Romance, drama

 Rated: 18+

 Pairing: Taeny, yulsic.

 Warning: yuri, adult content, AU.

 Main Cast: Taeyeon, Tiffany, Yuri, Jessica, Hyeyeon, Seohyun, another SNSD member.

 Addition Cast: Lee So Man, Lee Teuk, Ahjumma.

 Enjoy..

 

OooooO

Tiffany POV

“Taeng, kau benar-benar…” kata-kataku kembali terputus ketika Taeyeon menggigit bibir bawahku dengan sangat lembut, membuatku sedikit tergoda dan memberikan efek yang sama sekali tidak kuinginkan.

“Ada apa, sayang?”

“Kita…” Dia melumat bibirku, kembali memotong kalimat yang hendak kuucapkan. “Setidaknya, ayo kita masuk ke dalam rumah dulu..”

“Ah maaf, aku hampir lupa, kau terlalu menggoda malam ini.”

Taeyeon membuka pintu mobilnya dengan sedikit tergesa, kemudian berputar ke sisiku dan membukakan pintu mobil  untukku. Tidak membutuhkan waktu lama untuknya segera meraih tubuhku dan kembali menciumku, menutup pintu mobil dengan kakinya dan mendorongku dengan kasar, hingga punggungku menabarak sisi mobil. Melumat bibirku membuat gairahku terpancing begitu saja.

Letak rumah yang terpencil ini sedikit menguntungkan, karena berciuman di tempat terbuka seperti ini tentulah tidak akan mungkin kulakukan di pusat kota yang ramai. Perpaduan aroma dedaunan yang berhembus perlahan oleh angin malam, air yang memercik dari kolam, juga suasana yang begitu menenangkan entah mengapa membuat seluruh tubuhku menjadi semakin rileks

Dengan perlahan aku menggiring Taeyeon untuk berjalan ke dalam rumah, meski sedikit kesulitan berjalan tanpa melepas ciuman kami berdua, aku melangkah dengan perlahan dan sangat hati-hati di atas batu setapak. Taeyeon menurunkan tangannya, dan meraba bokongku, berusaha menggodaku. Aku menepis tangannya dan meletakannya di pinggangku. Yang benar saja? Berjalan dalam keadaan seperti ini tanpa terjatuh membutuhkan kosentrasi penuh!

Taeyeon membuka pintu rumah dengan sedikit tergesa. aku tertawa kecil melihatnya panik.

“Apa yang membuatmu begitu panik, Tae-tae?”

“Apa yang membuatku begitu panik? Huh. Jika aku terlalu lama membuka pintu sialan ini, dan kau tidak lagi ingin bercinta denganku.. sial!” Taeyeon menekan kuncinya dengan kasar. “Ah! Ingatkan aku untuk mengganti pintu konyol ini dengan kunci password besok.”

Aku menyentuh tangannya yang sedang berusaha memasukan kunci ke dalam lubang pintu dengan lembut. Mengambil kunci itu dari tangannya dan memasukan kunci itu, hingga terdengar bunyi besi pengunci yang terbuka. “Tidak sulit, sayang..” kataku kemudian sedikit mengejeknya.

“Yeah, kau memang pintar, engh. Sampai dimana kita tadi?” Taeyeon kembali mendekatiku, tanpa masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.

Aku tersenyum, dan menarik tubuhnya kedalam pelukanku, lalu melumat bibirnya dengan tergesa. Taeyeon sedikit mengerang tatkala aku melakukannya. Kulihat dia memejamkan mata dan berusaha menikmati ciumanku seutuhnya. Tanganku bergerak turun, menggelitik punggungnya dengan sentuhanku, semakin turun meremas bokongnya dengan perlahan. Taeyeon memekik perlahan ketika aku melakukannya.

Meskipun kegelapan ruangan yang tiba-tiba menyergap kami membuatku merasa sedikit aneh, tidak biasanya ahjumma mematikan lampu, terutama ketika dia tahu bahwa kami berdua memang belum pulang. Aku menepiskan segala prasangka aneh itu dan kembali menggoda gadis di hadapanku kini.

Klek.

Tubuhku bergeming ketika lampu menyala secara tiba-tiba juga suara saklar lampu yang di tekan oleh seseorang. Taeyeon juga menghentikan ciumannya dan dengan perlahan menjauhkan tubuhku darinya.

“Hai…”

OoooooO

Kulihat Hyoyeon yang tersenyum lebar melihat ekspresi kaget kami berdua. Gadis arogan ini. benar-benar membuatku naik pitam. Ergh! Apakah dia tidak mengetahui arti dari tata krama? Sopan santun? Mengetuk dahulu sebelum masuk ke dalam rumah orang lain? Yang benar saja!

“Mi Young. Lama tidak bertemu…”

Taeyeon terlihat mengehela nafas, lalu balas tersenyum pada sepupunya yang terlihat sungguh senang telah mengganggu waktu kami berdua.

Aku melengoskan wajahku tidak berniat sama sekali melihatnya yang hanya membuatku merasa kesal setengah mati.

“Apa kau sudah menunggu lama, Hyo?”

“Engh, sekitar satu jam yang lalu..”

“Di dalam kegelapan seperti itu? Eh, kau hampir membuatku mati ketakutan, Hyoyeon-ah..” kataku dengan keramahan yang sangat dibuat-buat.

“Maaf membuatmu menunggu lama Hyo..” apa? Taeyeon meminta maaf padanya?! Oh yeah, yang benar saja. “Seharusnya kau menelpon terlebih dahulu, aku kan bisa mempersiapkan segala sesuatunya untukmu..”

“Untuk apa kau begitu repot Taeng? Sudah lama sekali aku tidak datang ke sini.”

Taeyeon berjalan mendekati sepupunya dan memeluknya dengan erat. Sepertinya baru minggu lalu orang itu datang ke sini. Apa yang membuat Taeyeon begitu rindu padanya? Aku membuang wajahku dengan perasaan kesal luar biasa.

“Apa kau juga tidak ingin memberiku pelukan, Fany-ah? Sudah lama sekali kita tidak… bekerja.. bersama. Bukan begitu?”

Aku memaksakan seulas senyum dan menerima pelukannya dengan canggung. “Bukankah aku sudah bilang, aku akan mengganggu hidupmu, huh?” Hyoyeon berbisik perlahan di telingaku. Hingga mungkin Taeyeon tidak dapat mendengarnya.

OooooO

Lampu-lampu blitz kamera menyilaukan mataku tanpa henti sedari tadi. Kerumunan manusia yang bertanya terus menerus, suara-suara yang berdengung seperti lebah, bersahut-sahutan memusingkan kepalaku. Hingga aku hampir pingsan saat ini. kakiku berdiri lemah diantara kerumunan yang semakin menggila. Beberapa penjagaku berusaha menghalau mereka. Memberikanku sedikit jalan untuk segera masuk ke dalam limusin yang telah menunggu.

Hawa dingin dari dalam limusin segera menyambutku, membuat seluruh keriuhan ini mereda dan mendinginkan kepenatan selama beberapa hari tanpa henti.

“Tiffany..”

Manajer telah menantiku di dalam, memberikanku tatapan yang sulit kumengerti. Ayolah, kumohon setelah semua cobaan ini, apalagi yang hendak dia katakana padaku? Berhenti dari pekerjaannya? Menginterogasiku? Yang benar saja.

“Kau tahu kan, menjaga reputasimu, mempertahankan karirmu tetap berada di puncaknya, hingga aku mendapat bayaran mahal untuk itu adalah pekerjaanku..”

“Apa yang hendak kau katakan. Katakan saja.” Ujarku dingin.

Aku hanya tidak kuat melewati masa-masa berat ini sebagai seorang artis terkenal. Aku tahu, semakin tinggi pohon menjulang, maka akan semakin banyak angin yang menerpa. Aku hanya tidak cukup mengerti, mengapa harus dengan cara ini?

“Apa cuplikan-cuplikan itu benar adanya?”

“Ya, itu memang aku.”

Itu memang aku. Aku dengan baju yang kumal, berjalan menelusuri aspal yang begitu panas, seolah akan membakar telapak kakiku. Membawa kotak-kotak kecil berisi kosmetik murahan, berjalan mengelilingi komplek-komplek perumahan. Apa yang salah dengan itu? itu hanya masa laluku yang terlupakan.

“Mengetahui idola mereka memiliki masa lalu yang kelam bisa menjadi bumerang untukmu..”

“Siapa yang sebenarnya telah mendapatkan foto-fotoku dan menjualkannya kepada majalah sialan itu?” aku menjambak rambutku dengan frustasi.

“Aku.. aku sudah mencari tahunya.”

Aku mengangkat wajahku dan menatap manajerku dengan gamang. Aku bersumpah akan menghabisi orang yang telah melakukan hal sejahat itu padaku.

“Hyoyeon. Kim Hyoyeon..”

OooooO

Hari-hari itu, tidak akan pernah kulupakan. Hanyalah cara kecilnya dari seribu rencana jahatnya untuk berusaha menjatuhkanku di hadapan publik. Dengan cara yang sungguh menyakitkan, menguak masa laluku, menelanjangiku di hadapan semua orang, masa lalu yang tidak pernah ingin kuingat. Dia menamparku dan menampilkan hari-hari menyedihkan itu secara gamblang di hadapan wajahku.

Aku tahu, gadis arogan itu tidak akan pernah berhenti menyakitiku. Bahkan sebelum dia seterkenal sekarang ini, dia telah memulai aksinya untuk menenggelamkanku dalam lubang kesakitan yang dirajut sempurna oleh tangannya. Itu hanya membuatku semakin benci padanya. Sangat benci padanya. Aku melihatnya seperti sebuah penyakit menular yang menjijikan. Semua yang dilakukannya, menorehkan dendam yang begitu dalam padaku. Kupikir, itu hal yang pantas untuknya. Sangat pantas.

Bahkan setelah kupikir aku telah meraih kebahagiaanku yang sempurna bersama Taeyeon. Dia kembali hadir. Apa rencananya kali ini untuk menyakitiku?

Tanpa sadar aku menatap wajahnya dengan begitu tajam. Benar-benar menunjukan kebencianku yang luar biasa padanya. Aku muak harus duduk di tempat ini saat ini. menyembunyikan semua hal ini dari Taeyeon, makan malam bersamanya, berpura-pura tersenyum, dan berbincang dengannya. Perbincangan yang sangat ganjil menurutku, mengingat yang kami lakukan malam ini hanya saling menjatuhkan satu sama lain, dengan sarkasme yang tersirat berlebihan.

“Tiffany.. Hey, makanlah dagingmu. Apa kau tidak lapar, sayang?”

Suara Taeyeon yang menegurku dengan lembut membuyarkan seluruh lamunanku saat ini. aku beralih menatap wajahnya yang kini tersenyum padaku. Aku balas tersenyum kecil. Mengusahakan suasana hatiku yang kini di penuhi rasa marah tetap stabil di depannya.

“Tentu saja, Taeng.” Taeyeon membelai rambutku dengan lembut. Sebelum kembali menatap sepupunya.

“Waktu terasa sangat cepat, dan aku telah jatuh cinta padanya, begitu saja.”

Hyoyeon tersenyum, senyuman yang terlihat sangat palsu. Terlalu munafik untuknya tersenyum di atas kebahagiaanku.

“Selamat untukmu, Taeng. Kuharap Mi Young bisa menghapus kesepianmu. Yang rasanya sudah mengerak di sudut hatimu..”

Taeyeon tertawa mendengar lelucon Hyoyeon. Aku tersenyum sekadarnya, hanya untuk menunjukan kesopanan. “Dan kuharap Mi Young tidak akan menyakitimu, bukan begitu?”

“Kenapa aku harus menyakitinya, Hyo? Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada sepupumu itu.” Aku memotong daging steak yang kini tersaji di hadapanku dengan semangat yang terlalu berlebihan kurasa. Dikuasai emosi, namun tidak dapat melampiaskannya, aku mengorbankan daging steak ini. “Dan bisakah, kau berhenti memanggil nama kecilku, Hyo?”

“Hmm? Ada apa? Bukankah aku juga sering memanggilmu dengan sebutan itu di San Fransisco, Mi Young?” katanya kembali berusaha memancing amarahku. “Hanya ingin sedikit mengingatkanmu dengan masa kecilmu yang sangat menggembirakan.”

Jantungku kini berdegup semakin cepat. Entahlah, rasanya lahar kemarahan sudah memuncak di ujung kepalaku. Aku bisa merasakan wajahku memanas oleh amarah. Kurasa, aku tidak sanggup menahan ini lebih lama lagi. aku mencengkram kedua tanganku dengan erat, berusaha tidak menumpahkan seluruh emosi ini dengan membabi buta di hadapan kekasihku. Apa yang dia inginkan? Kembali mengorek masa laluku?

“Ah! Yeah! Fany-ah, kau bahkan tidak pernah menceritakan tentang keluargamu padaku..” Taeyeon menepuk kedua tangannya dan menatapku antusias. Tubuhku kini terasa lemah. Kemarahan berganti dengan pikiran yang kosong, tidak sanggup berbuat hal lain selain menatap Taeyeon dengan gamang. Tidak tahu harus berucap apa saat ini.

OoooooO

Aku bersenandung kecil, menari-nari, berjalan di atas tanah yang panas. Sandalku yang sederhana tidak mampu menahan kakiku dari panasnya suasana siang ini. sesekali aku meringis merasakan kakiku kian melepuh. Membawa sekotak makan siang yang telah kusiapkan dari rumah untuk ibuku yang tengah bekerja kini.

Sinar matahari begitu terik, entahlah. Seperitnya hendak menguji kesabaranku yang kian menipis. Aku berlari kecil agar segera sampai ke tempat tujuanku. Aku ingin segera bertemu ibuku, dia pasti kelelahan bekerja kini. Meski dia seringkali memukul dan memarahiku, aku tidak punya siapapun di dunia ini selain dirinya. Membuatku merasa sangat sayang padanya.

Aku tiba di tengah keramaian orang-orang yang berlalu lalang. Tubuhku terlalu kecil untuk menerobos kerumunan itu, dan terlalu pendek untuk mencari-cari ada dimana ibuku berada kini.

“Mi Young?” aku menengadahkan wajahku dan mendapati Park Ahjussi sedang tersenyum menatapku. Aku balas tersenyum padanya.

“Ahjussi, apa kau melihat dimana ummaku?”

“Ah, nak. Sepertinya, lebih baik kau pulang saja. Ibumu pasti tidak ingin diganggu..” dia tersenyum dengan lembut padaku. Aku merenung, memasang ekspresi sesedih mungkin agar ahjussi mau mengajakku ke tempat ibu. Dia adalah pria tua yang sangat baik, meski hanya menjaga kios buah pinggir jalan, dia sering menghiburku dengan cerita-ceritanya. “Baiklah, nona kecil.. aku akan mengantarmu.”

Dia menggandeng tanganku, dan mengajakku berjalan menembus kerumunan ini. Hingga sampai di sebuah motel tua yang kuno. Tembok-temboknya pun sudah rapuh di beberapa bagian, rembesan air hujan meninggalkan tanda yang mengerikan di bagian atapnya. Benar-benar menunjukan umur motel tua ini.

Kulihat ibuku sedang duduk di sofa merah tua yang telah pudar warnanya, di dekat jendela kecil yang berdebu. Aku berlari riang menuju tempatnya duduk kini, dan membawakan kotak makan siangku.

“Umma, aku membawakan ini untukmu..”

Ibuku menatapku nanar, menghisap puntung rokoknya sekali sebelum membuangnya begitu saja di lantai.

“Siapa yang menyuruhmu ke sini?”

Wajahnya terlihat kesal. Aku segera menyembunyikan kotak makan itu di belakang punggungku. Sedikit menjauh darinya, biasanya jika dia terlihat marah, dia akan langsung memukulku begitu saja.

“Aku.. aku ingin mengantarkan makanan ini untukmu. Kupikir, kau pasti lapar.”

“Lapar? Sudah kubilang! Jangan pernah sekali-sekali menghampiriku di tempat kerjaku! Apa kau tidak mengerti itu idiot?!” dia bangkit berdiri dan menunjuk-nunjuk wajahku. Aku menahan tangis yang kini telah tertahan di pelupuk mataku.

“Maafkan aku..”

“Lebih baik aku membunuhmu saja waktu itu! bocah sialan. Yaa! Apa kau yang membawanya ke sini pria tua?!”

Kulihat Park ahjussi berjalan mendekatiku dan segera menarikku agar menjauh dari ibuku. Menyembunyikan tubuh kecilku di belakang punggungnya.

“Ya, aku yang membawanya.”

“Jangan pernah kau sekali-sekali membawanya ke sini lagi, kau mengerti itu?!”

“Kenapa? kau tidak ingin anakmu mengetahui pekerjaanmu?!” Park ahjussi terlihat sangat marah hingga dia berteriak kesal pada ibuku. Kali ini aku tidak bisa menahannya. Setetes air mata turun membasahi wajahku. Aku takut jika terisak ibu akan mendengarnya dan memukulku seperti biasa. Dia benci melihatku menangis.

“Bawa pergi dia dari sini sekarang juga!”

Aku pulang, membawa serta kotak makan yang akhirnya kumakan sendiri dipinggir jalan. Menelan kekecewaan yang sungguh menyakitkan hatiku, gadis kecil yang tidak tahu apa-apa di masa itu.

Itulah terakhir kalinya aku pernah mengunjungi tempat kerja ibuku. Hingga setelah aku cukup dewasa untuk mengetahui bahwa dia seorang pelacur. Aku kabur dari rumah ketika berumur tiga belas tahun, saat kurasa aku sudah cukup besar untuk mengurus diriku sendiri, mengambil sedikit uang dari lemari bajunya, lalu meninggalkannya yang semakin renta. Dan tidak pernah bertemu lagi dengannya hingga hari ini. aku berharap tidak akan lagi pernah bertemu dengannya seumur hidupku. Wanita jalang itu.

OoooooO

“Bagaimana, Mi Young? Tidakkah kau ingin menceritakannya pada kami semua?”

Aku mengerjapkan kedua mataku beberapa kali, sebelum menatap Hyoyeon dengan tajam. Dia menyeringai melihatku yang kini mulai panik.

“Apakah itu sangat penting untukmu, Taeng?” aku menatapnya dingin.

“Tentu saja, sayang. Aku hanya ingin tahu bagaimana keluargamu. Hal yang wajar bukan?”

“Tidak bisakah kau hanya mencintaiku saja?” kenapa aku harus mengatakan ini? aku hanya tidak dapat mengontrol emosiku sendiri.. “Aku kenyang..”

Aku meletakan pisau dan garpu dengan kasar, lalu segera beranjak bangkit, dan meninggalkan meja makan begitu saja. Aku tidak perduli bagaimana reaksi Taeyeon selanjutnya.

Aku berjalan menuju dapur, kuharap ahjumma ada di sana sekarang.

“Aku ingin pindah kamar, adakah kamar kosong yang tersedia untukku?” tanyaku spontan ketika melihat ahjumma berada di ruang tamu.

Dia menatapku heran. “Bukankah kau tidur di kamar Taeyeon?”

“Tidak lagi. kupikir dia akan tidur dengan sepupunya..”

“Fany-ah. Aku tidak menyuruhmu pindah kamar..”

Aku menoleh dan mendapati Taeyeon kini tengah berdiri tidak jauh dariku. Kulihat Hyoyeon berusaha menyembunyikan senyumnya melihat kemarahanku yang begitu impulsif. Aku benar-benar membenci gadis itu.

“Aku yang ingin pindah dari kamarmu, masalah buatmu?”

“Ah, anak ini. apa yang membuatmu tiba-tiba kesal seperti itu?”

Kesal. Apa yang membuatku kesal. Dia bertanya. Tentu saja, karena dia tidak mengetahuinya, tidak mengetahui apapun tentangku. Aku menoleh dan tersenyum. Senyum yang sangat kupaksakan.

“Kesal? Kenapa aku harus kesal? Aku hanya ingin memberimu banyak waktu dengan sepupumu. Dia sudah datang dari tempat yang jauh. Kalian pasti hendak bertukar banyak cerita, bukan?”

“Ah, kau sangat perhatian, Mi Young. Benar sekali, aku memang ingin banyak bercerita padanya..” Hyoyeon merangkul Taeyeon, membuatku semakin muak melihatnya.

Aku tidak menggubris kata-katanya, mengikuti langkah ahjumma yang mengarah ke kamar tidurku malam ini. Aku sudah menduga, rumah sebesar ini tidak mungkin hanya memliki satu kamar tidur di dalamnya. Kamar yang cukup besar, hanya jendelanya yang mengarah langsung kearah pemandangan luar, tidak seperti kamar Taeyeon yang mengarah langsung ke kolam renang. Kamar ini terlihat lebih besar dari kamar lainnya. Dan terasa sepi.

Tidak banyak lukisan yang tergantung, menunjukan bahwa ini kamar yang telah lama tidak berpenghuni, nuansa putih hanya menambah suasana muram yang dapat kurasakan begitu jelas, aku tidak membutuhkan kamar yang senyaman hotel berbintang untuk beristirahat, toh aku pernah merasakan hal yang lebih buruk daripada losmen murahan. Aku membaringkan tubuhku di atas kasur yang cukup besar sejenak. Meredakan kepenatan hari ini. kurasa, aku akan tidur sendirian malam ini.

OooooO

Taeyeon POV

Aku bergeming menatap Tiffany yang berjalan menjauh. Meski dia berusaha menutupinya, aku bisa merasakan perubahan sikapnya yang sangat spontan. Membuatku bingung setengah mati, ada apa sebenarnya dengan gadis ini. apa yang mungkin terjadi dengannya dan Hyoyeon selama mereka berada di San Fransisco. Aku yakin, ada yang di sembunyikan mereka berdua dariku.

“Hyo, apa sebenarnya kerja sama yang terjalin antara kalian berdua?” aku menoleh pada Hyoyeon dan hanya menerima senyuman darinya. “Kau benar-benar harus menceritakannya padaku, nanti.”

“Nanti?” Hyoyeon menatapku. “Kenapa tidak malam ini?”

“Aku akan tidur dengan Tiffany malam ini, Hyo. Perasaanku tidak enak dengan perubahan sikapnya barusan. Kita mempunyai banyak waktu besok pagi..”

Hyoyeon tersenyum kecil, menanggapi dengan maklum. Aku segera berjalan menuju kamar Tiffany, dan mengetuk pintunya perlahan.

“Tiffany..”

Tidak ada jawaban. Aku membuka pintu kamar, dan masuk ke dalam. kulihat kamarnya yang terasa kosong, namun mendapati pakaiannya tadi berserakan di lantai, Tiffany pasti berada di kamar mandi sekarang ini. aku tidur di kasur besar yang rasanya begitu asing. Aku tidak berencana membangun banyak kamar di rumah ini. hanya saja kupikir, aku mungkin memerlukan beberapa kamar cadangan.

Tidak berapa lama kemudian kulihat Tiffany keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah tidurnya. Wajahnya terlihat lembab, dan ekspresinya yang sedikit kaget ketika melihat aku sedang bersandar di kasurnya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Taeng?” Tiffany menyipitkan kedua matanya.

“Ehm, menemanimu?”

“Untuk apa?” Tiffany berjalan mendekatiku, lalu duduk di atas kasur dan mengeringkan rambutnya, tubuhnya kini membelakangiku. Dia terlihat… entahlah. Marah. Padaku. Aku sendiri bahkan tidak memahami apa yang membuatnya begitu kesal.

“Apa aku tidak boleh tidur bersamamu?”

“Aku sengaja memberikan ruang bagimu dan Hyoyeon. Kenapa kau begitu keras kepala, Bu Direktur?”

“Aku tidak membutuhkannya, sayang.” Aku memeluknya dari belakang, Tiffany tidak bereaksi dan terus mengeringkan rambutnya. “Apa yang membuatmu begitu kesal sebenarnya?”

“Apa aku terlihat kesal?”

“Ya, kau terlihat kesal.”

Tiffany menghela nafas, lalu menoleh dan menatapku, aku membelai rambutnya dengan lembut. “Aku tidak kesal..”

“Kau bisa menceritakannya padaku..” aku berbisik lembut di telinganya.

Tiffany berbalik dan berbaring di atas kasur. Aku mengikutinya, membaringkan tubuhku di sebelahnya, terus menatap wajahnya. “Dan? Apa yang akan kau ceritakan?”

“Apa kau benar-benar ingin mengetahui tentang keluargaku, Taeng?”

Aku memeluk tubuhnya. “Tidak perlu jika kau belum berniat menceritakannya padaku..”

“Aku anak sebatang kara, sejak berumur tiga belas tahun..” Dia berhenti sejenak. “Dan, ibuku adalah seorang pelacur.”

Gadis itu menghela nafas, terlihat mempersiapkan dirinya akan cerita-cerita masa lalu yang mungkin akan terus bergulir malam ini.

To Be Continued

OoooO

Cuap-cuap author: oke teman-teman. Chapter sepuluh ini gue sengaja memasukan masa lalu-masa lalu yang agak mengejutkan tentang Tiffany, itu kenapa gue lebih banyak masukin POV Tiffany dibandingkan Taeyeon. Anyway, tenks ya pembaca yang udah komen di chapter Sembilan lalu

Terus juga, *nyengir* di chapter Sepuluh mungkin sampai belasan taeny momentnya gak bakal terlalu banyak, soalnya gue bakal masukin konflik-konflik. Berhubung Hyoyeon udah dateng, kan gak mo gue sia-siain perannya dia di sini. Hek. Semoga pembaca pada sebel ya sama dia. hehehehe

Gue mau apologize sebelomnya, karena keterbatasan waktu dan sarana. Sekarang waktu udah semakin gelap, dan gue beneran ada di bawah pohon mangga. Gue gak bisa balesin komen temen-temen dulu hari ini. Tapi jangan sungkan untuk terus komen dan ikutin cerita-cerita gue ya.. oke.. see you on the next chapter..

Salam roti!

 

Advertisements

85 thoughts on “Accidentally Love (part 10)

  1. Waahh… Hyo datang disaat yg tidak tepat. Padahal tadi taeny udah mulai tuh.#geleng” kepala
    Kasihan tiffany tidak pernah mendapat kasih sayang dari ibunya.
    Lanjut thor

  2. hadeuh d awal dah dbikin kesel ma hyo yg dtg tiba2.
    dtambah hyo lah yg dah nyebarin fto2 masalalu fany.
    Keterlaluaaaaan..!huh!
    Ya ampuuun suram bgt masalalu fany.
    KDRT trhadap anak tuh.ckck..
    huft..syukurlah fany mw trbuka tntg masalalunya k taeng.
    crtain aja tu sekalian kelakuan jhtnya hyo.
    smoga taeng bsa menerima masalalunya fany.
    yeaaaay~

  3. yey! update!
    aku suka karakter hyo!
    walopun disini dia jadi peran antagonis, tapi kamu bawain karakternya keren mar…
    😀
    oiya, ngapain dibawah pohon mangga? cari pencerahankah? hehehe
    semangat lanjutkan!!!!!
    go roti go roti go!

  4. hyo bikin kesel deh, datengnya salah waktu bgt
    pake sebar2 ttng masa lalu ppany lagi, argh
    kasian bgt ppany, dibalik kecantikannya yg tak manusiawi, ternyata masalalu-nya suram
    syukur deh, ppany mau cerita ke taeng, semoga taeng bisa terima

  5. lg2 kentang..
    chaptr kmrn supir truk dgn klakson sialnya.
    chaptr ini ada hyo..
    ckckck
    dsr roti g seneng liat pembacany seneng.

    hiks kasihan ppany..
    taetae jg bego bgt sih,mestiny dia bsa mencium gelagat ad yg tdk beres antara hyo dan ppany.
    ckck

    yawdah,ayo roti lanjutkan.
    hwaiting

  6. sumpaaaaaaah hyo,ngapain kamu muncul….sebel2…agggh,masa lalunya fany dikit demi dikit terkuak,ga sabar nunggu part berikutnya..update cepat dunk *wink ヽ(^。^)ノ

  7. Hadeeeeh-_- Pendeek bgt sih Thorr….Nanggung !! hehe

    Hyo yaa ampunn bner2 deeh…ckckckck @geleng2@

    Sukaaa bgt ighh Peran TaeNy disni… dan bkin Penasaran Tingkat Akutt inii…. @haalaah apa coba@ Plaaakk

    apakah hyo prnh Pny hbngankah dgn ppany?? Nympe hyo kya gtuu…

    iaa ampun ppany masa kecil yg suram…!!

  8. apaaaann..taeny baru mau beraksi knp Hyo dateng??!?! ish…tippany kl ngambek gemesin,kangen taeny monent yg romantis aaaa pdhl baru kemaren 😀 apasi konflik,gausah dipake dulu aja ahahahaha
    inget janjimu roti…chapter belasan bakal ada NC kaaan XD SEMANGAT!!

  9. makin seru aja ceritanya.ternyata masa lalu tiffany begitu kelam.jadi sedih bacanya.

    Karakter hyoyeon bikin gregetan.ga sabar dgn chap selanjutnya yg akan menguak semakin dlm masa lalu tiffany

  10. Aduhai sumpah..andai Hyo gak dteng mngkin ini chapter ada nc nya kali yaa..haha

    Wokeeh..masa lalu Tiffany trnyata suram bnget yaa, tpi sayang Fany benci bngt sama emak nya..wajar sii..huh..

    Karakter Hyo ini bikin naik pitam yaa..jadi pnasaran kerja sama apaan sii sama Tiffany dlu..

    Gak nyangka Tiffany bkalan jujur tntang masa lalu nya ke Taeng..salut.. *prok2

    dtnggu klanjutanya yaa.. YAA ROTTIIIHHH..

  11. Ampe segitunya masukin kunci,,ckckck.
    Dasar byun..kekek

    aku sebel ama hyo unnie karna gangguin taeny..ck
    juga dia ngebongkar masa lalu fany unnie..kasian fany unnie..(@.@)…

  12. Akhirnya update juga…
    Wawawah dari karakter hyo yang makin seneng menyiksa perasaan fany jadi curiga deh ma hubungan yang neror ke fany..aahhh penasaran siapa yg penerornya??
    Aduh untung fany mw cerita da ke taeng tentang masa lalunya..
    Ditunggu laghe lanjutnya thor..

  13. Aaah..
    Seandai’a aja hyo gk gguin, pzti dah krank taeny lg brsenang”..

    Ksian bnget ppany,, pzti taeng nangiz dngerin crta’a ppany 😦

    lnjut…. 😉

  14. Hyo, hrznya kau q tendang mpe negeri anta berantah sana aja deh br g gnggu2 lagi moment sweetnya taeny. Zumpah gedek bgt td q pz bca bag itu. kezannya niat bgt gt loh! *plak! emg niat yah?. pake acr matiin lampu sgala, mna nyalainnya ga tepat lagi. ZEBBEL!! **makan roti keju skarduz!!
    Jht bgt yah dya. tega nian mempublikazi foto foto kumelnya fany. emg hrz di smbel cmpur breng terasi nih anak.

    Taeng juga, g nyadar2 dr kmren low ada aura mistis eh aura perang antara fany n hyo. untung ckarang uda mulai ngerti. dan untung jga dy ngmbl keputusan tpat u/ lbh mmilih tdr brg fany drpd spupunya y super nyebelin ituh. Hyo, tdur xna breng tomcat!! huh!

    Mwo?? ngapain kamu mar tiap x nulis mzti hrz dbwh phon mangga? dan mnjelang gelap pula?. Emang wangsitnya dteng dr tuh phon yak? mau dunk aqu ikt nongkrong dstu kpan2. cpa tau dpet wangsit juga. **wink!!

  15. yaa ampun romantis bgt sih mreka hihihi… sneng bgt xlo moment Taeng ma ffany y kya gtu…

    tpi syank kyanya gra2 kemnculan z.dancing queen itu bkal byak konflik ya thor… hadeeh akan ada apalgi,….

    kyanya Hyo Suka ma ffany tuh…mkanya kaya gtu…

    ditunggu next nyaa hehe

  16. ~_~,,,,, gara2 hyo dtng gagal deh NC_nya taeny,,,,,, bener2 perusak suasana nih,,,,
    d ttgu klanjutannya thor,,,

  17. Hmmm…fany fany tiffany
    malang nya nasib mu nak..ckckc
    ge enak” brcinta d ganggu setan hyo wkwkwkw

    Kita nantikan apa reaksi tae ntar dnger masa lalu fany..hoho

    #masih setia nunggu yulsic momen XD

  18. aishh hyo ya bener2 gk bs liet taeny n reader seneng deh nanggung kan tuh jadinya
    -___-

    kasian fany unni masa lalu yg kelam
    mana ibunya mana mana tk laporin k kak seto krn tlh nyiksa anak2
    kekeke

  19. Marisa ngapain d bwh pohon mangga?ck…ck….
    Arggghhhh c hyo ganggu banget.ak gantung d pohon toge.
    Mau’x apa sih tu c hyo ganggu taeny ja.
    Penasaran bgt chap selanjut’x kayak gmn…

  20. Bgus thor sl’ny dlm sbuah cerita mank hrus ad konflik biar readers ga bosen.heeee

    I’ll waiting next chapter.yeee

    🙂

  21. Haduueeh lagi seru2 si hyo pake acara nyalain lampu segala lagi
    Ga bagus lah
    Author bagus loh konflik si Tiffany unnie sma Hyo unnie nya Lanjutkan hehe

  22. yaaaa.. Dan author satu ini sukses bikin aku gemes ama hyo..haha
    Awalnya bikin nahan napas dah.. pasangan byun ini emg gak ada matinya kali lagi begitu..
    Teruskan..haha

  23. cih… knpa TBC author KECE????

    benar2 mengganggu kesenangan aja tuh tiga huruf keramat…

    no coment thor, yg jelas aku benci banget ma hyo di sini n ma emaknya fanny…

  24. Err..
    Mengerikan banget sih Hyoyeon, ckck -_-
    Kenapa begitu jahat kepada Tiffany? Mil, penyebab kenapa mereka bermusuhan?
    Tiffany, malang benar nasibmu sewaktu kecil 😦

  25. Jiah, Gagal NC deh -.,-

    Mi young kecil, tragis bgt hidupnmu nak *hug pany*

    di sini hyo nyebelin bgt, sumpah gregetan ngeliatnya DX DX

    gak bnyk komen, lanjuuuuut om tarjo.. XD

  26. Pdahl bcnya kmaren,, tpi bru coment skarang…

    aduh gntung bnget…Hyo gak tpat nih..
    Msa llu fany suram amat,,kasian bnget,,tpi aku msh pnasaran knapa hyo gak ska ma fany….

    Okelah roti lanjutkan ffnya,,jngan lma2 di bwah pohon mangga,,ntar ktimban buahnya..

  27. hahaha …
    Auhtor lucu banget(?)
    wah hyo didni jd pengganggu hubungan TaeNy nih … Rada2 kesel aku sama hyo *plakk kaburr 🙂
    hehehe seneng dah liat kemesraan taeny, jadi pengen (?) dasar BYUNtae !! Gk dimana2 otak’a mesum mulu haha
    fightingdah buat author ! 🙂 ditunggu part2 selanjut’a

  28. huuuuuuwwwwaaaa Hyo ganggu aja,,,jdi gagal dech…(YadongModeOn…#plaaaakkkk#)

    Bru kaliini qu benci bget ma Kim Choding (kayaknya hyo mnta di buang ke jurang ma Locksmith)wkwkwkwkwkwk….

    Lanjut,,, Fighting…. 🙂

  29. Halo, ini MyJessie!! XD

    Seriously, hyo.. Kau itu pengganggu!! Hnnnnn~

    wooo, masa lalunya kelam ternyata,
    semoga taeng tetep bisa menerima fany..

    Yahhh mana sica nya? Sica nya mana? Kkkk~

    updatesoon…!!

  30. waduuuhhhh hyoyeonn kaya nyamuk aja deh ahh gangguin moment mrka berdua..wkwkwkwk
    masa lalu ppani sedih bgt..ditambah hyoyeon yg jahat, lengkap de tu..!!
    thor..hyoyeon jangan kejem2 sm ppani yah..??
    🙂 🙂

  31. klek……. lgi2 da yg ngegangguin aktivitas taeny, iiiiiiiihhh sebel dah ma hyo, sbnrny apa se mauny?????
    duhhhh fany tragis bener masa lalumu, kra2 gmana y reaksi tae stelah mndengar crita fany….?????
    itu ngpain author dbawah pohon mngga sgala, jgn2… jgn2… iihhhh serem….!!!!!!!

  32. Kurang JITAK!!!!!!Padahal dah di Umbun2 tapi gagal Gara2 HYO!!!!!!!
    Panny-ah yang sabar ya Sayang, ,Q disini Utkmu#PLAKKK!!! D gampar Taeng.Ahahahaha
    di lanjut Chingu. . .

    YUK DUNK!!!

  33. Wah ternyata udah ampe chapter 10 aja nih, ketinggalan dong 😦
    tp gpp deh bacanya jd dobel aseeek..

    wew fany habat banget ya, bisa ampe g jatoh waktu ciuman sambil jalan, saut deh buat keseimbangannya hahaha

    hyo, apa salah fany, sampai2 km tega banget ama dy, fany kasian banget disiksa ama ummanya, tp yang penting kan sekrang udah ada taeyeon, semoga taeyeon menerima fany apa adanya

  34. Mdh2n taetae bisa nerima masa lalu’ fany…hyo kejam amat sih,emang fany pnya slah apa coba…ayo dilanjut chingu…

  35. Yah hyo ganggu ja,gatot jadi@ taeny!!!.
    Penasaran da msalah pa fany n hyo..
    Mkin pnsaran ni author,
    Ditunggu part selanjut@..
    Gomawo…

  36. wow, masa lalunya fany suram banget dah ah ..

    ya elah tante hyo jahat banget sama miyoung T_T
    btw, udah pernah diceritaain belum sih alasan tante hyo benci miyoung ???

  37. waduh..
    masa lalunya suram amat ya..!! ckckckck
    sabar ya!! kan ada taeng.
    lanjut thor..!!
    semangat..!!

  38. hyo jahat banget sih ama fany!!
    pake mancing2 supaya fany mau cerita masa lalunya 😦

    tp yg bikin penasaran tuh kenapa sih hyo benci bgt ama fany??

  39. kisah masa kcl ffany sgt menyedih kan jd terharu bc nya
    hyo jht bgt di sni….
    Kra”bkl gmana stlh tau ksh fany mdh”n tdk brubah.

  40. tae beneran ga melek dunia ya kayanya, sampai berita permusuhan fany sama hyo aja ga tau, jadinya fany harus akting ‘ga ada apa-apa’ kan depan hyo hadu hadu
    hyo cocok bgt jadi peran antagonis :p

  41. Ternyata masa lalu nya fany begitu pahit 😦
    Dan ditambah lagi eomma nya seorang p̶e̶l̶a̶c̶u̶r̶ bener-bener menyedihkan (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Semoga taeng bisa mengerti itu semua dan ga akan ninggalin tiffany gara2 masa lalu nya
    Dan buat hyo kenapa kau begitu kejam(?) Kalau saja tiffany knpa2 gue bakar lo idup2
    Sekian komentku #plakk
    Author hwaiting^^

  42. seriusan deh.. buat novel aja.. sumpah udah cocok..
    aku penasaran apa sih sebenarnya si hyoyeon itu??
    tae merasa adik sepupunya itu baaaeekk banget, bahkan hubungannya kadang dicanggungkan sebagai saudara.. nah!
    sedangka tippani?? kan aku bingung.. tanggung jawab ti..
    haha..
    next ya ^^

  43. Poor fany….
    sedih banget ceritanya.. ternyata masa lalunya fany begitu kelam

    aiihhh lanjut ke next part ja deh…

  44. Aishhh hyo aku tidak bisa membencimu karena kau jg bias ku!!! >< TaeNy aishhh pertahankan hubungan kalian!!!taeny FIGHTING!!!:D

  45. i’ve been teary bcos this chap…how can mother said that “worst thing” to her daughter….you mommy of fanny big dafuq for you… sorry for the rudeness …..

    aish…jinnjaaaaaa ….for hyo i guess she just envious to fanny and make a trouble….no wonder i’m not point she’s the myterious one….

    yasudah lah….let me read the next one 🙂

  46. hyo nampak pada saat yng tdk tepat …

    kcian fany karena tdk pernah meraskan kasih sayng dri seorang ibu … tpi justru sbalikny mendapat pukulan dan tatapan arg … kurasa menyakitkan .,,

  47. Oh,jadi ini semua udh fix hyo pelakunya? Wks~ oke,agak sedih sih bayangin masa lalunya fany~ dan kesel banget sama ulahnya hyo!! Eurrgh gregetan sama hyo ampe pengen jambak rambutnya hahaha xD

  48. wah kok hyo pake nongol segala sih, padahal lagi panas2nya,
    aduh.. bikin kesel aja,

    fany kasian, ummanya gitu2 amat, anak sendiri dibentak2,
    sering dipukul pula -_-

    semoga respon tae sesuai harapan gue, sudah cukur fanya menderita dimasa lalu, jangan diungkit2 lagi -_-

  49. aish fany ma hyo mkin panas ja ga seneng hyo jd antagonis….
    miris bgt kehidupan fany pas kecil
    pst hyo pny alasan ngejatuhin fany d dpn tae

  50. C aggressive Dan c byun beraksi.. Untung yee itu d tempat sepi coba klo d tempat rame.. Ta karungin mrka.. Mao masuk-in kunci ke lubang ny ajje susah amir Tae.. Tp klo masuk-in jari ke lubang yg laen lancar lancar ajje

  51. Yaelah hyo ganggu taeny lagi anu aja wkwk
    Nah loh fany kesel,-
    Sudah kuduga fany juga punya masa lalu yg suram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s