It’s Mean To Be (part 1)

Kwon Yuri, seorang fotografer yang kini tengah berada di puncak karirnya, hidup, berkubang dalam rasa kesepian, Appa yang otoriter. Karena sebuah ketidak sengajaan, bertemu dengan seorang gadis yang begitu cantik, yang tidak pernah diduganya. Jessica. Tanpa nama, tanpa identitas, dia telah merasakan cinta itu tengah meletup di dalam hatinya.

“Bodoh. Kwon Yuri. Apa yang tidak kau miliki untuk mempesona banyak gadis di luaran sana? Apa yang membuatmu membatu ketika melihatnya berdiri di ujung jalan sana? Berteduh dari terpaan hujan yang deras? Aku selalu melihatnya. Selalu mengamatinya. Setiap aku melakukannya, waktu terasa berhenti untukku. Apa yang membuatku sulit mendekatinya?”

Title: It’s Mean To Be

Genree: Romance, Drama, Yuri

Main cast: Yulsic, Taeny, SNSD Member

Addition cast: Donghae (Super Junior), Appa, Victoria

Warning: Yuri, 18+

Enjoy…

Yuri POV

Suasana malam ini begitu sepi, aku bahkan bisa mendengar suara sepatuku yang terseret bergesekan dengan aspal. Bulan di atas sana sedikit redup, hanya lampu jalanan yang menjadi penerangan utama. Kota semakin gelap akhir-akhir ini, aku tidak pernah lagi merasakan kerlip bintang ataupun terangnya bulan. Hanya lampu-lampu gedung perkotaan yang menjulang tinggi.

 

Kuarahkan lensa kameraku ke sebuah air mancur yang besar di tengah taman, dan mengambil sebuah gambar. Aku butuh suasana baru untuk foto-fotoku. Sepertinya pemandangan dan suasana kota sudah cukup membosankan buatku. Aku ingin memotret sesuatu yang hidup, sesuatu yang cantik, sesuatu yang bisa memberikan kesan bagi foto-fotoku. Mungkin seorang gadis.

 

Lihatlah air mancur itu, konon katanya, seorang gadis yang ingin harapannya terkabul harus melemparkan koin ke dalamnya. Ah, pemikiran bodoh. Aku tertawa dalam hati membayangkannya. Sebelum kulihat seorang gadis berjalan mendekat ke air mancur itu. wajahnya terlihat familiar? Entahlah. Aku sedikit mendekat padanya, kulihat matanya kini terpejam. Seperti sedang berdoa. Ah wajah itu…

 

Gadis yang kucari selama ini.

 

Dia akan membuat gambarku malam ini terlihat sempurna. Tanpa ragu kuambil kameraku dan segera aku memotret sosok wajahnya yang terlihat begitu tenang dan damai. Sangat cantik, tak ubahnya boneka porselen yang telah di pahat sedemikian sempurna. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok gadis ini. lekuk-lekuk wajahnya yang entah mengapa akan terasa sangat pas dari sudut tertentu.

 

Perlukah aku menghampirinya?

 

Aku bersembunyi di balik semak-semak dan masih terus mengambil beberapa potret dirinya, kulihat dia membuka mata dan melemparkan koin ke dalam air mancur itu. entahlah, hal apa yang mungkin di harapkan oleh gadis cantik sepertinya?

 

Hingga kulihat bahunya terguncang. Dia terisak. Kenapa dia menangis? Semua pertanyaan-pertanyaan yang berseliweran di otakku hampir membuatku gila. Aku tidak tahan untuk menghampirinya dan mendapat jawaban atas pertanyaanku ini. tapi kupikir, itu bukanlah hal bijak yang bisa kulakukan saat ini. aku tidak mungkin meninggalkannya, dia sungguh menyihirku hanya dengan penampilannya. Aku akan menunggunya pulang..  aku akan memastikannya pulang dengan aman. Bagaimanapun caranya..

 

Detik jam terus bergerak di pergelangan tanganku, gadis itu masih belum saja pulang dan terus menangis hingga tanpa terasa setengah jam telah berlalu. Dia duduk di sebuah bangku taman, dan terlihat termenung. Kuambil gambarnya sekali lagi, gadis ini sangat… mempesona. Aku bahkan mungkin bisa mencintainya hanya dengan sebuah gambar.

 

Kini tidak terdengar lagi isak tangisnya, namun dia tidak beranjak dari bangku taman itu. Saat kulihat matanya mulai terpejam, apa.. apa dia tertidur? Yang benar saja? Cuaca di luar sini begitu dingin, apakah gadis itu tidak akan merasa kedinginan hanya dengan sebuah pakaian tipis dan celana panjang yang kujamin tidak akan membantu sama sekali. Aku melihat jaket yang kukenakan dan berpikir sebentar. Aku akan menunggunya tertidur lelap, lalu aku akan memakaikan jaket ini padanya. Aku menunggu sekitar sepuluh menit, sebelum kuhampiri gadis itu perlahan.

 

Dia benar-benar sudah tertidur, kubuka jaket yang sedang kukenakan, jaket ini lumayan hangat, mungkin akan sedikit membantu. Kuselimuti tubuhnya, dia sedikit menggeliat. Dari sini aku dapat melihat wajahnya dengan lebih jelas. Jauh lebih cantik daripada sebelumnya. Ah.. siapa namanya sebenarnya, kenapa aku seperti pernah melihatnya sebelumnya?

 

Aku kembali ke semak-semak, mengamatinya dari jauh. Aku tidak tahu kapan dia akan terbangun, namun aku akan menunggunya. Aku memiliki banyak sekali waktu dalam hidupku, sesekali menunggu tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Kusenderkan tubuhku ke sebuah batang pohon besar, dari sini aku bisa melihat sosoknya dengan jelas, sesekali aku mengambil gambarnya, agar bisa melihat wajahnya dengan jelas meski hanya dari lensa kameraku. Wajah cantik itu..

Aku akan melindunginya, dengan hidupku.

 

Yuri POV

Suara blitz kamera yang bersahutan tidak berhenti sejak dua jam yang lalu. Kurasa ini masih terlalu pagi untukku berada di tempat ini. hanya karena niat tulusku membantu seorang teman untuk mengambil gambar-gambar perempuan yang silih berganti berjalan anggun melewati panggung yang megah ini. Aku bahkan hampir lupa, kapan terakhir kali aku menikmati diriku berbaring di atas kasur yang lembut, memejam, dan tertidur nyenyak. Rasanya sudah berhari-hari yang lalu.

Musik hip hop yang terdengar berlebihan berdentam, suara bass yang berbunyi sedari tadi, hanya membuat kepalaku merasa semakin pusing. Tidak tidur selama beberapa hari, kupikir alasan yang cukup kuat untuk membuatmu jatuh sakit. Musik aneh ini, membuatku semakin merasa sakit.

Aku berjalan mengelilingi panggung, berusaha mencari sudut yang paling tepat untuk mengambil gambar seorang model yang tengah memperagakan busana dari seorang desainer, teman dekatku. Yang cukup gila memaksa model-modelnya untuk bekerja di hari sepagi ini. kurasa hanya gadis itu yang dapat melakukannya.

“Yul. Apa kau sudah mengambil gambar-gambar mereka?”

Sunny muncul dari balik ruangannya, dengan wajah yang tak kalah kusutnya dengan wajahku. Entah apa yang membuatnya muram seperti itu.

“Aish, apa yang membuatmu memaksa mereka bekerja sepagi ini, Sunny?”

“Mood.” Dia tersenyum, dan meringis, kurasa dia merasa bersalah telah memaksaku datang pagi ini. “Malam ini, akan ada fashion show untuk rancangan busanaku. Tentu saja mereka harus berlatih..” suaranya terdengar lemah. Kurasa dia telah bekerja keras untuk pekerjaannya ini.

“Kau benar-benar harus beristirahat..” gumamku.

“Apa kau terlihat cukup sehat untuk menasehatiku, Yul?”

Aku tertawa kecil. “Apa tema malam ini? perlukah aku datang untukmu?”

“Lebih baik kau tidur hingga besok pagi, kau terlihat sangat membutuhkannya.” Sunny menghela nafas. “Summer In Paris..”

“Hmmn, terdengar menarik..” aku melirik ke arah kameraku dan melihat foto-foto yang telah kuambil tadi. “Apa kau akan menggunakan foto-fotoku untuk papan pameranmu?”

“Kurasa. Kau bisa menyimpan semuanya di memoriku. Aku yang akan memilihnya.” Sunny memeluk tubuhku, pelukan seorang sahabat yang terasa begitu hangat. “Maaf sudah merepotkanmu pagi ini..”

“Aku sudah terbiasa dengan hal itu, Nona. Selamat berjuang nanti malam.” Aku mengecup pipinya sekilas, dan melepaskan pelukannya. Dia tersenyum, kantung mata yang besar menghiasi wajahnya, meski tidak sedikitpun mengurangi kecantikan wajahnya dengan rambut pendek menawan itu.

“Yul, Yul, kau benar-benar harus mencari seseorang untuk dirimu..”

Aku tertawa mengejek. “Seseorang? Aku membawa puluhan wanita berbeda setiap menghadiri, pesta maupun peragaan busanamu, Sunny..”

“Lalu? Itu tidak membuktikan, kau memiliki seseorang di sampingmu, Yul..” ujarnya dengan penuh penekanan di setiap katanya. Aku menepuk bahunya sebelum kembali mengecup pipinya.

“Aku harus pergi sekarang, kau tahu..” aku berpikir sejenak, sebelum tersenyum ke arahnya. “Appa pasti mencariku.”

“Yeah, pulanglah, Yul. Aku sangat mengenal appamu itu.”

“Sampai jumpa..”

Aku tersenyum, menatap boneka-boneka cantik itu beberapa detik sebelum berjalan keluar dari dalam ruang kecilnya yang terlihat seperti kebakaran. Di dekat panggung kecil yang sering digunakannya untuk simulasi gadis-gadis cantik itu berjalan anggun, kain-kain berserakan tidak teratur, dan kulihat beberapa manikur tergeletak begitu saja di hampir setiap sudut ruangan. “Kau benar-benar harus membereskan tempat ini, Sunny.” Ujarku sembari menendang selembar kain yang menghalangi jalanku.

Tanpa kusadari matahari terasa begitu terik. Semua orang terlihat berjalan tergesa, mengejar kesibukan, ataupun sebaliknya. Dikejar kesibukan. Aku meregangkan tubuh-tubuhku yang serasa kaku, mengambil beberapa gambar dengan posisi tertentu, terkadang membuat tulang-tulangku serasa remuk dan hancur. Aku suka menikmati pagi hari, terutama menyadari bahwa aku adalah satu-satunya orang yang terlihat menikmati suasana kota.

Meski bising kendaraan yang berlalu lalang sedikit mengganggu, ataupun suara orang yang bercakap terlalu keras, seperti hendak memecahkan gendang telingaku, aku cukup menikmatinya. Wajah-wajah yang terlihat gusar, bosan, dan muak dengan rutinitas. Aku tidak merasakannya. Cukup menyenangkan, memiliki kebebasan di tanganmu. Aku mengambil beberapa gambar orang-orang yang terlihat sibuk dengan kegiatan mereka.

Aku mengambil ponselku dari saku Jeans. Sepuluh panggilan tak terjawab, lima pesan masuk, tentu saja. Dari dua gadis yang berbeda. Aku menutup halaman pesan tanpa membaca satupun isinya. Appa pasti telah menelpon. Berkali-kali. Aku punya alasan yang tepat untuk menolak permintaannya kali ini.

“Yul, dimana kau?” ujarnya dingin. Aku mendengus kesal.

“Emn, jalan. Aku akan segera pulang, Appa.”

“Kau akan ke kantor hari ini.” tegasnya. Apakah dia berpikir aku akan menuruti semua katanya itu?

“Aku belum tidur selama tiga hari terakhir.”

“Apa yang kau lakukan? Berfoto? Apa kau mendapat banyak dari hal itu?”

“Aku membiayai hidupku dari fotografi, Appa. Jangan memulai perdebatan ini denganku. Aku akan segera pulang.”

Tidak ada sahutan, hanya terdengar sambungan yang terputus. Aku menggelengkan kepalaku menghadapi orang seperti ini, membutuhkan kesabaran ekstra.

Kurasa aku harus segera pulang, kembali bergelung di dalam kamar yang besar, dan lenggang. Tanpa seorangpun yang menemaniku. Rumah yang terasa sepi, besar dan dingin. Tanpa sedikitpun kehangatan di dalamnya. Jika saja aku bisa, mungkin aku akan menginap di hotel saja. Tidak ada bedanya.

Menyeret langkahku, berjalan bersama manusia-manusia menyedihkan ini. terjerat oleh kehidupan yang tragis dan membosankan.  Jujur saja, aku tidak akan menukar apapun demi kebebasanku ini. termasuk perusahaan raksasa Appa.

Tidak ada artinya untukku.

OoooooO

Jessica POV

Sendok yang terus berputar, aku menatapnya dengan setengah termenung. Gelas di tanganku terasa hangat, aku memegangnya dengan hati-hati, sembari menuangkan sesendok gula kedalamnya. Hanya sedikit, sekedar memberikan sentuhan manis untuk kopi ini. Mengaduk kembali cairan hitam itu, membayangkan Taeyeon yang akan tersenyum ketika aku menyajikan minuman ini ke ruangannya.

Pantry sedang sepi, biasanya beberapa staff lain akan menggodaku setiap kali aku terlihat sedang membuat secangkir kopi. Mereka sangat tahu aku tidak begitu menyukai kopi, dan mereka juga sungguh tahu kopi yang selalu kubuat untuk Taeyeon, dan bukan diriku sendiri.

Delapan tiga puluh, Taeyeon akan tiba sekitar lima belas menit lagi. Aku sangat mengenali kebiasaan ini.

“Kopi? Untuknya? Lagi?” aku menoleh dan mendapati Donghae oppa berdiri, kemudian membuka lemari dan mengambil sebuah cangkir kecil. “Yang benar saja, Jessica. Apa kau berfikir dia akan menyadarinya? Perlakuan-perlakuan kecil darimu?”

Aku memutar bola mataku dan mendengus kesal. “Bukan urusanmu, Oppa.” Ujarku sarkastis.

“Kau selalu sinis begitu.” Dia tersenyum kecil dan menyodorkan cangkir itu ke hadapan wajahku. “Buatkan aku kopi juga, ya?”

“Tidak sempat.” Ujarku ketus. Aku kembali melirik ke arah jam tanganku. Tiga menit lagi Taeyeon akan tiba ke ruang kantor. Dengan tergesa aku membawa cangkir kopi itu, berusaha tidak menumpahkan sedikitpun kopi di dalamnya. Aku dapat melihat Donghae oppa menggelengkan kepalanya melihat tingkahku. Kekaguman ini. hanya begitu sulit untukku menahannya.

Aku tersenyum melewati beberapa rekan kerja yang sudah terlihat sibuk dengan kegiatan mereka dengan file-file yang menumpuk maupun laporan-laporan yang belum terselesaikan untuk siang nanti.

Taeyeon melangkah dengan pasti, mendapat sambutan dari beberapa staff yang kebetulan berpapapsan dengannya. Kemeja kuning gading, dan balutan blazer hijau itu, membuatnya terlihat begitu menawan hari ini. aku tersenyum kecil sebelum menyerahkan cangkir kecil itu.

Jika saja dia tahu..

Aku yang membuatkan kopi itu setiap pagi untuknya.

Taeyeon menyesap kecil kopi di dalam cangkir itu, dan aku tersenyum melihatnya.

“Selamat pagi, Bu Direktur..”

“Selamat pagi, Jessica.” Taeyeon berjalan dengan tergesa, aku berusaha mengimbangi langkahnya, sembari menjabarkan jadwal meeting untuk hari ini, juga jadwal-jadwal penting lainnya. Dia terlihat tidak menggubris kata demi kata yang kulontarkan, hanya saja, aku sudah terlalu mengenalnya untuk mengetahui, dia mencerna hal itu dengan sangat baik. Sangat baik. “Hari ini akan sangat sibuk..”

“Seperti hari biasa, tentunya..” jawabku dengan senyuman kecil. “Kuharap kau menyukai kopi itu.” gumamku dengan sangat perlahan, sedikit berharap dia tidak mendengarnya.

“Hmn, cairan yang lumayan membuatku semangat menjalani hari ini. aku menyukainya.” Taeyeon memperlambat langkahnya ketika kami sampai di depan ruangannya. Aku mengikutinya, dia menyandarkan tubuhnya di atas kursi dan terlihat lelah. Menyalakan laptop, kemudian menghela nafas.

“Kau terlihat bersemangat hari ini, Jessica..”

“Tentu saja..”

Karena kehadiran Taeyeon seperti butiran vitamin bagiku.

Jika saja dia mengetahuinya.

Aku menyimpan kalimat-kalimat itu di dalam hati, sejak dua tahun terakhir. Sejak pertama kali aku menginjakan kaki ke dalam gedung pencakar langit ini. Melihat marmer yang berkilauan, semua terasa begitu menakjubkan. Saat aku masih tertunduk malu, menatap segalanya hanya dari pemikiran yang begitu sederhana. Taeyeon dengan senyumannya yang terlihat begitu kharismatik, menyihirku dalam sekejap. Aku yang tidak begitu mengerti banyak hal mengenai dunia ini. melangkah perlahan, menjejaki karir bersamanya membimbingku.

Selama itu pula aku menyimpan perasaan bodoh ini.

Aku tertawa sinis. Perasaan bodoh. Sesuatu yang rasanya begitu kuat ketika aku menatapnya, wajahnya yang selalu merenggut, dan keningnya yang kerap berkerut berkutat dengan file-file di laptopnya. Dengan rancangan-rancangan tayangan iklan yang seringkali memusingkan, aku tersenyum. Dan menikmati pemandangan itu.

Taeyeon terlihat sibuk mengetikan sesuatu, aku mengamatinya dari sini. Di tengah kamuflase kesibukanku, ekor mataku selalu menangkap aktivitas yang sedang dilakukannya. Dia tersenyum kecil, kemudian kembali mengetikan sesuatu. Perlukah aku bertanya?

“Aish, anak-anak ini..” dia merajuk kesal. “Tidak berhenti mengirimiku email.”

“Teman lama?” tanyaku dengan sedikit sungkan. Taeyeon menoleh, tersadar bahwa aku mengamati tingkahnya sedari tadi.

“Ya, teman lama. Semasa sekolah menengah dulu.” Taeyeon menghempaskan tubuhnya, “Mereka pasti akan mengobrak-abrik tempat ini jika aku terus menolaknya..”

“Mungkin mereka rindu padamu?”

“Entahlah..” Taeyeon kembali tersenyum. “Apa kau ingin pulang bersamaku malam ini?”

“Apa itu tidak merepotkan?”

“Tentu saja tidak, aku senang bisa mengantarmu.”

Percakapan yang kembali terulang, selalu memberikan efek yang sama. Hatiku terasa hangat setiap kali dia melakukan hal kecil itu untukku. Berhenti di depan rumahku yang sederhana dengan mobilnya. Mengucapkan sampai jumpa di tengah malam, dan saat keheningan menyergap di dalam mobil ketika dia mengendarai mobilnya pulang. Aku menikmati itu semua. Dengan sangat.

Kurasa aku telah jatuh cinta padanya. Mengaguminya, meski dia tidak pernah mengetahuinya. Aku selalu menyenangi setiap detik-detik kebersamaanku dengannya. Dengan atau tanpa batas profesi di antara kami. Selama hal itu tidak berubah, aku akan hidup dengan keadaan stagnan itu.

OooooO

Yuri POV

Langkahku sedikit mengendap ketika berjalan masuk ke dalam rumah, mendapati ruang tamu kosong melompong, aku menghela nafas lega. Appa belum pulang sepertinya. Memejamkan mataku sejenak, berusaha meredakan rasa pusing yang tiba-tiba saja menyerang. Aku benci masa-masa seperti ini, saat aku memaksakan diriku untuk pekerjaanku, dan jatuh sakit pada akhirnya. Aku hanya terlalu mencintai duniaku, hingga kurasa dua puluh empat jam waktu yang sangat minim untukku terus bercengkrama dengan kameraku, mengabadikan adegan demi adegan yang akan selalu menjadi kenangan.

Aku terlonjak kaget mendengar suara appa yang berdeham. Menoleh dan melihat sosoknya yang siap dengan sesetel pakaian formal. Balut pakaian yang kurasa selalu menempel di tubuhnya. Formalitas yang kini telah menjadi nama tengahnya, entah mengapa mengubah suasana rumah ini, memaksa kami semua untuk mengikuti caranya.

“Sudah puaskah kau bermain tiga hari ini, Kwon Yuri? Tidak pulang kerumah?”

“Lumayan..” jawabku, berusaha rileks menanggapi sarkasme dari setiap katanya.

“Kapan kau akan mendengarkan kata-kataku?” katanya dengan muram. Membenarkan dasinya yang kurasa telah terpasang sempurna. “Cepat atau lambat, kau akan mewarisi perusahaan itu. ingatlah, Yul, beban itu ada di pundakmu.”

“Pundakku?” aku mencibir kesal. “Kita bicarakan ini lain kali saja, Appa. Aku sangat lelah.”

“Lari dari masalah..” appa mendengus, aku berjalan melewatinya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mengabaikan sindiran-sindirannya yang selalu membuatku merasa gamang. “…apakah aku mendidik kalian semua untuk menjadi orang yang seperti itu..”

“Tidak.” Aku menghentikan langkahku mendengar kalimat terakhir itu terlontar darinya. “Tapi kau mendidik kami semua untuk menjadi sekeras dirimu, membatu. Mengerak di rumah yang sepi ini. dingin, dan mempertahankan pemikiran sempurnamu. Bukankah itu caramu mendidik kami semua? Aku hanya menjalankannya, appa.” Tegasku. Menatap matanya, menyelami kedalaman pikirannya yang telah kukenal betul. Dan sekaligus sangat kubenci. Tatapan itu.

“Kau tidak mengerti apapun tentang caraku mendidik kalian semua. Kau menikmati materi yang kumiliki, semua fasilitas ini..”

“Jika aku bisa, aku ingin sekali hengkang dari tempat ini.” aku menahan debar jantungku yang kini tak beraturan, menahan amarah yang meletup di dada. Berusaha tidak meledak di depan pria tua ini, melemparnya dengan sesuatu. Mengepalkan kedua tanganku, “Dan jika kau bertanya, kapan aku akan mendengarkanmu. Jawabannya sangat sederhana, appa. Saat kau siap untuk belajar mendengarkanku.”

Kalimat terakhir untuknya hari ini, sebelum aku berjalan tergesa ke dalam kamarku. Menutup pintu sekeras mungkin dan menghempaskan tubuhku yang kelelahan di atas kasur. Di kamar ini, aku dapat melepas segalanya. Hanya ini duniaku, hanya kamar ini yang tidak pernah terasa sepi bagiku.

Bangkit dengan cepat, melihat parasku di cermin. Raut kelelahan tergores jelas, kantung mataku terlihat besar, wajahku terlihat semakin tirus dengan rutinitas-rutinitas yang gila ini. meski aku menikmatinya, sangat menikmatinya. Mengamati sekeliling ruanganku. Aku tersenyum. Mungkin aku sedikit gila. Namun, apalagi hal yang bisa kulakukan dirumah ini selain menjadi gila?

Menambah sedikit kegilaanku, tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Dalam keremangan suasana kamarku, aku berbaring, memandangi wajah cantik itu. terpasang hampir memenuhi seluruh dinding kamarku. Sudah dua bulan belakangan ini, aku benar-benar mengubah interior kamarku. Mengganti hasil-hasil fotoku akan benda-benda mati dan pemandangan senja, dengan wajah ini. wajah yang sangat     familiar.

Efektif mengusir rasa sepiku. Bingkai-bingkai yang besar terpasang di setiap sudut kamar itu. gadis itu termenung di sebuah kafe pinggir jalan, menyesap Vanilla nya sedikit demi sedikit. Mengabadikan setiap momen itu.

Di sudut kiri, saat kulihat gadis itu kelelahan, menunggu bus. Entahlah, ke tempat kerjanya mungkin. Balutan pakaian formal yang dipadankan dengan serasi, hanya membuatku semakin jatuh cinta. Favoritku, ketika dia tersenyum lebar. Berbicara dengan seorang teman di sebuah kios kecil, kaki lima sederhana. Tertawa lepas, dan aku berhasil mengambil gambar itu secara diam-diam.

Aku, menguntitnya. Aku menguntitnya selama ini. aku menyukai setiap sudut saat mengambil rona wajahnya. Rautnya yang berubah, wajahnya yang kesal, atau ketika peluh membasahi tubuhnya. Semua itu, hanya terlihat seperti sebuah keindahan yang sempurna di mataku. dan aku jatuh cinta. Saat detik pertama aku menatap wajahnya.

Bodoh. Kwon Yuri. Apa yang tidak kau miliki untuk mempesona banyak gadis di luaran sana? Apa yang membuatmu membatu ketika melihatnya berdiri di ujung jalan sana? Berteduh dari terpaan hujan yang deras? Aku selalu melihatnya. Selalu mengamatinya. Setiap aku melakukannya, waktu terasa berhenti untukku. Apa yang membuatku sulit mendekatinya? Mengajaknya berkenalan?

Aku tertawa kecil, menyadari fakta konyol itu. menghela nafas sebelum berusaha memejamkan mata, kesadaranku segera melayang saat bergelung di dalam selimut yang hangat.

Drrt.. drrtt

Aihs! Yang benar saja! Baru sedetik yang lalu aku merasakan tidur yang begitu nikmat. Aku meraba-raba, mencari ponselku yang bergetar. Sooyoung? Yang benar saja?

“Yaa! Apa kau tidak tahu aku hampir tertidur?!” aku segera memberondongnya dengan omelan ketika sambungan terhubung.

“Kau? Sesiang ini? yang benar saja, Yul.”

Aku menghela nafas, sedikit kesal karena telpon mendadak ini. “Ada apa, Soo?”

“Kita akan mampir ke kantor Taeyeon besok siang. Bagaimana menurutmu?”

“Untuk apa?” tanpa sadar aku mengerutkan keningku.

“Tentu saja mengajaknya jalan. Kau tidak tahu, ya! Sunny sudah mencari tahu tentang dimana Tiffany akan makan malam besok. Dan aku tidak akan melewati kesempatan ini. Taeyeon harus ikut dengan kita..”

Tiffany? Ugh. Tentu saja aku berminat. Sedikit banyak aku suka dengan penyanyi terkenal itu. tentu saja, meskipun ini akibat racun yang ditebar oleh Sooyoung dan Sunny yang tergila-gila dengannya.

“Oke, aku akan membantumu memaksanya. Kau tahu anak itu sejak dulu, tergila-gila dengan kesibukan.”

“Hem, aku jadi rindu dengannya. Yul, jangan sampai kau melupakan janji ini, ya? Awas saja!” Sooyoung mengancamku, membuatku tertawa geli mendengar intonasi suaranya yang dibuat begitu serius.

“Tenanglah, Soo. Kita bertemu besok di depan kantornya..” aku tersenyum sebelum menutup telepon.

Kembali membaringkan tubuhku yang terasa penat. Perlukah aku memberi tahu Taeyeon untuk bersiap-siap besok? Karena kami, akan membawa bencana besar di dalam kantornya.

Aku tertawa membayangkan hal itu. kembali menatap foto-foto yang terpampang begitu besar di kamarku. Kemudian memejamkan mataku, dan kutahu, aku akan memimpikannya. Seperti hari-hari sebelumnya. Bagian yang sangat kusuka dari tidur yang lelap.

Siapa namamu sebenarnya, gadis misterius?

To Be Continue

OooooooO

Uhuk. Gue janji pengen publish yulsic minggu ene, dan gue menepati janji. *ketawa bangga*, gue sedikit kesulitan tadinya ngumpulin chemistry dalam cerita ini. tapi pada akhirnya, bisa tuh. Berkat bantuan beberapa author yulsic, dan cerita-cerita mereka, juga bantuan teman tercinta gue yang sangat rahasia itu. yang akhir-akhir ini kritikannya selalu nyakitin hati rapuh gue. Hiks.

Oh yeah, gue mo bales komen di Accidentally Love yang kemarin itu di protek yaaakk..

navy99blue: aaaiyaaaaahhh.. lo tau gue lah ai. Demen bikin nyan gbeginiaaaaannn. Ihiiiiiiiiiiiiiiyyy.. pewenya lucu. Kayaknya simpel deh. lucu kek guee! Hauuuhahahahaha.. gila, akhirnya. Cerita pertama gue selesai juga ai. Tinggal entar ngegalauin cerita yang laen lagi deh. hihihihi..

taetaetippany: ahahahahaah.. maca ciiihh? Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya. hehehehe

X: heh? Itu sih emang lo kali nyang mesum. Yeeeee…

Gehoo Shijahe Yunjae Drarrykaishin: HAAAAUUUUUUU. TANTE TAU AJAAAA!! TAU POSISI ITUUUUU!!! Itu posisi favorit aku sih. Bukaaan, bukan udah pernah. tapi emang kayaknya asik aja giut. Aduh apa ish, ya pokoknya gitu lah. Hahahahaa.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Kimtaeyeoung: step sisternya dilanjut nanti, setelahyulsic yaa.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Kwon ria: yaaah riaaa, pake sedih2an. Kan aku nya gak ilang.. masih tetap di sini sama kamuuuwwwhhh.. iya, betewe, adegan2 miss itu udah aku edit ulang. Heueehehehehehehe…  makassiiiihhh. Berkat kamu nih, akhirnya ceritanya kelaaarr! Jadi malu deh disayang amuuuwwhhh. Muah..

faith: sssiiippp.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

lovesicababy: seeeeekkkk. Hehehehehe.. maaaciiiihhhhhhh… thanks juga buat temen-temen lain yang udah motivasi gue penuh untuk ngelarin cerita.. J

saseumidongsaeng: fighting! Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Rizky_Hwang: hngk………….. gimana eeeeeaaaaa?????? Hauahahahahahha. Iya. Gue memang beneran nonton, bahkan baca “itu” buat bikin adegan “itu”. hngk. Total lah. Lagian. Faktor emang gue demen juga lagi. HAUAHAHAHAHAHAH. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Sari: iyaaaaaa, makasih ya sariiii… hehehehehe. Semangat!

Gui: ssiiiipp dah.. hehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

atikakita: akulah yang matiin. Gimana eaaaaaaaa… gelap2an lebih gaplok gitu loh NCnya. Heuehehehehe. Enggak sih, sebetulnya itu listrik turun aja, trus kan entar tinggal di naikin, jadi nyala lagi. Cuma karena mereka seru ng-NC, jadi gk dinyala2in listriknya.. *dikira rumah gue, listrik suka turun* hauahahahaha. *ngaco* Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

krystalized: gak ada AL kan pasti masih ada yang lain adikkuuuuuu…. Hehehehe muah. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

TaengLuv U: syukuuuurr! Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

siLent_Reader: ini silent reader yang paling suportif deh sama gue. Hehehehehe. Bikin gue terharu sebetulnya, tanpa dukungan pembaca, ceritanya gak bakal kelar sih juju raja. Hehehehe. Tenang, di taeny ada yulsic, mau gak mau, di yulsic pasti ada taeny. Kan memang dasarnya bersinggungan. Hihihihihi.. gue udah agak tua loh. Baru taun kemarin dapet ktp. *bangga*

kikyo: mantaaapp! Luthu lah kek akuuuwh! Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

sunnyjiyeon: step sister menyusul ya, mau fokus ke yulsicnya dulu. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

ryne#s0ne: pacarku yang sudah lama menghilang. Aku kangen deh sama kamu. Kangen curhat2an soal gebetan. Kangen sama curhatan elo yang kayak abege labil entu. Ngakngakngakngakngak. Muah, iyalah, berkat kamu beb..

taengppany: heeeeeuuuuuuuuuu.. waaaahhh. Ketauan sih ini.. ketauaaaaaaannn!! Hehehehehehe.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

dian: itu sih situnya emang demen aja adegan gituuuuu.. hauahahahahahaha.. tenang, selalu ada NC di dalam lapis ceritanya. Ehem. Bukan mesum loh. Tapi emang suka aja.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

meLLo_kiDDo: wah si om… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya J

Dichuzz: hahahahahahahaha.. halo chingu. Seneng nih kalo sampe tulisanku bisa jadi inspirasi buat author lain. Hehehehe.. sering2 main yaaa… J

shiksin937: bener ya???? Gue sih ayuk2 aja loh… tapi jamiiin neeeehhh lo maaauuu???? Soalnya pewe2 gue yang kemaren juga kagak ada yan gberes, nambah satu lagi pewe eror, kayaknya gak masalah! HAUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Coba, besok lo pikirin, yang lebih singkat, tapi ada nama lo nya. Gue wujudin beneran. Hayoooooooo.. beranniiii?? Betewe, udahlah pid. Kamu harus move on, dora gak mungkin jadi bias kamu. Gak mungkin….

hytae: SIIIPPPPPP.. semangat! Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

kassi_TaeNyShipper: lucu kek akuuuuu!! Heheheheheeh.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

holyangem0n: iyaaaa oooommmmmmm.. aku gak panggil bapak deeehhhhhhh…… yang diobrol taeny? Si om.. kayak gak ngerti aja aaakkkkhhhhhh…

Rainy: bedanya sama editing dan cutting. Eeeenngggg, perlu jelasin gak eeeeaaaaaaaaa…. HEUEHEHEHEHEHE. Iyaaa, raiiinnn. Makasih loh buat kritik2 kamu selama ini. bener-bener memotivasi aku buat jadi lebih baik beuuuuuddd.. muuuuuuaaahh. Eh aku udah mo jadi mahasiswi donkkk…

soshiff9 (Sasyaa95): ngikngikngikngikngikngik… kita kan keluarga bahagia. HAHAHAHAHAHA. Gue. Manis. Kok gue jadi malu ya sya. Kenapa yaaaa??????? Malluuuuuuuu… enggak kalo belom mandi mah ogah deh. ogggaaaahhhh…

Kwon Eya: asik dapet bunga. Hihihihi. Tinggal nari hula2 keknya. Makasih ya ea berkat dukungan kamu juga… hehehehehe.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

byun_taeng: oh elo. Itu id lo kurang direstuiiiiiii!!! Hauahahaha.. hengk????? Serius?????? Seriiiuuuuuuusssssss??????? Lo bayanginnya gitu? Mantap….

Kungttadadak: hawooooooooooowwww.. loh kok seddiiihh? Itu tandanya kamu special donk buat akuuuwwwh. Hihihi. Aduh kesambet deh mulai ngegombal lagi… hengk. Pooknya! Makasih udah berkunjung!

Kenzha TaeNy: hehehehehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Agku via: hehehehehehe……. Iya. Kan biar unique getoooo. Makasih ucapannya chingu. Kan seneng aja kalo usahanya maju selangkah. Hihihi.

vanni or vhanny gjecrystyufy: ih keknya aku salah manggil deh……………………………. iya, aku juga gimana gitu. Kesian, rasanya pengen masukin dia kedalem pelukanku.. supaya dia gak kelaperan lagi. di rumahku kan banyak roti. Andai… andai kita kenal. Uhuk.. gak mau manggil pani lagi. vaaaniiiii! Makasih ya, semoga kamu gak bakal bosen sama cerita-ceritaku.. muuuuuaaaaccchhh.

Renitasone: Step sister nyusul ya canteekk. Hehehehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

guardianzen: yulsic juga gak akan kalah keren kok.. tenaaaannngg!! Ehehehe. Semoga kamu gakbosen baca karya-karyaku ya chingu.. hehehehehe. Oh iya, step sister mnyusul ya, ceritanya gak akan terlalu panjang kok.

HyunHee: yulsic dulu yaaaaaaaaakkkkkkkkkkk. Hehehehehehe… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

TaeNyByun: Udah kale, kemarin ampe manggil orkes dangdut buat sukuran di depan rumah. Sampe disukur-sukurin orang segala waktu lagi asik joget malah jatoh ke selokan.. #ceritafiksibelaka hehehehehe.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

RoFL’s Imagination: eeeeennngggghhhhhh gimana eaaaaa.. hahaaahahaha.. iya. Pasti. Step sister psti kulanjut. Tenaaaannng. Tapi setelah yulsic kelar yaa..

Yulsictaenyjjang: seobaby entar ada cerita sampingannya loh sama yoona. Hihihi. Aku mana tega sih biarin dia kek gitu. Hiks. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

777777: gapapa, santai aja. aku bahkan gak mewajibkan untuk komen, selama aku tau kamu suka ceritanya, udah seperti angin sejuk di hati. hihiiiyyyy. Banyak gaya lah. Oh iya, step sister nyusul ya, aku utamain yulsic dulu. Muaah.

mrz_love_taeny: HMPH. Hehehehehehheehehehehhe gimana ya. Agak, dregdeg gitu waktu bayangin adegan shaving itu. itu… taeyeon, tiffany. Oh tidak.. *tutup muka* udah deh malu ah..

nie_taeny: hehehehehehehe… iya. Panjang, biar kalian gak kehilangan2 banget. hehehehe.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

TaeNy4Life: heesssshh. Tak cium kamuuu… hehehe. Yulsic gak kalah hangat kok dari taeny. Tenang, ada pola yang sedikit sama di sini, dengan konflik yang disajikan berbeda. Hihihihih. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

SONE: hehehehehehehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Dorktaeng: sssiiippp Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

JungHi: pake lama loooohhh.sabar yaaa.. tenang. Setelah yulsic.aku bakal langsung perkosa step sister. Tenaaanngg.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

DanaMuztickaSone (@danaMuzticka): hauahahahahahahahahahahhaha. Terima kasih untuk penyampaian mengesankannya. Duh. Minta dicium deh kamu neh. Ihihihihi.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

RF shipper: YULSIC! YULSIC! YULSIC!!!!!! HIDUUUUUUUUUUUUPPPPP!

khazhatsubox: aaaaauuuuwwww.. si tampan main. Pake komen lagi. gue jadi tersanjung2 gimaaanaaaa geto…. Salam cium basah ya dari roti. Muah..

Ken-TaeNy Hwang: pasti. Di taeny ada yulsic, di yulsic pasti bakal ada taeny. Tenaaaannggghhhh… eh. Enggak loh. Step sister jelas kok. Hihihi. Kemarin disaranin sama seorang temen, gak boleh gantungin cerita kek gitu. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya, kalo mo tau soal shaving…. Ehem… Tanya mbah google. Ketemuuu deehhh..

koppendtinmyheart: hngk……………. Penjaga rumah apaan lu. Masa emak dijadiin penjaga rumah. Gue cium juga lu… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Lisa: YULSIIIICC@!@ hehehe. Iya, justru dunia ff ini aku jadiin ajang bertumbuh. Harus ada progress ke atas donk… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya. TERUUUSSSS… KOMENMUUUUUUUUUU!!! *jewer*

Ddloph: hehehehe… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Muthyara Sang Fanytastic Aflover:  muuutttiiiiiiii!! Hehehehehehehe. Muah.. step sister lanjut kok. Tapi nanti yaaaakkkk…

Gorjess Spazzer: jeeeeehhhhhhhhhhhhh, dasar si bebi….. emang dasar kamu tuh. Padahal kamu kan lebih pengalaman loh dari aku. Hihihihihihihihi…

Yeoun12_jean: YULSIC! YULSIC! Hehehehehehehe. Makasih banget ya, komen2mu jadi penyemangat aku terus lanjutin cerita-ceritanya. Hehhehehe. Semogaaaaa kamu suka sama cerita yulsic yang lagi aku kerjain ini. hehehehe.

Rii: iyaaaa. Aku juga sekarang bersyukur aja kok sama jalan sekarang. Cieeeee. Hebat deh yang lulus. Selamat yaa… muah. Karena faktor ambisi juga sih dia jadi kayak gitu. Labil, emosional, jadi marahnya kea rah yang gak tepat. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

sari_endut: ini lagi lanjut yulsic sari.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

snsdindofanfiction: karenaaaaa.. hehehehe karena eh karenaaa.. aku udah nyiapin sequelnya yang benar-benar fulllll yulsic. Malah taenynya yang bakal dikit. Kayak gini kan kayaknya lebih rapih aja. hehehehe. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

ggab_yul: hehehehehehehheehe iya, aku udah edit di beberapa bagian kok.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

HW’s_bubbiess: aku jadi mo ikut nangis deh bareng kamu… ehehehehehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Han ji hwa hee: waaahh, salam kenal yaa…  Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Kwon_gorjess.spazzer: emang iya kamu pernah peka? Bukaaannyaaaaaaaaaa… enggak deh. takut disantet. Hiiiyyy ginaaaa, senengnya baca komen kamuuuuuuuu. Abis kamu keren sih.. #inisamasekaligakadahubungan heuehehehehehehehe… semoga kamus uka yulsic yang lagi aku kerjain gin, betewe, kalo ada kritik. Langsung bbm aku donk. seriuuuuusss…

Bloxtwins: iya. Aku mah biasa begituuuu.. hehehehe Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

arin_arindah: iya, emang sengaja digantung. Biar kayak kisah cintaku dan melly goeslaw. Ah. Hehehe. Kan di sequelnya puas deh tuh gantung2an ama yulsicnya. Hihihi. Dan aku udah edit chap 16, setelah baca komen temen2 di sini. Termasuk komenmu looh. Hehehe

Jeje: ada.. gaya lain?? Kalo ada boleh donk. sharing kesini…….. #ngaco kaaann buat yulsic juggaaaaaaa….hiiiiyyyyyyyyy…

sheema_taeny: yulsic. Aku mo lanjutin yulsic dulu neh. Betewe, shaving itu. artinya cukuran. Kamu artiin deh bagian mana yang dicukur. Aku malu ngomongnya. Apalgi jelasin. Aduuuuuuuuuuuuwwwwww…. Hehehe. Heh. Emang kalo gikwang oppa marah akud iapain?? Dikasih duit ya??

Tyna Chatryna: emangnya pelm jelangkung pake ngeri. Hehehehehehe. Emang ada sequelnya sayang. Tapi fokusnya ke yulsic. Semoga kamus uka yulsic deh. hehehehehehe.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya. Oh iya, salam kenal juga ya tynaaa.. hehehe

Myjessie: hehehehe. Gapapa, santai aja. wp nya selalu kebuka buat kamu.. Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

Kwon Cacu: wahh chingu. Bener banget. di chap ini memang banyak banget typo. Seb di chap2 sebelumnya juga banyak typo, hehehe, itu faktor aku agak lalai aja pas bagian editing. Senengnya kalo kamu suka. Makasih ya kamu komen di chapter2 sebelumnya. Salam kenal jugaaa.. semoga kamu suka yulsicnya yaa…

Beby: hehehehehe… Makasih ya udah berkunjung, semoga suka sama ceritanya

OooooooO

Fyuh, oke sesi balas2an komen kelar. Kalo ada yang bingung sampe kesel kenapa gue bales komen kek gini, sebetulnya gue seneng aja sih, ada ruang bebas buat ngobrol sama pembaca. Jadi gak Cuma satu arah aja, pembaca komen, gue bisa bales komen2 mereka dengan obrolan nyeleneh gue meskipuns ingkat. Huk.

Oke, gue harap yulsic kali ini menarik untuk para temen-temen yang udah mau repot-repot berkunjung ke sini.

special thanks buat hana, temen pembaca yang kebetulan suka fotografi, dan banyak membantu gue untuk jelasin sedikit soal fotografi. jadi kan kesannya gak bleguk-bleguk banget gue kalo deskripsiin si yuri. kapan2 kalo lo hunting, aku ikuuuuttt!i

Pola publish guemasih tetep sama, hari Sabtu. Cuma akhir-akhir ini gue lagi demen begadaaannng. Jadi sekalian lah tak apdet subuh-subuh. Hihihihi.. akhir kata..

Terima kasih buat temen-temen yang udah berkunjung dan mengapresiasi tulisan gue dengan komen.

Kalo ada kritik atau saran, jangan sungkan di tuangkan.. tenang, gue gak kejem kok, paling gue pellet aja biar kalian jatuh cinta sama gue.

Mmuuaah..

Salam roti!

 

Advertisements

75 thoughts on “It’s Mean To Be (part 1)

  1. Wew…ternyata kehidupan yuri sebegitunya.tp pas udah liat jessica ada yg berubah.
    Asikkkkk mau ktmu jessica d kntor taeng.gmn yach?ehm penasarannn…..

  2. Eaaaa,,, ini dari side YulSic nya yaaahh 😀
    Walaupun aku bukan YulSic shipper tapi menarik juga kok, ngeliat cerita ini dari sisi mereka 😀

    Yang semangat thor! Fighting!!!!

  3. Annyeooong ~
    akhirny yg ditunggu2 update jg.. Uda lama rasany g baca yulsic haha

    “2 tahun menyimpan perasaan bodoh” .. Aduh sica, g kebayang rasanya kyk gmn itu.. Sabar ya, yuri sbentar lagi datang hehehe

  4. Aduh telingaku…#pegangin telinga yg di jewer roti..-,-“.. Wah sica nya naksir Taeng yah.. Cuit..cuit.. Rumit nih.. Yul masa engga berani si buat ngedeketin sica.. Fany jadi penyanyi.. Entar taeng naksir dia engga yah..u,u

  5. side story of accidently love…. wow! genius!! ouhhhh…aq baru tau klo dirimu slalu ngepost tiap sabtu…bagus dweh klo terjadwal,klo el kan jum’at dirimu sabtu….whose the next for sunday xD??idk….avoiding it ok *wink*

    sooooo…..before it yuri have been met with sica?? so its like fate yuri meet again at taeyeon’s office….oao,curious….!! and for yuri’s appa dont so hard with your daughter…

    cant describe anything….YULSIC my otp…i hope it’ll be interesting like Accidently love …

    thanks for updating ^^

  6. akhirnya yg di tunggu2 update jg yulsic duh senang nya
    cerita yg sgt menarik yul sibuk smpe segitunya tr udh ktmu sica ga kek nya deh.hahaha
    di tunggu update nya thank y roti..semangka.

  7. Ouchh…YulSic

    Kayanya ff nih menarik bgt, penasaran jadinya neh.
    Tapi gimana tuh sica suka ama taeng ? Td pas baca d tengah q smpat mkir ƙªℓȏ taeng tu kakanya yuri.

    O iya…boleh gak riques ff special ultah SNSD ke-5 kmrn ??
    Hbsnya d twiit bnyk yg blg tdk ada momen yulsic n taeny.
    Hehe…mian

    Cemunguuudddd…..
    Ditunggu kelanjutannya.

    Tks

  8. yeeeeeyyyy!!!!! yulsic!!!!
    *joget gaje
    jadi ini cerita tentang yulsic dari sisi waktu yang sama sama AL ya??? *bahasa pertanyaannya ribet ya??? mian..*
    aih… hidupnya yuri ckckck…. *pukpuk yuri btw appa nya yuri kayanya begitu banget..
    cieee sica suka samataeyeon ckckck bisa ya dia suka sama orang selama 2 tahun dan orang itu gatau ckckck….
    ngomong-ngomong nasib seohyun gimana? T.T kan kasian kakakku kalo hyunnie nya dipenjara… *tunjuk-tunjuk yoona*
    okeh ditunggu kelanjutannya!!!!! semangat author!!!! fighting!

  9. Yey,,,,, author kita ini tepat janji juga ya hehehe,,,,
    Akhirnya yulsic kluar juga hehehe,,,,
    D tggu deh klanjutannya,,,,
    I love yulsic,,,,
    Roti HWAITING !!!!!

  10. tante… Baru baca.. Pdhal ud gue buka dr bangun tedor.. Lg2 krna 1 dan lain hal yg lo ud tau.. Takut kedistrak..haha
    Mmm dapet kok rot.. lbh dapet dbanding sblomna..
    Feel yuri yg tergila2 skaligus sica yg lg jatuh cinta. Gue menantikan apa yg akan trjadi slanjutna..
    buru dah apdet lg.. Pan katana nih cerita akan spanjang jalan kenangan.. Haha

  11. hwaaaa… chingu nue dach 4x yaks aq comment mdhan k’post… akhir’naa req yulsic aq publish jga.. b’rsa bca AL lge dre awal tpi dre sisi amma n appa q #spa lu#.. yg req TaeNy versi ultah ppany mdahan d’bkinin jga dech yaks roti #narik2 ujung bju roti#..gtu z dech roti..pai..pai.. #pluk rotis# sperti biasa thx bwat krayamu yg ngehibur nue hwatink bwar cerita2 s’lanjut’na ^^b

  12. Aih dr td pengen ngpost comment susah bgt, jaringannya minta d bakar #curhat
    Sica suka sama tae selama 2 taun?waw cinta terpendam ck tp maaf ya sica taeyeon hanya milik tiffany hwang kkk

  13. Ini cerita’a sma kaya Accidentally Love ya???
    Cuma kalau Accidentally Love itu kan dari sudut pandang taeny tp kalau yg ini dari sudut pandang yulsic kan???
    Soal’a jalan cerita’a sama, yuri itu fotografer, jessica itu assisten’a taeyeon, trus tiffany penyanyi, taeyeon direktur, trus mereka mau makan malem di tempat fany makan lg…

  14. gausah komenin ceritanya ya haha enakan ngomenin kamuuuu ^^ hahaha
    dr awal nemu wp ini,sebenernyaaa….aku udh punya feeling sesuatu ama cerita2 kamu *jd ngalor ngidul gini 😀

  15. Waaaah jeng jeng jeng yul mw ketemu sica ya di kantor taeng,thor mar nanti bakalan sempilin sedikit cerita taenynya g??klo bisa sempilin ya meski dikit yayaya*puppy eyes ala taeng(author muntah)*kkkkk

  16. Eaaaa updet YULSIC…!!
    Biar q tebak itu gadis misteriusnya jessica, iya kan iya dong..?? Wkwkwk
    Eh ini critanya ky accdntly love y..?? Jessica sekretarisnya taeng, trz tiffany juga penyanyi..sama perannya ky accdntly love..??apa emang sekuelnya..?? Tapi suka critanya..:D:D
    semangaat thorr..!! Lanjuutt..
    Step sister ditunggu..!! Wkwkwk

  17. Yuri : “Siapa namamu sebenarnya, gadis misterius” ?
    “Namaku gina” *malu-malu* ;;)

    Yeaaaaaah……..
    akhirnya yulsic chapter keluar juga heheheheeee ( ˘ з˘ )
    Sicaaaaa~aahhhh
    Kamu 2 tahun menyimpan perasaan bodoh ke taeyeon? Wow *sesuatuBanget #andai perasaan bodoh itu kamu tujuin ke aku sica *nghayal* (˘_˘”)

    Rotiii it’s mean to be ini side story dari AL ya ??? Wuiiihhh kyk iya ya *jwbSendiri 😛
    Bagus kok roti, karakter yuri yang mencintai sica secara diam2 aku suka banget *penguntit* booookk wkwkwkwk,,,,,
    Lanjuuuut rotiiii……..
    SEMANGKAAA :*

    Oiya satu lagi “balesan koment kamu neh”, kerenku jangan dibawa2 ya, ntar saingan buat dapetin aku makin banyak *pede* #kabooooooooor 😀

  18. WOWOWOWO,,ini part yulsic yg pas accidentaly love itu yak,,
    gpp author roti,,gantian TaeNy ma YulSic nya,,,
    sma” bagus,,,yg pnting ROYAL FAMILY nongol teruss

  19. WOH..INI yg accidentally love versi yulsic ya
    gantian,,TaeNy YulSic TaeNy YulSic
    yg penting mereka dpet kapel masing” deh,,hahaha
    jangan diselingkuhin,,sumpeh kagak rela

  20. Ya….chingguuuuu…aku maunya tetep d panggil ppanyyyy….hueeee…#nagis d pojokan…
    Pokoknya ak maunya d panggil ppanyyy…#pasang puppy eyes#…

    Buat komennya d cerita ini,
    menurut aku ya chinggu cerita ini kayak lanjutan accidentally love tp yg versi yulsicnya..ini mnrt aku loh chinggu….
    Tp ga apa apa ceritanya tetep keren ga kalah sama kisahnya taeny koq…heeheehee

    jangan lama2 ya chinggu next chapnya….
    Fighthing!!!! Mmmmmuaacccc…XD
    Moga aja kita tambah deket ya chinggu…:-D

  21. Hiphip.. Pantes moment Yulsic nya gak di banyakin di Accidentally Love, ternyata dibuatin ff nya..hihiw

    kayaknya bakal banyak POV nya Yuri nih, yaudah saya penasaran sama taktik Yuri aj deh bwt dapatin Ice Princess Jessica #eaaaaaaah
    cemunguth Yuwreee *dor* (lambai bendera)…

    Dtnggu klanjutan nya..

  22. Oh ya, bolehkah minta pw un?
    Chap 6+16??*pasang muka melas

    Kid bener2 baru nemu blog nie seminggu yg lalu *0*
    jd boleh ya? Ne? Ne? Ne?
    Law boleh sms ke sini ya un~ 087713560608
    Law gx boleh, yah gak pa pa sie. . . Gwenchana~ ^0~

  23. brarti yuri dah ktemu sica sbelum brkunjung k kantor tae?
    br tw saya.hhe..
    g bakal nyesel deh dtg k kantor tae.
    ntar bsa tw nama gadis misteriusmu..
    jd penasaran gmana caranya yuri bsa ngalihin hati sica dr tae?
    2tahun gtu lho dpendem. berasa udh mengakar gtu cintanya.hho~
    dtnggu aja lanjutan nya~
    ttep smgt chingu bwt update tiap sabtu.hhe..

  24. wah,. acidently love yulsic version nih,, keren thor,, keren,,

    oh jd si yuri itu udh suka sama si sica toh sebelum dy tau sica itu asistennya tadm,, pantes aja dya protectife bgt sma sica,,
    Update soon thor,, hwaitting,,!!

  25. wah,. acidently love yulsic version nih,, keren thor,, keren,,

    oh jd si yuri itu udh suka sama si sica toh sebelum dy tau sica itu asistennya tae,, pantes aja dya protectife bgt sma sica,,
    Update soon thor,, hwaitting,,!!

  26. oh ternyata yuri udah jatuh cinta ama sica sebelum dia ke kantornya taeng *emang jodoh nih yulsic hehe*
    sabar ya yul bentar lg kamu juga tau siapa nama gadis misterius itu 😛

  27. Sebelumnya salam kenal dulu.
    Annyeonghaseo… ^.^

    ff’a Keeerrreenn bgt,,author’a hebat dah pokoknya ga da yg nandingin.
    Update soon ya thor,,semangat..!? 😉

  28. Yeeyy, aseek! Yulsicnya diupdate jga. *jingkrak2
    0mmo, jd yul itu uda tau sica dr jauh2 hr sbelum dy ktmu dh0tel tempat tiffany nyanyi tu?
    Wuiih, bnar2 stalker sjati neh. Jd ga zbar nunggu crita slanjutny ne. Lanjut Roti!!

  29. AL versi yulsic ya thor
    ehm dr chap awal ini sih udh menarik udh banyak ngebahas gmn kehidupannya si yuri mulai kluarga hingga dia ngagumin si sica
    ehhh thor ini appanya yuri kerjaannya tetep pemilik perusahaan transpotasi kah…? !
    wuidih sica prasaan kamu k tae itu cm sebatas kagum gk lbh hati kamu itu cm buat yuri n hatinya tae itu cm buat ppany*eaaa apadeh aku ini* :p

    chap dpn taeng appa ketemu ppany umma n yuri jg ketemu sica*tuh yul sabar smp chap dpn ya klo penasaran ma nama gadis pujaanmu itu*
    kekeke
    step sisternya tetep ditunggu ya thor
    ^^

  30. Annyeong,,,,,!!!!
    Yeah YULSIC ,, Yuri mnguntit Sica, sbgtukah terpsona nya Yuri ma sica Baby,,,hhee

    Lanjut Yulsic nya Yapp,,,,
    Fightaeng^^
    #mian coment nya gak mutu,,,

  31. akhirnya sequel dari AL update juga ^^
    kalo diliha-lihat posisi yul ama sica sama , sama2 mencintai dalam diam #eeeaaaa
    menarik juga ni cerita , soalnya ini diambil dari side’y YulSic ..
    oke ditunggu next chap’y 🙂

  32. wahhh.. aku terlambat update ceritanya, chingu… aihh.. XD

    kalo baca ff ni.. serasa baca ffnya chingu yg A.L. khusus momentnya YulSic..
    ahahahaha… aku suka.. cuz penasaran moment yulsic di AL kini terbayar sudah..
    chingu tau aja deh..

    tenang aja chingu, aku nnti rajin komen deh.. biar makin semangat.. dan tentunya aku suka ma ff nii…
    okya, ditunggu yahh kelanjutannya..
    keep writing !!! fighting ~ !!!

  33. Fany jadi penyanyi ? aku juga penyanyi, waaah kita sama sama penyanyi, apa jangan jangan kita jodoh #nikahinRotiUnnie .___.

    roti unnie jjang, aku nyanyiin sesuatu ya,, Roti Poly Roti roti Poly *jogetSoKul

  34. marisaaaaaa!
    somehow aku berekspektasi lebih buat ff yang atu ni.
    feelnya kerasa, aku rasa ini lebih baik dari yang kemaren.
    good job!
    6 jempol dah buat roti 😀

  35. Waaaa ini bagian yulsic di AL Yah? #plakk wehehe jadi inget pas adegan dapurnya (?) #di hajar masa.
    Inikah pembayaran YULSIC yg cerita nanggung itu huwaa umma appa semoga kalian ga di buat menderita sama author yg satu ini..hahahaha XD

    Dan untuk unnie ku ini,siap2 memutar otaknya kemabali hehehe..
    Aku di sini setia menunggu karya2 mu berikutnya 🙂

  36. asikasikasik akhirnya main castnya YulSic…
    *YulSicShipperkambuh…hehehe*
    Wahhhh Yul bkln ketemu Sica di kantor taeng…
    Semoga Yuri bisa ketemu ma Sica biar ngak jdi pengagum rahasia lgi…hihihihihi…

    Lanjut author Roti…Fighting \(゜ロ\)(/ロ゜)/

  37. ni ff sebelumny yng Accidentally Love .kan??? .. tpi bedany

    yng Accidentally Love diambil dari sudut pandang taeny tpi ini dari sudut pandang yulsic …

    akankah ada kemiripan???

  38. wohooooo akhirnya dibikin juga yulsic version.
    makasih roti haghaghag …

    masih belum nyangkut sama part awal seperti biasa.
    lanjut next chap yaah xD

  39. Wahhhhh disini ceritanya eomma gue jadi penyanyi *kibasponi* B-) pasti ntar yul ketemu sama sica *semoga* 😀 part 2 udh di update XD *brbbaca*

  40. wow!! ..
    Kerenn! Hihihi suka bngt ama karakter yul d’sini ..
    Inikah janjimu dlu thor??
    Wow! Gk kalah bagus dri taeny kemaren ..
    Mian baru sempet baca komen ..wkwkwkwk
    kangen ama cerita d’wp ini 😀

    Bkalan seru nih next xhap! Yul pasti ktemu sica , ah! Penasaran sangat saya ..fighting

  41. mian baru bisa mampir hehe.,.

    och ni toh cerita yulsic secara detailnya,., wokeh aq lanjut bc chapter selanjut.a lagi,.,

  42. Yulsic. .
    aku rasa yul di sini bkal lbh bersikap gentle nntinya ><
    sica bertepuk sblh tangan ya? tnggu ya sica, ada yul appa kok !

  43. stalker yul,, complicated, masalah keluarga yg runyam, sica betah ya 2 taon begitu, n dia padahal punya bsecret admirer juga :D, pengen liat reaksi taeny ketemuan

  44. aduhh sorry ka author gw numpang ngubek2 ff lu ya. entah gw mlai kecanduan sma ff lu yg sblmnya gw bru ff lu d era ff lu yg step sister kak. pdhl ini ff lu kynya udh lama ya berkiprah d dunia per ffan 😀
    apa gw nya ya yg krg pergaulan. pdhal gw suka bca ff slah stu tmn lu kak. kak ais sma nurin. hadehh hehehe

    gw suka ini cerita yulseekkk nya. yuri secara g langsung jd stalker sika itu mah bhkan smpe naro fto2 hsil jepretannya d kamar. seengganya gw bsa ngebayangin jadi yul sih, gmna rsanya jatuh cinta sma seseorang yg hnya bsa pantau dr jauh n blm mmpnyai keberanian untuk memulai.

    dan sika pun sma ky yul. cinta mati sma taeng tapi jg g pnya keberanian buat ungkapin lbh dlu. bedany mngkin posisi sika udh kenal sma taeng n dket.

    awal chapter keren kak, gw izin lanjut ngubek2 ya kak hehe

  45. gwe tw wanita misterius yg sering di foto yul tuh pasti sica kan thor???
    bkalan cinta sepihak neh biat yul sdngkan sica rasanya ke taeng..uhggg knp harus taeng sichhh!!!!! 😦

  46. Ini semacm bagian dr ff accidantly in love yulsic side ya ??
    Kyk menjelaskan gmana yuri kenal sica,
    Lah yuri anak org kaya to,
    Bsa kan ya nglanjutin prusahaan sbari fotograpi?

  47. Itu jessi tahan amat mendem perasaannya selama 2 taon. Kalau gw mah udh gila pasti tu thor, apalagi prasaan yg dipendem itu k taeyeon, ahh udh gw sosor lgsg itu maah 😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s