It’s Mean to Be (part 4)

Summary: Jessica tidak pernah mencintai Yuri. Hanya satu kalimat itu yang terus terngiang di dalam otaknya. Dia membenci Yuri hingga merasa begitu marah hanya dengan membayangkan wajahnya. Yuri, menyadari kenyataan itu, kini telah memikirkan rencana-rencana baru yang mungkin akan meredakan segalanya, membuat Jessica belajar membuka sedikit hatinya.

 “Kau mau belajar untuk mencintaiku, dan aku akan mengelilingi dunia bersamamu.”

Title: It’s Mean To Be

Genree: Romance, Drama, Yuri

Main cast: Yulsic, Taeny, SNSD Member

Addition cast: Donghae (Super Junior), Appa, Victoria

Warning: Yuri, 18+

Enjoy…

 

Part 4

Jessica POV

Kau tahu mengapa cinta begitu bodoh?

Karena tidak ada saluran tepat untuk mengkondisikan otak dan perasaan di saat yang bersamaan. Jangan pernah bermain dengan emosi jika kau ingin tetap pintar, atau kau akan semakin bodoh di buatnya.

Sudah 765 hari aku jatuh cinta pada direkturku. Tepat ketika hari pertama, aku mendengar hentakan Heelsnya ketika memasuki ruang interview. Dan hari itu aku memutuskan untuk mencintainya. Kau tahu kenapa itu terdengar bodoh? Karena dia tidak pernah melihatku sedikitpun. Sedikitpun.

Aku bodoh, karena aku menulis diary ini lagi-lagi dengan sekantung besar air mata yang terus mengalir di wajahku. Benar. Ini benar-benar bodoh. Entah sudah berapa banyak air mata yang kuhabiskan dalam malam melankolis semacam ini. cih. Mengesalkan sekali.

Atau bagaimana dengan gadis cantik menyebalkan yang baru kutemui beberapa hari yang lalu? Aku tidak lagi merasa bodoh, aku merasa idiot. Sangat idiot ketika berhadapan dengannya. Oke, aku tahu, seharusnya aku berhenti menulis di atas diary sialan ini sejak dia berhasil mencurinya dari dalam ruang kerjaku, memaksaku melakukan sesi pemotretan hanya dengan dua potong pakaian dalam menempel di tubuhku. Ini benar-benar. Menggelikan. Aku masih bisa merasakan sengatan itu di perutku setiap kali mengingat kejadian yang membuatku ingin membunuh diriku sendiri.

“Karena aku mencintaimu, dan sebesar cintamu pada Taeyeon, sebesar itu hatiku selalu terasa sakit karenanya.”

Aku masih mengingat lekat kata demi kata yang diucapkannya. Serius. Alih-alih membuatku merasa simpatik, aku merasa kian benci padanya. Aku hanya terlalu terluka hingga tidak mampu menjawabnya saat itu, dan sangat disayangkan aku tidak memegang senjata apapun untuk melempar kepalanya. Jika saja saat itu aku mampu menjawabnya, tidak ada kalimat lain yang mungkin akan lebih cantik untuk kuucapkan selain.. “BERMIMPILAH KAU!” lalu melemparkan benda keras apapun tepat di hidungnya. Itu akan menyenangkan. Andai saja…

Aku termenung sejenak. Krystal telah mematikan seluruh lampu kamar, sehingga aku hanya dapat mengandalkan lampu tidur kecil berbentuk kucing bermata biru yang sangat lucu. Seperti malam-malam biasanya, aku akan menghabiskan berjam-jam waktu sebelum tidur hingga larut terpaku dengan buku kecil bergambar ini. Aku mengakui ini kebiasaan yang sedikit aneh untuk seorang gadis yang telah berkarir sepertiku. Aku menggigit ujung pensilku, tanpa tahu hendak menulis hinaan semacam apa lagi untuk gadis menyebalkan itu. Hingga kupikir, ini cukup. Dan tentu saja, aku sangat berharap dia tidak akan lagi pernah menemuiku seumur hidupku.

Mungkin kau bertanya-tanya, atau aku sedikit lupa menceritakannya. aku pernah menjadi seorang gadis kecil yang menikmati terlalu banyak asupan dongeng-dongeng klasik picisan mengenai putri tidur cantik dan seorang pangeran tampan. Hingga ketika aku beranjak dewasa, aku mempercayai mitos kampungan itu, bahwa seorang putri cantik, akan selalu bersama dengan pangeran mempesonanya, berambut pirang dan berkuda putih mungkin saja?

Jika saja, dongeng-dongeng pasaran itu kembali menceritakan kehidupan di balik kisah mengesalkan mengenai putri cantik yang bertemu pangeran tampannya-bernyanyi diatas kereta-apel merah penyihir jahat-ciuman ajaib-pernikahan.

Yang benar saja? Kau jatuh cinta dalam durasi satu jam empat puluh menit sebuah film dongeng lama?

Bagaimana jika putri cantik itu disiksa oleh ibu mertua di dalam istana? Atau ternyata sperma si pangeran tampan tidak memiliki kapasitas untuk membuahi putri cantik itu? apa yang terjadi? Apakah mereka akan bercerai dan melakukan jumpa pers dengan seluruh rakyat dongeng sialan itu?

Tidak ada sedikitpun realita di dalamnya. Doktrinasi berlebihan akan nilai sebuah kebahagiaan yang disuntikan secara terus-menerus kedalam kepala anak-anak kecil. Karena ketika aku beranjak remaja, aku hanya tahu. Aku tidak pernah memiliki pangeran tampan itu.

Taeyeon seorang wanita anggun dan mempesona. Aku seorang asisten cantik yang bekerja padanya. Kami terlahir dalam gender yang sama. Dalam budaya-budaya sama yang telah ditetapkan oleh seluruh dunia hanya untuk kaum perempuan. Aku mengaguminya, dalam konteks berlebih. Aku mencintainya.

Aku yang selalu menggambarkan rasa cintaku sebagai suatu kebetulan. Pembenaran. Bahwa kami memang ditakdirkan untuk dipertemukan. Aku bukanlah manusia ajaib yang mampu mengendalikan segalanya, jangankan perasaanku yang tak terbendung, aku bahkan tidak bisa mengendalikan hari yang sangat buruk di kantor. Aku hanya tidak dapat mengendalikannya. Semua terjadi begitu saja.

Karena aku tidak pernah memilih untuk mencintainya.

Aku tidak pernah memilihnya untuk menjadi cinta pertamaku. Atau seperti sebuah penjelas orientasi seksualku yang sesungguhnya. Aku hampir tidak pernah memikirkannya. Aku hanya tahu, bahwa aku mencintainya, meski kami tidak pernah saling mencintai, atau bahkan mungkin dia tidak pernah ditakdirkan untukku. Aku hanya terlalu terbiasa menikmati rasa sakit itu.

Aku memasuki rentang usia kedewasaan untuk memantapkan segala keputusan yang telah kumiliki. Dan kini aku tengah melaluinya.

Melewati masa remaja tanpa rasa cinta, tanpa rasa dicintai, bukanlah sebuah pengalaman luar biasa sebagai bekalku di masa kini. Namun aku tahu, aku akan terus belajar untuk memahami diriku sendiri.

Aku melangkah perlahan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun di dalam keheningan. Membuka lemari kecilku dengan sangat perlahan, mengambil benda yang telah kukenal betul. Aroma yang selalu mengisi rasa keingin tahuan di sudut hatiku yang terdalam.

Di suatu malam yang dingin, ketika hatiku terasa sesak hingga bahkan membuatku hampir tak bisa bernafas. Menangis di dalam keremangan kamar dan menuliskan kata demi kata ke atas buku harianku terasa tidak lagi cukup. Aku berjalan, dan menangis. Melepaskan segalanya.

Kau akan merasa seperti itu, ketika ribuan masalah datang bertubi membunuh seluruh ruang gerakmu. Tanpa kau tahu harus bersandar kemana. Karena, ironis, masalah-masalah itu datang menimpa pundakmu, menunggumu untuk menyelesaikan segalanya hingga kehidupanmu dapat kembali tenang seperti sebelumnya. Aku tidak sanggup, atau aku berpikir aku tidak pernah sanggup mengatasinya. Dan aku menangis.

Seseorang meninggalkan benda ini untukku. Kejadian yang cukup janggal, sekali dalam hidupku. Aroma parfum yang kini telah meluruh dalam kepengapan lemari kecil pakaianku, masih dapat terhirup dengan jelas oleh memori otakku. Jaket ini. Tidak berwajah. Jujur saja, terkadang aku membayangkan seorang pria tampan dengan rambut hitam dan postur tubuh yang tinggi menghampiri ketika aku tertidur, seorang pria yang memang ditakdirkan untuk bersama denganku. Kurasa semua akan terasa lebih mudah. Aku akan menikah dengannya, melupakan Taeyeon selamanya, dan kami akan memiliki sebuah keluarga bahagia bersama.

Namun tentu saja, hingga hari ini aku tidak mengetahui siapa pemiliknya. Aku terbangun dengan mata sembab, dan kepala yang terasa begitu berat. Langit subuh yang terlihat jingga dan hanya ada sedikit petugas jalanan berlalu lalang di sekitar taman. Tidak ada seorangpun hari itu. aku sendirian.

“Unnie…” kudengar Krystal menguap, sebelum menoleh ke arahku, dia membalikan tubuhnya, matanya redup oleh sisa kantuk yang dipaksakan menghilang dari wajahnya, dia tersenyum. “… kupikir ini sudah sangat larut.”

“Banyak hal yang kupikirkan..” aku tersenyum padanya.

“Resiko kedewasaan, huh?” ujarnya parau. “Sekolah mengadakan festival hutan bersama dua minggu lagi. Apa aku bisa mengikutinya?”

“Kau butuh uang?”

Dia mengangguk. Terlihat berpikir keras. “Aku tidak perlu mengikutinya, jika…”

“Aku akan memberikan uangnya padamu minggu ini.” aku tersenyum, menghampirinya yang masih berbaring tenang di atas tempat tidur. Merasakan helai rambutnya di sela jemariku. Aku sangat menyayangi adik menyebalkan ini.

“Kau tahu, terkadang kau sangat menyebalkan.” Aku merutuk kesal saat dia mengucapkannya. “Tapi tentu saja, kau sangat sayang padaku.”

“Aku tahu kau juga sayang padaku.” aku memekik kecil merasa sedikit geli ketika kami saling mengucap sayang seperti ini. “Dan kau harus tidur sekarang, karena kau akan bangun sangat pagi besok.”

“Tentu saja, kau yang membangunkanku.” Ujarnya dengan sedikit kesal. “Selamat tidur, Unnie.”

“Selamat tidur, adik kecil..” aku mengecup puncak kepalanya, sebelum memutuskan untuk berbaring dalam tidur yang nyenyak malam ini. Memeluk jaket itu, merasakan jahitan yang halus, dan bulu-bulu lembut di bagian kerahnya. Selalu terasa menenangkan untukku.

OoooooooO

Yuri POV

Aku terpaku. Menatap layar hitam itu sejenak. Pagi masih begitu muda, dan aku telah terbangun dengan wajah yang begini suntuk. Sudah ratusan kali aku melihatnya sejak sore itu. ratusan kali aku mencermati hasil pemotretan bersama Jessica. Dia benar-benar mempesona, hingga aku merasa begitu percaya diri atas hasil gambar yang kudapatkan. Aku yang berbakat, atau pesonanya yang begitu anggun telah merasuk kedalam setiap inci tubuhnya.

Lebam di pipiku atas tamparan itu masih kurasakan sengatannya. Bukan hanya perih di sana, tapi sakit yang terasa menyengat di dalam hatiku. terasa lebih membunuh dari apapun. Aku tidak pernah mendapatkan tamparan seperti ini sebelumnya. Tanpa kusadari, aku kembali menyentuh luka itu. Merajam memoriku ketika tangan cantik itu dapat menjadi begitu kasar. Dia terluka, sama seperti aku yang terluka.

Kepuasan ini terbayar mahal. Dia membenciku, benar-benar membenciku. Aku menyatakan rasa cintaku, dan dia terlihat sangat jijik padaku. berjalan tergesa keluar dari dalam ruangan itu, tanpa berucap sepatah katapun. Aku menatap nanar punggungnya ketika berjalan kian menjauh, aku tidak tahu apa lagi yang harus kuucapkan padanya. Aku salah, jika berpikir dia akan menerimanya dengan sebuah pelukan hangat, atau ciuman kecil. Dia hanya sangat membenciku, hingga ingin menghancurkanku ke tulang rusuk. Melenyapkanku dari muka bumi ini.

Aku tersenyum sinis.

Aku tidak memiliki banyak pilihan selain mencintainya, dan harus mendapatkannya.

Namun aku bisa memberinya satu pilihan lain selain membenciku. Belajar untuk mencintaiku. Aku hanya tahu kita akan selalu saling memiliki.

Dan tentu saja, ada yang harus kulakukan untuk itu.

OooooooO

Helai-helai rambut putih, berkilauan kala tertimpa cahaya matahari yang menelusup melalui jendela besar gedung pencakar langit ini. berdiri di atas dunia, ada sebuah kebanggan yang membuncah di dalam hatinya. Pria itu tersenyum kecil.

“Kerajaan ini akan berdiri selamanya..” gumamnya. Memandang hamparan kota yang terlihat begitu sederhana, ketika dia telah menaklukan hampir seluruh negaranya. Ketika kerja kerasnya membawanya ke puncak kehidupan.

Menikmati masa tua dalam kemegahan dan kekuasaan.

Balutan sutra yang membungkus tubuh ringkihnya. Dominasi logika yang membuatnya menyembunyikan segalanya, penyakit jahanam menggerogoti tubuh tuanya. Dia tahu, tidak banyak waktu yang di milikinya. Persetan dengan anak yang selalu di dambakannya untuk bisa turut dan tunduk di bawah kakinya, berubah semakin mirip dengannya. Pembangkang, pelawan, pejuang, tentu saja, pemain yang sangat handal.

Senyumnya kian merekah.

Itu yang selalu dia cari..

Itu yang dia cari dalam diri seorang pemimpin. Dia tahu, kharisma itu di miliki oleh putri bungsu yang selalu di andalkannya.

Hanya satu hal yang kini membelenggu pikirannya, bagaimana melunakan sifat keras itu, menjatuhkannya, membuatnya berlutut tepat di kakinya.

Tidak akan. Tidak akan ada yang bisa menjalankan perusahaan itu selain Kwon Yuri.

Membuat sebuah keputusan-keputusan besar, tidak akan selalu membutuhkan logika dan kecerdasan yang luar biasa. Bahkan dalam kebanyakan kasus, itu hanya akan menjerumuskan seluruh rencanamu. Ketika instingnya menunjuk Yuri sebagai satu-satunya pewaris ideal, maka dia harus mengikutinya.

“Aku tahu yang terbaik untukmu, Kwon Yuri..”

OooooooO

Jessica POV

Sebuah rutinitas, yang sangat kucintai. Ketika aku kembali berhadapan dengan aroma kantor yang begitu familiar, hembusan pendingin ruangan yang menusuk, dan keriuhan suasana para staff dengan gosip-gosip pagi hari yang begitu hangat bagi mereka. Aku melakukan kegiatan biasanya, membuat secangkir kopi untuk Taeyeon. Semoga saja, tanpa Donghae yang lagi-lagi harus kembali mengejekku.

Sungguh tepat sesuai dugaanku, dia akan sangat terlambat pagi ini. aku menaruh cangkirnya di atas meja. Membiarkannya suhunya mendingin begitu saja. Jujur saja, aku merasa sangat kosong pagi ini. sedikit semangat dan optimisme. Bukan sebuah awal yang cukup baik bagi harimu.

Aku mengeluh, kemudian mengerang kesal menatap file-file yang tertumpuk di atas meja. Suatu hal yagn sedikit jarang kulakukan, merutuk atas pekerjaan yang kupikir amat kucintai ini.

Kurasakan ponselku berdering dari dalam tas, aku meraihnya, mendapati sebuah pesan singkat di dalam sana.

Secangkir kopi akan menghangatkan harimu.. 😀  –Yuri-

Aku mengernyitkan kening, menatap nomor itu menari di layarku saja, sudah cukup membuatku ingin melempar ponselku ke dinding hingga hancur berantakan. Aku berdecak kesal, kembali menaruh benda itu ke dalam tas, dan memulai hariku dengan tenggelam di dalam tumpukan pekerjaan yang tidak pernah habis. Rasanya untuk seumur hidupku.

Waktu berlalu begitu cepat, hingga tak kusadari satu jam telah berlalu, sejak terakhir aku tiba di ruangan ini. aku melirik jam tanganku, Taeyeon masih belum menampakan batang hidungnya, sesuatu yang sedikit mengherankan. Tentu saja, bayangan itu akan kembali menghampiri pikiranku. Mereka tengah bersama di suatu tempat, bercengkrama, menghabiskan waktu, berbagi kasih. Oh yeah. Tentu saja, meninggalkanku yang kian menderita di ruangan ini.

Tok..tok…

Aku menoleh.

Oh tidak. jangan dia.. Demi Tuhan, jangan dia lagi.

“Apa yang kau lakukan, huh?” tanyaku sedikit ketus. Jujur saja, aku terkejut. Aku kesal, atas kehadirannya yang sungguh tiba-tiba ini.

“Kau tidak membalas pesanku.”

“Apa itu sebuah alasan kau bisa memasuki ruang kerjaku begitu saja?!”

Dia meringis, menggaruk kepalanya, terlihat kebingungan. Entahlah, dia tampak begitu idiot. Dan mengesalkan di saat yang bersamaan. “Maafkan aku..”

Aku terdiam, menunggu kalimat yang hendak diucapkan selanjutnya. Permintaan maaf. Rasa marah itu masih mengendap dan membara di dalam hatiku. semoga tidak meledak kembali pagi ini. jangan biarkan orang itu merusak hariku untuk yang kesekian kalinya.

“Sungguh, maafkan aku. Aku tidak berniat melakukan itu..”

“Tidak berniat? Kau terlihat merencanakan segalanya dengan sangat matang!” ayolah Jessica, tahan amarahmu. “…itu sangat memalukan untukku!”

“Aku tahu..” kini dia menunduk, menatap ujung sepatunya. Seperti anak kecil yang takut telah tertangkap merusakan vas bunga ibunya. “…maka itu aku datang untuk meminta maaf padamu.” Ujarnya muram.

“Aku hanya tidak ingin lagi melihat wajahmu, tidak bisakah kau mewujudkannya?” aku menghela nafas, berkata padanya. Mewakilkan seluruh kelelahan bahwa aku telah begitu sabar menghadapinya yang begini mengesalkan.

Sejenak keheningan menjerat aku dan dia yang kini tengah berdiri canggung. Tidak seharusnya aku melakukan ini, namun jujur saja, wajah memelas itu telah berhasil meluruhkan rasa simpatiku. Membuatku berusaha untuk melupakan seluruh kejadian di hari yang lalu. “Baiklah, aku akan memaafkanmu. Dan aku serius, aku tidak ingin lagi melihatmu.”

“Kalau begitu wujudkan permintaanku ini..” Dia mengangkat wajahnya, dan kini tersenyum kekanakan kepadaku.

Oh sial.

Dia sangat manis ketika tersenyum.

Aku mengalihkan pandanganku, aku tahu dia menguasai segala ilmu ajaib yang dapat menjerat orang lain dalam waktu sekejapan. Sepertiku. Aku benar-benar harus menjauh dari pandangan matanya yang selalu terlihat dalam ketika menatapku.

“Apa yang kau mau?” tanyaku muram.

“Aku ingin mengajakmu minum kopi.”

“Aku harus bekerja.”

“Aku akan menunggumu, hingga kau menyelesaikan jam kerjamu.”

“Aku berniat menghabiskan waktu lembur di kantor hari ini.” ujarku lagi dengan sedikit kesal.

“Aku akan menunggu..” Kini dia berucap dengan rasa antusias yang sedikit berlebihan. Aku mengalihkan pandanganku, kembali menatapnya dan memicingkan mata. Menatapnya penuh selidik.

“Kau yakin? Seharian suntuk menungguku?”

“Kau telah memegang janjiku.”

“Dan aku tidak suka kopi.”

“Aku bisa memesankanmu secangkir cokelat hangat. Aku tahu tempat yang tepat untuk itu. percayalah..” Dia kembali tersenyum. “…uhm, aku akan menunggumu di sebelah sana, bolehkah?” Dia menunjuk sofa besar yang memang kuakui sungguh nyaman di dalam ruangan ini. aku hanya mengangkat bahuku, dan kembali fokus dengan pekerjaanku. Mengabaikan keberadaanya, meski sungguh sulit kulakukan.

Aku bertaruh dia tidak akan mampu menungguku hingga jam kerjaku berakhir. Karena entah mengapa, kini aku sangat tertarik untuk bertahan di dalam ruangan ini hingga malam telah pekat. Kita lihat saja…

OooooooO

Yuri POV

Satu.. dua..

Satu.. dua..

Aku menggerakan kakiku maju dan mundur, menghitung satu dan dua untuk sekian ratus kalinya. Tebak, sudah berapa lama aku menghabiskan waktu di tempat ini dengan menghitung ratusan satu dan dua itu? setengah jam. Akh! Aku benar-benar akan mati menghabiskan waktu membosankan semacam ini. Jessica dapat bertahan dengan jari yang terus bergerak di atas keyboard, mata yang tak henti menatap layar komputer, dengan tangan satunya yang kini tengah sibuk membolak-balik sebuah file besar. Tidak mungkin aku dapat bertahan.

“Kau dapat pulang jika bosan..” gumamnya di sela kesibukannya yang membuatnya tidak menjawab sedikitpun pertanyaan yang kulayangkan. Seperti…

“Kapan kau makan siang?”

“Nanti.”

“Apa kau pernah memiliki kekasih semasa sekolah dulu?”

“Tidak.”

“Apa hobimu sebenarnya?”

“Tidak ada.”

“Apa kau selalu terlihat pemarah seperti itu?”

“Tidak juga.”

“Tempat hiburan seperti apa yang kau suka?”

“Tidak tahu.”

“Apa kau memiliki ayah?”

“Tidak.”

“Apa kau suka padaku?”

“Jelas tidak.”

“Bisakah kau menjawabku dengan jawaban lain selain tidak atau tidak juga?”

“Ya.”

“Selain ya?”

“Tidak.”

Argh!

Aku hampir mati dibuatnya.

“Aku akan menunggumu.” Ujarku singkat, jujur saja. Kini aku tengah meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku benar-benar tahan menunggunya hingga jam kerjanya berakhir. Dia benar-benar tahu cara yang tepat untuk menyiksaku. Selain menamparku dengan kekuatan penuh, dia membuatku menunggu. Menunggu di dalam ruang lenggang mengerikan ini.

“Kau terlihat sangat tersiksa..”

Apa ini perasaanku saja, atau dia benar-benar tengah mengulum senyumnya yang cantik itu? oke. luar biasa. Mungkin ini sebuah pembalasan yang tepat untuk tingkahku yang selalu menyebalkan padanya.

“Ijinkan aku melukis wajahmu…”

Akhirnya. Setelah sekian lama dia menolak untuk menatap wajahku! Kini dia menoleh! Mengernyitkan keningnya dengan penuh kebingungan. “Kau dapat melukis sesuatu?”

“Ehm, sesuatu? Aku dapat melukismu.” Ujarku sedikit ragu. Kemudian aku tersenyum dengan penuh rasa bangga di dalam hatiku. jujur saja, kemampuanku dalam seni lukis ini seringkali menimbulkan decak kagum bagi orang lain yang mendengarnya. “Ehem. Tidak terlalu pandai, tapi tentu saja, lukisanku pernah terpajang di sebuah galeri besar di Paris.”

“Taeyeon suka melukis..” Dia kembali mengalihkan pandangannya.

Narsismeku kali ini sangat jauh dari sasaran. Aku tahu. Aku tahu Taeyeon dapat melukis, aku hanya tidak tahu bahwa Jessica begitu mengamatinya. Aku terdiam, menelan kegetiran itu kedalam sudut hatiku yang terdalam. Aku tersenyum jenaka kepadanya.

“Aku bisa melukis lebih indah darinya.”

“Lukisannya selalu menjadi yang terindah di mataku.” ujarnya sendu.

Sial sial. Jika saja aku memiliki sedikit keberanian untuk memeluknya. Membiarkannya melepaskan segalanya di dalam pelukan hangatku. Aku hanya terlalu pengecut untuk melakukannya.

Aku mengabaikan kalimat muram itu, mengambil selembar kertas dan sebatang pensil dari atas mejanya, kembali duduk di sofa nyamanku. Mulai menggoreskan setiap lekuk keindahan wajahnya ke atas kertas.

“Tersenyumlah, Jessica. Aku tidak ingin melukis wajah yang sendu.” Ujarku, berusaha terdengar lembut. Memeluknya secara kasat mata melalui tutur kata yang kuharap dapat menenangkannya.

Dia tersenyum kecil, menatapku sekilas, membuat rasa bahagia yang tidak pernah kubayangkan membuncah di dalam hatiku. Jika saja dia ingin tersenyum sedikit lebih lama, mungkin aku akan segera memeluknya sekarang juga.

Aku kembali tenggelam dalam tarian jari-jariku yang telah sibuk bercumbu dengan sebatang pensil ini.

“Bagaimana jika Taeyeon memiliki hubungan khusus dengan Tiffany?” Gumamku di sela-sela kegiatanku kini.

“Entahlah..” Jessica menghentikan gerakan jarinya yang masih sibuk mengetikan sesuatu, terlihat berpikir keras. “…aku akan menceritakannya pada buku harianku?”

“Bodoh.” Ucapku lembut. “Itu artinya, dia bukanlah yang terbaik untukmu. Itu artinya, saat bagimu untuk membuka mata dan hatimu, memberikan orang lain kesempatan menelusup kedalamnya.”

“Membuka hatiku untukmu?” tanyanya. “…kau benar-benar mencintaiku?”

Deg.

Aku tidak suka topik ini. Menelanjangi hatiku di hadapannya. Pertanyaan singkat, yang membuahkan hari-hari menyakitkan di dalam keremangan kamarku. Sebuah perenungan panjang hingga aku memutuskan bahwa aku telah jatuh sangat dalam untuknya. Aku mengangkat wajahku.

“Apa itu penting untukmu?”

Dia menggelengkan kepalanya. “Tidak juga. Aku hanya ingin tahu mengapa Taeyeon tidak bisa mencintaiku sedikitpun. Dan apa yang membuatmu mencintaiku sedangkan Taeyeon tidak?”

Kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku?

Aku mungkin terlalu tangguh untuk menangis menghadapi rasa sakit dan cemburu semacam ini. Namun kuakui. Rasanya sungguh sakit. Sakit ketika dia bersikap seolah-olah aku hanyalah seorang teman yang berada di dalam daftar terakhir memorinya. Tidak penting, tidak berarti.

“Kau tidak menyadarinya? Kau benar-benar membosankan! Tidak ada yang menarik sedikitpun darimu. Tubuhmu terlalu kurus, wajahmu tidak secantik artis itu, dan kau tahu yang terpenting? Kau tidak memiliki aura yang menarik, semenarik dirinya. Kurasa itu bukan suatu hal untuk dipertanyakan.”

Kau tidak pernah membosankan bagiku. Kau cantik, kau terlalu menarik, hingga selalu mengganggu setiap tidur-tidur malamku. Kau memiliki kharisma, wajah yang sendu, dan senyuman cerah yang bahkan dapat menghangatkan seluruh hatiku. aku hanya berbohong, untuk melukaimu. Rasa sakit ini terlalu memenuhiku, aku tahu aku mengesalkan. Aku menyakitinya, karena dia telah menyakitiku, bahkan tanpa sedikitpun menyadarinya.

“Kau tahu, Kwon Yuri? Kau benar-benar gadis yang menyebalkan!”

“Aku tahu itu.” kini aku menyeringai nakal padanya. Menggodanya dengan arogansiku yang mengesalkan. “Cepatlah selesaikan pekerjaanmu, aku tidak tahan lagi berlama-lama di tempat mengerikan ini.”

Aku kembali terpaku dengan kertas putih yang kini telah dipenuhi oleh siluet wajahnya yang tersenyum cerah. Senyum yang sungguh berbeda, meski senyum itu bukan untukku. Aku yang membentuknya. Aku membuatnya tersenyum.

Tanpa kusadari, setitik air menetes ke atas kertas di pangkuanku. Tidak boleh ada sedikitpun air mata yang menetes dariku. Itu hanya menunjukan kelemahan yang tidak berarti. Dengan cepat aku segera menghapus air mata itu. menutup sisi wajahku dengan helai-helai rambutku. Menyelesaikan waktu yang kian lama kian membunuhku.

Aku akan menunggumu, Jessica.

Menunggumu untuk belajar mencintaiku. Dengan penuh.

OooooooO

Jessica POV

Kau tahu. Ada sedikit hal yang menarik tentang gadis yang tengah sibuk di sisiku. Dia mencintai kenangan. Dia tidak pernah ingin melewati sedikitpun kenangan yang melintas dalam harinya dengan kamera besar itu.

Kakiku menjuntai, mengayun di atas gedung yang sangat tinggi. Menatap hamparan kota yang sungguh indah dan terang. Seperti tidak pernah ada malam dalam duniaku. Suara blitz kamera tidak berhenti sedari tadi, seperti dia tidak pernah bosan untuk melakukannya berulang kali.

“Kau tidak bosan, huh?” tanyaku dengan sedikit kesal saat dia begitu sibuk dalam dunianya.

“Tentu saja tidak.” jawabnya cuek. Kemudian menoleh kearahku. “Apa kau membutuhkan perhatianku?” seringai nakal itu kembali menghiasi wajahnya. Ugh. Aku membenci ekspresi itu.

“Aku tidak membutuhkannya. Disini dingin.. aku ingin pulang..” aku merajuk kesal padanya.

“Ehm, beberapa menit lagi kita pulang. Jangan sekarang, oke?” Dari sudut mataku, aku dapat melihat gerak-geriknya, melepaskan jaket yang tidak pernah absen dikenakannya, lalu memberikan benda itu padaku. Hembusan angin malam begitu menusuk hingga ke permukaan tulangku. Membuat rasa yang sedikit ngilu dan menggigilkan tubuhku. Aku tidak menolak pemberiannya, dan segera memakai jaket itu. Harum yang familiar terhirup olehku. Familiar, hanya saja aku sedikit lupa, dimana aku pernah mencium harum semacam ini.

“Kau berjanji mengajakku minum di kedai kopi, dan berakhir menjebakku bersamamu di tempat ini.”

Dia tertawa kecil, tawa yang terdengar menyenangkan di telingaku. “Anggap saja ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu.”

“Apa? Apa kau menderita sakit kanker dan waktu hidupmu hanya tersisa sehari lagi? benarkah?”

“Harapan terbesarmu, huh? Tidak perlu melihat wajahku lagi.”

“Memang.”

Aku menggosok-gosokan kedua telapak tanganku, berusaha menghilangkan rasa dingin itu dalam gesekan yang menghangatkan. Dia meraih sebelah tanganku, menggenggamnya. Terasa hangat, dan nyaman. Aku membiarkannya, dan menikmati malam yang indah bersamanya, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya.

“Apa impianmu sebenarnya?” tanyanya dengan suara yang terdengar parau.

“Ehm..” aku terdiam sejenak, membiarkan kenangan-kenangan itu melintasi dalam jalur memoriku. “…dulu, ketika aku masih sangat kecil, aku bermimpi menikahi seorang pria tampan yang kaya.”

“Materi, huh?”

Aku mengabaikan komentar singkatnya yang terdengar menjengkelkan. “…kini aku bermimpi dapat hidup selamanya di sisi Taeyeon. Anehkah?”

“Aneh. Jika Taeyeon tidak pernah mencintaimu. Itu aneh.”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku ingin mengelilingi seluruh dunia.” Dia tersenyum, terlihat begitu teduh. Khayalan-khayalan semu yang kupastikan sangat indah tengah membayang di matanya. “Ada begitu banyak tempat, kehidupan, budaya, yang sangat menarik untuk kusinggahi. Kau bahkan tidak menyangka ada tempat yang sungguh indah di kota ini, bukan?”

Aku hanya menggeleng perlahan.

“Aku suka mengabadikan kenangan, ketika aku menyatu dengan kameraku, ketika aku dapat menjadikannya sebuah karya seni yang sungguh berharga. Aku suka kebebasan.”

“Oh, itu sangat terlihat.” Ujarku sedikit sinis.

“Kau mungkin tidak percaya aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya.” Aku membelalakan mataku, berusaha terlihat terkejut. Aku hanya tidak pernah mempercayai seluruh perkataannya. “Orang-orang itu datang, singgah, memberikan kenangan, dan pergi. Tanpa kesan yang berarti. Aku arogan, aku egois, aku senang mempermainkan orang-orang yang menggilaiku. Itu benar. Namun aku tidak pernah jatuh cinta pada satupun diantara mereka.”

Aku termenung. “Apa kau benar jatuh cinta padaku?” aku menatap matanya, mencari secercah kejujuran di dalamnya. Dia hanya mengangguk. Kemudian mengalihkan pandangannya, terlihat begitu rapuh. “Aku tidak menarik. Bagaimana mungkin kau jatuh cinta padaku?”

Dia menatapku, dengan intensitas yang kurasa sedikit berlebihan. Seperti, menelusuri setiap lekuk wajahku, tanpa melewatkan sedikit inci dari sana. “Kau cantik.”

“Lebih cantik darimu?”

“Entahlah..” Dia tertawa kini, menepuk lenganku atas pertanyaan idiot itu. “…kau hanya harus lebih sering tersenyum padaku.”

“Ugh, itu tidak mungkin terjadi.”

Sejenak keheningan menelusup di antara kami, hangat nafasku menguap, menimbulkan kabut di sekitar wajahku. Genggaman tangannya kian erat kurasakan.

“Kau tahu apa impian terbesarku, Jessica?” Dia mengangkat tanganku dalam genggamannya. “Kau mau belajar untuk mencintaiku, dan aku akan mengelilingi dunia bersamamu.”

“Aku tidak mungkin bisa melakukannya…” aku menghela nafas, memberikan tatapan itu. tatapan simpatik yang kuharap dapat menenangkan hatinya. Memberinya kesempatan untuk berhenti berharap.

“Kau akan melakukannya, Jessica. Aku tahu kita ditakdirkan untuk bersama.”

“Kumohon jangan katakan itu…”

“Kau hanya perlu menelusuri hatimu lebih jauh. Bukan Taeyeon yang ada di dalam sana, tapi aku.”

Menelusuri hatiku?

Aku mengerti apa yang kurasakan, aku dapat memahami emosi yang selalu bergumul ketika melihat Taeyeon melangkah masuk ke dalam ruangan kerjaku. Aku mencintainya, aku mengaguminya.

“Maafkan aku membuatmu kedinginan. Ayo kita pulang..” Dia tersenyum dan bangkit berdiri, menarik tanganku untuk mengikutinya.

Dalam riuhnya malam. Gemuruh hatiku mereda, meninggalkan rasa bingung yang menjengahkan. Haruskah aku menelusuri kembali rasa-rasa yang telah pecah menancap di hatiku?

OooooooO

 

Hem. Oke. enggghhhhh……

 

Maapkan aku. Udah ninggalin kalian segini lama. Tapi serius deh, tadinya gue mau komit bakal nyelesaiin ceritanya dulu sebelum di publish ke wordpress. Menghindari hal-hal yang mungkin terjadi seperti, hiatus kelamaan. Beneran, gue ngerasa kayak gubernur yang lagi membagikan janji-janji palsu buat bikin MRT ke masyarakat. Gue gak mau PHP-in lagi deh. HAHAHAHA. Makanya minggu ini gue publish.

 

Semoga menemani malam minggu kalian yang menyedihkan. Eheng. Oke. malam minggu gue yang menyedihkan. Anyway, yang tinggal di Jakarta, roti gue buka outlet di GMplaza. Kapan-kapan maen ya, sapa tau ketemu sama gue, yang mau foto bareng sama minta tanda-tangan wajib beli roti gue.. #digampar

 

Fyi, ini cerita udah sampe part 6 setengah di folder gue. Mengenai NC, masih jadi rahasia di chapter berapa. *alah* ditunggu part-part selanjutnya eaaaa.. part lima bakal ada adegan sweet-sweetnya, anggap aja part 4 pemanasan dolo. Oceh.

 

Gue mo balesin komen-komen kalian kalau begitu. muah..

 

guardianzen: HA HA HA HA. BUKAN TELAT LAGI! tapi gue hiatus sebulan. Dah kelewatan banget. makasih ya udah berkunjung dan komen.. hehehehe

 

drarrykaishin: Angkuh tapi rapuh…………….. aduh. Kayak baca puisi deh. HUAHAHA. Iya, emang pas settingan taengsic itu mau gak mau kusamain hehehe. Ya emang sih beberapa chapter kedepan, konfliknya bakal lebih membahana kayak acara show imah. Ditunggu ya tante teteh. Muah.

 

Han ji hwa hee : dia lagi melancarkan rencana-rencana ekstrim biar si Sica merhatiin dia ceritanya. Hahahahaha. Eh padahal gue yang nulis tadinya pengen bikin sesuatu loh. Tapi jangan ah, chapter tiga yang kalem-kalem dulu. Ngakngakngak.  makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

nuriiiin : Iya alurnya pelan. Pelan-pelan kayak orang pacaran. Hehehehe makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

Kwon_gorjess.spazzer : HAHAHAHAHAHA.. ini udah kujelasin di chapter ini gin, kalo dia Cuma pake dua potong pakaian dalam. Jadi bayangin yang hitam berenda loh aku. Aduuuuhhh… mayuuuuuuuuuuu!!!!!!!!! Kangen deh sama kamu.. :*

 

navy99blue : PACAR GUE DATENG!!!! Hihihihihihihihihihi… bangga deh gue dipuji-puji ama elo ai. Pengen gue cium aja lo pake roti. Hauahahahahahaha.. maacih ya udah main betewe, males ah di benso. Gak ada yoghurt. Mueheuehehehehehe.

 

Kwon Cacu : ciyus??? Enelan?? Miapahhhh??? Hihihihihi. Kayak apa aja deh pake ngena beud. Hush. Sica udah ngadu ke gue, udah peluk-peluk gue nih… aduh… jadi bayangin. Hauahahahaha. Makasih ya chingu udah main dank omen.. salam cium dari rotiiiii..

 

Kimtaeyeoung : gimana sih rasanya, naksir ama seseorang tapi nyari cara buat dapet perhatian *PENGALAMAN* ya jadinya kayak gitu. Suka freak sendiri, kalo gak pake ngajak brantem ya gitu. Yang di dapur itu ogah. Yang di tempat-tempat aneh itu khusus taeny, yang emang pasangan mesum. Yulsic kayaknya bakal lebih soft deh, minimal tempatnya di area-area aman untuk ber-NC. hauahahaha

 

Lisa : ini bukan jiwa mesum lis. Ini jiwa seni. Menyampaikan kesenian melalui kemesuman. Lo pasti deh lebih ngerti dari gue! Aauahahauahauahaua. Gak sabar gue, gak sabar nge-NC. Hauahaha. Eh yang si gyuri ciuman itu anjir beneran! Hauaha. Tapi Cuma asal nempel gitu. Ya lumayan aja sik. Eheng. Kita bahas di lain tempat deh. muah.

 

Kwon Eya : oh ya? Kamu tinggal di negeri ninja hatori ya???? *krik krik krik* HAHAHAHA. Eya, maap ya telat. Duh aku jadi malu deh sama amuwh. Butuh pelukan kekasih deh kayaknya…ehem. Jomblo. Ehem. Eya jangan bosan-bosan main yaaaaaa.. hehehehe muah. Betewe, fanservice rotvy ya. Ehnggggggggggggggggggggggggggggggg……

 

lovesicababy : enggak. Pokoknya, hubungan mereka bakal kayak lagu melly goeslaw, digantung-gantungin di atas kompor, biar panas-panas sakit asik gitu. Ditunggu aja ya fase-fasenya. Beberapa chapter berikutnya kurang enak deh bakalan. Hihihihiiihi. Maaciiihhh..

 

hytae : azeeeeeeeekkkkk…. Pas banget deh. sarapan pagi baca ff roti mah, entar dijamin kenyang. Jangan lupa dicelupin sambel sama mayonnaise ye. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

sonelfishysparkyu : licik demi cinta. Apapun dilakukan. Alah. Hahahaha. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

Sari : makasih sariiiii.. hehehehehe.

 

MeLLocksmitH : meloooooo.. kangen deh sama kamu. Hihihihihi.  makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

Rizky_Hwang : hah? cewek? Seriusan? Kok namanya risky, ganti donk. ganti apa kek yang manis manis. Siti_hwang? Alay_hwang? Akucantik_hwang? Atau Ceweseksi_hwang. Biar gue tau lo cewek. Hauahahhahahahhahaha. *digaplok* lo kira gue hamilin anak siapa, anaknya yuri mau deh. seriusan.

 

bloxtwins : Ciyus? Enelan? Kangen ma akuwh??????? Cenengnyaaaaaaa… Tapi sorry ya, aku hiatus terus. Setelah ini diusahakan aku konsisten apdetnya. Jangan bosen sama ke-hiatusan tiba-tiba ya. Hiks. Makasih hingu udah main.. J

 

soshiff9 (@Sasyaa95): sama kayak muka gue yang ketempel terus di hati lo ya sya. Aaaauuuuwwwwwwww.. jadi mayu deh. 😉 cium dulu sini cium dulu. Eheng. Iya ini yulsiccccc… maacih ya udah komen.

 

Kwon ria : astaga. Gue pikir hulk lewat ada suara gedung runtuh, tauknya elo gebrak meja. Ckckckckckck…../…. *krik* lo mending ngelamar deh jadi pembawa acaranya silet, siapa tau entar nama acara lo jadi lebih membahana. Acara gunting misalnya, jadi kan lebih sesuatu tuh. Tajam setajam gunting. Gimana ria cerita yang ini? kamu suka atau enggak neh? Kalo sama authornya gimana? Authornya seksi gak? Ehem.

 

arin_arindah : jangan penasaran, entar dimasukin hantu loh. Hgggggg. Heheheheh. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

mrz_love_taeny : salah ngomong gue. Harusnya gak gue panggil lo cantik, gue panggil lo seksi. Iyalah gue dateng, gue kan selalu pengen dateng ke hati lo. Ehgnggnnnnggggggg. Gimana chapter kali ini? sukaaa taaaakkkk?? Semoga suka ya. Muah…

SONE : tunggu-tunggu. GUE KETEMU TEMEN! Hauahaha. Eh gue malah dari umur berapa ya, tiga taon kali udah ngerti gitu-gituan. Pas kecilnya gak ngerti, pas abege gue mulai ngerti. Duh lo kalo baca nc yang gue bikin jaman smp gitu gak bedanya ama stensilan yang suka ada di website-website alay pemuas kebutuhan dengan cara yang bikin geli. Soal yulsic, gue punya satu video yang bikin gue jadi suka banget bikin adegan yulsicnya, jadi pas pernah ada salju-salju gitu, tiba-tiba sica nyamperin yuri terus meluk dengan cara posesif gitu. Gue langsung, tek. Yuri bakal gini di cerita gue. Bla-bla bla. Semoga suka ceritanya yaaa… muah.

 

taengppany : ciyuuuuuuusssssss???? Mana poto idungnya, sini donk. mo gue pake, buat ngusir genderuwo di pohon mangga. HAUAHAHAHA. Engh. Si yuri lagi caper gitu sama si sica ceritanya. Hahahaha. Nyetak. Nyetaaaakkkk.. ngebayangin gue. Aduh. Otak.. otak gue ada yang salah.

 

Yeoun12_jean : heh? Ape? Kaca tetangga lo pecah? Lo nyanyi kali kacanya ampe pecahhhhh… bahaya deh…… aduh aku jadi malu ditungguin sama kamuuuuuuuuuuuuuuuuuuww… berarti aku berhasil nih kalo kamu gregetan. Jadi ceneng deh. gimana chapter ini sukaaa?? Ditunggu part limanya yaa..

 

Kim Leztharie sonesElf : hahahahahahaha… dangdut-dangdutan aja deh ente. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

JungHi : wwwooooooogggghhhh!!! Tante tau aja deh si yuri mo megang-megang. Aduh authornya jadi terguncang iman kalo begini cerita sih. Hihiihihiihi.  makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

vanni or vhanny gjecrystyufy : telat bangeeeeuuuuuddd.. kangen yak? Duh jadi malu. Aku juga kangen deh ama kamu. Hehehehehe. Tenang, NC pasti ada kok. Ditunggu aja. kayak yang gue bilang, NC itu kayak penjelas hubungan percintaan. *salah persepsi* makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

Q-SONE : Yeps. Konflik-konflik selanjutnya bakal lebih tentang yuri yang digantungin cintanya sica. Azeeeekkkkk.. semoga suka chapter ini ya. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

yulsic다에밬 : hehehehehe. Ditunggu yaa.. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

yulilovesnsd : gue telat deh balesnya, tapi selamat lebaran juga ya chingguuuuuu.. hehehehhe. Seneng kalo kamu suka ceritanya, ditunggu chapter selanjutnya yaaa..

 

saseumidongsaeng : kakak roti??? Enggak kale. Adek roti donk. gue kan masih muda cantik perawan belia seksi sekali. Masa kakak?????????//ayolah panggil adek. Gue senengnya dipanggil adek. Hauahahahahahahaha. Makasih ya udah main dank omen. Semoga suka chapter ini. 😀

 

yulsictaenyjjang : SSSIIIPPP. makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

yulsic jjang : hehehehehehehehehe.. makasih yaaaa udah suka sama ceritaku, pake kangen lagi. jadi pengen nangis bawang Bombay deh kamu ngomong gitu. Hiks. Semoga suka cerita ini yaaa..

 

Rainy : emang pendek rain. Hauahahahahahahaha… makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

Sunshiner :  makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

DedewKim : hahahahahaa. Siiipp deh.  makasih ya udah berkunjung dan komen..

 

X : apa sih bebiiiiiii.. muah.

 

taengfany : EHEMMMMM… gue juga lagi ngebayangin nih bentuknya gimana. Amboooyyyyy seksi pasti. Hauahahaha. Gimana chapter ini?? semoga suka yaaa…

 

SnsdCouple_Shipper : ihiyyy, kek apa aja deh kejutan-kejutan. Semoga suka sama chapter ini ya chinguuuu.. hehehehehe.. ditunggu lanjutannya.

 

clover : yuri tuh sesuatu banget tauk. Hahaha. Gimana ya. Cool care nya dia itu bikin gue cenut-cenut bawaannya. Hihihihihihi. Iya nih, dapet inspirasi dari satu readers yang ternyata ahli di bidang fotografi. Hehehehe. Iya. Ini bakal lebih panjang dari AL, jadi rentang waktunya itu, bakal lebih lama dari konfliknya taeny. Hahaha. Biasa si yuri lagi caper ama sica. Semoga suka chapter ini ya..

 

ggab_yul : tenang aja, di chapter ini yuri udah agak kaleman kok. Hahahahahaha… ditunggu selanjutnya ya chingu. Muah.

 

koppendtinmyheart : uhuuukkk…. *author no komen*

 

ryne#s0ne : ehhh yanto maeeennn. Idih kangen deh ama yanto. Iya to. Maacih ya udah men. Muuaah.

 

kidchan13knight : oh………. JADI MALU. Hauahauahauahahahahaahaha… gimana si kid. Kamu neh. Yan gada ada aja. abis pake ada knight2nya gitu. Kamuc arid eh flm Spartan, ntr ada cowok-cowok seksi yang perutnya kota-kotak dan pantatanya kemana-mana. Ciyus deh.#

 

YoonAddict : dia kan fotografi gitu. Hauahahaha, jadi dia kayak pengen dapet hasil foto sensual dari si sica. Kalo situasinya kayak gitu. Gue mau donk jadi fotografi juga. Hauahahaha. Semoga suka chapter ini ya….

 

Krystalized : ff yang taeny ya?/ hehhehehe. Itu sabar aja, setelah yulsic kelar langsung dilanjut kok. Maacih ya udah maen. muuah

 

OooooooO

Oke, last words. Thanks ya buat readers yang udah komen dan lagi-lagi menyuntikan semangat buat gue. Hihihihihi. Soal NC, ditunggu aja deh, pokoknya gue pake satu setting tempat yang semoga kalian tahu. Hahahahaha.

Udah ah, ane mo cabut dulu…

Ciao.

Salam roti!

Advertisements

74 thoughts on “It’s Mean to Be (part 4)

  1. satu kata!
    kerennn!!!!!!
    aku suka kata2mu :
    Bagaimana jika putri cantik itu disiksa oleh ibu mertua di dalam istana? Atau ternyata sperma si pangeran tampan tidak memiliki kapasitas untuk membuahi putri cantik itu? apa yang terjadi? Apakah mereka akan bercerai dan melakukan jumpa pers dengan seluruh rakyat dongeng sialan itu?

    feelnya dapet mar.. sekarang aku ngerasa penggunaan bahasa kamu extraordinary deh. jadi seru bacanya..
    ditunggu terus ya roti!
    fighting!

  2. apdeeettt akhirnya hehehe maaapkan dgn sms2 terorku roti #plak…

    fuullll YulSic yaaaa…
    jessimah susah bgt yaaa diluluhkannya,tpi yuri ga boleh ampe khbsan ide bwt ngalihin dunia sicca dri taeng #plak.. apa coba..

    ENCE O.O aiigoo ditunggu ditungguu #jingkrak2 !!

  3. Akhirny, d’lnjut ugha nih ff! Dah, d’tnggu2 lho!
    Btw, kta2 dri smua ff kmu ska n’ gk nyngk mkin k sni mkin gmana gto! Heheh,,,
    2kta ‘aku suka’ aduh2 bngung maw komen p lghee.
    Mf yach, klo gk nymbung nih komenny!
    D’tnggu zha deh! Jngan lma klo bzha!!

  4. lama menunggu akhirnya update juga kau roti,hehe
    jujur makin penasara m cerita ini sica itu benci m yul tp mau di ajak kmana2 keren loe yul
    oiya yul lw km lg liat2 foto sica yg kmren yg…..itu ajak2 dong *kabur*
    oke lanjut roti semangat selalu menanti update mu.

  5. Omg….!
    Betapa senang nya hari ini hati ku.
    Akhirrrrr nya? Akhirnya? Akhirnya #plissdeh
    … Akhirnya #plakk ahhhh yulsic. Sumpah demi apa kata-katanya kerennnnn parah. Yampun thor.. Aku ngefans… Sama tulisan mu thor… Sumpah demi apa coy! Berasa di terbangin ke awan abis itu di lempar lagi ke bumi dan di tarik lagi ke awan bener” dasyattt…!
    :p

  6. wahhhh sukaa sukaa sukaaaa….
    tapi sedih juga sihhh…. kasian yuri apa sica yaahh..

    tau gak thor.. aku nunggu updatenya ampe keriinggg… hheheheheh

    oke dehhh ku tunggu part 5nya… (Reader Setia lohhh )
    aihhh jadi gak sabar,,,

    okay.. author fighting.. semangat nulis ceritanya…. 🙂 🙂

  7. wohoo…. ni cerita karakter tokoh nya kuat banget,, (aku sangat berharap dia tdk akn lg prnh menemuiku seumur hidupku -sica-) ,, ni kta-kta bnr2 epic. g akan kmakan omongan tuh!! neng sica,, he he…o y btw sorry,, bru nyempetin ngomen. dilanjut ya ceritanya ttp d tunggu gpp lama jg^^

  8. ini adalah chapt awal k’romantisan yiiihaaa..
    si yul dach bner2 gedebuk love ma sica ntu mpe rela2 nungguin sica gto..
    dan bwt chapt slanjutnya kyanya bkin w senyum2 sndiri dach.. gk sbar d’tunggu dach yaks nextnya..
    tiap hri ini gw gintip ini WP b’hrap ada post dan w hrus terus b’sbar hoho.. gtu dlu dech yg jlas i miss roti lah pkoke.. thx bwt kryamu yg dach m’nghibur ini ya 🙂

  9. seenaknya aja ya nyuruh orang ganti nama -.-
    gue bilangin emak gue baru rasa nih (?)

    hmmm yulsic mulai ada perkembangan nih….
    semoga yul bisa melelehkan si es ini

    update jangan kelamaan -..-

  10. Ehemm…ahirnya apdet juga ni.

    Biarpun lama hiatusnya tapi aku puas dengan part 4 ini karna tidak ada ketegangan antara YulSic dan aku jg suka krn d part ini YulSic aja.
    Semoga aja sica bisa ngabulin permintaan yuri, tumben ya sica ƍäª berontak pas d pegang tangannya sm yuri. Ehem..jgn2 sebenarnya dia udh deg2 ser gtu sama yuri. Akakakakkkk

    Ok deh ditunggu kelanjutannya ya..

    Tks

  11. huaaaa,chingggu,akhirnya dirimu update juga,,,
    neomu bogoshippo,,,,,,

    jangan lupa janjimu chinggu buat NC,heheheheheheheeh
    semoga aja yulsic cepet jadian ya,,,buat yuri teruslah berusaha untuk mendapatkan sica,FIGHTHING YURI,,,,hehehehehehhe
    segituu dulu ya cjinggu,,,,;)

  12. akhirnya setelah bertahun-tahun update juga #plak

    karakter yul disini emang menyebalkn,arogan,terlalu percaya diri.

    Sica seorang wanita karir yg pemikirannya terjebak dlm kisah dongeng.selalu bersikap dingin.tpi ternyata rapuh

    suka bgtlah sama karakter yulsic disini.

    Tpi kyknya sica udah mulai bisa menerima yul

    • baguss lanjut ..semangat .
      aku bukn orng jkrt tp seringlah ke sana …ok,,kpn kpn rotinya boleh tpdiscon hhheee eehhh klo pingin PW gmn yaeh ? klo bisa jngna ada PW nya hhhee yg taeny ajja ke 16 gue blom baca……hik;s hik’s minta yaeh hhee

  13. Wah..Rot..gue lebih ngerti dari loyah..-,-” Yah..Oke sip lah~

    Yul manis amat dah.. Bener dah kalo gue di posisi Sica..langsung tak Cipok(?) tuh bocah..^0^

    NC yah..Gue juga udah gasabar tuh..wkwk #plak Eh..biar cuman Kiss asal nemper juga sesuatu dah..xD Eh kata si Ais Gyuri tuh pasangan’a Hara yah..eh parah loh masa setelah adegan kiss itu masa Hara potong rambut say jangan2 sesuatu nih..wkwk #plak << komen geje harap di abaikan^-^V

  14. tadinya gue mau ngomen panjang… tapi pas baca ada tulisan NC tersemat di situ… komennya jadi ilang semua rot.. yg ada di kepala gue cuma NC.. wakaka 😀 #denganmukapolos

    ini karakternya bersasa rot..
    keknya komen2nya udah dimakan ama yg atas2 dah #plak
    gue suka rot 😀
    beberapa kata yg bikin gue… bilang WOW gitu.. hehehe 😀

    gue kangen ama elu rot.. udah terlalu lama elo menghilang dari peradaban… haha 😀 gue boleh dapet cipok gak ? wakaka 😀

  15. anjir,, author,,, ni ff kok makin lama kata2nya makin dalem aja y,, ckckck kalah dah tuh sumur sebelah rumah,,
    hehehe,.
    update nya cpetan ya author sayang,,, muach,, hehehe

  16. tuh bnyk yg nunggu ff lo…makanya yg rajin bikinnya ya cici 😀
    jgn kabur lo!! awas aja hiatus lg,gue bantai lo…pake cinta hahahaha *ngondek kambuh*

  17. annyeong thor… finaly, muncul jg part 4… aku masih tetap setia nunggu kelanjutan hub yulsic…
    thor, minta pw acc in love part 6 please…

  18. Lama menunggu akhir.a datang jg 🙂

    Wohoho jgn blg kalo ensi.a di dapur taeyeon??? Bhuahaha ngga kebayang xD

    Ditunggu kelanjutan.a
    Jgn lama2 yah update.a 😀
    Fighting ~^o^~

  19. Usaha yul yg bener2 harus mati2an dapetin hatinya sica..susah amat deh..
    Bener2 dalem banget ni cerita q serasa ada di antara mereka melihat langsung mereka seperti gimana..keren banget mar..

  20. Yuri kerennnnnnn bgtttttt…..
    ah jessica kasian gtu.
    eh jessica blm nyadar yach itu jaket yg suka dipeluk jaket’x yuri.huwawwww
    penasaran penasaran penasaran chap selanjut’x kyk gmn

  21. Untung lo gada di dpn gw rot,pas lo blg cumpah,miapah, enelan…klo ga,gw ga yakin tuch pala ga gw tabok….temen sekamar gw sering gw tabok gegara blg miapah,enelan and the family….

    Buat crita….sumpah gw ngakak pas bagian jawaban singkat ala ice princess….klo gw jd yuri gw jedot2in tuch si jenong…eish jenong ssi lu bqn gw keki ajh dweh….arghhh!!!

    Yadah gw nunggu dweh kata lo soal chapter slanjut’y yg bakal agak fluffy gitu…gw suka yulsic moment yg lu sampein di sini rot,,,sekian lama akhir’y gw bs baca yulsic moment….kaya org gilak gw di kamer treak2,guling2 di ksur,sambil minum kopi xD….baca ff lu…

    Ok …dah ah…oie,thx ya buat update’y….silahkan klo mo hiatus gy xD…tp jgn lupa post tiap minggu #eeeaaaaa sama ajh tu ga hiatus cuuuu!!!!

    But thanks 🙂

  22. Hanjirr… Speechless gw bacanya. G aneh klo ntar ada nama lo nongol di salah satu buku di gramedia hahahaha

    btw, sica uda mulai suka sama yul ya? Uda lama rasanya g baca yulsic…keren rot, bneran deh, lo hiatus brp lama jg klo hasilnya seoke ini g masalah daaah

  23. aaaaaaaaaakhirrrrrr na u apdet juga roti. setelah hiatus lbh dari 1 bulann. aaaaa sumpah kangen bangett g dgn cerita u..
    eeehheeemmm mencium bau” nc nih gue.. tunggu ahhhhh.. baru kali ini u mah buat nc yulsic.. betewe g bgg mau komen apa. yg mau g komen ud d ambil d koment” atas. g tgg aj karya” u selanjut naa. semangatttttt rotiiiiii

  24. bahhh.. Gue ud nulis komen pjg2 eh ilang..
    Kena kutuk ini mah gue.. Madirodong.. Haha
    Iyeeee ini chap as expected emosina turun dr sblomna tp emosinya dsini jempol rot.. Haha
    Bner tuh kata komen2 sblomna.. Lo nemu drmn penggunaan kata plus uraian kalimat macem itu.. Extraord..
    Sihal!! Harusnya gue save dlu ini crita ampe ngelarin chap gue slanjutna.. Tp kelepasan baca gegara smsn ama lo smlm.. :p
    Iyee lo nulis NC aja yee.. Ntar kirim pewena ke hape gue.. Gue mending suru baca deh. Wakakak
    Gue suka cara mbak yul pedekatein tante jung, ngeselin tp sesuatu.. Haha

  25. Annyeong,,,,,,,,,,
    Huaaaaaa Updeeeet,nmenin Hari MinggU Saya yng sngat Membosankan,dan saya mnunggu bnget ini,,,,hihiihi

    Yehh,Yul udh mulai Kalem emng,gk terlalu buat Sica keseelll,,ntar Sica bklan Luluh juga,sabar Dikit lagi aja,,,Tpi gmna Authornya juga sih,,#apaanSih’?

    Kapaann???? Saya Akan sngatttt,mnunggu NC,,,,#sangattt#Plak
    Hii,jadi malu,,,,,,,,,,,,

    D tunggu lanjutannya yap,,Lempar dong rotinya ksini,kjauhan ke jakarta mah,,,butuh Pintu Doraemon Ini mah,,,,,hhe
    #apadah
    SEMANGAT Author,,,,,,,,,
    Chaw

  26. kakak roti ajalah… gue masih muda tauk… gue itu lebih muda 7 tahun dari yoona. ^.^
    btw… sica kayaknya udah mulai bisa ngebuka hati buat yuri… yuri semangat ya… sica pasti bakal suka sama yuri…
    kakak roti semangat!!!! ditunggu next chapter. jangan lama-lama updatenya….
    fighting!!!! ^.^

  27. Ehhh roti lama bgt dikau updetnyaaah..pan jadinya ane lupa lupa ingat (?) sm critanya..wkwkwk
    hadeeeh itu yulsic sbnrnya lucu yee..ngobrolnya sling mnyakiti tp msh aja si jessicanya mau dipegang2 tngannya..dikasi jaket diterima..jual mahal ihh sica..jual murah (?) aja nape..wkwkwk
    ciyuss aneh bgt tp lucu si bikin ane ngakak kalo beneran gitu.. 😀 😀
    jgn klamaan roti updetnya.. *maksa* xDD
    kan jadi ngegantung gitu critanya kaya gntungan baju..wokwokwok
    okee..??
    Oyaaah PW PW kalo ada eNCe, ane bagi2..!! 😀

  28. uhuuui~roti, lm bgt updatenya yoo..
    udh bolak balik nyelem dsni msi part,3 ajah.. btw thx fo update..

    kekeke ane suka intro p.1 ntu..

    kau tahu mengapa cinta begitu bodoh?
    Karena tidak ada saluran tepat untuk
    mengkondisikan otak dan perasaan di saat
    yang bersamaan. Jangan pernah bermain
    dengan emosi jika kau ingin tetap pintar,
    atau kau akan semakin bodoh di buatnya.
    —ni feelnya aq dapet bgt—

    sicaa~ ntu aroma jaket pangeran tampanmu *nunjuk yuri*
    sifatnya yuri kok gw bgt ya #ditendangYulsis..

    eh, ntu vic unnie~ si aduhai ko blm kluar ya?
    vic vs sica ~ uhoho cant wait dramanya..

  29. kyaaaaa……, gw bolak balik kayak setrikaan nungguin lanjutan nie ff… keren banget, huaaa berasa banget cintanya yuri ke jesica :D, semoga pintu hati jesica cepat2 terbuka

  30. Ckckck..
    Rotiii… Lu hiatus gk blg”, updte pun gk bilang”..!! Gw tlat dh bca’a “-.-

    ehmm.. Jessica msih blm mau nrima yuri nie,, qt liat aja ampe dmana ktahanan hti’a sica bwt nolak karisma’a yul 😉
    aq mw nunggu adegan ehm”a yulsic aja dh rot,, hhee.. ._.

    See u next chap ye rot,, caaww 😉

  31. Kyaaa kyaaa kyaaaa gua mau diajak yul keliling dunia *imajinasi gua jadi perannya sica* XD yul itu romantis yaa,dapet feel banget nih waktu baca FF lu apalagi yang yulsic ini *taeny juga dums* XD ehem ehem ENSI KAH BENERAN??? kira kira taeny nc scene yang di hotel ada gak yaww?? :333 *kedipkedip* ><

  32. eish…sebener’y gw bingung mau komen paan,soale komen gw yg kmren ilang….kan gw jd lupa mau komen paan…pokoe klo ga salah gw cursing si jenong…pengen jedotin tuch jenong,biar tidak mengalihkan penglihatan my yuri ke jidat dia xD …* di grebek gorjess spazzer*….

    ok…let see another chap….gw mah nunggu,wlopun lumutan nungguin lu update rot….but thanks for the update 🙂

  33. hmmm ceritanya bagus tpi aku susah ngebayangin klo genre yuri.. aku malah ngebayangin yuri dsni cowok.. tpi aku suka bgt gaya yuri, kta2nya..
    100% aku ykin sica akan klepek2..
    mian bru komen dsni, pdhal aku udah bca dri awal, hbis aku bca dri hp..
    nextnya jgn lma2 y…

  34. Jessica <33333
    Kok aku suka kamu xD

    Wah yuL setelah bisa bikin sica stngh naked besoknya kamu bisa pegang2 tangan'a….
    Omg…. Pesona apa yg kau miliki ??? Mau dong :3
    Bagus lu yuL ane suka, cairkan gunung es itu…
    -(‾▿‾)/ \(‾▿‾)-
    Aloha author……
    Wew aku makin suka karyamu nih…
    Seperti yg pernah aku bilang….
    Karyamu seperti wine yang memabukan ku :p
    Wkwkwkwk
    Semangat terus ngetik roti……
    Jangan sombong di bbm ya beb….. :*
    Cling *ngilang*

  35. yaaaahh… sejujurnya saya lebih simpati ama seorang kwon yuri di cerita elu. berasa gimana gitu. dan elu salah satu penulis favorite gue kalo ngikutin cerita lu. i’m waiting for next part n saya baru komen sekarang karna baru bisa#dibunuhauthor

    oke de. at least but not last.. pye..pye..#ilang

  36. miowoh Rooot
    :p
    hiatus g blg2 shi..gw kan kehilangan..
    @kehilangan crta lo mksd nya XD
    tp gpp lah..trbayar dgn crtanya yg keren..!
    hmm udh ada kemajuan ye..sica udh bsa snyum bwt yuri.aseeeek~
    dtnggu lnjutan nya sabtu ni yaaa..
    klo g, gw datengin k toko roti lo XD

  37. Akhirnya update ya thor……
    Suka euy saya ma ni ff soalnya beda bgt jlan crtanya…..
    Btw sya ini yg pnya akun twit ayaara_lee
    mav ya kalo komen saya tdak berkenan 😀

  38. Ehhh author roti udh kembali yaelah telat baca deh ane u.u
    ninggalin jejak dulu ye ntar bacanya kko lg gk sibuk
    kekeke*sok sibuk*

    • Jiahhhh thor kamu puas ya udh php in reader2mu trutama aku u.u*peluk taetae*:p
      parah lama bgt updatenya lg kurang inspirasi or sibuk ngurusin roti2nya nih…? !
      kekeke
      oke2 koment ff nya ja ya,sica kyk nya udh ada getar2 nih ma si pemilik jaket aka yuri
      pingin liet reaksi sica stlh tau siapa sbnrnya pemilik tuh jaket
      ehm oke lah udh d gantungin tp updatenya memuaskan kok ti
      kekeke
      taeny moment masukin jg dong xp
      cepet update jgn php in reader2mu*plak maksa*
      kekeke

  39. akhirnya author roti comeback jg hehehe….
    besok update lg kan 😀

    suka part ini soalnya yuri jd kalem, gitu dong yul… sica kan jd mau deket tuh ama kamu 🙂
    wah ternyata jaketnya yuri disimpen baek2 ya ama sica tp kalo dia tau itu punyanya yuri ntar reaksinya sica gimana ya???

    ditunggu lanjutannya…hwaiting

  40. makin complex aje nih berdua.
    yelah sica udeh sih, buka hati lo buat yg lain.
    melek wooyy, jelas2 yuri udah siap nampung lu apadanya #sigh

  41. sorry komen gue kepotong
    yuri hwaiting, jgn menyerah tuk dpt kn hatinya sicababy
    mau lnt baca chap 5 dulu
    soalnya saya reader baru, author hwaiting
    bye2

  42. Akhirnya mnta maaf jg si yul -,-
    Aaah so sweet bgtvpas yul blg ‘impian terbesarku adalah kau belajar mencintaiku dan aku akan mengelilingi dunia bersamamu’
    ckckck. . .romantis bgt ><
    kira2 bner gk ini pertemuan terakhir?

  43. anyyeong… new reader… maap langsung loncat ke part 4…

    yul taugh banget sehh buat ngedapetin sicaa… hwaiting yul 😀

  44. Roti, aqu kmbali. Sumpeh l0h q bnr2 kuangen buanget ma kamu, trtma ff kmu neh. Uda hmpr 2 bln q ga bka wepe sma se x. Huee,,,, q bru ja dkurung dpnjara kimimaki. Jd bnr2 trputus ma dunia luar. Hahaha…

    Cenenk bgt rzanya bz bc ff km lg. Tmbah keren ajah euih! Yuri2 bnr2 mmbuatqu trpz0na menth0k. Aduh, ini kpn cih sica m0w luluh. Pnzrn d! Q lnjt dlu yak bcanya.

  45. Aku suka yuriii.. Tapi kadang sedikit kesal akan tindakannya.. Tpi aku jg kangum dgn cara pandangnya.. Ahh Kwon yuri tampak begitu berkharisma dan mengagumkan.. Begitu percaya diri dan terkadang menghanyutkan.. Semoga segera mendapatkan hati sang ice princess.. Fighting..

  46. Aduh si jessica >< ada cewe se-unyu yuri ditolak-_- kalo gw jadi jessica udah gw sosor tuh si yuri…..

    Percakapan tidak-tidak si jessica kocak xD klimaks banget dah

  47. “Kau mau belajar untuk mencintaiku, dan aku akan
    mengelilingi dunia bersamamu.” nyentuh bgt itu kata2. gentle d bacanya. gw mkin terpesona sma kwon blacky ini kak d ff lu.

    bentar, bentarr…
    itu mksd yul blg sika bkl ngeliat yul untuk trakhir kli apa??? yul mau pergi? jaug dr sika??? emg bisa??? o.O

    alurnya gw suka kak, perlahan bgt. ga buru2. jd mudah d pahami readers gw rasa sih hehe

  48. yuri sendu banget sich dimta sica….
    well semoga kah sica mulai meleleh hatinya…keren pake banget ff ini, kt” nya menarik ,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s