It’s Mean to Be (part 5)

Summary: Ketika bibir mereka menyatu, sedikit celah dalam hati kecil Jessica dapat merasakan kasih sayang itu merasuk dengan begitu perlahan. Wajah Yuri yang selalu dirindukannya. Bukan Taeyeon, meski berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam dirinya, mungkinkah dia berhasil menutup seluruh pintu hatinya bagi Taeyeon, dan memberi ruang baru untuk Yuri yang selalu memeluknya.

“…apapun yang terjadi, aku akan ada di sini. Menghapus air matamu, sesuatu yang tidak Taeyeon lakukan.”

Title: It’s Mean To Be

Genree: Romance, Drama, Yuri

Main cast: Yulsic, Taeny, SNSD Member

Addition cast: Donghae (Super Junior), Appa, Victoria

Warning: Yuri, 18+

Enjoy…

 

Yuri POV

Aku seperti dapat mendengar ratusan orang yang menguap di dalam studio lenggang ini. Jika aku dapat memilih, aku tidak ingin mengadakan pemotretan sepagi ini. Majalah sialan itu meminta hasil gambarnya siang ini juga. Mudah bagiku untuk membatalkan janji begitu saja, dan membuatnya kewalahan mencari fotografer lain yang bersedia mengerjakan pekerjaan itu untuknya, tentu saja, rasa tanggung jawab yang sebenarnya sulit timbul di dalam diriku memberontak. Aku harus melakukannya.

Sedikit bersyukur aku memiliki berbagai macam sahabat dengan karakter dan profesi yang berbeda. Yoona memutuskan untuk bersedia membantuku. Dan aku benar-benar berterimakasih dia mau melakukannya untukku. Bukan hal yang sulit bagiku mencari model lain, namun tentu saja, konsep yang akan kuangkat kali ini tidak mudah untuk diperankan oleh sembarang perempuan. Yoona seperti seorang kandidat yang sangat tepat untuk melakukannya.

Kau tahu, ketika konsep penghijauan bumi menjadi trend yang sungguh mendadak di seluruh majalah-majalah bisnis dan properti, aku harus mengikuti trend itu dan mengakali hasil-hasil fotoku menjadi lebih natural dan penuh dengan pepohonan. Oke. pot-pot yang sangat besar dengan tanah-tanah kecoklatan kini mengotori hampir seluruh permukaan studio.

“Aku masih tidak habis pikir, apa yang membuatmu memaksa orang-orang ini untuk membawa masuk pot-pot besar itu, alih-alih mengadakan pemotretan di ruang terbuka.” Ujar Yoona seraya tersenyum dan menepuk bahuku hangat.

“Kau tahu aku suka studio ini, kan? Kau tidak akan mendapatkan latar putih bersih itu diluar, selain orang-orang yang menyebalkan berlalu lalang.” Aku berhenti melakukan kegiatanku, mengelap lensa kameraku dengan hati-hati. Yoona tampil cantik pagi ini, seperti biasa tentunya. Tanpa make up berlebihan, rambut hitam yang terurai menawan, dan busana kasual yang membalut tepat di tubuhnya.

“Apa aku harus mendandani wajahku dulu? Kukira kau menggunakan konsep nature hari ini?”

“Apa kau menggodaku? Kau sangat cantik hari ini!” aku tertawa renyah dan merangkul bahunya, mengajaknya menuju sudut studio yang kini telah dipenuhi lampu-lampu besar.

“Kau tahu aku rindu padamu, kan?”

“Semua orang merindukanku, Yoong.”

“Ugh, berhenti memanggilku dengan sebutan itu. sama sekali tidak anggun kau tahu…”

Aku tertawa kecil. “Kau merasa anggun setelah mendapat tawaran kontrak di Amerika, huh?”

“Aku tidak menerimanya, kau tahu itu. aku cinta Korea!”

Tahun demi tahun telah berlalu. Aku mengenal gadis cantik ini hingga rahasia terdalamnya. Kami tumbuh bersama. Kenanganku melayang pada belasan tahun lalu, ketika bocah-bocah nakal mengganggunya, membuatnya jatuh tersungkur dan terluka. Aku menggendong tubuhnya hingga ke ruang kesehatan sekolah. Menggenggam tangannya yang mengepal menahan rasa sakit ketika cairan alkohol itu mengenai lukanya. Aku menyayanginya.

Meski terkadang, aku berpikir bodoh, bahwa mungkin Yoona pernah mencintaiku. Jujur saja, itu benar-benar pemikiran yang sangat idiot. Dia tidak mungkin jatuh cinta padaku. tidak padanya. Meski aku tahu, hampir semua orang merasakannya. Mungkin kekaguman semu yang salah diartikan oleh mereka. Yoona terlalu mengenalku untuk dapat jatuh cinta padaku.

“Dibalik sikapmu yang menjengkelkan, kau selalu terlihat merenung hampir sepanjang waktu, Yul.”

Aku tersenyum, dia mendapati seluruh gesturku. Hingga hal-hal terkecil yang terjadi pada diriku. Dia mengetahui segalanya, aku bahkan sedikit takut bahwa dia mampu membaca pikiranku.

“Aku sedang jatuh cinta, Yoong. Maklumilah..”

“Kau yakin? Terakhir aku mendengarmu berucap seperti itu, ketika kau memacari guru privat bahasa inggrisku, dan berakhir dengan mencampakannya begitu saja.”

Aku mengernyitkan keningku. “Ehng. Kau yakin aku pernah melakukannya? Aku tidak mengingatnya.”

Dia menyentil dahiku dengan rasa gemas luar biasa, sebelum tawa kami pecah berderai menarik perhatian beberapa staff yang tengah sibuk merapihkan studio pemotretan.

“Aku akan mengenalkannya padamu, setelah berhasil mendapatkannya.” Aku tersenyum lebar, terlihat sangat idiot.

Dia memutar bola matanya, terlihat bosan dengan kisah-kisah percintaanku yang tidak pernah berhasil sesuai dengan ucapanku. “Sebaiknya kita mulai bekerja sekarang.”

Ehm, yeah. Karena ketika aku menyelesaikan pekerjaan ini, aku akan segera melajukan mobilku untuk menemui Jessica. Aku merindukannya, sejak terakhir kali aku mengajaknya ke kedai kopi, menatap punggungnya berjalan menjauh masuk ke dalam rumah sederhana itu. Aku menunggu sedikit lama di sana, menatap kamarnya yang telah kuhafal benar dalam ingatanku. Menunggu hingga lampu kamar itu gelap dengan sempurna. Meyakini diriku sendiri, bahwa dia telah tertidur.

Tidak sulit menyelesaikan pekerjaan ini, Yoona model profesional yang selalu tahu apa yang harus dilakukannya. Wajah cerianya tertangkap dengan sempurna dalam kameraku. Tidak hanya aku, aku berharap pembaca majalah itu akan menikmati gambar-gambar yang meneduhkan ini. Dan aku dapat menyatakan bahwa diriku telah berhasil menciptakan suasana alam yang begitu nyata di dalam studio kecilku.

Sedikit pekerjaan yang perlu kulakukan, mengedit beberapa gambarnya, mencetaknya, kemudian segera mengirim foto-foto ini ke alamat perusahaan majalah itu. Tentu saja, sebelum asistenku memanggilku dan menyerahkan ponselku.

“Ponsel ini berdering sejak tadi.” Ujarnya singkat sebelum pergi meninggalkanku dengan setitik kebingungan.

“Ada apa, Yul?” Yoona segera menghampiriku dengan sedikit ekspresi khawatir di wajahnya.

“Entahlah..” ujarku sambil menekan tombol ponselku.

Jessica?

Aku membutuhkanmu. Bisakah kita bertemu? –Jessica-

Dan tiga panggilan tak terjawab darinya. Aku melihat jam tanganku, pukul sepuluh pagi? Kekhawatiran menyelimuti diriku. Dia membutuhkanku. Karena suatu hal, yang tidak kuketahui. Meski sedikit rasa berdebar di dalam hatiku. petunjuk-petunjuk kecil, yang mungkin tidak pernah disadari bahkan olehnya, bahwa dia telah membuka sedikit dirinya untukku. Kemajuan yang pesat. Tanpa kusadari, aku tersenyum menatap kata demi kata yang tertera di layar ponsel.

“Orang yang kau cintai, huh?”

“Kau sangat mengenalku, Yoong. Aku harus pergi sekarang.” Aku tersenyum hangat padanya, memberinya pelukan kecil, sebelum dengan tergesa melakukan hal yang sangat tidak kusukai. Menyerahkan pekerjaan ini kepada asistenku. Membiarkan hasil karyaku jatuh di tangannya hingga penyelesaian. Tentu saja, demi gadis ini, aku akan melakukannya.

Aku menutup pintu studio, dan mengambil nafas beberapa kali. Meredakan debar jantungku yang tak berirama oleh euforia yang berlebihan. Aku harus mengontrol diriku sendiri tentu saja, jika tidak ingin mengendarai mobil secara berlebihan dan mengakibatkan hal-hal di luar dugaanku.

Kau tahu, ketika rasa rindu begitu merajam. Mengurungmu dalam rasa bimbang luar biasa, disisi lain, kau tidak mendapatkan respon sebaliknya dari orang yang kau rindukan. Ini adalah sebuah sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Merindukan orang lain yang belum mencintaiku. Aku menggelengkan kepalaku. Hidupku menjadi tidak seperti seharusnya, keseimbangan itu hilang, memberikan rasa yang berbeda. Rasa yang luar biasa.

OooooooO

Panas matahari yang menyengat mulai membakar inci kulitku di dalam sini. Siang telah merekah, dan kami tidak banyak berubah. Jessica, duduk termenung di dalam mobilku. Aku menunggunya. Menunggu cukup lama, menunggunya untuk menumpahkan segala masalah yang kuyakini tengah membelenggunya.

Keheningan masih dalam kualitas yang sama. Tidak berarti. Aku mengetuk-ngetukan jariku ke atas kemudi. Menatap wajahnya yang terlihat begitu sendu.

“Ceritakan padaku…”

“Kenapa kau ada disini?” tanyanya muram. “Kenapa kau ada di sisiku, Kwon Yuri?” Suara itu. Getaran yang tak sama, rasa sakit yang hancur di dalam sana. Aku tahu, air matanya akan jatuh sebentar lagi, dia menggigit bibirnya, berusaha menahan kesesakan di dalam hati.

“Menangislah, Jessica.” Aku menangkup wajahnya, menatap kedalaman itu. “Kau tidak perlu mempertanyakan untuk apa aku di sini. Peluk aku, dan menangislah.”

Harapan kecil di dalam hatiku, amarah yang kutahu selalu ada. Jangan biarkan Taeyeon melukainya, jangan buat Taeyeon menjadi pemeran utama atas segalanya.

Jessica beringsut mendekat, menarik tubuhku, dan memeluknya erat. Rasa janggal yang membuat darahku berdesir jauh lebih cepat, jantung yang tidak lagi berirama. Aku dapat menghirup aromanya dalam jarak sedekat ini, gadis yang selalu kudambakan. Dia menenggelamkan wajahnya di dalam pelukanku, terisak sendu. Terdengar sungguh menyakitkan.

“Apa yang harus kulakukan untuk menghapus air matamu, Jessica?”

“Kau ingat pernah bertanya, apa yang akan kulakukan…” kalimat yang terhenti, kesesakan mendalam membuatnya tidak mampu melanjutkan kata demi kata itu. “…jika Taeyeon mencintai artis itu dan bukan aku?”

Aku terdiam, menunggu setiap luapan rasa sakit itu tumpah-ruah.

“Aku tidak tahu.” Kini dia mengangkat wajahnya, “Apa aku bodoh telah mencintainya sedalam ini?”

“Cinta bukanlah sebuah kebodohan.”

Apa aku bodoh karena telah mencintaimu?

Mencintaimu yang tidak pernah mencintaiku?

Ketika aku memiliki kesempatan untuk membuatnya mencintaiku, aku tidak akan pernah menyangka, rasa yang kudera akan sebegini menyakitkan. Melihat kekaguman yang begitu besar di matanya ketika menatap Taeyeon,  binar-binar mata itu, aku harus menahan rasa sesak yang rasanya hampir membunuhku dengan seketika.

“Tidak seharusnya kau ada di sini.” Ucapnya parau. Mempererat pelukannya, membuatku kembali berdesir, seluruh syaraf tubuhku menegang intens. Mungkin aku terlalu perduli pada rasa sakit itu, hingga hampir melupakan rasa berdebar ketika kurasakan hangat nafasnya di tubuhku.

“Kenapa?”

Jessica menghela nafas, berusaha keras mengontrol isakannya yang tidak lagi terdengar intens. “Karena aku selalu menyakitimu.” Dia kembali mengangkat wajahnya. Aku menyentuh wajah itu, rasa yang lembut ketika bersentuhan dengan jemariku.

“Dengarkan aku…” bisikku. “…apapun yang terjadi, aku akan ada di sini. Menghapus air matamu, sesuatu yang tidak Taeyeon lakukan.” Aku menghela nafas. “Cintai dia jika memang itu yang kau mau.”

Dia menatapku intens, jemari itu bergerak perlahan, menggoda, dengan cara yang tidak dapat lagi kudeskripsikan, membuat debaran jantungku tidak lagi terkendali. Hanya ada hasrat di setiap detiknya. Tangan itu menyentuh sudut bibirku, seperti hendak mengecap seluruh inci wajahku. Aku terdiam, terpaku, lidahku kelu. Ada rasa takut. Takut rasa sakit yang sama akan kembali lagi, menyakitiku.

“Aku ingin mencium bibirmu, Kwon Yuri.”

Aku bergeming.

Kalimat yang tidak pernah kuduga akan diucapkannya. Kini detak jantungku mendebar hingga menembus tulang rusuk. Membuatku bisu, tidak dapat berkata sepatah katapun.

Aku tahu ini berbeda, menatap wajah sendu itu. Ini yang selalu kuinginkan sejak melihatnya di malam itu. menciumnya, melepaskan gelora yang telah kusimpan sejak lama. Merasakan kelembutan bibir itu ketika hanyut dalam pesonaku. Aku ingin dia jatuh sepenuhnya.

Sepenuhnya…

Tanpa Taeyeon didalam separuh hatinya.

“Aku tidak akan melakukannya.” Ujarku getir.

Dia mungkin tahu, menolaknya bukanlah hal yang cukup mudah bagiku. Ada ribuan rasa dan gejolak yang kubunuh untuk itu.

“Kukira kau mencintaiku…” ujarnya parau. Menggodaku dengan kerlingan yang sama.

“Tidak dengan cara itu.” Aku menghapus air mata yang membasahi wajahnya, mengendalikan kembali pecahan gejolak hasrat yang sempat berhamburan atas tawaran menggiurkan itu. “Aku menyayangimu Jessica, dengan caraku. Sekarang berhentilah menangis, aku ingin kau tersenyum untukku.”

Aku melepas pelukannya, bergerak menjauh.

Getaran itu. Membuat seluruh tubuhku mengeluarkan reaksi yang tidak seharusnya, aku menyalakan pendingin dalam suhu tinggi dengan tangan yang gemetar. Rasa panas yang tidak kutahu darimana menyergap kebisuan kami begitu saja. Aku mengambil nafasku beberapa kali, sebelum berusaha tenang dan menyalakan mesin mobil. Menderu perlahan, aku menginjakan gas dengan usaha keras untuk menahan diriku.

Roda-roda berputar, dengan musik yang melantun lembut, bukan sebuah efek kuat untuk menenangkan diriku, tapi kurasa cukup berguna membunuh kecanggungan yang sangat tidak kusukai ini. Aku melajukan mobilku, melewati jalan-jalan yang telah kukenal betul.

Jessica mengalihkan wajahnya, menghindari tatapan mataku. meski kutahu, sesekali, hanya dalam beberapa detik tangkap mataku, dia tengah mengamatiku melalui kaca spion itu.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Ujarku pada akhirnya. “Kau butuh cuti, dan jangan membantahku untuk itu.”

Kini mobilku telah memasuki kompleks perumahan yang telah kukenal betul. Jessica menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam. Terlihat begitu lelah, ada cekungan besar di sana. Mungkin, dia terlalu banyak menghabiskan malam-malam sendunya dengan tangisan yang tidak pernah membawa cinta itu padanya. Taeyeon tidak akan pernah mencintainya. Tidak akan pernah. aku tahu ini egois, kenyataan pahit itu seperti sebuah kabar gembira bagiku. Entah darimana Jessica mengetahuinya, satu hal yang kutahu, Taeyeon dan Tiffany, telah menjadi pasangan yang serasi.

Aku menghentikan mobilku tepat di muka rumahnya. Jessica bergeming di tempatnya, tidak berniat untuk membuka pintu itu, atau bahkan menjauh seinci pun dariku. Aku menatapnya yang masih terpejam.

“Jessica, kau bisa turun sekarang.”

“Kupikir kau ingin selalu bersamaku.” Ujarnya getir.

Aku mengalihkan pandanganku, menatap roda kemudi dengan nanar. Tidak tahu apa yang mungkin kuucapkan padanya. Keheningan kembali membelenggu kami dalam kejengahan.

“Terima kasih telah mengantarku.” Ucapnya pada akhirnya. Dia membuka pintu mobilku.

Aku tidak tahu apa yang tengah merasukiku, karena kini, aku menarik tubuhnya, dalam agresifitas yang tidak kutahu pernah kumiliki. Menutup pintu itu kembali dengan begitu cekatan, membiarkan wajahnya begitu dekat denganku, satu detik yang terasa selamanya.

Aroma nafas yang terasa begitu lembut, harum yang tidak akan pernah kulupakan. Kecupan yang begitu lembut dan singkat. Hanya sedikit, hanya satu sentuhan kecil antara bibirku dan bibirnya. Desiran itu kian menggila di dalam tubuhku. Mencium gadis yang tidak pernah kupikir untuk kumiliki.

Lantunan musik masih menggema, aku menatap matanya yang meredup. Bibirnya merekah, entahlah. Menanti ciuman yang panjang. Kecapan kecil terasa sangat cukup untukku. Mungkin aku gila, mungkin aku terlalu berpengalaman untuk menikmati hal semacam ini, tapi jika boleh kuakui, ini adalah ciuman terindah yang pernah kurasakan sepanjang hidupku. Ciuman kecil ini.

“Terima kasih telah menciumku…” aku tersenyum kecil, kemudian mengecup keningnya secara spontan, membuatnya sedikit menghindar, sebelum tubuhnya yang menegang, kembali meluruh. Menikmati ucapan kasih sayang yang dapat kuberikan padanya.

“Kau yang menciumku, Yul.”

“Berbedakah?” Aku menyeringai.

“Entahlah…” Dia tersenyum kecil, menjauhkan wajahnya dariku. “Aku harus masuk sekarang.”

Kini untuk kedua kalinya, dia membuka pintu mobil dengan perlahan. Aku masih menatap gerak-geriknya, aku tahu ini bodoh. Namun ada rasa senang, ada rasa yang membuncah di dalam hatiku detik ini. “Tenangkan dirimu.” Ucapku ketika dia masih menatapku dari luar jendela.

“Karena Taeyeon atau ciumanmu barusan?”

“Taeyeon.” Aku mengulum senyumku, oh bodoh. Aku kembali tersenyum idiot, sama sekali tidak bisa menahan diriku. “Ini tidak akan menjadi ciuman terakhir kita, Nona.”

Dia melambaikan tangannya, dan beranjak melewati jalan berbatu itu. aku menatapnya menjauh melalui spion, hingga punggung itu berbalik, memasuki pagar yang telah kuketahui sejak beberapa bulan yang lalu, ketika menguntitnya pulang dari tempat kerjanya.

Ini tidak akan menjadi ciuman terakhir kita.

Aku kembali menyeringai mendengar kalimat itu terus berdengung di telingaku.

Sit still, and close your eyes

Whats behind the other door

No more silence, don’t kill this thing we got called love

Just searching for the perfect drug..

Sayup, suara khas Angel Milk yang terdengar begitu seksi siang ini melantun perlahan. Menghangatkan suasana hatiku yang terus berubah sejak pagi, sejak aku melihat wajah sendu itu.

OoooooooO

Jessica POV

Ciuman pertamaku.

Aku berdiri, mematung, melihat pantulan diriku dengan piyama lucu ini dari dalam cermin. Sedikit menunduk dan menyentuh bibirku. Ini bodoh.

Maksudku sangat bodoh. Perasaan ini.

Aku tidak pernah merasa secantik ini sebelumnya, letak kebodohanku hanyalah, setelah ciuman itu, ada gejolak aneh yang tidak dapat kujelaskan. Membuatku merasa begitu penuh oleh rasa emosional, euforia, entahlah. Hasrat yang tidak kumengerti.

Aku merasa cantik. Begitu cantik.

Hanya sebuah kecupan kecil dan Yuri telah membuatku menjadi begitu istimewa.

Apa yang kau kenakan malam ini, Nona? –Yuri-

Untuk apa kau tahu? 😀 tebak saja.. –Jessica-

Lingerie? –Yuri-

Aku berdecak kesal membaca pesan terakhir itu darinya.

Jangan membuatku jijik padamu -__-   -Jessica-

Biar kutebak! Piyama burung kecil berwarna kuning yang menjengkelkan. –Yuri-

Tweety? Bagaimana kau tahu? –Jessica-

Aku mengerutkan keningku seraya membaca pesan terakhir darinya.

Karena aku mengamatimu sejak dua jam yang lalu 😀 –Yuri-

Aku menatap paras diriku di cermin sedetik terakhir sebelum berlari tergesa menuju kamarku. Membuka jendela dengan kecepatan yang luar biasa, sebelum mendapati jalan aspal yang lenggang, hanya diterangi lampu jalanan yang menyala redup.

Tidak ada seorangpun disana, ataupun mobil mewahnya yang tentu saja, akan terlihat begitu kontras dengan sekeliling rumah-rumah kumuh di sekitar sini.

Aku tidak tahu apa yang tengah menggelora, ada keinginan yang begitu besar, sangat besar untuk kembali melihat wajahnya. Merasakan kharisma itu merasuk, menguasaiku, mengintimidasiku dengan cara yang baru kusadari, sangat kusukai. Entahlah…

Karena aku kini menekan nomornya melalui ponselku, merasakan degup jantungku yang tidak berirama ketika kudengar nada sambung yang menjengahkan.

Dia menjawabnya!

Aku berdecak ketika dapat merasakan senyum kepuasan itu dari seberang sana. Aku tahu dia tengah tersenyum.

“Sekarang katakan padaku, dimana kau?”

“Di kamarku tentu saja. Ada apa, huh?”

“Sejak kapan kau berada di kamarmu?”

“Sejak beberapa menit yang lalu. Aku sudah tidak ada disana sejak kau membuka jendelamu, Jessica.” Dia tertawa kecil, membuatku merasa jengkel dengan tingkahnya yang mengesalkan.

“Kau sering menguntitku, huh?”

“Tidak juga. Hanya ketika aku rindu padamu.”

Ada getaran yang tidak dapat kumengerti bereaksi di sekujur tubuhku ketika mendengarnya mengatakan itu. aku tidak dapat menahannya, aku tersenyum. Sungguh, ini diluar kuasaku.

“Hey, tutup jendelamu sebelum kau tidur, aku tidak ingin ada orang lain selain aku dapat melihatmu.”

“Bukan urusanmu.” Ucapku sedikit ketus, hanya reaksi berlebihan untuk menutupi rasa maluku mendengar pernyataanya barusan.

“Santailah.” Dia tertawa renyah, suaranya terdengar parau, kurasa dia telah setengah tertidur sekarang. “Selamat tidur, Jessica.”

“Hmm,” aku bergumam perlahan. “Selamat tidur.”

Jeda beberapa saat, sebelum akhirnya kuputuskan untuk menutup sambungan. Menatap layar itu kembali, dengan rasa yang sungguh berbeda. Apakah aku sudah gila? Keremajaanku kembali begitu saja, rasa berdebar, emosi yang selalu tergugah, kerinduan besar untuk kembali melihatnya, atau bersikap menyebalkan kepadanya.

“Kau sudah terlalu tua untuk tersenyum seperti orang gila, Unnie.”

Krystal berkata malas-malasan, aku menoleh kearahnya yang telah terbungkus selimut dengan mata yang terpejam. Dasar adik menyebalkan.

“Bukan urusanmu.” Aku berdecak kesal, sebelum menyusulnya ke tempat tidur.

Ponselku kembali bergetar.

Aku akan merindukanmu  J –Yuri-

Aku kembali tersenyum untuk kesekian kalinya malam ini. Menutup ponselku, dan beberapa menit kemudian membukanya, membaca lagi pesan terakhir itu.

Aku pasti sudah gila.

Kurasa tidur nyenyak akan meredakan sedikit kegilaanku hari ini. Serius. Aku butuh tidur.

Aku memejamkan mata.

Entah kapan terakhir kalinya, mungkin bertahun-tahun yang lalu, aku tertidur, dengan senyuman manis yang menghiasi wajahku. Ada ketenangan, juga rasa senang yang terlalu memenuhiku malam ini.

Aku tidak tahu akan mengucapkan ini, hanya sedikit, telah kubuka pintu hatiku untuknya. Hanya sedikit, membiarkannya menelusup kedalam celah itu, membiarkannya bermain di dalam sana. Aku berharap, kelak, pintu hatiku akan terbuka lebar, hingga tidak lagi menyisakan sedikitpun tempat bagi Taeyeon. Sedikitpun.

To Be Continue…

OoooooooO

AHEM.

Pendek? Dikit? PHP-in kamu?? Biarin…………..

Chapter depan yakin lebih puanjang. Uhuk. Anggep aja ini scene bonus eaaaaaaa.. hihi. Chapter depan ada sesuatu.

Sebetulnya gue tadinya agak bingung sama scene taeny, atau taengsic yang kemungkinannya bakal muncul di sini. Jelas gak dalem konteks cinta-cintaan perselingkuhan, tapi maksud gue, taengsic itu butuh. Errr okay. Kayaknya Taeyeon bakal nongol lagih untuk mendukung ke-ngenesan si Jessica. Amin.

Gue langsung balesin komen aja deh.

Rainy: ciyuuuuuussss?/? enelannn? Hehehehe… ya, inilah namanya progress dalam proses belajar. Selalu harus wajib sunah ada peningkatan di setiap partnya. Hihihihi. Berkat kamu loh rain, gak stop ngritikin ceritaku. Hehe. Maacih udah main. :*

TaeNyByun: aku seneng loh diteror. Diteror asik gituuuuhhhh.. hehehehe. Tenang, Yuri belajar sama gueh gimana cara dapetin sica. Gue itu kuncen segala masalah eprcintaan. Ahem. Makasih udah berkunjung dank omen J

Sari: tak apaaaaaaaa… nyambung gak nyambung yan gpenting ngena di hati hihihihi. Serius nih kata-katanya bagus? Jadi pengen terbang ke rasi binang paling manis, berenang bareng hiu akrobatis, sambil minum kopi manis! . Makasih udah berkunjung dank omen J

hytae: IYA DONK. gue gak PHP kaaaannnn!!!! Tinggal kejar-kejaran chapter gue usahakan untuk apdet setiap sabtu kok. You have my words. Heueheuehe. . Makasih udah berkunjung dank omen J

Kim Leztharie sonesElf: engh……………. Diterbangin kea wan, di lempar ke bumi, di tarik lagi keawan. Lo membuat gue merasa seperti…………….. balon udara kehabisan bahan bakar. Luar biasa. Tapi komen lo, bikin gue merasa terbang kea wan dan lupa jalan pulang………… *nyanyi* . Makasih udah berkunjung dank omen J

Yeoun12_jean: HEEEHHH GALAU KAN LO??? Ini jug ague bingung yang mo dibikin ngenes siapa, kalo boleh salahin sih, pengennya gue salahins I Taeyeon, pengen gue peluk-peluk, pengen gue usrek-usrekin di ranjang gue. *modus* . Makasih udah berkunjung dank omen J

sone sone sone: Taka pa, makasih ya kamu nongol di chapter ini. hehehehhe. Gue author cantik baik rendah hati seksi rajin menabung dan manis sekali. Hehehehehehe. Salam kenal btw. Ditunggu chapter-chapter selanjutnya ya//

atikakita: NJIR. Lo mo nyang sepanjang ape? Gue aja bingung bikin cerita seucrit-seucrit gitu. Harus nanya ke make rot gimana cara memanjangkan deh kayaknya.. *SALAH KONTEKS*

yulsic jjang: ACEK. Itu, gedebuk love kayaknya bakal membahana banget kalo dijadiin film ya. Gue gak bercanda. Komen lo memberi gue ide. SERIUSAN! Tenang, jadi ceritanya kemarin gue PHP-in kalian tuh gue pikir gue pengen ngelarin cerita gue dulu sekelar-kelarnya baru publish, biar gak ke-distract gitu. Tapi gue gak enak deh hiatus kelamaan. Kayak minta digampar. Hahahahahha. Oke. gedebuk love.

Rizky_Hwang:  IYA SEKSI. Apa sih yang enggak buat elu…. . Makasih udah berkunjung dank omen J

Yulilovesnsd: YA DONG. Hahahaha. Di tahap-tahap ini Sica emang mulai nyadari soal perasaan deg-deg ser itu, Cuma masih enggan menerima. Gitu deh pokoke… . Makasih udah berkunjung dank omen J

vanni or vhanny gjecrystyufy: VANIIIIIIIIIIII.. tenang. NC tenang di otak gue. Perlu cari inspirasi sih kayaknya. EHNG MAKSUDNYA, survey lapangan. Eh maksudnya………… makasih ya vani udah mainnn. hehehehe

ggab_yul: dikata bang toyib pake bertaun-taun kagak pulang-pulang??? Hauahahahaha. Banget. memang di tahap-tahap ini sica mulai luruh sama cintanya si yul. Gimana sih, naksir-naksir abege gitu. . Makasih udah berkunjung dank omen J

taeny yulsic soosun yoonhyu hyon: kalo mo pewe, ada kok di page pewe, tapi saran gue. Sms aje, hehehehe. Atau email gue, biar gue gak lufa. Serius nih ya, lo beli roti gue. Khusus lo gue kasih diskon deh, beli satu dapetnya satu. Gimana??????

Lisa: neng elis dateng. Hihiiiiiyyyyy… entar keknya gue bertapa dulu deh di deket-deket lu, biar lancar gue nge-NCnya. Hauahahahaha. Tapi enggak lah, di cerita yulsic gue, NC gak jadi main course gitu. Malah kemarin di saranin temen gue gak usah pake NC sekalian. Tapi lo tau gue kan yaaaaaa

soshiff9 (@Sasyaa95): sasya…….. pacarku……. Please deh… emangnya kerupuk pake dimakan. Hahahaha. CIYUS KANGEN???? Aku juga kangen amuuwwwhhh.. *peluk sasya*

-santique-: pastinya. Hehehehehehe.. . Makasih udah berkunjung dank omen J

Taenytebs: sip deh. salam kenal ya… kata-katanya, belajar dari… er dari.. dari hati yang terdalam… muah.

Han ji hwa hee: adaaahhhh.. senengnya ditungguin kamuuuu.. hehehe. Iya gue bersemedi, mandi susu, pijet swedia, manicure,pedicure, sampe keramas kucing deh…

doki doki: seriuuuusss?? Sedalam cintamu padaku apa sedalam sumur yang kering di pangkalan komplek???????

X: eh babe, gue kayaknya udah ketemu nickname rahasia yang tepat deh buat lo. Lo tau gak sih, biar kek superman superman gitu. MISS X… Apa dibantai pake cinta??? Mau donk. apa aja deh buat kamuwh…………

andro_sone: halo chingu… baca page untuk dapet passwordku ya.. disana ada info-infonya kok. J makasih udah berkunjung btw, semoga suka ceritaku ya..

YoonAddict: TIDAK. hahahahaha. Enggak lah, gak didapur. Itu terlalu.. errrmmmmhhhhhhhhhhhh.. enggak- adegan di dapur itu gak aka nada kok di cerita ini. hehehehehe. Makasih ya udah main.

Kimtaeyeoung: seriusan? Hehehehehehe.. makasih banget ya chingu. Jadi pengen garuk ketek deh saking senengya. muah..

Drarrykaishin: DITUNGGU TANTE! LOPE YOU PUL!!!

cacu0811: Nabok gue? CIYUS?? ENELAN?? MIAPAAAHHH??? Aku lucu imut menggemaskan gini di taboookkkkk????? Hahahaha. Sapa? Yuri? Kekasih lo? Enggak lah. Dia lagi meluk-meluk gue sambil balesin komen tauk di sini. Triak triak di kamar, guling-guling di kasur sambil minum kopi? Wah. Ini lagi satu anak ajaib. Pasti lo botak ya, kayak keturunanya shaolin? Iyaaa… kuusahakan untuk tetap konsisten di minggu selanjutnya yaaa.. makasih udah komen btw. hehehe

jung ausar: itu namanya keraguan diantara dua cinta. Hauahahaha. Geli banget ah gue. Jadi memang proses perasaan sica ke yuri itu akan agak slow, soalnya dia bakal butuh banyak kepastian di chap-chap selanjutnya. heuehehee

Krystalized: ciyuuussss?? Hehehehe makasih ya udah main.

nuriiiin: seriusan. Komen lo impian gue banget. maksudnya gue berharap bakal ada nama gue di gramedia sih. Hahahahahaha. Thanks banget ya kakak betewe. Muah.

lovesicababy: aku juga kangen kamuuuuuuwwwwhhh… siiip. Jangan bosen nungguin ceritaku yaaa.. serius deh besok-besok gak di PHPin lagi.

navy99blue: KEKASIH! Hahahahaha. Nemu dari mana ya, bikinnya pake hati. tak apalah, cerita lo masih tetap membahana kayak shownya si imah kok ai. Ih seneng ya smsan ama gueeee??? Seriusssss??????/

Q-SONE: HAHAHAHAHAHAHA. Di chapter depan, si Yul yang bakalan lebih ngenes dari sica. Menurut gue sih gitu. Hahahaha. Ngapain di lempar-lempar rotinyaaa???? Makasih udah main dank omen eaaa..

saseumidongsaeng: enggak ah. Gue itu lebih muda delapan tahun dari yoona, gue masih SMP. Serius! Masih imut gue. Perlahan tapi pasti donkkkkkk.. makasih ya udah komen chingu. J

JungHi: dikate jemuraaannnn?? Hahaha, iyam sorry ya kemarin-kemarin gue lama apdetnya, butuh perenungan panjang sekaligus meningkatkan chemistry gue buat cerita ini. hihihihiihi.. makasih udah komen. Semoga suka chapter ini ya…

Yulsictaenyjjang: siiiiippp deehh. Makasih ya udah main dank omen J

kameruhouse hahahahahahaha jadi malu deh gue. Vic ya…. *senyum setan* tenang, dia akan keluar di saat yang pas. Waktu konfliknya udah bukan seputar taengsicyul lagi. ihihihihihi. Btw, maacih ya udah main…

opie eyek: Iya. Ciyus? Hehehehehe. Makasih loh udah nunggui author ngaco ini. hakhakhakhak.

MeLLocksmitH: hahahahahahhahaha… entar kalo gue hiatus bilang-bilang dihajar masa lagi, kan atuuuutttt… ehehehehe. Makasih ya mello udah main..

SONE: heh? Sape yang ngajak elo? Orang sica yang idajak. Hahahahahaha. Thanks ya, senengnya gue berhasil pake feel bikinnyaaakkk. Taeny nc scene yang di rumah sooyoung ada, tapi kan gak gue ulang jujaaa.. maacih ya udah main…

Taengfany: siiippp deh.. sering-sering di cek aja. hehehe. Makasih ya udah main.

DedewKim: ditunggu aja, emang prosesnya agak slow gitu. Hehehehehehe. Makasih ya udah komen..

Typo-ed Cacu (@rhanycacu): komen lo masuk lagi. HAHAHAHAHHHAHA.

Yulsickha: loh kenapaaaa??? Hehehehe. Aku kayaknya kebalikan kamu deh, soalnya gak tau aku lebih suka genre yuri daripada genben. Malah lebihs uka ngebayangin si yuri rambut panjang dibanding berkumis. Kayaknya cantik sama cantik jadi perfect gitu. Maacih ya udah main.

lia: makasih ya udah main. hehehe

Kwon Yoona: NCnya sih sabar ajaaaaaaaa.. hahahahahaha. Thanks chinguuuu. muah

Kwon_gorjess.spazzer: GINAAAAAA.. MUAAAHH. Suka Jessica atau aku??? Ayoooooo pilih Jessica atau akuuuuwwwhhhhh… kayak wine? Bagus deh. elitan dikit, daripada dibilang kayak arak orang tua yang bua beranak itu. enggak aku gk sombong kok. hehehe

NEVER END BOND: gue kirain lo temen sekolah gue loh. Hahahahaha. Salam kenal by the way, harap dimaklumi gue yang mood-mood-an ini yak. Semoga suka chapter kali ini. muah..

Bloxtwins: kirain kamu tau, hati kita kan satu………… uhuk. Serius. Dateng aja! tapi beli ya?????? Hahahahhahaha. Thanks udah main dank omen.. muah.

Gui: CEMUNGUD!

leeyuljess: TAUUUKK kamu yang kece itu kaaannnn??? Hihihihihii. Kita kan suka mesra-mesraan di twitter. Gimana sik? Makasih ya chingu udah main ke sini. Muah.

mrz_love_taeny: rev, lo dateng-dateng pengen gue cium aja deh bawaannya. Hauahhahahahaha. Soal komen lo ya. Ehem. Gue sibuk… sibuk ngurusin roti, sibuk nyari inspirasi, sama sibuk mikirin amuwwhh. Hahahahaa *krik krik* soal taeny, gue juga masih random sih, masih rada bingung mo ditaro dimana inis ebenernya. Hahahahaha. Makasih ya udah main.

Clover: apdet dooonnnkkkk. Aku kan gak mo PHP-in readers lama-lama. Hihihihii.. yuri sebetulnya kalem, Cuma kadang suka arogan nyebelin gitu di sini. Hahaha. Makasih udah main btw.

OooooooO

Errrrr. Oke. balesin komen juga kelar. Gue jangan ditimpuk ya gara-gara chapter ini pendek. HAHAHAHAHA. Malah panjangan balesin komen. Over all, thanks buat readers yang udah komen disini maupun di twitter, memberi gue semangat pagi hari! Hahahahaha.

Ditunggu next chap..

Dada…

Salam roti!

Advertisements

65 thoughts on “It’s Mean to Be (part 5)

  1. AAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHH KENAPA TBC ???????? T.T

    sik asik sica …. dikit demi dikit ada butiran cinta nih ma yuri .. huahahahahahhaha.,
    seandainya gue dpt cowok kyk yuri .. gue kerangkeng itu cowok d rmh T.T
    sica oon ih.. klo gak mau sini buat gue aj dah yuri na …..

    di tunggu chap selanjutnya brooo ….. jgn lama2 update na .. gue lumutan nunggu lu update … lama bgt … wkwkwkwkwkwkkwwkwk

  2. wkwk…Apaan itu kamu bilang..kangen ama si magne(read: sasya)…dasar perayu.. 😛

    Yah..apa maksud mu deket aku buat dapet inspirasi part2 NC..ah se sexy itu kah aku..haha..#plak

    Yah..si yah menurut ku gapa papako ga ada NC nya juga..coz sekarang ajah mereka udah manis banget, berasa ABG yg tengah jatu cinta..dan aku lebih suka Yulsic yang ini di banding Taeny yang kemaren..berasa lebih geregetan aja si..xD

    Gebetan gue si Taeng bakalan muncul lagikah..hoho aku suka ‘o’ tp jangan buat dia terlalu horror yah._. wkwk #plak

  3. Nah, chap ini bahasanya lebih manusiawi dr pd yg kmarin..yg kmarin agak2 ‘extraordinary’ ya, haha

    hmm gmn ya, apa ini prasaan gw doang ato rasanya sifat yul ma sica agak2 labil gt..awalnya begini akhirnya begitu.. Paham g? Haha sica yg dingin kok tiba2 mmbuka hati, yul yg atraktif tb2 diem depan sica..

    Gw mnunggu scene taeny dan taengsic-nya rot hoho ^^

    ah gw g yakin g ada NC, wahahaha

  4. rot, maniis deh scene-nya… asli sampe kebawa senyum hati gue *cengengesan*
    jadi inget masa2 jatuh cinta dulu *gubrak!

    nyahahaha.. ow~ taengyulsic udah pasti Yulsic yg menang, haduhh~ manis bangett.. jadi pengen di kecup **ditabok sendal
    seriusan aku penasaran sama cast-nya victori-unn ntar~ apakah sbgai mantaaan… ato sbagai modeel foto… ato sebagai apa…? huhui.. kesian banget si-Vic… dari doloe2 sll jadi pihak ke tiga… parahnya, di cast yg jahat2 mulu…

    update soon… gue mau tuh baca chapter yg panjang2, nyahahaha fighting!!

    • d chap ini akhirnya sica bs ya ngebuka sedikit hatinya buat si yuri berkat ciuman si yuri nih
      kekeke
      wuidih klo tae muncul sica pst galau lg nih rot taeny aja rot yg kamu munculin kangen ma taeny moment
      kekeke xp

      wuidih ngabur deh sebelum kamu cium rot
      kekeke
      mau dong rotinya rot kirim ya k rumahku
      kekeke xp

  5. Woww…

    Ahirnya sica terpikat akan pesona kwon yuri yg seksi, ahahahahaaa…aku sempat cengo pas sica bialng mau nyium bibinya yuri, ternyata sica benar2 kena pelet mbah yuri .akekekekkkk

    Dichapter 5 ini yulsic momen ya, yul santai z tuh sica da deg2 ser sama kamuhh,,,

    Okay deh ditunggu chapt berikutnya, dan “sesuatu”nya di chapter berikutnya. Ahahahaaa bikin penasaran z nih.

    Tq

  6. Akhirnya saatnya sica membuka hati pada yul,yul km tuh labil deh..tegas donk untuk mencintai sica tuh..
    Sweeet suka suka suka..

  7. Ehm lo bwt taeny ada istilah diabetes bwt sweet moments mreka lo yulsic w ksi nma ape yee.. Mmm obesitas mungkin #well ini sangat tdak pnting# haha.. Tpi smpah w gedebuk love ini ma part ini eerrgg mkasih lu dach bkin w senyum2 GJ dan d’kirain gk waras ma tmen gw tpi demi yulsic ortu gw ini crita sweet bget dach.. Pling ska adegan d’mobil itu bkin suprise w pkir yul bner2 gk akn nyium sica t’nyata dia gk than godaan jga wkwkwk.. W rsa cast taeny msti d’keluarin lgi dach biar tmbah ada gregetnya gtu okee gtu dlu dech..
    Sperti biasa thx bwt krya lu yg ngehibur ini roti hwaitaeng bwt next chaptnyoo.. Paii..paii 😀

  8. Jihaaaaaaa………..
    Aku suka jessica sayaaaang……..
    Tp aku padamu mumumumuah :*:*:*:*:*:*:*

    Eh kok yulsic jadi so sweet gitu.. ????
    *serius gue iri mar* :3
    Jessica kayak’a melayang banget habis di cipok yul, adeeew bibir kakak’ku ga pw lagi….
    Kasian ntar bibir’a hamil *memble*…… Ga enak banget dah….

    Roti aku suka banget chapter ini, aku suka bahasanya……… Bikin gregetan….. Uyeeee…. :p
    Update soon ya beb……
    Semangatttt (ʃƪ´▽`)

  9. si roti php-in qte”.. huft..
    aaaaaaaa sica mulai tertarik dgn akang yuri.. okehhh rot. g suka n g tgg yulsic bersatuuuuuuuu.. semangatt.. jangan php-in lagiii iia. kekekekeke

  10. EAAAA (-.-)” aku ketinggalan..ck

    sekseh deh ceritanya kaya penciptanya.ciuss.

    Ihiy umma mulai2 jatuh cinta deh kayaknya wekwkwk semangat buat author biar yulsic bahagia #gaje

    ngomong2 jadi presenter guntung itu aduh kayaknya ngeri banget..#gakgkgkgk

    Unnie,semangat buat cerita dan kegitannya kini..aku selalu nunggu karya2mu selanjutnya..
    Terimakasih 🙂

  11. gw jd pgn hari sabtu trus nh,,,biar lo update trussss,,,hehehe,,,fighting lh buat lo,,,thanks dh bkin certa seheboh ini,,,msh d tggu taeny’y,,,,

  12. Roti….ak ikutan gila kyk jesica yg senyum” sendiri liatin hp’x 😀 Asli,ni makanan d depan ampe d cuekin dulu gara” chap ni.padahal makan’x ama menu favorit XD Suka suka suka suka suka 🙂 Roti jjang Okeh d tunggu chap depan *lanjutmakan*

  13. wwaaaahhh alus pisan eummmm biar pun dikit.Nc nya ajja yg panjang yaeh hhhhaaaaaa
    tp jngn ada FW nya riebeuttt gua..oke..biar gua do’ain roti lo..mekar ..Aminnn hhaaa
    lanjuttt chingu

  14. Annyeong,,,,,,,
    Emang pendk Sangattt,,,,gk pa”lah yng pnting Lanjuut,,,

    Yeehh,Sica dah Mlai nih,uhuu,,,,
    Gk lama lagi ,Sica gk bklan bisa nolak spenuhnya pesona seorng Kwon Yul,,,hheee,
    Dngan keoptimisan Yul,sdikit” bongkahan Es d hati Sica dah mulai cair,tinggal nunggu aja ,,,,,,,hahaha
    #apadah,,,,,
    *komenan gk pernah jelas ya,,, -___-”,, maklumi ya thor,,,,,,,,
    Huu,d tunggu lanjutannya aja dahhhh,,,,,,,,
    Fightaeng,,,,,,,^^

  15. ehemz roti part ini sesuatu banget dah hihi..
    Senyum”sendiri gara”ngebayangin sica ah
    yul kau dah bwt sica luluh,

    oke segitu coment gaje gue di tunggu part sesuatunya roti.keke SEMANGAT.

  16. huaaaaaaa chinggguuuu,yulsic so sweettttt deh momnet nya,,hehehehehehhe
    buat NCnya jangan lupa ya,,,wkwkwkwkwwk ditunggu lohhh,,
    segitu dulu ya chingggu,,,,HWAITAENG!!!!!!

  17. Yuri jjang!!!!!
    Yuri appa dapet first kiss’a umma, yeyeyeyyeye…..
    Iya umma bgs lupain aja tae, biar dia sma fany aja…

  18. doh baru sempet komen setelah ketemu name email yang ilang *lah jadi curhat –“*

    kyaaaa FFnya makin keyen.. ^^b beneran bikin gereget entah kenapa membuat hatiku menggelora setelah membacanya(?) #plak xD

    jessica ngegoda yuri dulu ya pegang2 wajah terus bibir #plak tapi akhirnya yul yang kiss duluan wk jessica mulai nerima yul asikkkk tapi SEDIKIT(?) ._.

    mian komen gaje *bow* haha Fighting buat chap selanjutnya !! ^^9

  19. Lah lah laaah tumben ini pendek spendek taeng tau2 udh TBC aja.. 😀
    baca ff yulsic taeny tu enaknya malem2..beda aja gitu rasanya..apalagi kalo pas adegan kisseu *ByunGwKumat*
    enak kali yee punya cwo ky yuri, diperhatiin bgt #eaaa
    rotii ane pesen yuri versi cowo satu yakk..?? Dibungkus (?) wkwkwkwk
    yukk ahh capcus dilanjut..!!
    Ehh iy, step sister itu mohon dilanjut..buat selingan dong..yayaya..?? 😀 😀

  20. asyik… akhirnya sica mulai m’buka hatinya buat yuri… aku akan menunggu dgn setia chap berikutnya thor…
    thor, dr kemarin2 aku minta pw accidenly in love part 6 kok ngga dkasi sich??? tega T.T

  21. asikk apdet,,, suka banget sikap yuri terhadap CINTA,,ga gedebak gedebuk hi hi nyantai banget nunggu hati nya sicca bener2 bwt dia meskipun gejolak hati nya dah ga ku-ku,,,tapi emang pesona nona jung ga bisa nahan,,, yuri pun mendaratkan chu~~~ yg ringan tapi efeknya ga ringan,, duh-duh ,, seobang-seobang!!! ck ck tapi perpindahan dr benci ke cinta nya neng sicca aga berasa ekstrim ya he he ato perasaan gw aja gtu wk wk abaikan…over all suka banget ama ni cerita,, banyakin metaphore nya ya ha ha ngarep,,, author jjang d tunggu apdetnya lg…..

  22. kata2 lo semanis crta ini..!!
    g mau ah..gue pngen nya gretongan.hahahaXD
    ngbayangin sica yg lg falling in love gtu berasa melihat bunga yg lama dtnggu untk brmekar.hho~
    dikit lg tuh yulsic jadian 😀
    next chap ada sesuatu??
    ada NC yaaa?? dtnggu lho 😀

  23. ouuuhhh so sweetttttt….
    mesranya…
    bikin aku senyam senyum melulu.. hehehe
    tapi sayangnya…
    aiihhh authorrrr… part 5nya kependekan…
    okay lahh.. tak apa… yg penting memuaskan hohoho
    ditunggu part selanjutnya ya thorrr… mudah2an part selanjutnya ada kejutan yg lebihhh….. hhmmmmm
    salam roti !!! author fighting !! 😀

  24. Asik heheh,,,, sica udah mulai membuka hatinya nih
    Usaha keras yuri terbayar hehehe,,,,
    Makin penasaran di tggu chapter berikutnya ya!!!

  25. ff yang indah.. 😀

    tapi diawal cerita aku sempet berekspekasi bakalan ada taeyeon.
    karena cuma dia yang bikin si sica galau hingga akhirnya bisa bikin dia
    lari ke yuri.
    tapi itu nggak dijabarin ya disini? hehe.
    bener tuh kata miss X taengsic itu dibutuhin, karena itu hal yang krusial untuk memaparkan betapa kerennya proses tangsic ke yulsic.
    eh.. berasa kaya’ pidato jokowi ya commentku, hahaha.

    dan jujur aja mar..
    ini lebih kereeennn daripada AE!
    😛
    cemungudh roti! 😛

  26. errrrrrrrrrrr~~~~~~~~~~~~~~~~~~ =_____________________________-=

    yulsic moment!!!! i love you!!! #eh i mean I LOVE THIS ONE!!! ecieeeeeeeeeeeeeeeeeeee yuri coughciumcoughsicacough ,,,,,klo sica mundur,gw yg maju buat nyium lo deh yuri…asal yuri’y jd co dlu,kan aneh banget di cium ce =__________=, jd inget mimpi gw slasa kmren wkt gw dy demam,,,itu mimpi SUMPAH nakutin banget,,,gw di cipok JESSICA JUNG!!! tepat di bibir, =______= bangun tidur gw langsung sesek nafas,,,,gilak!!! si jenong mau bunuh gw apah,,,, #mulai ngelantur gw kek’y xD

    pokoe….gw tunggu lu PHP’in qitah!!! #eh maksut gw,,,,update nyak xD….update update update….and thanks for update 🙂

    note: gw nunggu yulsic yg di……………………………………………………. *dimana ajahh boleh……….xD

  27. akhirnya jessica sedikit sadar juga setelah sekian lama, huft geregetan ama hubungan mereka yang tanpa arah kejelasan, well aku suka ama ceritanya penuh teka teki cinta yang membuat orang penasaran, mengobrak abrik pemikiraan dan perasaan bagi yang membaca~ daebakk lah~ hwaiting~ salam kenal aku member baru disini annyeong. jeongmal mianhae

  28. Lah…si kwon yul makin kalem aja tuh 😀
    Kayaknya gara2 sicababy yg udah mau deket ama dia makanya yul gak agresif bgt pdktnya (tp kok malah sica yg agresif bgt ya???)
    Pas ngebayangin sica yg kesenengan dicium ama yul malah inget yg yulsic jd guest di radio trus yuri ada ngomong “mmm…sicaaa” trus sica langsung malu” gitu hehehe…

    Ditunggu next partnya & moga2 ada taengsic moment 😀

  29. Whooaah.. Sica prcaya deh ama yul,, jgn trlalu brharap lgi ama taeng,, taeng biarin aja ama ppany 🙂
    iyo kan rot? 😉
    kpn nih chap ehm”a?? Msih lma kah?

    See u next chap rot, caaww 😉

  30. ah , gue suka bgt ama chap ini .
    Agak pendek sih , tpi yulsic momentnya bener2 sweet bgt .
    Bikin gue mendadak jatuh cinta ama ni couple . Haha
    dan gue menunggu chapter dpan yang katanya ada “sesuatu” . Hehe
    Fighting !!

  31. Eh?main part 5 aja ni cerita ya ampun aku selalu ketinggalan update ya di WP ini ckck menyedihkan sekali idupnya
    Taeyeon bakal muncul lagi nanti buat bikin sica ngenes ya ampun tu cewe pendek ga puas amet ya dr awal nyakitin sica dan bersenang senang sama fany tp bagus sih nanti perjuangan yuri buat sica sangat besar

  32. yuri stalker sejati.

    Yul katanya gmw nyium sica.tpi pas sica mw keluar mobil,malah ditahan terus dicium:o
    dasar yul,klo mw g usah nolak2 gtu #plak

    akhirnya tanpa disadari hati sica udah mulai menerima yul

  33. KYAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYAAAAAA .
    ya tuhan, penantian 4 chapter dan di chapter ini jessica udah buka hatinya buar yuri !!!! T_______T

    itu yg didalem mobil yg jessica mau keluar, yg ditahan sama yuri.
    trus dikecup bibirnya .
    MAMAAAAAAAAAA TOLONG AKUUUU
    #DORRRR

    ok, keep update thor \m/

  34. Huaaa sory gua udah lama gak mampir u.u tiap malem pasti ketiduran mulu kalo mau baca FF -_- hahaha,Lagi asik asik ngeliat yulsic moment,ehhh tbc XD . lanjutkan rott,gua suka nih sama sikapnya yul yang pantang menyerah XD

  35. ehm,, eh haiiii… lama gak maen sekali update banyak aja yeeee… CIYUSSS.. ENELAN.. MIAPAH… lo bisa ngirain gue temen sekolah lo? hahahaha… lanjut ya jeng, ane mo capcus ke part selanjutnya.. by the way gue kudu say thanks buat lo.. coz cuman disini gue bisa falling in love dengan karakter yuri. bikin gue gimanaaaaaa gitu.. uda ah.. bye

  36. Yaaaaa. . . . Udh ada kamajuan pesat kyknya? ><
    knp yul jd romantis gni ya? author jago nih ^^
    Smg sica cpt jdian deh ama yul !!

  37. Haaa,pndek. Tp gapapa. Krn uda ckup ngbuat aqu mesam mesem ga jlaz ngliat yulsic yg uda mulai pl0wer2 falling in l0p. Lnjut dlu ah!

  38. Cieeehh yang abis cium-ciuman eh,ciumannya cuma sebentar ya? Yaaaah yang lama dong *eh? Ehehehe jessica udah mulai cinta nih sama yuwreee kita lihat sajah

  39. gw bru engeh dah ini chap labil sih mnrut gew kak.
    sica yg dingin bbrp chap lalu kok tiba2 mmbuka hati, yul yg aktraktif tiba2 ngebatu didepan sika (?)…
    *okeh abaikan* hehehe

    tapi gw suka scenesnya ga kemanisan, pas lah buat ukuran yulsic. kalo taeny gtw deh. kyny g ckup sih klo buat mereka 😀
    taeng bkal dtg lagi??? gw tunggu drama slanjutnya kak hihihi

  40. ehem…ehemm…akhirnya sica dah mulai buka htinya….dpt hadiah pula first kiss from yuri…kyaaaaa!!!! htinya pasti berbunga” tuhhh….ceilehh nengg, kembali ke masa remaja lg yaaa…:-) 🙂 🙂 🙂

  41. Selaluuu saja yulsic momentnyaaa memgetarkan hati membuay diabetes banyak org, sweeeeettttttttt bgt

    Pasti waktu km nulis ff ini gag kepikirankan ternyata gag slamanya snsd ot9 sedih

  42. Asiiiiik ada kisse kisseeeee 😝😝😝😝
    Wlwpn bntr tp cukuplaa bwt gw senyum2 sendiri malam niiii 😙😙😙

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s