Accidentally Love (part 15)

Summary: Taeyeon berhasil menguak masa lalu Hyoyeon, membongkar seluruh kegamangan dirinya, membuat Taeyeon kembali mengerti. Alasan yang cukup kuat untuk membenci sosok kekasihnya. Trauma mendalam. Di sisi lain, Tiffany tengah menghadapi bahaya. Bahaya mencekam yang dapat menghabisi nyawanya. Dalam waktu yang singkat.

“Aku tidak lagi dapat mendengar jantungku yang berdetak,

Hela nafasku yang menderu

Aku tidak dapat mendengar apapun. Hening. Gelap.”

Genree: Romance, drama

 Rated: 18+

 Pairing: Taeny, yulsic.

 Warning: yuri, adult content, AU.

 Main Cast: Taeyeon, Tiffany, Yuri, Jessica, Hyeyeon, Seohyun, another SNSD member.

 Addition Cast: Lee So Man, Lee Teuk, Ahjumma.

 Enjoy..

OooooO

Taeyeon POV

Aku menunggu. Menunggu setiap cerita yang akan bergulir di ruangan ini, malam semakin kelam, seluruh lampu di dalam rumah telah di nyalakan. Aku bergeming, menatapnya, yang masih terlihat enggan untuk menguak masa lalu itu kepadaku. Aku menghela nafas dan mengepalkan kedua lenganku. Masih menunggunya.

“Ceritalah padaku, Hyo. Aku akan mendengarkannya..”

Sepupuku masih tetap terdiam, menatap nanar kea rah yang tidak kuyakini tengah menjadi fokus utamanya. Dia hanya termenung, seperti sedang menggembara ke suatu tempat. Dunia yang tidak pernah kukenal, yang berada dalam masa lalunya, mengendap di alam bawah sadarnya.

Aku tertegun.

Hilang seluruh arogansinya, Hyoyeon menangis, sesenggukan. Tidak ada lagi dagu yang terangkat angkuh, tidak ada lagi kata-kata menyakitkan, egoisme, dan kebanggaan pada dirinya. Yang tersisa tak ubahnya Hyoyeon kecil, Hyoyeon kecil yang akan menangis ketika bertengkar denganku. Aku hampir lupa, kapan terakhir kali melihat air mata itu.

Aku beranjak bangkit, memeluk bahunya erat, berusaha menyalurkan kehangatan ini. menahan air matanya yang kian mengalir ketika aku melakukannya. Aku menyadari ini.. suatu hal yang tidak pernah kusadari sebelumnya. Gadis ini begitu rapuh. Sangat rapuh. Aku mengumpat. Apa yang merasukiku hingga melakukan hal semacam ini kepadanya. Menghardiknya. Aku rindu dengan gadis ini, gadis yang rapuh, yang naïf, dan selalu terlihat apa adanya di mataku. dunia telah mengubahnya..

“Kau tahu, kau banyak berubah semenjak kepergianmu ke San Fransisco. Kebiasaan-kebiasaan kecil itu, tetap sama. Kau yang telah berbeda.”

“Kau tidak tau apa yang kualami di sana, Taeng..” ujarnya lirih.

“Ceritakanlah padaku..” aku merenung, berucap muram kepadanya. Menunggu kisah-kisah yang mungkin terkuak malam ini. “Apa hubungan Tiffany dengan semua ini?”

“Aku sangat bodoh pada masa itu. kau tahu, keberangkatanku ke San Fransisco, terdengar seperti suatu hal yang keren..” Hyoyeon mengelap air mata yang membasahi wajah dengan telapak tangannya. Aku membiarkan hal itu, memberinya ruang untuk bercerita. Merenung dalam keheningan yang panjang “..Hingga pertama kali aku menginjakan kaki ke sekolah menengah, dan aku tahu. Aku telah salah. Salah besar.”

“Apa maksudmu?”

“Tidak ada seorangpun yang bersahabat denganku. Gadis asia menyedihkan, yang hanya memandang dunia melalui kaca mata sempit dan tradisional. Mereka menganggapku kuno, kutu buku..” Hyoyeon tertawa sinis, menguak luka itu. menelanjangi masa lalunya. Yang tidak pernah kudengar secuilpun darinya. “Membuang buku-buku biologiku, menyembunyikan sepatu olahragaku, kau tahu, bahkan menuliskan hal-hal yang mengerikan di depan lokerku. Kejadian yang lumrah dalam setahun pertama aku beradaptasi dengan sekolah baruku.”

“Mereka melakukan itu? padamu, Hyo?”

Kemarahan menguasaiku dalam sekejap. Jika saja aku bersamanya pada saat itu. orang-orang sialan itu..

“Itu tidak pernah menggangguku, Taeng, hingga tanpa kusadari, aku telah terbiasa dengan semua itu. menyedihkan memang..” Hyoyeon menghela nafas. “Namun keterbiasaan itu yang membuatku dapat bertahan hidup tanpa menjadi gila..”a

“Apa Tiffany berada dalam semua ini?”

“Tidak. dia hadir sialnya setelah aku telah begitu terbiasa dengan kehidupanku yang menyedihkan. Harus kuakui, Taeng. Kekasihmu sangat mempesona. Aku menyukainya, sejak pertama kali aku melihatnya..”

“Kau menyukainya?” aku menambah lipatan pada keningku, berkerut. Berpikir keras.

“Tidak, tidak dengan caramu. Aku mengaguminya.” Hyoyeon tersenyum, kenangan itu, tidak terlihat seperti kenangan yang begitu buruk untuknya. Seperti Tiffany adalah sebuah oase baru dalam kehidupannya. “Dia cantik, menawan, dan memiliki banyak talenta. Pusat magnet, untuk komunitas-komunitas populer di dunia remaja..”

“Ya, dia memang sangat mempesona.”

“Hanya sayang, jiwanya begitu kerdil. Pengecut, menyedihkan.” Hyoyeon kembali menyeringai sinis, kebencian itu. telah bersemayam begitu lama. Memberikan trauma yang tidak pernah kumengerti pada dirinya. “Penjilat, yang hanya mementingkan egoismenya sendiri, melukai orang lain deminya dapat bertahan hidup di San Fransisco. Ambisius mengejar karirnya, tanpa memikirkan apa yang tengah terjadi di sekelilingnya.”

“Ignoran?”

“Ignoran..” Hyoyeon mengulang kata-kataku, seolah mengejeknya dengan kebencian yang kini begitu tercium. “Dia tidak hanya ignoran, Taeng. Dia melukaiku, dia sama seperti mereka. Bersandiwara seolah-olah aku adalah teman baru yang sangat disukainya, hingga kemudian menarikku dan mengurungku di dalam kamar mandi. Tertawa, bersama teman-teman gadisnya yang gila.”

Adegan-adegan itu. membayang di pelupuk mataku. kesedihan nyata seperti menghujam hatiku dalam, begitu dalam. hingga aku hampir menangis membayangkannya.

“Memberikanku tatapan, seolah aku bukan siapa-siapa ketika aku berjalan keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang sangat menyedihkan, mereka menyiram seluruh tubuhku dari luar. Aku mengamuk..” Tangisannya terdengar begitu pilu, isakannya mengeras. “..aku menghardik Tiffany dan teman-temannya. Berteriak pada mereka. Kau tahu apa reaksi mereka..”

Aku terdiam, tidak memberikan reaksi apapun. Menunggunya untuk bercerita kembali.

“Mereka mengatakan aku seorang gadis bodoh membosankan, jelek, dan memiliki masa depan yang suram. Diantara semua itu, tindakan Tiffany yang benar-benar melukai perasaanku, Taeng. Dia..” Hyoyen menghentikan kata-katanya, menghela nafas, dalam beberapa detik selanjutnya, dia kembali memulainya. “…orang yang sangat kukagumi, dan berkata orang sepertiku hanya akan selalu terinjak. Terinjak dalam lingkup sosial.”

Tiffany mengatakan itu padanya.. demi Tuhan. Apa yang sedang merasukinya saat itu..

“Kebencian menguasaiku. Karena detik itu aku telah membuat keputusan besar dalam hidupku. Kelak, aku akan beranjak dewasa, sukses dengan talentaku, dan Tiffany, hanya akan menjadi abu yang terinjak kakiku. Dia akan sengsara karenaku. Agar dia dapat merasakan betapa pedihnya saat seseorang melukaimu hingga ke akarnya.” Hyoyeon menatapku dengan mata yang membengkak, setelah seharian dia menangis dalam pelukanku. “…Dia mungkin telah berubah, Taeng. Tapi kebencianku. Sudah terlalu lama mengerak di sudut ingatanku. Sulit menghilangkannya..”

Aku mengecup puncak kepalanya, memberinya ketenangan. “Tenanglah, Hyo tidak ada yang bisa di salahkan.. aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya berharap kau dapat melupakan semua ini.. tenanglah..” aku berpikir sejenak, menimbang-nimbang haruskan mempertanyakan hal ini padanya atau tidak, ditengah seluruh kekalutan yang rasanya begitu kusut membuat hatiku hampir meledak oleh berbagai perasaan yang berubah-ubah sedari tadi. “Apa yang telah kau lakukan padanya selama ini?”

“Aku mencari tahu masa lalunya. Menguak itu di depan masa, menjatuhkannya di hadapanmu, dan menjatuhkanmu di hadapannya. Aku membaca pesan singkatmu untuk Jessica pagi ini.” Hyoyeon mencengkram kedua lengannya. “Aku mengajaknya pergi mengikutimu. Menciptakan persepsi yang salah dalam pikirannya, agar dia membencimu dan segera hengkang dari tempat ini.”

“Kau melakukan itu? itukah sebabnya Tiffany meninggalkanku siang ini?”

Hyoyeon mengangguk perlahan. Aku dapat melihat cengkraman kedua tangannya itu semakin erat, hingga buku-buku jarinya memutih.

Dia ketakutan. Merasa bersalah, pada saat yang bersamaan.

Dia tetaplah seorang Hyoyeon. Melukai orang lain seperti itu, sama seperti melukai dirinya sendiri. Aku tahu gadis ini, dia sungguh pengasih. Bahkan burung yang terluka di atas pohon, dia akan memanjat pohon itu bahkan jika itu membuatnya terjatuh dan mematahkan lengan kirinya. Melukaiku seperti ini, aku yakin, juga telah melukainya dengan cara yang sama. Kemarahan yang sempat melesat dalam otakku meluruh dalam sekejapan, dalam perasaan iba yang mendalam. Masa remaja yang sungguh tidak menyenangkan. Akan merubah karakter seseorang sedemikian besarnya.

“Maafkan aku..”

“Aku memaafkanmu. Apa kau juga yang telah menerornya selama ini?” pertanyaan ini, akhirnya terlontar ke permukaan, setelah sekian lama mengendap dalam pikiranku, menggugah rasa penasaranku.

Hyoyeon mengangkat wajahnya menatapku. Mengerutkan keningnya. “Kau mengira aku melakukan semua itu?”

“Tidakkah?”

Tatapan itu.

Tatapan kebingungan, dan kejujuran yang terasa sangat jujur pada saat yang bersamaan. Hyoyeon tidak sedang berbohong padaku.

Sial.

Bukan dia..

“Aku tidak pernah melakukannya, Taeng. Kupikir hanya seorang fans gila yang menerornya.”

“Tidak. perasaanku tidak mengatakan itu..” aku menghela nafas, menatap keluar jendela. Langit telah begitu kelam. Dan peneror itu..

Bisa dimana saja.

Dan sialnya, aku benar-benar tidak tahu dimana Tiffany sekarang ini.

Tenggorokanku terasa kering, seperti dehidrasi secara tiba-tiba, ketika ketakutan mendadak ini menyerangku. “Peneror itu. bukan hanya sekedar fans gila..”

OooooooO

Tiffany POV

Dering telepon

Telingaku berdenging ketika sekali lagi menangkap suara itu. degup jantungku telah berpacu tak beraturan. Rasanya seperti berdentum-dentum dalam dadaku. Aku mencengkram kedua tanganku, menatap sekeliling kamar yang kini terasa begitu besar, begitu menakutkan. Derit pintu kamar mandi yang sedari tadi berayun-ayun, langit-langit kamar yang penuh rembesan air hujan, terlihat seperti tetesan darah di mataku. suasana remang dari sebuah lampu tidur kecil berwarna kuning tidak dapat membuatku merasa penuh penerangan. Peneror itu, dapat berada di mana saja. Di bawah kasur yang tengah kududuki. Menyelinap sembunyi ke dalam kamar mandi, bahkan di balik pintu itu.

Mungkin dia tengah berdiri, bergeming, di depan pintuku, hingga aku keluar, dan dia dapat menyerangku. Membunuhku.

Tubuhku meremang membayangkannya, kengerian yang amat sangat kini telah menguasaiku.

Telepon itu kembali berdering. Aku bergeming di tempatku. Enggan mengangkatnya, ketakutan jika aku harus kembali mendengar suara peneror misterius itu.

Tiga menit berlalu..

Telepon itu kembali berdering.

Mataku menjelajahi seluruh ruangan  ini, dengan sedikit gemetar. Aku berlutut di dekat kasurku, mengangkat kain yang menjutai menutupi ruang kecil di bawahnya. Berusaha mengalahkan kegentaran, aku menurunkan kepalaku, hingga sejajar dengan ruang gelap itu dan melongok kedalamnya.

Kosong.

Hanya lantai putih yang sedikit berdebu.

Bodoh.

Apa yang mungkin peneror itu lakukan padaku, lagipula.

Aku tertawa lirih. Menyesali seluruh keputusan bodohku yang amat sangat impulsif. Idiot. Hanya idiot yang mempercayai omongan rival terliciknya begitu saja.

Telepon itu kembali berdering. Aku menggelengkan kepalaku, dan tersenyum. Tidak ada gunanya aku menakuti sosok halusinasi itu.

Aku berjalan perlahan mengangkat telepon kabel itu, dan mendengar suara wanita gemuk di meja resepsionis. Dingin, tidak lepas dari kesan sinis dirinya terhadapku. Terhadap semua wanita cantik sepertinya. Wanita menyedihkan.

“Seorang teman mencarimu..” ujarnya dengan nada ogah-ogahan.

“Teman?”

“Yeah, oh, sekarang dia sudah naik ke atas, menuju ke kamarmu.”

“Tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaanku..”

Tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaanku.

“Kau pikir aku perduli? Merepotkan saja..” terdengar sambungan yang terputus, wanita itu membanting telepon dengan cukup keras hingga menimbulkan hentakan yang sedikit mengejutkanku.

Demi Tuhan. Aku tidak pernah memberitahukan siapapun tentang keberadaanku kini.

Seorangpun, selain.. peneror itu.

Tok..tok..

Seseorang mengetuk pintu. Perlukah aku membukanya.

Kepanikan menyergapku.

“Bukalah pintunya..”

Suara itu..

Bahkan bukan suara seorang pria.

Tidak ada yang berbahaya, semua ini hanya halusinasiku. Banyak sekali kemungkinan seseorang dapat mencari keberadaanku dengan mudah. Tidak berarti itu akan membahayakanku.

Aku berjalan mendekati pintu dan membukanya perlahan.

Wajah ketakutan itu..

“Bolehkah aku masuk? Seseorang sedang menguntitku..”

OoooooO

Ada keheningan yang begitu janggal di dalam ruangan ini. motel murahan ini. aku menatap gadis di hadapanku dengan seksama. Bertanya-tanya, apa yang tengah di pikirkannya di balik wajah ketakutan itu. Dia mengerutkan keningnya, sebelum menerima segelas air putih yang kuulurkan dengan tangan gemetar. Tidak ada pertanyaan lain dalam otak bodohku selain rasa iba yang membuatku bergetar membayangkan gadis ini sedang berada di dalam bahaya.

“Siapa yang sedang menguntitmu sebenarnya?”

Dia menggelengkan kepalanya. “Aku… aku tidak tahu.”

“Tenanglah, aku akan menjagamu di sini.” Kuamati tubuhnya yang terlihat sedikit menggigil, di tengah malam yang begitu dingin seperti ini, dia hanya mengenakan selembar kaus tipis dan jeans yang sama sekali tidak membantu menghalaunya. “Apa kau kedinginan?”

Dia mengangguk perlahan. “Bisakah aku meminta selimut?”

Tidak ada selimut yang tersampir di atas kasur itu, tidak seperti motel yang biasa kulihat. Ah, mungkin di dalam lemari kayu kecil itu. “Kurasa ada di dalam sana..”

Aku beranjak bangkit menuju lemari kecil itu. “Bagaimana kabarmu?” tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar.

“Baik, sangat baik tentu saja.” Aku memaksakan seulas senyum meski kini aku tengah memunggunginya. Sebersit perasaan aneh melintas dalam hatiku, aku segera membuang jauh-jauh perasaan itu. dan memastikan bahwa ini hanyalah sekedar paranoid yang berlebihan. “Apa yang sedang kau lakukan di sekitar sini, sebenarnya?” tanyaku kemudian, menggali rasa penasaran itu lebih dalam lagi.

“Kenapa kau bertanya?” wajahnya terlihat muram, begitu sendu.

“Ah, maafkan aku. Seseorang tengah menguntitmu. Tidak seharusnya aku bertanya, entahlah. Seluruh masalah ini, hampir membuatku gila.” Aku mengambil ponselku di atas kasur dan berjalan menuju jendela. Merapatkan kusen jendela kecil itu yang sedikit terbuka karena tertiup angin yang cukup kencang. Mengecek mungkinkah ada pesan singkat Taeyeon untukku. Bodoh, aku masih berharap.

“Aku mencarimu sebenarnya..” ujarnya kemudian. Aku mengangkat wajahku dari ponselku, menggenggamnya erat. Menatap pantulan wajahnya dari kaca jendela yang begitu gelap malam ini.

Sebersit senyuman terukir di wajahnya.

“Mencariku?” aku menahan suaraku agar tidak terdengar bergetar, menekan dalam-dalam kengerian yang kembali menyergapku. “Untuk apa kau mencariku?”

“Menyampaikan pesan.” Senyumannya terlihat begitu janggal, seperti sebuah seringaian yang mengerikan. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Sesuatu yang familiar dalam ingatanku.

Kelopak. Mawar putih.

Aku membalikan tubuhku. Menatapnya yang kini seperti hendak melahapku bulat-bulat. Dari balik tubuhku, aku menyembunyikan ponselku, menekan tombol-tombol yang sudah kuhafal betul.

Kumohon, Kim Taeyeon. Untuk malam ini saja.

Temukan aku..

OoooooO

Taeyeon POV

Mataku menatap layar televisi, meski seluruh konsentrasiku rasanya telah terhisap pada sosok Tiffany sepenuhnya. Aku memijat keningku, meredakan kepalaku yang terasa begitu penat memikirkan ini semua. Seperti ada berton baja yang menimpa seluruh tubuhku. Membuatku merasa sesak nafas. Ada hal yang aneh. Aku dapat merasakannya.

“Sial!” aku mengumpat, cukup keras hingga Hyoyeon mengalihkan perhatiannya dari majalah wanita tolol yang sedang dibacanya dengan begitu santai. “Dimana dia sebenarnya..”

“Hubungi saja polisi.”

“Dan mengatakan bahwa Tiffany diculik oleh seseorang serta membawa seluruh pakaiannya, alih-alih dia telah pergi sesuai kehendaknya? Kau pikir polisi akan mempercayainya?”

“Sudah seharusnya kau melaporkan hal ini, sejak dulu, Kim Taeyeon.”

Brengsek. seolah-olah dia perduli saja akan hidup matinya kekasihku. Dan jika dia sempat melupakannya…

“Kau yang membuatnya pergi dari rumah ini, Kim Hyoyeon. Camkan itu!” aku mengetatkan rahangku, menahan amarah yang kini tengah menyesakan rongga dadaku.

“Maafkan aku melakukan itu.” ujarnya tanpa sedikitpun merasa bersalah. “Tenanglah, Taeng. Dia sudah cukup dewasa untuk bertahan hidup.”

Aku menghela nafas, meredakan seluruh kekesalan ini dan mencoba berpikir. Kembali berpikir setelah termenung di ruang tamu selama dua jam penuh tanpa mendapatkan hasil apapun.

Kembali mengecek ponselku untuk kesekian kalinya. Jika mungkin gadis itu menghubungiku. Aku memutuskan untuk melemparkan ponsel itu begitu saja ke atas sofa dan beranjak menuju dapur, mengambil segelas air untuk meredakan keringnya tenggorokanku malam ini.

Termenung di ruangan ini, mengira-ngira dimana gadis itu mungkin melarikan diri. Apartemennyakah? Tidak. itu terlalu mudah ditebak. Tiffany, tidak akan semudah itu membiarkanku tahu dimana lokasinya. Jauh dari kebisingan kota, terpencil. Dimana. Adakah tempat seperti itu selain di rumahku? Adakah?

“Yaa, Kim Taeyeon. Lihat siapa yang menelpon, huh?”

Kudengar Hyoyeon berteriak dari arah ruang tamu. Membuat kewaspadaanku naik berkali-kali lipat. Mungkinkah itu Tiffany? Tanpa aba-aba, aku segera berjalan cepat menghampiri Hyoyeon yang sedang memandangi layar ponselku. Aku segera merebut ponsel itu dari tangannya dan melihat nama Tiffany tertera di sana. Segera kutekan tombol angkat pada ponselku, mendengarkan suara di seberang sana dengan seksama.

Hening. Hanya beberapa detik, sebelum terdengar suara yang sedikit riuh, pergerakan dari seberang sana. Mengerutkan kening, aku berusaha mencermati setiap suara yang muncul.

“Fany-ah?”

Hening.

Tidak ada sahutan darinya.

Aku berusaha menajamkan pendengaranku. Hyoyeon menatapku, dia terlihat sedikit khawatir dengan perubahan air mukaku. Aku menggelengkan kepalaku, memberinya tanda untuk tetap diam. Hyoyeon mengangguk kecil.

Sebuah pekikan kecil, terdengar begitu pilu. Membuat jantungku hendak lompat dari tempatnya. Ketakutan menyelimuti tubuhku.

Ada sesuatu terjadi. Di luar sana. Di tempat gadis itu, sekarang. Peneror itu.

Telah menemukan keberadaannya.

OoooooO

Tiffany POV

Bergeming.

Aku menatapnya yang kini tengah menyeringai, berjalan perlahan mendekatiku. Ketakutan ini terasa aneh, namun aku mengabaikan seluruh ketakutan itu. apa yang mungkin gadis muda ini lakukan padaku. aku mungkin bisa menjatuhkannya dalam sekali hentakan.

“Apa kau takut padaku?”

“Aku tidak pernah merasa takut padamu. Jangan terlalu senang..” aku mendengus kesal, berusaha tertawa. Meski terdengar seperti ringisan, yang lirih.

“Benarkah?” dia menaikan kedua alisnya. Memasang raut meremehkan padaku. Dengan perlahan, sangat perlahan. Aku memundurkan langkahku, menabrak kusen jendela, meletakan ponselku dengan kedua lenganku yang kini terlipat di belakang tubuhku. Berusaha keras agar gadis ini tidak mengetahuinya. Kumohon, kumohon Kim Taeyeon.

Tek.

Aku berhasil meletakannya. Tetap melipat kedua tanganku di belakang, tidak ingin memperlihatkan gerakan yang terlalu mencurigakan. “Apa yang bisa kau lakukan padaku, lagipula?” aku mencibir, mengejeknya.

Wajahnya mengeras, dia terlihat marah atas pernyataanku. “Apa yang bisa kulakukan padamu?” wajahnya kembali tersenyum. Menyeringai, mengerikan. Hasrat untuk membunuhku, hasrat yang begitu besar. Mengambil sesuatu dari dalam saku jeansnya. Mengarahkan benda berkilat itu kepadaku. Sebilah pisau. Yang terlihat begitu tajam, jika benda itu berhasil mengiris kulitku.

“Apa yang.. kau inginkan..” ujarku sedikit tergagap. Merasakan kematian itu seolah berjalan menghampiriku.

“Apa yang kuinginkan? Menghabisimu.” Dia kembali tersenyum. Aku mempersiapkan diriku, melakukan tendangan telak di perutnya, melihat beberapa peluang untuk melakukan itu. ketika dia berjalan sangat dekat denganku. Aku akan melakukannya, mengambil pisau itu dari tangannya dan meninjunya hingga pingsan. Apapun akan kulakukan demi hidupku.

Dia berjalan mendekat. Semakin dekat.

Aku memberi aba-aba pada diriku sendiri, sebelum melayangkan tendanganku.

Lolos

Dia memundurkan tubuhnya sedikit kemudian seringaian itu terlihat melebar, terlihat mengejek. “Sebuah perlawanan, huh?” Dia berdiam sejenak, terlihat memikirkan sesuatu. “Kau tahu, tadinya aku hendak melakukan sesuatu padamu, sesuatu yang lebih menyenangkan. Melihat reaksi yang seperti ini, entahlah. Sepertinya aku akan langsung menghabisimu..”

Dia mengerang dengan sangat keras dan berjalan cepat, menghambur ke arahku, mengacungkan pisau itu, rasanya mata pisau itu benar-benar mengarah ke mataku. ketika tubuhnya semakin mendekat, aku menahan tangannya yang teracung dengan pisau itu, menahan dengan sekuat tenagaku. Gadis gila, tenaganya sungguh diluar dugaanku. Aku mencengkram tangannya dengan kuat. Sekuat yang kumampu. Menahan laju tangannya agar tetap dalam posisi yang aman dengan tubuhku. Jarak kami kini hanya tersisa beberapa inci.

Inci yang menegangkan.

Aku meremas tangannya dan memelintirnya, berusaha membuatnya kesakitan dan menjatuhkan pisau itu.

Dia menjatuhkan pisau itu. terdengar suara yang riuh ketika besi itu beradu dengan lantai yang dingin. Aku mendesah nafas lega. Tidak banyak yang bisa dilakukan gadis ini.

“Lepaskan aku..” ujarnya geram.

“Tidak sebelum aku berhasil membawamu ke kantor polisi, gadis sinting.”

“Kantor polisi?”

Byar..

Lampu padam. Meninggalkan kegelapan yang mencekam. Keterkejutan membuatku melepaskan genggamanku. Sial.

Jantungku kini berdegup begitu cepat. aku tidak lagi merasakan desah nafas maupun kehangatan tubuhnya di sekitarku. Dia telah menghilang, menjauh dariku. Sial dimana dia. tidak ada suara sedikitpun yang menandakan keberadaannya. Aku berjalan. Di dalam kegelapan. Meraba-raba seluruh benda di sekelilingku. Kosong. Aku tidak menyentuh apapun. Tubuhnya, apapun. Hingga akhirnya aku menyentuh kasur dan terus berjalan mengelilingi ruangan ini. mencari pintu keluar. Mataku mulai terbiasa dalam kegelapan.

Siluet-siluet yang familiar mulai tertangkap oleh mataku, lemari kecil, meja lampu, namun tidak gadis itu. atau mungkinkah. Dia berada di belakangku.

Pertahanan yang begitu besar bagiku untuk terus hidup membuatku mengumpulkan seluruh keberanian yang kupunya. Aku harus melakukan sesuatu. Sesuatu. Aku membalikan tubuhku ketika lampu tiba-tiba kembali menyala. Aku hanya menatap jendela dengan ponselku masih berada di sana. Tidak, tidak ada apapun di belakangku. Dia tidak ada di sini.

Aku menoleh kearah lantai, tempat dimana aku menjatuhkan pisau itu tadi. Pisau itu..

Hilang.

Terdengar suara erangan yang memekakan telingaku, membuat jantungku berhenti berdetak saat itu juga, derap langkah kaki yang cepat mengarah padaku. ketika kurasakan sesuatu yang begitu berat menubruk tubuhku, aku limbung, dan pandanganku kian gelap. Buyar…

OooooO

Taeyeon POV

Tanganku gemetar mendengar suara-suara yang timbul dari ponselku. Aku mengeraskan suaranya dan mendengar dengan lebih seksama. Dua perempuan, tengah berbincang. Sesuatu. Seperti.. pembunuhan. Membunuh. Peneror itu. mungkinkah dia seorang perempuan?

Perempuan mana yang cukup gila untuk melakukan itu pada Tiffany?

Pekikan yang cukup keras. Benda yang terjatuh, kemudian hening.

Aku hampir menangis mendengarnya. Aku harus melakukan sesuatu. Dimana kau Tiffany. Beri aku petunjuk, sedikit saja. Aku membutuhkan petunjuk.

OoooooO

Tiffany POV

Aku mengerjapkan kedua mataku, dan menggeliat ketika merasakan diriku terkekang di atas kasur. Aku terikat. Kedua kaki tanganku terikat di kaki-kaki ranjang kayu ini. aku menggeliatkan tubuhku. Merasakan kegelapan yang hening menyergap seluruh kesadaranku.

Penerangan dari lampu tidur kamar ini menyala tiba-tiba. Aku terkesiap ketika lampu menyala dan wajah gadis itu berada tepat di hadapan wajahku. Dia kembali menyeringai. Wajah yang benar-benar familiar dalam ingatanku.

“Apa yang kau inginkan?” ucapku akhirnya setelah menelan ludah berkali-kali untuk meredakan tenggorokanku yang terasa kering. Kering oleh rasa takut.

Dia memutar bola matanya, menjauh dariku. “Apa yang kau inginkan, apa yang kau inginkan..” Dia membuat suara-suara untuk menirukan aksenku, kemudian berteriak histeris. “Membunuhmu! Tidakkah kau mengerti arti kata itu?!”

“A-apa.. apa yang membuatmu ingin…”

“Membunuhmu?” Dia tertawa, cukup keras. “Mudah. Kau menghancurkan seluruh mimpiku!” Dia menggeser kursi kecil meja rias dan duduk di hadapanku.

Aku mengerutkan keningku, tidak begitu mengerti. Akan mengarah kemana pembicaraan ini sebenarnya.

“Kedatanganmu. Hanya kesialan bagiku! Kau tidak tahu seberapa besar usaha yang telah kupertaruhkan?! Perempuan sialan!” Dia berteriak histeris, begitu keras. Hingga kuharap penjaga hotel ini dapat segera merasakan keanehan dan menyelamatkanku.

Sia-sia. Wanita gemuk itu tidak akan sudi mengecek keadaanku kini. Keadaanku yang hampir mati.

Taeyeon. Taeyeon. Aku harus memberi petunjuk. Aku harus mengarahkan pembicaraan ini pada sebuah petunjuk.

“Darimana kau tahu aku berada di motel ini?”

“Darimana aku tahu?” dia mendengus sebelum kembali tersenyum. “Tentu saja aku tahu. Aku selalu tahu kemanapun dirimu pergi, Nona.” Dia menepuk keningnya. “Maaf, haruskah aku memanggilmu, “Unnie”?”

Aku memejamkan mataku meredakan seluruh perasaan yang bercampur aduk dalam hatiku.

“Ini semua salahku. Kenapa aku harus memilih motel ini. di tempat sesepi ini.”

“Ya, bodoh.” Dia terkekeh. “Jauh dari kekasihmu, pelindungmu itu, huh?”

Dekat. Sangat dekat.

Aku hanya perlu menyebutkan alamatnya. Dan Taeyeon dapat menghampiriku dengan mudah. Apakah sambungan telepon masih menyala?

Aku menatap kea rah kusen jendela dengan sedikit khawatir, kemudian segera menatap gadis ini lagi, jangan sampai dia mengetahui rencanaku ini.

“Aku melakukan segalanya untukmu. Membayar seluruh kebutuhan hidupmu. Bahkan..” aku menahan seluruh kata-kataku ketika kulihat ekspresi wajahnya mengeras. Aku harus mengalihkan perhatiannya. Harus. “…Membayar biaya rumah sakit ibumu.”

“Kau pikir aku membutuhkannya?” Dia menggelengkan kepalanya dan kembali mengeluarkan pisau itu dari saku jeansnya. Seolah menggodaku, membuatku merasa takut dan terintimidasi oleh perlakukannya itu.  “Kau tidak mengetahuinya? Aku yang membunuh wanita tua itu.”

“K-kau?” seluruh kata-kata yang hendak terlontar rasanya tertelan kembali mendengar pengakuan mengejutkan itu.

“Dia tidak ada gunanya bagiku. Penghalang karirku, penghalang hidupku.” Dia bangkit dan berjalan kembali mendekatiku. “Sama sepertimu!!”

Mengacungkan pisau itu ke wajahku. “Aku bisa menghancurkan wajah cantikmu saat ini juga.” Dia kembali tersenyum, memainkan sisi pisau itu di atas kulitku. Aku menahan nafas, merasakan besi yang dingin itu menyentuh wajahku.

“A-apa yang telah kulakukan?”

“Kau hadir! Kau menggagalkan segalanya!” Dia mendengus. “Dan kau bahkan tidak tahu apapun mengenai itu. Hwang Mi Young, sungguh naïf.”

“Apa maksudmu?”

“Kecantikanmu, akan menjadi kutukan bagimu. Ditanganku. Ketenaran, kecantikan, kemewahan hidup, seharusnya menjadi milikku! Mimpiku! Hingga kau datang! Sialan..” Dia mengerang kesal. “Aku akan memulai debut pertamaku! Jika saja kau tidak hadir dan menggagalkan seluruh rencana itu.”

“Debut? Debut apa maksudmu?”

“Aku baru akan memulai debut agar dapat menjadi terkenal sepertimu.. dan voila!” Dia melempar lampu meja itu hingga terdengar suara kaca yang pecah berhamburan di lantai. “Kau datang. Direktur menggagalkan debutku semudah itu. hanya untuk.. mempersiapkan stage-mu di Korea.”

Debut? Kedatanganku? Apa hubungannya dengan semua ini?

Aku tidak perduli. Aku harus menenangkannya, sebelum dia benar-benar menancapkan pisau itu di perutku.

“A-aku bisa membantumu. Jika kau mau bekerja sama denganku.”

“Terlambat!” dia membelalakan matanya. “Kau akan melaporkanku ke polisi! Aku tahu itu!”

“Tidak. aku tidak akan melakukannya, percayalah padaku.”

Dia menatapku dengan pandangan menyelidik. Penuh dengan kegilaan. “Benarkah?”

“Tentu saja.” Aku merasakan sedikit kelegaan dalam hatiku menyadari dia mulai mempercayaiku.

“Kau pikir aku cukup bodoh untuk mempercayaimu?”

Aku memberontak berusaha melepaskan diriku dari ikatan ini. “Aku akan berteriak jika kau tidak melepaskanku sekarang juga.”

Dia menatapku tajam, tatapan yang seolah hendak memutilasi seluruh tubuhku.

“Teriaklah, aku akan menusukan pisau ini ke dalam kerongkonganmu jika kau melakukannya.”

Tanpa kusadari, aku mengerutkan kening. Dan menggelengkan kepalaku, membayangkan pisau tajam itu membelah kulitku. Refleks, aku kembali melirik kea rah kusen jendela, mengecek ponsel yang tengah tersambung.

Tindakan bodoh.

Kulihat dia meringis, mengikuti ekor mataku, mengarah ke kusen jendela itu.

“Apa yang artis kita khawatirkan di sudut ini?” Dia menyeringai lalu berjalan menuju kusen jendela.

Harapanku mengempis. Hilang seketika, berganti kepasrahan.  Aku akan mati di sini. Di tangannya. Gadis muda yang telah kubantu melewati masa-masa sulitnya. Gadis muda yang hampir gila karena ambisinya.

Dia tertawa kecil. “Kau sedang mencoba bermain denganku, huh?”

OoooooO

Taeyeon POV

Darahku berhenti mengalir, rasanya, seperti tidak ada asupan darah yang memompa jantungku. Tidak lagi bernafas, aku bergeming. Cemas.

Ketakutan.

Suara-suara di telepon, tidak lagi asing bagi telingaku. Aku mengenal suara itu dengan sangat betul, gadis yang sangat kukasihi. Berada di dalam cengkraman gadis gila. Gadis gila yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Sial.

“Aku tahu siapa itu, Taeng..” Hyoyeon berbisik perlahan.

“Aku juga..” ujarku lirih. Menatapnya tajam. Entahlah. Ketakutan merajaiku, seperti sebuah kubangan hitam yang menenggelamkanku dalam dunia tanpa logika. Tiffany, berikan aku petunjuk. Petunjuk..

Suara-suara yang menggema dari balik pengeras suara ponselku, mereka tengah membincangka sesuatu. Sesuatu yang terdengar seperti, debut. Kegagalan. Perlahan, kepingan-kepingan itu mulai menyatu dalam otakku. Tersimpan dalam sudut memori yang tidak harus kupentingkan sekarang ini. aku hanya membutuhkan satu hal. Lokasi. Ayolah Tiffany terus berikan aku petunjuk!

“Ini semua salahku. Kenapa aku harus memilih motel ini. di tempat sesepi ini.”

Motel? Sepi?

Tempat yang jauh dari sini?

Dimana dia sebenarnya?

Aku mendengarkan kembali dengan seksama, berharap Tiffany akan kembali memberikan petunjuk yang memperjelas lokasinya kini. Tidak, tidak ada lagi perbincangan yang mengarah kesana. Perbincangan mereka hanya membuat ketakutanku bangkit. Bangkit hingga hampir menelan tubuhku bulat-bulat.

Kudengar tawa kecil seorang perempuan. Bukan tawa Tiffany, pasti tawa gadis itu. “Kau sedang mencoba bermain denganku, huh?”

Dan sambungan terputus begitu saja. Menyisakan nada sambung yang terdengar begitu mengerikan.

Dia tahu…

Dia tahu Tiffany menghubungiku.

“Taeng..”

Hyoyeon memanggilku, namun konsentrasiku tidak lagi cukup untuk menjawab panggilannya. Aku bergeming, menatap ponselku nanar.

“Taeng, jawab aku. Apa kau masih sadar?”

“Apa yang harus kulakukan, Hyo? Apa yang dia lakukan pada Tiffany?” bisikku lirih.

“Kita harus mencari dimana dia sekarang, bukan waktu bagimu untuk bersedih, jika kau tidak mau gadismu dimutilasi olehnya.” Hyoyeon berucap tegas. “Motel, tempat yang sepi. Tempat yang pasti jauh dari sini. Dari kota. Dari tempat gadis itu tinggal..”

“Apa maksudmu?” aku mengerutkan keningku.

“Apa kau pikir dia akan pergi ke tempat itu berjalan kaki? Yang benar saja?! Ayolah, gunakan otakmu! Dia pergi kesana menggunakan kendaraan. Dan setahuku, selain van dari manajemen, asisten kekasihmu itu tidak seharusnya memiliki jenis kendaraan lain. Dia terlalu muda, dan terlalu miskin untuk itu.”

“Taksi? Mobil perusahaan?”

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Taksi.” Dia terlihat menimbang sesuatu. “Kita memiliki setengah jam untuk sampai ke tempat itu. hanya itu batas maksimal yang dapat kita lakukan. Kurasa kau akan membutuhkan sedikit bantuan teman remajamu.”

“Yuri?”

“Yeah, bukankah Appanya pemilik jasa transportasi terbesar di Korea? Kwon? Tidakkah kau familiar dengan marga itu?”

OoooooO

Tiffany POV

Seperti bom waktu.

Aku menunggu, detik demi detik kematianku yang akan segera tiba.

Menatap nanar kearah jam dinding kecil yang kusam, berwarna merah menyala. Mungkin akan sewarna dengan ruangan ini jika gadis itu benar-benar menghabisiku.

Dia bersenandung kecil kemudian melempar ponselku ke lantai dan menginjaknya. Mengambil segelas air dari gelas yang tadi kuberikan kepadanya, menenggak seteguk air. Kemudian tersenyum dan menatapku.

“Kau tahu, tidak ada gunanya bagiku terburu-buru. Kita memiliki banyak waktu.”

“Bunuh aku sekarang, jika kau memang ingin melakukannya.”

Jika saja aku bisa mengulang waktu.

Aku akan memutuskan untuk memeluk Taeyeon di malam itu, di malam dia bercerita dalam kebisuan malam. Memaafkannya, memberinya begitu banyak pilihan untuk hubungan kita. Mempercayainya, dan tidak termakan kata-kata iblis sialan itu. mungkin semuanya akan terasa lebih baik. Mungkin aku tidak akan terjebak di tempat ini. terikat, menunggu ajalku. Di motel ini, tempat menyedihkan ini.

Aku merindukannya.

Taeyeon tidak akan menemukanku. Tidak aka nada seorangpun yang dapat menemukanku sebelum tercium bau bangkai menyengat dari dalam kamar ini.

“Apa yang akan kau lakukan dengan tubuhku setelah membunuhku?”

“Entahlah.” Dia mengangkat bahunya. “Memasukanmu ke dalam kantung plastic besar mungkin? Modus umum?”

“Tentu saja..” degup jantungku kini telah berdetak berirama. Dia hanya duduk menatapku, intens. Ketakutan masih mengendap dalam sudut tubuhku, hanya menunggu saatnya ia meledak dan benar-benar membunuhku.

“Aku tidak akan mungkin membiarkan orang lain menemukan tubuhmu begitu saja. Semua orang akan mencurigaiku tentu saja.” Dia tersenyum. Kemudian beranjak mendekatiku. Memainkan pisau itu di kulitku. “Ketakutanmu padaku mulai hilang, huh? Biarkan aku memberikanmu rasa yang lain.”

Menyayat lenganku. Perlahan, mengoyak kulitku, membiarkan darah segar mengalir.

Aku menahan rasa sakit yang amat sangat di lenganku. Aroma darah menguar di seluruh ruangan ini. aku menggigit bibirku. Apa gunanya berteriak jika tidak ada yang akan memperdulikannya.

“Tidak ingin berteriak?” Dia berdecak, terlihat begitu senang. “Tentu saja kau tidak boleh melakukannya, aku akan menyayat lehermu jika iya. Dan itu tidak akan seru!”

“Kau gila karena ambisimu! Gadis sinting!” aku berteriak, berusaha meluruhkan rasa sakit ini dalam teriakan yang cukup kasar, menghinanya. Memancing amarahnya.

Rahangnya mengetat, dia membelai leherku, membuat seluruh tubuhku meremang. Detik berikutnya, tangan itu telah mencengkram, mencekik leherku. Hingga aku tidak bisa bernafas.

Dua menit yang seperti kematian untukku. Aku memekik, berusaha mengambil nafas, namun hanya membuat mataku berkunang-kunang. Tangannya mencengkram semakin kencang. Wajahku telah memerah, air mata mengalir di sudut mataku. aku berusaha menggapai-gapai udara.

Pandanganku terasa buram.

Aku mengerang, seperti ini adalah terkahir kalinya aku dapat merasakan dinginnya udara malam.

Hingga kudengar suara gebrakan yang cukup keras, cengkramannya segera terlepas begitu saja. Telingaku tidak lagi mampu mendengar apapun. Pandanganku kabur. Hanya menatap siluet-siluet itu bergerak. Semua berbaur. Hingga berakhir pada satu titik.

Kegelapan..

Aku tenggelam di dalamnya..

Aku tidak lagi dapat mendengar jantungku yang berdetak,

Hela nafasku yang menderu

Aku tidak dapat mendengar apapun. Hening. Gelap.

Seperti terhisap dalam dunia yang berbeda.

Aku ketakutan..

To Be Continue

Cuap-cuap author: GILAAAAAA… setelah semedi panjang di gunung mahameru, akhirnya gue mendapat ilham untuk ngelanjutin chapter ini. ruar biasa. Oh iya. Salam cium dulu buat temen-temen yang udah gue PHP-in *terinspirasi dari si dian* alias pemberi harapan palsu. Gue mo say sorry banget buat pembaca yang sms gue dan gue kasih janji manis. Beneran. Gue ngerasa gak enak banget. tapi akhirnya gue bisa ngelarin cerita ini. seperti kepuasan tersendiri setelah bergadang dalam sebulan terakhir.

Masih banyak teka-teki yang belom kebuka. Itu si Taeyeon nyelametin Tiffany nye gimana? Apa urusan bapaknya Yuri ama taksinya si pembunuh itu.

Eh gue belom nyebutin nama pembunuhnya. Tapi udah pada tau toh pembunuhnya siapa? Rada gak ikhlas soalnya ngetik nama “itu” dan menaruhnya di posisi kejam seperti ini. hiks. Tapi itu alurnya.

Gue mo balesin komen2 di chapter 14 dulu ye. Cekidot…

soshiff9 (Sasyaa95): sipppp ayannngggg… special emuah buat amuwh…

soft: sikaaaaattt sikaaaaaaatt si Hyo… sikaaat.. hahahaha apa sih marisa ini… makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

SJHLocksmith: AAAAHH adekku maiiiinnnn.. eh gak jadi di chap 15 angkanya kurang hoki. Gue mo ending di chap 16 aje. Biar klopppp gituuuu.. muah.

Sunnyjiyeon: hehehehe.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

soshilovestoryfanfic: asiiiiikk unnie maaaiiinnn.. hehehehehehe.. makasih ya udah berkunjung dan baca ceritaku. Hehehehe, keknya mo belajar mesum neh sama unnie buat chap 16 *wink*.. salam roti!

holyangem0n: ih si bapak.. *AKHIRNYA GUE TAU ELO BAPAK!* HAHAHAHAHA. Ehem. Galak amat sih pake golok2an… hehe makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Krystalized: ini chapter full tegang banget neng.. aku sampe keringetan bikinnya. Udah kebongkar. Malah banyak yang nebak. Hehehe. Malah keknya km salah satu yang udah nebak ya? Betewe, makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

lovesicababy: thanks banjeeeeedddddd… emuah

ryne#s0ne: ini chap 15 gue kasih panjang beb. Special buat amuwh. Hihihihihihihi.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

taenyjjang! makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

TaeNyByun: dilemaaaaa… hahahahaha.. cocok donk buat malmingnya para jomblo. Galaaaauuuuu.. makasih ya buat kamu udah mau nunggui ceritaku ini.. maacihhh kakaaaakk…

taetae_fun:  makasih ya udah berkunjung.. ya kayak yang kamu baca ene nih.. heheheh

rainy: waaahh pacarku dateng! Pacarku dateng!!

Kikyo: enggak berdarahdarah juga. Tadinya sempet mo bikin yang kayak gitu, tapi setelah aku bayangin lagi. kok serem bener ye. Jadi malah gak tega akunya. Huuuuhhhhh… loh. Ya gapapa rotinya dimakan, asal bayar, satu lima rebu. Weeekkk.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Muthyara Sang Fanytastic Aflover: iya kosong. Kalo bahasa gaulnya anak jamans ekarang mah. Galooooo.. galo galo.. galoo. Untung dia kagak apdet2an segala di pesbuk. Hehehehe.. maacih ya muti udah komen. Tersanjung eike.. muah.

meLLo: si cantik komen lagi deeeehhh.. hehehhehehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Renitasone: makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Taengppany: kadang juga. Aku mo brantem sama hurup TBC itu. soalnya kalo udah TBC, berarti aku kudu semedi lagi nyari sambungannya. Hikssssss… hehehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

navy99blue: aih si cakep. Maen2 kesini aja ah.. hehehehehehehehehe… enggak ah ai, gue ngerasa datar gitu somehow di chap 14. Tapi sih chap 15 ini bener-bener gak datar. Gila. Chapter cerita lo ampe udah nguber chapter gue ai.. parah nih gue ngaret bangettttt…

Kwon ria: RIAAAAAA.. kangen sama kamuuuuwwwwhhh.. hehehehehehe. Aku tauk sih mukaku kek dugong hamil, tapi jangan ditaburin sampah juga duuunnnndd. Hahahahaha. Iya, kamu kek si itu,… peniti. Peniti rose. Hahahahahaha.. makasih ria, sorry banget aku ngaret lagi. dimaafkan yaa.. *pasang muka gajah ketakutan*. Muah..

shiksin937: marsyandah. Gimana kabar ibumu? Kapan kamu upload tari striptease lagi di youtube? Kenapa rambutmu sekarang udah gak pirang? Kenapa????

Kenzha Kartika Taeny: oke sis. Kita langsung terbang aje nyelametin pany. Hahahaha. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Kwon Eya: ssssiiiippp. Chap 16 keluar minggu ini. *suppose to* makasih ya eya kamu berkunjung lagi. hatiku rasanya seringan kapas kalo kamu dateng. hiiyyy

yulsic jjang: ape? Dongsaeng? Aku dah punya ktp. Seriuuuuussss!!!  Heheheh soal moment yuri. Tenanggghhh. Segera dilaunching. Mungkin jeda beberapa lama gitu deh. hehehhehehe. Makasih ya kamu udah main lagi. special hug buat amuwwhh..

Rii: kangen sama aku gak? Enggak?  Kangen donk. hehehehe makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Windyhairista: engh. Enggghhh.. maap ya lama……… *puppy eyes* semoga chapter ini bisa bales apdetan ku yang rada ngaret itu. makasih udah mo nunggu. Hiks…….. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Lisa: justru kenapa di pilih setting ini. biar lebih….err lebih tegan gkali ya.. hahaha. Semoga tegangnya dapet.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

mrz_love_taeny: tenaanggg.. chap ini panjang tooohhh.. hehehehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

kassi_TaeNyShipper: di chapter ini udah kebuka siapa tersangkanya. Udah nebak donk? hehehehehehe.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Ddloph: hhahahahahaha.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Kungttadadak: tebaaakkk! makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Sunshiner: lack of idea sebetulnya chap kemarin itu. entahlah.. hehehe. Tapi chapter ini panjang, semoga memuaskan yaaa.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

koppendtinmyheart: ini readers yang suka bikin deg2an itu ya kalo pas komennya lagi dibaca.. hahahahaahahah. To the point gimanaaaa getooo. Hehehehehe.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Clover: eh si cakep dateenggg… makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Overmyer_: makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Gehoo Shijahe YunjaeDrarrykaishin: Teteeeehhh. Eh tante aja kali eaaaaaaa….. hihihihihi *digaplok* seneng deh tante maen… makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

putrymarble: emput emput emput emput. Mana celana dalem Pikachu gue…??????

Kimtaeyeoung: hehehe makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Faith:  siiiipp dah.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Kimtaeyeoung: eh aku salah info nih. Pwnya di chapter depan ternyata. Hehehehehehe.,. nanti tenang, pasti aku infoin. Kamu tinggal ketok hapeku aja pake sms singkat. Gini deh smsnya. “Kakak cantik, minta pewe donk..” gitu. Ntr aku kasih bonus cium.. hahahahaha

hytae: cemunguuuuuddd!! makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Wiyulsic: cemunguuuudd!! Ditunggu ya yulsicnya mungkin aku jeda beberapa mingu buat siapin semuanya. Sistem kebut deh keknya. Seblum publish harus udah kelar setengah. Semoga. hahahahaha

Cittin Christine: hehehehe makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

VANNI: pannniiiii.. hahahaha pani maen paniii… makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

siLent_Reader: muka dua. Eh kek lagu ciptaan temen gue.. “Aku baru tau temanku itu bermuka dua..” cari deh di youtube. Judulnya –Muka dua jesslyn & friends- beneran. Gue gitarisnya! Muahahahaha.. #najis #promosi…

JungHi: hehehehe.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

yulsic&taenyjjang: hehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

TaengLuv U: hah? kecelakaan gimana? Sorry rada telat. Semoga cepet sembuh ya.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

estibex: nu, dicariin monic tuh… *salah tempat*

beby: binguuuunnngg, enggaklah. Aku gak pinter bikin teka-teki. Noh, tetangga sebelah yang suka bikin teka-teki. Ini juga endingnya agak dirangsang sama temenku itu. itu nyang bikin runaway itu loh… huahahahahahaha. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Cho soo kyo: udah ketebak kan penerornya? Hehehehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

sariendut: nah di sini udah kebongkar semua kenapa hyo gitu.. hehehe makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Mushroom: PENGALAMAN PRIBADI YAAA????!!!! Sampe senyum2 gitu??? Yaaaaaaaaa?????? Hahahahahaha. Aku bukan personel ceribel ah. Tapi aku twiby.. *digebukin SONE* tebakanmu bener. Chap 15 emang panjang. Pinterrrrr…

HW’s_bubbiess: WAAAH. Salam kenal.. senengnya kamu komen juga. Hehehehehe. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

byun_taeng: chap ini udah kebongkar semua.. hahaha. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

HyunHee: aduh dimakan. Jangan atuuuhhh. Kesian. Hehehehehe. Emang kamu anaknya mereka?? Ngakkuuuu aja.. hahaha.

Kwon_gorjess.spazzer: hahahahahahaha. Komen lo kocak amat. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

ggab_yul: tepat. Anda tepat! Hahahahaha. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Nus0ne: errrr aduh gak tega bikin yang bunuh2aaaannnn.. hiks. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Yulilovesnsd: makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Bloxtwins: mungkiiinnn! Semua mungkin bagiku. Hahahahaha.. makasih ya udah berkunjung. Muah..

alakazamstory: makasih ya chingu. Aku dipromosiin sama mello loh untuk buka factoryfiction. Dan ternyata tak nyesel. Hehehehehe..

saseumidongsaeng: salam kenaaaalll. Hehehehe. Senengnyaa aku. Emang agak sedikit ngegemesin, aku yang bikin juga sampe jambak-jambak rambut saking gemesnya. Hehehe. Tapi.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

aleeliu: hue he he he he he. Emangnya kamu pikir aku gak mau neror fany? Mau kaleeeeee… satu kamar di motel sama dia. bisa aku unyeng2 dieeeeee… hahahaha. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

kameruhouse: asystole? Apa itu? wahhh. Komenmu kayak ngeringkas ceritaku. Hehehehehe. Di chapter ini emang bener dijelasin. Jadi paragraph awal malah. Biar persepsi pembaca berubah sedikiiiit ke hyo. Hehehe. Shes not that bad actually. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

biksutong12345: boleh2.. kamu sms ke nomorku aja. atau kamu udah minta ya? Namamu lucu ya. Semoga kamu gak botak. Hehehehehehe. Soalnya pas baca nama kamu yang aku inget kepala botak it uterus. *tutup muka* makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

Jeje: Taeng yang kena masalah napa situ yang ngeboooorrrr????? Wah penyanyi dangdut yaaa??? Yang suka mangkal di perempatan ya??? Hahahahahaha.. makasih ya udah berkunjung.. salam roti!

el datang loh!: buaaahhahaahahahaha. Jadi. Siluet kamu itu. wanita cakep berkacamata? Bagooooss. Bagooooosss… hahahahhahahahahaha… dasar. Komennya selalu bikin ngakak.

Kelaaar. Oh iya temen-temen, kemarin ada satu pembaca yang ngeluh gini, kalo gue balesin komen kalian via chapter begini malah panjang, malah bikin kesel. Gue mo tau nih, sebetulnya ini beneran bikin kesel gak sih? Cerita pendek, eh malah balesan komen yang panjang.. soalnya kalo ternyata banyak yang mikir kek gitu, yaaaa… berarti banyak pembaca yang gak nyaman main kesini.

Mungkin gue bakal mikir cara lain buat bales komen kalian kalo emang balesan kek gini agak mengganggu. Hehehehe. Betewe, gue dapet quotes bagus dari tetangga sebelah. Inisialnya navy99blue, kepanjangannya ai. “Satu-satunya cara ngebales apresiasi pembaca Cuma dengan balesin komen mereka, gue gak bisa ngasih apa-apa lagi selain itu.” dan gue terenyuuuuuuuuhhh.  Hiks. Nangis. Jadi gue bertekad, meskipun banyak roti menghalangi jalan gue, gue bakal tetep balesin komen kaliaaannn! Special hug buat temen0temen yang nungguin cerita AL gue yang gak kelar-kelar.

Soal chapter depan itu bakal jadi endingnya. Beneran ending deh.. beneraaaann. Dan ada NC. Hik. Sebenernya gue seneng bikin NC, ada sensasi gimana gitu. Soal PW, belum ditentuin yak.. nanti tunggu muncul ceritanya aja hari sabtu. *bener, gue apdet sabtu. Beneerrrrr* yang jelas, pasti sejenis roti juga. Huhahahahaha.

Maap sekali lagi untuk keterlambatannya.. muah muah muah. Cabut dulu, mo semedi lagi..

Salam roti!

Advertisements

175 thoughts on “Accidentally Love (part 15)

  1. Yaaahh.. Cuma kurang kurusnya.. Hahahaa.. Bagiku asalkan ada balasan komen reader sudah terharu kok.. U.U
    Dan juga.. Kau lain daripada yang lainnya.. Semangat aja!!

    Back ke topic..
    Bener kan dari awall semenjak kematian ibunya ‘itu’ aku jg g tega nyebutnya.. Wajah dewinya..
    Aku udah curiga karenaaa.. Kan misal hyo plakunya gak ada sangkut paut sama si ‘itu’
    Haaaaaaahh…
    Siapa yg mendobrak itu?
    Ternyata kwon satu perusahaan dengan blue bird.. Hahaha!!

    Semangat roti..!!
    go nc!!
    Tp aku selalu g kuat sama bahasa nc mu

  2. Aigo.. Knapa dirimu baru updte skrg? Gk blg” juga”– tapi… ane malah seneng.. Hhay.. Akhir’a stlh mnunggu trlalu lama, skrg bsa baca dh..

    Sungguh tak dpt d prcaya.. Trnyta pneror’a “dia?” (jgn sebut nmalah, gk rela diriqu)

    daan tbc mncul d saat lgi tegang”a.. Moga ppany gk mninggal bneran (dlm ff mksd’a)
    d lnjut ya roti..
    Fighting! 😉

  3. OMMO,,, O,o ternyata yg neror pany itu seo ?!
    huah,,, gw bener2 g nyangka,, *gelen2 kepala* tega bgt kau roti membuat si inocent maknae jg maniak kya gtu,, ckckck

  4. Kyaaa! Kenapa harus seobeby T.T
    ini sungguh kejam..dari yg kejam2(?) 0.o
    awas diteror yoong lho..wekwkwk..

    Lamanyee di bayar dengan sungguh sadais pula..tepuk tangan deh buat unnie yg satu ini..#prok..prok..prok..

    Semoga fany nya masih bisa terselamatkan tuh..kasihan..
    Aku kirain hyo yg lakukan itu..ternyata salah besar..hahaha #ketawa miris

    terimakasih atas ceritanya yg menegangkan ini..hohoho
    Salam kangen juga dari RIA..hehehe

  5. Apaaaa?tante?
    *guesumpelpakeubi*
    Teteh aja deh…berasa gak enak ama c ai klo d panggil tante mah.

    Gak sia” sabar menunggu chap 15.beneran ampe keringetan baca chap ni saking tegang’x.
    Bener” serasa ngeri liat fany d siksa ma tu peneror…
    Gila nyesek bgt pas liat ada TBC.lagi tegang”nya muncul kata itu aduh…
    Gmn tuh nasib’x fany?tae bisa nyelametin gak yach?yg dobrak pintu’x siapa?
    Penasaran penasaran penasaran….

  6. aku kira hyoyeon yang neror ternyata bukan,., malah si peneror orang yang benar2 tak terduga,.,

    aiis kasian fany,., udah di ujung kematian,., itu yang mendobrak pintu taeng kah,., semoga aja iya,.,

  7. Aih bener seohyun yg mau bunuh fany
    Wah poor maknae, si innocent bisa jadi psikopat gitu
    Ayo taeng selametin fany nya
    Ga sabar nunggu chapter selanjutnya
    Hwaiting unnie !!!

  8. mungkin reader yang komen kaya gitu pingin ngobrol lebih banyak ama loh tor buat ngebahas ff yang ada..u,u
    CU~ ~ ~ hari saptu..^-^

  9. ehem.. Jadi malu gue.. Itu quotes pake dpajang dimari lg.. Gue malah blom balesin komen readers gue gara2 flash gue ngajak ‘becanda’..
    Oncoooommm.. Bener ye sabtu apdet..
    Lo ud bkin gue tegang sndirian dlm mobil dtengah2 bogor nih.. tanggung jawab.. *random
    Demi apa lo ini chapter najong bgt kelamnya. Gak cocok ama muka lo, Rot.. Piss..Haha
    Yippie.. Tebakan gue pas di TA bner trnyata..Gue belajar jd ‘jahat’ ye dr seobaby..
    Gue pinter kan ya, Rot.. *minta dikemplang
    Udahan ah.. Ntar yg ada gue narsis salah tmpat.
    Intina semedi lo gilaaakk!! Pasti lo ksambet banyak demit sampe bs bikin chapter sejahat ini..
    Dadah babay..

  10. eh.. beneran lu semehdi di gunung mahameru ?? dae to the bak … daebak … hahaha…. gak bayangin muka lu pas semehdi kek gimana ti.. kekeke…. ada rekamannya gak ? mo gw tunjukin ma puss gw, sapa tw dy tertarik ma lu ti.. hehehe JKD ^_^

    anyway.. gw tunggu endingnya harus ada NC… Harus !! *todong roti pake pedang (pedang-pedagan) hahaha* gw tunggu ya… buat memenuhi hasrat makhluk inosen ini, kekeke xD

  11. Akhirnya…. 😀

    wuah,chap ini bkin gue deg”an baca ny…
    Yah, drimu kejam kale thor, bwt seobaby jdi sejahat itu…
    Ckckck
    trnyta hyo gk sjahat yg gue kira…

    lanjut truz thor… 😀

  12. annyeong author! aku reader baru ^^v
    aku comment di part ini ajah ya langsung? heheh
    ceritanya bgus thor,menengangkan dan bikin penasaran gmna gt!wkwk
    lanjutin thor,aku akan selalu setia menunggumuuuu :p

  13. Annyeong,,,
    Hha Menegangkan….!!!
    Yahh t’nyata slama nie yng neror mungkin kah SeoRoro???
    OH Gosh*shok
    Ni untk prtma klinya Uri Seo jdi ahh andwe….
    Tu dtang tae kan?moga aj….
    Lanjut dehhh…
    FIGHTING^^

  14. yuhuuu….
    really unexpected!
    gini ya hasilnya selama sebulan ngilang
    KERENNNNNNN!!!!!!!
    #capslockhancurlebur

    semangat terus berkarya!!!
    baik-baik disana ya roti..
    puk..puk..puk
    #tepuk jidatnya roti biar inspirasi datang lagi n lagi
    😀

  15. hohohohoho seooo ada apa denganmu..???
    thor knp bgtu..??? wkwkwkwk
    smkin menegangkan..!! next chap taeny moment dong..wkwkwkwk
    ok lanjuttt~~ 😀

  16. wuah thor kaooow kejam skali bwt si maknae jd pnjahat nya haduh di kira hyo tp gpp lah skali2 itu yg nolong taeng kan.?
    Sabtu ending nya kah aseek di tunggu lah wjb happy ending lo thor..

  17. aduh..capter nie bener2 bikin jantungan jadi yg psikopat ntu seo tho dugaanku salah,kipikir hyo…uuh ppany unie bertahan ea#lebay moga td yg dobrak pintu ntu tae!!!!!!!!

  18. huuuwwaaaa ngak nyangka aku klo penerornya s**h***…ngak bisa bayangin… 😦
    makin seru aja…
    gmna taeng bisa nemuin fany???apa ada ikatan batin antara TaeNy??? *ceiiilleehhhh bahasanya*

    Lanjut author roti,,jgn hiatus lgi…hehehehe
    Fighting…

  19. finaly update juga ni epep, setelah sekian lama.. Kekekeke
    What????? It ternyata yg neror ppany sih kau-tau dia-yang namaya tak boleh d sebutkan (sumpah berasa voldemort dh) sumpah, ga nyangka kLo it “dia” sih poLos d sini berubah jahat..
    Huaaaaa sepicles mw ngmg apa.. G tunggu kelanjutan na aj dh. Lanjut n semangat marisa..

  20. hahaha cemungudd..
    Gk nyangka seo unnie dalang dari peneror itu kirain aku sica ..hikss.. Fany gppkan ?? Itu yg nyelametin pasti uri taeng 🙂
    yah bagus un risa.. Di tunggu terus kelanjutan’a .. + step sister wokeyy 😀
    hwangtaeng =)

  21. akhirnya update juga ini ff
    nungguin ini ff kaya nahan kentut sumpah nyesek banget 😐
    seobaby ada apa denganmu????
    itu yg nyelametin ppany taeng kan? iya kan? #maafradamaksa
    part 16 NC kah??
    berbahagialah readers yadong kaya saya HOHHOHO -_-V

  22. kan kan kan kaaaaaaaan……. T.T
    ternyata dugaanku beneran kalo wanita “itu” penerornya
    woaaaah kejam ya dia,,
    makin penasaran deh sebenernya apa sih yang melatar belakangi “dia” bisa ngelakuin hal kejam kayak gitu *pengenTahuSecaraDetail
    wahh dalam kebencian dgn situasi yg menegangkan ternyata hyo masih punya rasa kemanuasian ya dgn ngasih saran ke taeng untuk minta bantuan ke keluarga “kwon”‘yg mempunyai jasa transportasi yg besar dikorea itu ckckck
    ceritamu makin seruuuu rotiii aku suka suka…… suka banget
    update soon ya
    kamu emang the best author deh
    HWAITING^^

  23. aaaaaaaaaaaaa!!!!!!!! sumpah itu TBC nge ganggu banget!!! aku ga nyangka dulu tiffany bisa sejahat itu sama hyoyeon… dan kalo soal penerornya, sebenernya aku udah punya tebakan kalo itu seohyun kalo bukan hyoyeon, ga rela si dia jadi jahat gitu… tapi mau gimana lagi. tiffany ga mati kan? taeyeon berhasil kan? seohyun dibikin jadi anak baik lagi dong ._. semangat thor, ditunggu endingnya ^.^ fighting!!!!!

  24. astaga astaga, ini chapter tegangnya dari depan sampe akhir
    Penerornya bener2 kaga diduga bener deh,
    seobaby kau psikopat !! T.T magnae kita yg kalem jadi begitu
    dia udah ngelukain ppanyku T.T HWAAA !! TAENG CEPAT SELAMATKAN PPANYMU !! SEBELUM DIA DIMUTILASI ANAK SENDIRI
    T.T KIM FAMILY, anak kalian jahat sama emaknya sendiri

  25. Knp seobaby harus jahat gini k ummanya
    gk ikhlas seobaby jd jahat T.T
    tp keren2 sosok seobaby yg tidak disangka2 ternyata dia pelakunya
    mungkin sih tuh abang sopir taksi suruannya si seobaby tp tau deh mending nunggu chap slanjutnya aja deh
    kekeke
    hwaiTAENG thor

  26. trnyata bnar2 hyuni “pembokatnya eh !! penjahatnya… ckckck @ngelus2 butnya taeng…#plaak….

    Oimaygot tega bgt hyuni kek gtuu… yg jelas yg tega itt dirimu rotii hahaha knp z.hyuni dibwt kek gini z.polos dan brbakti @gubrag…

    Bner tuh next partnya bkal ada ence !!!!! Haruss ituuhh wkwkwkwk….

    kek gni jdinya yaa xlo orng brsmedi digunung…. @Gesseeerrrr // hahaha piiss de’ rotii yaa #ngaaciirrr

  27. Huaaaa berarti waktu itu ada tebakan yg bner donk klo yg niat jahat ma pany tuh bla bla..soalnya bener2 g tega ngomongnya+bayanginnya..
    Hyo maapin pany ya kan dia kyk gitu jg gara2 ada tekanan hidup tenang sekarang dia baik banget kok malahan jadi pasrah deh kkkk
    ayo taeng cepat selamatkan pany..aduh peneror bener2 deh g tau terima kasih meski dia udah baik banget bantu nyekolahin eh gara2 g jadi debut jadi gitu banget kan pany gtw km mw debut..ish harus segera hadirkan yoong tuh biar luluh kkkk*apahubungannyacoba*
    sabtu sekarang update ge donk yg step sister4 kan srkalian gantiin waktu kesetiaan reader*ngarep* yayayay *puppy eyes*

  28. shit !!!!!!!!! knp TBC ?????!!!!!!!!!!!!!!!!! LO HARUS UPDATE SECEPET MUNGKIN YE !!!!! ga bisa nunggu lagi gue .. asli .. penasaran …

  29. gilaakkk ternyata hyo dendam masa lalu,
    anjiir gw kira hyo yg jadi peneror ntu .
    bangke dugaan gw salah .

    seohyun, seohyun kan penerornya .
    njiirrr gg nyangka gw .
    updateeeeeeee ppali

  30. Ooh.. ga nyangka, Ternyata anaknya Taeny sendiri ya neror emaknyaT,T#plakk!!
    jdi mrasa brsalah sma hyo. Sdah nyumpahin dia sumpah serapah, tpi ga taunya seobaby pelakunya..
    Oh andweee!!!!
    Itu yang dobrak pintu, Taengorr kah????

  31. ih waw..!? chap ni rame banget, keren.!?
    triak triak sndiri baca chap ni. U.u

    peneror’a tega amat. 😐

    eh, brarti ni FF blum mndekati END dong..?? 😀 #ngarep

  32. Fiuuh, hembuzkan nafaz lega mnymbut kdatanganmu r0ti! Gilaa,zmpe ngeraza seabad q nunggunya. Lama bneer… Kangen! *hug r0ti!
    Mwo0? Uri hyunikah itu? 0mmo..0mmo! G biza n g rela q ngbyanginya. Kau tega mmbuat muka malaikatnya mjd seringaian iblis,r0ti?? Hikz..**peluk se0
    Bc chap ne bnr2 tgang bgt. Deugeun2 tk henti2. *plak!* ituh y dteng tængkan? Hrz iya. Common her0 tæ,slmatkan mushr0ommu.
    Lnjt Roti… Bneran sbtu yak!Jg ngaret lg. Hatiku traza berat,seberat bet0n bila kaw tak dtang.
    **d0enk. ^^

  33. Kkyyaaaaa akhirnya update juga..
    Hhuufft ternyata penjahat sbnrnya itu seobaby toh…sbnrnya udah nebak2 pasti dy tuh..hhe
    smoga org yg dteng itu tenggu…ayoo tenggu slametin binimu…jgn ampe jdi d mutilasi sm ankmu itu..kekke
    d chap slanjutnya..wlopun rada sedih krn udah chap trakhir…
    Hhmmm ad nc’y yah..jdi mkin tak sbarr..wkakakkaa
    ok..d tunggu klanjutan yg step sister jg ya chingu..
    Hwaitaeng !!

  34. Wuahhh akhirnya update juga chinggu…:-D
    sumpah chap ini bikin tegang abis…!!!!
    Taeng selamatkan istrimu!!!
    Chinggu TAENY nya d buat happy nding ya…plus pake Nc nya jangan lupa *yadongnya kumat*wkwkwk
    bener2 harus happy ending loh chinggu…
    Next chap y endingnya…:-D
    Slamm TAENY….Chinggu…:-*

  35. Kyaaaa,,,,itu fany kasian pake d sayat+kobok2 tangannya pake pisau #kobok2 emgnya cari ikan d empang, hehe

    Bnran nih tegang bgt d chapt yg nih.
    Apa fany tewas? Ah tidak,
    Apa hyo bkl maafin fany? Emoh ra roh

    Ayooooo tetap cemangattttt biar bs scptnya d lnjut n cpt END coz deg2an klo k panjangan chapt’y…

    Heheee,,,mian trlalu cewereett

    Lanjut thor….

  36. Haduuuhhh… Gak nyangka aku, gadis polos itu adalah peneror ppany#hyo maaf udah mendugamu sbg pembunuh.
    Ppany bertahanlah, taeng udah datang tuh 😀
    Dan marissa, jangan panggil aku bapak. Aku masih belum punya anak woi!! -__-
    Hadeeh

  37. akhrnya update juga 🙂
    bener2 gk nyangka trnyata si peneror misterius itu seobaby .
    Trnyata d blik wjahnya yg polos trsimpan kepribadian yg sadis .
    Gue bner2 gk nyangka dia tega bgt nyiksa fany kayak gtu .
    Semoga taeng bisa nyelametin fany . Gue gk sanggup hrus liat fany tersiksa kyak gtu 😦
    daebak dah ff mu thor 😀

    ditggu next chap 🙂

    • nah update , nunggu” ini FF …
      ternyata yang nerror itu seo ..teman yang di anggap baik emang terkadang bisa lebih menakutkan huhu

      jangan sampe nti ada yg jadi korban gara” ketusuk ama piso seo x0

      mari nunggu kelanjutan FF ini lagi ..xD

  38. Oh ternyata bukan hyo si peneror itu,,,tp kok hyunnie sih….yg nyelametin fany taetae kah???dilanjut ya chingu….hwaiting…

  39. UWAAAAA WGTPAGTPTGTWP.AGTDGJ.JPA.DTWGKGDTGAJTGP ! (translate : UWAAAAA Kenapa harus seo ?! Marsyandah syok ! syok banget suer deh ._.v ga nyangka banget ada Udang dibalik puyeng ._. Seobaby beraninya ngebunuh emaknya ._. Pokonya marsyandah ga mau tau ! ganti perannya seo jadi dora. kan lucu tuh kalo dora yang neror ppany wkwkwk ) udah segitu aja Translatenya

    roti unnie jjang ! salam Cipok mmmuaaachh, ayo kita kawin bang :*

  40. UWAAAAA WGTPAGTPTGTWP.AGTDGJ.JPA.DTWGKGDTGAJTGP ! (translate : UWAAAAA Kenapa harus seo ?! Marsyandah syok ! syok banget suer deh ._.v ga nyangka banget ada Udang dibalik puyeng ._. Seobaby beraninya ngebunuh emaknya ._. Pokonya marsyandah ga mau tau ! ganti perannya seo jadi dora. kan lucu tuh kalo dora yang neror ppany wkwkwk ) udah segitu aja Translatenya

    roti unnie jjang ! salam Cipok mmmuaaachh, ayo kita kawin bang :**

  41. wah,tebakan gue bener juga
    wkwkwkw….tapi kaget juga klo seobaby mau ngebunuh ummnya
    durhaka,,,wkwkwkw
    taeng mudah”han masih smpet yah nolong emak pany

  42. dihhh bener bener gak nyangka dia pelakunya >..< gaktaunya tega bunuh emak sendiri TT__TT

    sapa itu yang datengg?? ajhuma gendut apa taeng hahahaha

  43. Huaaaahhh,, akhirnya author roti update!!!! XD *bahagiaaa*

    Tuh kan thor, sebenernya Hyo ituh baik,, tapi waktu lah yang telah mengubahnya (jiaah).. Ayo thor bikin Hyo ama Fany baikan 😀

    Aku udah ada feeling kalo peneror itu si Seo,, ga nyangka, uri pure and innocent maknae jadi peneror -__- (bagus seo! kembangkan bakatmu! kali aja selain jadi peneror kamu juga bisa jadi pembunuh bayaran #plakk)

    Update soon thor! Hwaitaeng! ^o^

  44. OMG *nepokjidat* masa sih peneror itu seobaby,,,,,?
    d tggu part 16nya,,,,,
    d tggu juga yulsicnya,,,,heheheh

  45. semua salah sangka pemirsa..
    ternyata peneror nya diam2 menghanyutkan.
    musuh dlm selimut memang paling bahaya.
    hyo g sejahat itu. maafkan q hyo sudah menuduhmu yg tidak2.
    hhu jd nyesel deeeh..
    fany yg trancam koq malah q yg dag dig dug ye?hho~
    ayo taeng..temukan fany dgn hatimu.
    dtnggu lanjutan nya 😀

  46. hallo,salam kenal..
    aku new reader’mu..baru ketemu wp ini,,hehe
    maaf baru komen disini
    wah,,cerita’nya bener” bagus thor..
    lanjut thor,,semangat!!!

  47. Oh my god kenapa my pany kejem bener yak dulu di SF, ketularan sapa yak???
    Oh my god siapa sangka penerornya itu seobaby, si wajah malaikat teryata eh teryata….
    Memang seih selalu dan selalu orang yang melakukan pembunuhan ato penororan itu pasti yang bukan di curiga, pasti yang paling gak mungkin, pengalaman dari detektif conan hahaha
    Aku pikir chapter ini bener GILA q sampek gemeteran mamen…
    Please lah rot jngn buat sad ending, happy ending YAH YAH#NGACEM
    Klu masalah NC q sih SETUJU GILA!!!!!
    Klu maslh bales komen no problem sih pakek cara kamu yang biasa haha,
    Q klu maslah balesin kommen q setuju sama navy99blue, q rada gak enak kalau para reader udah memberi aksi dengan cara kommen dan aku tidak memberi reaksi, seperti ada aksi dan reaksi, keduanya gak bisa di pisah betul tidak#betol……

  48. jadii selama ini si peneror itu seohyun ???
    wahhh sadiss bener..
    padahal aku udah suuzon lagi ke hyo lah.. yuri lah.. hahaha

    seohyun jngan sakiti fany.. ahh tidak.. aku nggakbisa trima..
    kasian fany.. kasian juga taeyeon..
    wahhh.. author updatenya kutunggu yahh.. dah ga sabar banget nihh…. makin penasaran..
    apalagi ma endingnya hehehe
    author fighting.. 😀 *thumb up for u 🙂
    eghh.. iyaa.. thor.. lanjutin step sisternya juga yahh..

  49. baguslah kl pelakunya si seobaby,dripada pelakunya si taeng haha #readergila..besok sabtu update lagi kan,mantaaab !!! ^_°

  50. Akhirnya pemuman snmptn datang juga, yee lulus#ngananya

    hahaha ternyata bener kan firasat aku yang dari awal emang udah curigaan ama seo n ngerasa polosnya seo itu penuh dengan maksud n q juga udah ngerasa klw hyo itu jahatnya cuma karna dendam masa lalu tp g sejahat seo..

    taeng, ppany dalam bahaya! Ayo selamatkan istrimu harry pottaeng!

  51. oh jadi karna itu hyo eneg bgt sama pany, ya klo aku jadi hyo juga psti sama eneg’a cuma ga smpe sgitu’a juga kalee tapi gatau juga deh blm prnah smpe kaya gitu sih #curam (curhat rampokan)

    wih uri maknae keren beuth bisa jd bgtu dbalik muka polosnya tersimpan dendam nyi pelet *eh*
    ayo siksa terus pany (tp jgn smpe mati yaw) krna dia km jd bgini, krna dia jg udah ninggalin taeng. AYO TERUS LAKUKAN SEOHYUN, AKU MENDUKUNGMU. HAHAHA #taengcrying *eh taeng laugh mksd’a (takut dibakar sone, ngumpet dibibir gikwang oppa)

    komen sampah yg aneh+ngocol=kkkaaaabbbboooorrrrr

  52. wah gak nyangka ternyata seohyun penerornya…
    pdhl udah curiga bgt ama hyo *maap ya hyo*
    akhirnya tau jg knp hyo benci bgt ama fany, kasian selama sekolah di bully terus 😦

    kayaknya ada yg tiba2 dtg kan tuh??
    nugu nugu… taeng kah?

  53. hai salam kenal baru ngebut baca ff ini dan sumpah keren banget
    accidentally love udah selesai dan berarti lanjut step sister, dua ff ini gue suka banget
    semangat yaa thor untuk ngelanjutin karyamu hehe 😀

  54. lagi lagi dan lagi lagi ketinggalan updatean -_-
    ah sudah terungkap siapa peneror itu sebenarnya kkkkk tinggal semedi nunggu balesan author buat pw part 16nya
    semedi di mulaaaiiiiiiii………..

  55. Unnie minta pw’nya yang part 16 dong ke FACEBOOK q : renita desi pupitasari …
    Ditunggu ya unnie….

  56. Chingu minta pw’y ya???kirim ke fb q uwiefishy cheon-doong sonelf…ditunggu chingu…gomawo…

  57. minta fw nya dong..plliiissssssssssssssssssss …. jadikan g tau akhir ceritanya 😦 yg part 16 ..pliisss paswrodnya apa ?

  58. Thorr aishh!!! Kenapa seohyun??? Dia terlalu baik untuk memerankan antagonis di cerita ini T_T bener kan pelakunya bukan hyoyeon!!! Yes tebakanku bener!!! Hyo kan baikk ❤ ceritanya menarik thorrr ddaebak 😀

  59. Thooorrrrrr *teriak pake toak
    Baru dpt nii wp , tiba tiba ada tulisan ‘protected’ ==”
    Bagiiiiii pw nyaaa yaaa *puppy eyes
    Pleaseeeeee ,

    Ke nmor hp ªĴa̲̅ yaa , 082124776468 ..
    Makasiiii *salam cium

  60. Ya ampun! Seo!!! o_O. Pany kasian banget, semoga yg dateng Taeng :). Great Job thorr!.
    Aku reader baru, salam kenal 🙂
    Cerita.nya bagus, minta password Part 16 ya thor… najungh@gmail.com
    Gomawo 😉

  61. Ternyata emg bkn hyo pelakunya.
    ya ampun itu seohyun eonni ><
    knp hrs seohyun eonni? hiks. .hiks T.T
    aku takut bgt bacanya thor! smpe aku juga ikut gemetaran+dagdigdug -,-
    huuuaa menyeramkan situasi di kamar motelnya itu !!
    Pngen bca part 16nya. .
    Oh ya thor ini aku pake id baru stlh sebelumnya pake id luckygirl 🙂
    aku blh minta pass part 16 gak? 🙂

  62. eonni,,, minta password accident love yg endingnya dunkzzz,,,, penasarn bgt nech,,, ma nih ff,,,
    gargara nech ff jadi kapok jadi sider,,,,hehe,,,

  63. Yeah.. Orng pndiam emng mnakut kan klau dy udah brtindak, ya gt lah Seo.. *ngmong diri sndri* haha

    YAAAH!!..enak aj blng eike pnyanyi perempatan, eike cipok jg ente ntar *terpaksa*..haha

    chapter slanjut nya dPW nih, ntar ah baca nya, saya lg brtapa digua Melonsica untk mnumbuhkan kyadongan saya kmbali..XD LOL

  64. INI ….. LOL
    Hahaha
    Ga nyangka pelakunya Seo -___- wajah polos adalah pembunuh… Ckckck
    Mantap deh, buat sesuatu yg berbeda! Hha
    Lanjut

  65. WHUUUTTTTTtttttyt??????! what are you doing seohyunnnnnnn….my god cant believe!!! with your angelic face you made like “something” that useless

    clue yg di beri di awal crita terlalu ksjdhdjssjdkak…..soal pembunuhan wanita tua….tp di saat yg bersamaan…dirimu blg ahjumma gada jg….ngebuyarin konsentrasi aq buat nuduh seob dalang’y…..arghhhsjhjfkdlss…..

    you’re so jjang..!!! i got trick i got trick i got TRICK i GOT TRICK I GOT TRICK!!!!

  66. jinja daebakk ….
    keren bangeeetttt !!!!!
    aku new reader yg td ngrim sms ke kmu…
    beneran deh aku tergila2 ama karakter taeng n yul di sini, good ff chingu
    lanjut karya2mu yg lain

  67. omo…. keren banget…fany bertahan!!!
    taetae akan mnylmatkanmu! fighting^^
    unnie, ff mu kren bnget..
    aplagi yang accident love.. ^^
    mnta pw nya dong,,, ^^”…

  68. gk nyangka bhwa plakuny it, akh gk bsa brkata ap2 lg. Wajah seorang dewi bisa sekejam it bhkan pd ibuny sndiri. Betul2 hebat authorny, plakuny trnyta yg tdk trduga org ny.. Siapa yg mndobrak? Lnjt k chap brikut.

  69. Thor.. sumpah ff mu keren banget!! Berkualitas.. yah meski aq telat bacanya..
    trus gmn caranya dapat PW!!!! Please thor.. aq minta PW buat part 16 sama part 6 ya.
    please thor!!! please.. please.. aq tunggu thor ^^. Makasih

  70. Annyeongg thoorrrrr^^
    Thorr sumpeeh ff lu keren . bersemedi dimana lu thor? ajarin donggsss 😀 Hahaa fighting lah thor!!

  71. OMMO.. Seohyun peneror.. Ga nyangkaa.. Kirain si hyoyeonn.. Jd merasa bersalah sm hyoyeon sdh menuduh yg macam2..
    하자 haja taeyeonnnn selamatkan istrimuuuuu
    Fighting!!!

  72. #tengok kanan… tengok kiriii… masih bisa koment ngga yahhh,,, eheee#
    saya baca ni ff dr bbrp bulan yg lalu tp mau komen susah bgt alias lola coz dr hp.
    heummmm… ini wepe k2 yg sy sambangin dgn tulisan yg rapih stlh wepe pny syasa.
    tulisan yg bagus n ide cerita yg bagus cuman antagonis si peneror tiffany udah bisa sy tebak dari monolog yg dia lakuin. mungkin sedikit masukan buat tetep nyimpen si peneror degan tanpa ngasih hint yg terlalu terang biar bikin penasaran gituhhh… eheee
    author fighting!!!!^-^

  73. daebak!!!!! dengan kepolosan y juhyun bs menutupi sisi kejam y, aq smpt deg2an lo wktu tiffany ke datangan tamu d hotel trpncil y ‘penasaran siapakah?’ eh trnyt juhyun,,, keren thor , btw aq new reader nh mnta pw y dunk yak yg. part 6 & 16 😉 no q 083187554913 / hikmah_cute6@yahoo.com, kamsahamnida.

  74. thor , minta PW nya dong pliss~ nanggung banget ni , kirim ke 085754571645 aja kalo gk ke fb aku EZZA BANASONELF , kalo gk bsa juga , aku minta nomr nya author deh sekalian nama fb author , plis thor T.T ,

  75. Yaa tuhaaaan, sumpah gw greget bangett..
    Pliss”, gw mohon kirimin PW ny..
    081272333820
    Peliis..peliiisss #garuk tembok

    Maaf lho kalo gw lancang..hehe #pasang tampang sok polos *^O^*

  76. Thor minta pw nya donk..^^
    Chap 6 sama 16..
    Penasaran ma ending nya..hehe
    Sms ke no +6289694111789

    Pendatang baru..XD
    Gumawo..

  77. ni ff bagus banget , dari kalimat nya aja udah terliat beda dari ff yang lain nya
    dan cerita nya gak gampang di tebak , awal nya ngira kalo hyo yg neror fany , eh ternyata seo orang nya
    lanjutin thor, bagi pw nya kalo udah mau ending , hehehehe

  78. alasan yg sangat logis seorang hyo benci sama fany, orang yg sifatnya begitu emang patut dibales, hyo jjang xD

    wah ternyata seo, gak nyangka banget T.T
    padahal mrk deket banget, bahkan fany udh nganggap dia kayak adik sendiri, huaah kejem amat lu thor

    tegang abis part ini thor, gue ampe nahan napas bacanya,
    daebakk thor (y)

  79. fany gpp kn please jgn bikin fany knp napa
    aihhh ga nyangka si polos yg neror fany krn keambisiusan buat jd penyanyi pdhl fany dh bae bgt ma dia
    tae please cpt selamatin fany….
    fany bertahan

  80. nah kannn~ tebakan gw d chapter sblmnya yg udh nlai neror panny adlh seo sndri bner. gtw feeling gw knp kuat sma seo. dsisi lain dy asisten pany, dy tau pany dr awal niti karir.
    blm lagi pas dy cerita msa laluny ke pany d chap brp gt. mkny gw mkir klo yg neror slama ini adalh seo..
    asliny polos kan ya seo, disini huwwwww mnyeramkan ahahaha

  81. aaaaahhhhhh tegang bgttt, penasaran siapa itu penerornyaaaaaa…
    Thor, cek sms ya, barusan sms tp blm dpt balesan hehehe…

  82. tuhkan bukan si hyo… kalo bener si hyo(?) kenapa lama banget ngincernya padahal udh ketemu(?)
    wow tegang XD
    si seo udh nggak punya hati, sampe2 ibunya dia bunuh sendiri ck

  83. Enggak nyangka sipeneror itu seo. Tega banget dia mau bunuh fany pdhal fany dah nganggap dia adik na
    ff ni bkin deg degan. Mudah2an fany baik2 aja

  84. Salam kenal new reader nih thor baru nemu ffnya ….n ceritanya menarik nih…. w harus minta pwnya nih yah….gak di sangka ternyata seo si peneror n sanggup membunuh ibu kandungnya sendiri….. n siapa yg berhasil menyelamatkan fany….

  85. Thor
    Pw buat part 6 sm 16 dong, bener penasaran banget ini..
    Apalagi ane pembaca baru, masa ud kecewa aja grgr gatau pw …

    Dan siapa aja yg tau deh pwnya.. ksh tau plis

  86. eottoke ??!!
    tae palli …. panny udh diujung tanduk tuh -_-
    saoloh ternyata panny dulu kelewat jahat ya sm hyo, gak aneh klo dia benci bnget sma si panny :v
    penerornya siapa tuh kira2 ??

  87. hi thorr, hehehe.. saya balik lagi. hahahahah
    saya bingung mau komen apa soalnya saya sudah lama hiatus buat komen dikarenakan masalah kuliah. wkwkw ngeles aee. ahahaha
    jadi bngung,,, utk pertama kali lagi komen dari semua ff, heheh
    semangat thorrrrr

  88. annyeon saya reader baru. .. klo boleh tau pw nya yg accidentally love part 16 apa boss. .. saya penasaran bngt sama ending nya ni ff. .. 🙂 ini no saya 083826041796 maaf klo ganggu ya boss. .. di tunggu sms nya 🙂

  89. annyeon saya reader baru. .. klo boleh tau pw nya yg accidentally love part 16 apa boss. .. saya penasaran bngt sama ending nya ni ff. .. 🙂 ini no saya 083826041796 maaf klo ganggu ya boss. .. di tunggu sms nya 🙂

  90. annyeon saya reader baru. .. klo boleh tau pw nya yg accidentally love part 16 apa boss. .. saya penasaran bngt sama ending nya ni ff. .. 🙂 ini no saya 083826041796 maaf klo ganggu ya boss. .. di tunggu sms nya 🙂

  91. Nah loh ternyata seo yg neror kenapa seo jahat sih:( karna dendam dulu kan, tapi kan fany udah baik sama dia:(
    Semoga fany ga kenapa2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s