It’s Mean to Be (part 7)

Summary: Kebersamaan mereka di hotel malam itu, kini telah memahat arti perasaan yang baru di dalam hati Jessica. Sebuah rasa nyaman dan sayang yang kian nyata. Ketika Yuri menjadi begitu ekspresif menyampaikannya. Kejadian-kejadian tak terduga, rasa-rasa yang baru pertama kali bersemayam di dalam hati Jessica, membuatnya menyadari sesuatu. Yuri memberinya hal itu, hal yang tidak pernah Taeyeon berikan kepadanya.

“Hanya ada satu kata yang kini bersemayam di dalam pikiranku. Sentuhannya. Nikmat kehangatan itu.”

Title: It’s Mean To Be

Genree: Romance, Drama, Yuri

Main cast: Yulsic, Taeny, SNSD Member

Addition cast: Donghae (Super Junior), Appa, Victoria

Warning: Yuri, 18+

Enjoy…

 

Part 7

Jessica POV

Tangan itu selalu terasa hangat. Memberikan rasa nyaman yang tidak dapat kudeskripsikan bahkan hanya dengan kata-kata. Aku mungkin terlalu bodoh untuk menyadarinya, namun cinta itu memang selalu ada. Sorot yang sama, kerinduan yang sama. Yuri yang sama.

Mencintaiku.

Sejak pertama aku mengenalnya, sejak rasa benci itu menelanku dalam lubang mengerikan yang terdalam, membuatku buta dan menghilangkan seluruh kenyataan manis itu. Aku selalu menarik di matanya, bahkan ketika aku membencinya hingga neraka terdalam. Ketika aku mengatakan hal-hal buruk itu tentangnya. Seringai bodoh itu, selalu ada. Mengisi hariku, membuat wajah murungku perlahan sirna, atau ketika senyuman itu terwujud karenanya.

Sesuatu yang tidak pernah Taeyeon lakukan, membuatku tersenyum. Aku akan tampil di pagi hari, bercermin dan menilai diriku, mungkinkah aku telah cukup cantik di matanya. Mungkinkah dia akan kembali tersenyum padaku hari ini. adakah sedikit pakaian kerjaku yang tidak sesuai? aku begitu takut, kehilangan Taeyeon, seperti dia akan melesat, dengan begitu cepat hilang dari kehidupanku. tragis, ketika bahkan dia tidak pernah melihatku dengan cara yang sama.

Dan kini semua itu terjadi. Ketika khayalan mengerikan yang kuciptakan dalam otakku menjadi begitu nyata, jelas menghancurkan hatiku. ketegaran itu berhamburan, menyakiti hatiku, menusuk setiap sisinya begitu dalam. Hingga aku tidak dapat lagi memutuskan apa yang tengah kurasakan kini.

“Aku tahu kau tidak tertidur, Jessica.” Suaranya terdengar begitu lembut di tengah kelenggangan suasana pagi ini.

Aku tengah menatap hamparan kehijauan yang luas di daerah pegunungan ini, ketika mobil terus melaju, menembus kabut-kabut tebal yang membuat seluruh tubuhku terasa begitu menggigil. Pegunungan berwarna keabuan dan hijaunya pepohonan membuat perpaduan warna yang begitu kontras, menyejukan mataku yang sembab. Aku menangis, bahkan ketika aku tertidur. Kejadian itu tidak dapat berhenti begitu saja berlintasan di dalam pikiranku. Persetan dengannya.

“Aku tahu kita tidak pernah diciptakan untuk bersama.” Aku tersenyum, ketika sekali lagi air mata itu jatuh membasahi wajahku. Dengan segera aku menghapusnya, mengapa aku menjadi selemah ini? ketika aku tahu, aku harus tegar mengumpulkan kembali pecahan hatiku yang telah berserakan. “Aku hanya tidak tahu, semua itu harus ditunjukan dengan cara seperti ini.”

“Karena kau tidak akan pernah menyadarinya,” suaranya terdengar parau, wajah murung itu. mungkin hanya sedikit, namun aku selalu menyadarinya, ketika dia menampakan ekspresi itu. “Kau tidak harus menjadi orang paling menderita untuk kebahagiaan mereka, berbagilah denganku.”

“Aku terlalu sering membuatmu menderita…” aku mengalihkan pandanganku, menatap nanar, berusaha memfokuskan segalanya hanya kepada kuil-kuil yang terletak di sisi pegunungan. “…terlalu sering.”

“Sebanyak apapun kau membuatku menderita, selalu membuatku tahu aku akan selalu berkorban untukmu. Hingga kapanpun.” Gema suara itu menghilang, dalam rasa pedih yang mendalam. Menekan perasaannya, begitu jauh, hanya untukku. Taeyeon tidak akan pernah melakukannya.

“Aku tidak tahu mengapa tidak pernah bisa mencintaimu…”

“Belajarlah, Jessica,” Kini dia menatap mataku. menembus hatiku. melambatkan laju mobilnya, memberikan kami ruang untuk saling berpikir. “Kumohon. Aku hanya ingin kau melakukannya, belajar mencintaiku, belajar melupakan Taeyeon. Hanya itu yang kubutuhkan.”

Mungkin aku tidak akan pernah bisa.

Mungkin aku akan terus tenggelam dalam bayangan cintaku pada Taeyeon yang telah hancur melebur. Menguburku dalam patah hati yang begitu menyakitkan.

“Karena aku tahu kau bisa. Dan aku tahu kita selalu di takdirkan bersama, Jessica.”

Kalimat terakhir yang diucapkannya, sebelum roda-roda itu berhenti berputar, tepat di hadapan sebuah bangunan besar, hotel tempat aku dan dia menginap. Sebelum topik itu mengabur, menghilang bersama dengan rasa sakitku yang kuharap akan kian samar di akhir minggu bersamanya.

OooooooO

Yuri POV

Mata sembab itu, atau air mata itu. Selalu menyakitkan bagiku.

Mungkin hanya sedetik, hanya sejenak. Ketika hatiku menjadi begitu lelah, rasa sesak yang terus menerus mendera, dan kemudian berganti rasa sayang, rasa perduli kepadanya. Saat dia selalu mengatakan hal itu, dia tidak pernah mencintaiku yang selalu mencintainya. Menghabiskan seluruh harapanku begitu saja. Hanya sejenak.

Segalanya akan menjadi lebih mudah, ketika aku merasa marah dan meninggalkannya. Mudah tanpa cinta yang dalam itu.

Mobilku kini memasuki area perhotelan yang telah kupesan sejak seminggu lalu, dan jujur saja, aku memang telah merencanakan ini semua. Membawanya lari dari dunia yang kutahu selalu menyiksanya, membuatnya kian mengerdil dengan segala ketakutan dan kekalutan yang tidak ada habisnya. Aku mengenalnya, jauh lebih baik dari dirinya sendiri.

Bangunan hotel bintang tiga ini tidak terlalu berlebihan, dengan harga yang cukup ekonomis untukku. Aku menghentikan mobil tepat di depan pintu lobby dan mengajaknya untuk masuk. Udara pepohonan yang sungguh asri telah menyambutku ketika aku membuka pintu mobil. Jessica meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan mengusap kedua lengannya menghilangkan rasa dingin yang menusuk begitu tiba-tiba.

Kami menaiki tangga besar dengan pria muda yang menyambut kedatangan dengan senyuman ramah tulus, hanya membuat suasana hatiku kian membaik. Aku tersenyum padanya dan berjalan cepat kearah resepsionis.

Jessica duduk di tengah lobby, matanya terpejam, kurasa dia tengah menikmati tidurnya. Lagi. Resepsionis itu menyebutkan nomor ruangku sebelum memberikan kartu akses masuk ke ruanganku. Aku menginap di tempat ini beberapa tahun yang lalu, dan memesan kamar yang sama hari ini.

Taman nasional Bukhansan.

Ruangan yang luas dengan jendela-jendela kaca besar yang akan menyajikan pemandangan langsung mengarah ke pegunungan yang berkabut, perpaduan warna membosankan gunung-gunung besar, cahaya matahari yang bersinar terik, dan pohon-pohon besar di hampir setiap sisi jalannya, kuakui. Amat indah. Kuharap Jessica juga menyukainya.

Dan kuharap Jessica juga menyukai keputusan aku hanya memesan satu kamar dengan satu ranjang besar yang kupikir akan cukup untuk kami berdua.

Aku menghampirinya yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Tidak banyak pengunjung yang datang di akhir minggu ini. ini salah satu alasan aku begitu menyukai tempat ini, suasana yang sepi dan tenang.

“Kau bisa tidur di kamar sekarang, Jessica.” Dia membuka matanya dan tersenyum manis, hingga membuatku ingin memeluknya detik ini juga. Aku membantunya berdiri dan merangkul tubuhnya dalam pelukanku.

“Dimana kunci kamarku?” aku mengangkat kartu itu. “Hanya satu?” tanyanya memastikan.

“Kau keberatan?” aku menekan tombol lift, hingga tidak lama kemudian pintu lift yang kosong terbuka. Kami melangkah perlahan memasuki kotak kecil itu.

Jessica bergeming di dalam lift, tidak menjawab pertanyaanku. terlihat tengah berpikir keras. Sungguh keras. “Selama kau tidak menyentuhku.”

Aku tertawa renyah mendengar pernyataan polos itu terlontar darinya. “Tentu saja aku tidak akan menyentuhmu.”

Mencari nomor kamarku 375, berjalan di atas karpet hijau muda dengan pencahayaan yang terasa remang, entahlah. Memberikan sedikit kesan mewah untuk tempat ini kurasa. Kamar yang terletak di sebelah kiri koridor, aku memastikan nomor itu sekali lagi, sebelum menggesekan kartu itu hingga pintu terbuka.

Jessica terkesiap menatap ruangan yang luas dan lenggang. Tidak banyak yang berubah kecuali gorden kuning yang kulihat beberapa tahun lalu telah berganti warna menjadi cokelat tua, terikat dengan rapih di sisi-sisi jendela. Aku menutup pintu dibelakangnya.

Ranjang besar yang terletak di tengah-tengah ruangan dengan sebuah televisi besar tepat di hadapannya. Kupikir kamar ini cukup nyaman, untuk ukuran satu unit kamar suite hotel kelas bintang tiga.

“Aku menyukai kamar ini, itu alasan aku memesannya sejak minggu lalu, meski hanya memiliki satu ranjang besar. Kuharap kau juga menyukainya.”

“Tentu saja.”

Matanya kembali meredup, seperti akan tenggelam di dalam tumpukan bantal-bantal yang terlihat menggiurkan itu. aku tertawa kecil melihat wajahnya. Dia terlalu mudah mengantuk.

“Tidurlah, Jessica.”

“Hmm..” dia bergumam menggemaskan, berkata perlahan sebelum tenggelam lelap dalam tidurnya. “…ingat, jangan sentuh aku.”

“Aku tidak akan menyentuhmu…” aku berjalan menghampirinya yang kini telah positif tertidur. Mengecup pipinya dengan lembut, sesuatu yang membuatku ingin tetap di sini, memeluknya.

OoooooO

Jessica POV

Oke, aku tahu ini berlebihan.

Ada ketakutan yang kurasa diluar nalar. Atau, sepantasnya aku merasa khawatir dengan keadaan yang kian lama membuatku kesal malam ini. lagi-lagi, pemikiran yang konyol, aku memilih untuk menurutinya, aku yang memilih untuk melepas kepenatan dan berakhir terjebak di dalam sini. Di kamar yang sama dengannya.

Kakiku menjuntai di sisi ranjang, membuatku terus menatap ujung jari-jariku seperti itu adalah benda paling menarik di dunia. Sungguh, berada sedekat ini dengan orang asing membuatku berniat membangun tembok-tembok besar di sekeliling tubuhku, namun pada saat yang bersamaan aku berharap aku dapat menghancurkan tembok itu dan membiarkannya menelusup lebih jauh.

Akui saja, aku selalu menginginkan kenyamanan ini. Pelukannya.

Yang benar saja?!

Aku berkarir, aku normal, secara seksual tentu saja. Dan di tengah kedewasaanku ini, aku begitu takut akan jarak intim dengan seorang asing yang telah menjerat perhatianku selama beberapa hari terakhir. Jika aku begitu takut, kenapa aku harus menyetujui keputusannya mengajakku menginap di sini. Satu kamar, bersama. Tanpa tempat tidur ekstra. Oke, aku mencium sebuah rencana di dalam seluruh skenario ini. dan itu kian mengkhawatirkanku. Aku terlalu bodoh, atau terlalu terjerat dalam pesonanya. Entahlah. Itu dua hal yang membingungkan dan diluar perhitungan logika pintarku.

 “Apa yang kau lakukan?” suaranya yang selalu terdengar tenang dan dalam menggema perlahan membuatku menoleh karena keterkejutan. Dia mengernyitkan keningnya.

Aku tengah menyusun bantal-bantal besar ini di tengah ranjang, memberikan batas tegas antaraku dengannya. Tembok. Aku tidak ingin dia melewati batas fisik yang telah kutetapkan, aku harus melakukan ini. menjauhkannya dariku, sejauh mungkin.

“Aku bisa tidur di sofa jika kau begitu takut, Jessica.” Ujarnya parau. Aku menggigit bibirku, merasa sedikit bersalah dengan situasi ini.

Alasan semacam apa yang harus kuungkapkan sekarang?

“Kau membayar kamar ini, Yul. Penuhi saja kesepakatan untuk tidak menyentuhku, oke?”

“Ini benar-benar tidak masuk akal!” Dia terdengar sedikit kesal. Atau dia merasa ini sebuah hal yang konyol. “Kau tahu, ada dua kemungkinan yang terlintas di dalam otakku malam ini, satu, kau begitu membenciku, yang mana kupikir tidak begitu masuk akal, kau menyerahkan dirimu begitu saja dan menerima tawaranku tanpa pikir panjang untuk datang ke tempat ini,” Dia menyeringai.

Ough, sial, dia terlalu pintar untuk menebak segala hal tentangku.

“Atau kedua…” aku membenci tatapan jahil itu, dan aku benar-benar tidak ingin mendengar kemungkinan keduanya. Kini dia berjalan mendekat, memberi sedikit jeda, dengan sengaja menggantungkan kata-katanya. “…kau tidak pernah tidur dengan orang lain selain Krystal sebelumnya, di umurmu yang kurasa sudah sangat cukup dewasa untuk itu.”

Check!

Sial. Terlalu tepat mengenai sasaran.

Bahkan tanpa menatap wajahnya, aku dapat merasakan tatapannya kini tengah begitu intens padaku, mungkin akan berhasil menembus kedua mataku jika aku membalasnya.

“Jessica…” dia mengangkat wajahku yang masih tertunduk. Memaksaku untuk menatap matanya. “…kau tidak percaya, aku tidak akan menyentuhmu, huh?”

Aku bergeming, bahkan tengah mencari jawaban itu di dalam diriku kini.

“Bolehkah aku tidur bersamamu?” tanyanya sekali lagi, menggoyahkan ketakutanku.

“Dengan bantal-bantal itu? oke.”

“Tidak dengan bantal-bantal itu,” dia berkata tenang, aku mengalihkan tatapanku, masih terasa enggan untuk melihat wajahnya yang kuyakin akan segera meluruhkan hatiku dengan pesona yang kutahu selalu dimilikinya. “Hanya kau dan aku.”

“Engh…” aku bergumam di tengah pertanyaan yang terasa sungguh menghimpitku. “…oke, tapi…”

“Aku tidak akan menyentuhmu.” Ucapnya sekali lagi, meyakinkanku dengan cara yang membuatku ingin segera jatuh kedalam kesungguhan mata itu.

“Baiklah..”

Setelah beberapa menit menjengahkan, dalam jarak yang begitu dekat, aku menatapnya. Dia tengah tersenyum, tersenyum dengan begitu manis.

“Tidurlah.” Jemarinya membelai wajahku lembut, sebelum melepaskannya dengan begitu tiba-tiba, membuat jantungku yang sempat berdebar, kini seperti berhenti berdetak, menginginkan sentuhannya lebih lagi.

Menginginkan sentuhannya?

Ini gila.

Yuri membaringkan tubuhnya, terlihat begitu rileks dan menikmati dirinya sendiri. Ada rasa tegang jauh di dalam hatiku, yang membuat gerak-gerikku begitu mengerikan seperti robot tak bernyawa. Rasa canggung yang hampir membunuh suasana malam ini. ugh aku benar-benar membenci situasi ketika aku membuat suasana menjadi begitu menakutkan.

Mataku menelusurinya, rambutnya yang basah tergerai tak beraturan, masih dengan pakaian mandi putih, kontras dengan kulitnya yang kecokelatan, aku mengalihkan mataku, tepat ketika dia menangkap tatapanku. Yuri tersenyum kecil, merengkuh pandanganku.

Sial, wajahku pasti memerah kini.

Aku bahkan tidak tahu apakah aku akan berhasil melewati malam ini dengan sebuah tidur nyenyak, atau aku berpura-pura tertidur nyenyak hingga dapat kupastikan Yuri benar-benar memejamkan mata dan meninggalkan dunia sadarnya.

Aku memejamkan mata, berusaha keras mengabaikan fakta aku tidak sendirian di tempat ini.

“Sangat sulit menahan diriku untuk tidak memelukmu, Jessica.”

Aku membalikan tubuhku, membelakanginya, hingga mungkin dia tidak mengetahuinya, bahwa aku tengah mencerna setiap kata yang akan diucapkannya kini.

Mungkin, ada sedikit hasrat yang bersemayam di dalam sudut hatiku. aku ingin merasakan pelukan itu, ketika kehangatan tubuhnya yang selalu membuatku tenggelam dalam kenyamanan menguasai tubuhku seluruhnya. Aku ingin mencicipi kenyamanan itu, membiarkan tubuhku luruh malam ini, hanya untuknya.

“Jika aku mengijinkannya…” suaraku terdengar serak, sarat akan keraguan yang kutahu mungkin menyakitinya. “…jika aku mengijinkannya.” Ujarku lagi, berusaha meyakinkan diriku sendiri.

“Maka hanya itu yang dapat kulakukan,” Ujarnya seperti dapat membaca keraguanku. “Aku telah berjanji padamu. Bolehkah?”

Aku menggigit bibirku, cukup kuat hingga aku meringis kesakitan.

Benarkah aku melakukan ini?

Dengan begitu perlahan, sangat perlahan. Aku membalikan tubuhku, ada rasa aneh luar biasa yang menggebu dalam diriku, tentu saja, perpaduan jantungku yang berdentum dengan keras tidak memperbaiki segalanya. rasa-rasa ini, rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Kehilangan kontrol, aku tidak dapat berpikir, apapun. Bahkan Taeyeon. Hanya ada satu kata yang kini bersemayam di dalam pikiranku. Sentuhannya. Nikmat kehangatan itu.

Aku beringsut mendekat, membiarkan batas tak kasat mata itu lenyap sepenuhnya. Dengan ragu, dan sedikit gemetar, aku meletakan tanganku di atas tubuh rampingnya, merasakan tekstur pakaian tidurnya yang begitu nyaman. Menghirup aroma tubuhnya yang khas. Tanpa kusadari, aku telah jatuh dalam aroma itu, melenyapkanku dalam pusaran pesonanya.

Apakah ini reaksi yang selalu ditimbulkannya? Pada semua gadis yang disukainya?

Tubuhku bereaksi, emosi yang meluap, entahlah. Ketika tangannya mengerat di bahuku, mendekapku dalam kehangatan tubuhnya, darahku berdesir.

“Engh..”

Bodoh, kenapa aku bergumam seperti ini? Kenyamanan yang tidak pernah kurasakan, ketika Yuri dapat memberikan rasa itu sepenuhnya kepadaku. Membuatku merasa begitu berharga, dan ketika dia menunjukan bahwa dia begitu takut kehilanganku, hanya dengan satu pelukan ini.

Aku memejamkan mata. Merasakan degup jantungku yang kian berirama, hanya berusaha menikmati malam yang luar biasa. Satu lagi malam yang luar biasa bersamanya.

“Aku menyayangimu,  Jessica.”

Jemarinya membelai bahuku lembut, kembali mengalirkan getaran-getaran itu ke dalam hatiku. “Aku akan menunggumu terbangun. Seperti yang selalu kulakukan di malam-malam sebelum aku mengenalmu.”

OoooooooO

Yuri POV

Aku terbangun oleh suara pagi hari yang begitu riuh di luar, dingin yang menggigil membuatku sedikit gelisah. Ada rasa ringan yang tidak kumengerti bersemayam pagi ini, seperti kesenangan yang bahkan tidak dapat kudeskripsikan hanya dengan kata-kata. Aku menyunggingkan senyum kecil, Jessica telah menumpukan sebagian tubuhnya di atasku. Aku memeluk punggungnya, merasakan setiap inci kelembutannya yang selalu hadir mencekam mimpiku oleh hasrat yang selalu membara.

Aku tidak tahu, apakah dia selalu terlihat menikmati tidurnya seperti ini, tapi aku tahu, dia merasa nyaman di dalam pelukanku. Aku telah meremukan ketakutan dan kekhawatiran itu menjadi sampah menjijikan. Aku menghancurkan tembok konyol yang dibangunnya hanya dalam semalam. Tidak hanya karena aku memiliki pesona yang mungkin memikat gadis ini, tapi karena aku tahu kita memang selalu ditakdirkan bersama.

Pagi yang indah.

Aku kembali tersenyum. Sejenak aku merasakan ponsel yang kuletakan di atas meja kecil itu bergetar, dengan begitu hati-hati, aku mengambil benda itu dengan memiringkan sedikit tubuhku. Menatap layarnya sedetik, sebelum menyunggingkan senyum. Entahlah, senyuman yang begitu menghangatkan hatiku.

Aku menggeser tubuhnya dengan begitu hati-hati, tidak berniat sedikitpun membangunkan tidur tenangnya, pergi sebelum dia sadar dari tidurnya, dan kembali bahkan sebelum dia mengetahuinya. Menjadi orang yang pertama dilihatnya ketika menatap matahari nanti, membuat hatiku menghangat oleh rasa sayang yang bertumbuh kian besar untuknya.

Kuharap kehadiran seorang sahabat dapat memperbaiki segalanya, meredakan seluruh emosi dan perasaan yang tidak pernah berhenti bergejolak ini, seperti ketika aku bersama Jessica.

OooooooO

Jessica POV

Cahaya lampu Kristal di atas tubuhku terasa begitu menusuk tepat ketika aku membuka mata. Sekejap kemudian aku mengernyit, menghalau cahaya itu membakar mataku. Sejenak aku memejamkan mata, kembali berpikir, ada dimana aku. Tidak ada cahaya yang begini menyakitkan di kamarku. Aroma yang asing, dan tentu saja. Tempat tidur ini terlalu nyaman. Bantal-bantal besar, dan…

Oh.

Yuri.

Yuri seharusnya berada di sebelahku kini. Mengingat hal itu, membuat rasa hangat menjalari seluruh tubuhku, hingga aku tidak dapat menahan senyumku. Ini benar-benar terlihat bodoh. Aku masih dapat merasakan aroma tubuhnya yang menyengat, begitu santar menenangkan tubuhku, merilekskan seluruh syaraf yang menegang. Kenyamanan luar biasa yang tidak pernah kudapatkan sebelumnya.

Aku menggeser tubuhku perlahan, dengan begitu hati-hati, kupikir Yuri akan sangat terkejut jika aku melakukan gerakan apapun yang begitu tiba-tiba. Tanganku menelusuri sisiku, dan tidak ada siapapun di sana.

Senyumanku memudar.

Dia tidak ada di sini?

Salahkah jika aku ingin selalu bersamanya hingga begitu takut kehilangannya? Kehilangan seseorang untuk kedua kalinya. Seseorang yang kutahu akan lagi-lagi menghancurkan hatiku. Oh, sungguh. Patah hati telah membuatku begini hiperbola dengan situasi yang terjadi.

Rasa kecewa kini berganti dengan kebingungan yang membuat keningku berkerut. Aku mengenakan pakaian tidur yang disediakan khusus di dalam kamar hotel ini, berjalan mengelilingi ruangan besar, melewati sofa-sofa itu menuju ke kamar mandi. Sedikit menggigil ketika dinginnya lantai marmer menyengat telapak kakiku.

Aku membuka pintu kayu itu perlahan, dan mendapati ruangan lembab yang kosong. Dimana dia sebenarnya?

Tanpa gadis itu aku merasa hilang. Kenapa dia meninggalkanku begitu saja? Tempat ini begitu asing, sesuatu yang membuatku merasa bodoh. Tidak bisakah dia meninggalkan pesan dan tidak membuatku khawatir seperti ini? aku merajuk kesal membayangkan seringai menyebalkan itu.

Aku melangkah perlahan, berjalan keluar dari dalam kamar hotel. Secara impulsif untuk mencarinya, berpikir positif bahwa gadis itu akan berada di restoran menghabiskan makan paginya sembari melihat kumpulan hasil fotonya kemarin malam.

Memutuskan untuk masuk ke dalam restoran, dan bersyukur dugganku begitu tepat. Ada Yuri di sana. Aku mengerutkan keningku, mendapati dia tidak sendirian. Bahkan aku tidak menyadari dia telah pergi menghilang dari sisiku pagi ini. Dengan satu tangan memegang gelas kopi, dia tengah melakukan sesuatu yang sungguh asing bagiku.

Tersenyum.

Senyuman tulus yang tidak pernah kulihat sedikitpun ketika dia tengah bersamaku. Membuat hatiku terenyuh menyadarinya. Mata yang selalu terlihat sendu kini menyipit, seperti seluruh beban dan kesesakan menopangku dalam kesakitanku lenyap seluruhnya. Bersama gadis asing itu.

Rambutnya hitam, siluet tubuhnya yang begitu ramping dan tinggi dapat terlihat dengan jelas dari sini. Aku berjalan perlahan mendekatinya.

Apa sebenarnya yang tengah mereka bicarakan? Entahlah, aku hanya melihat, mereka tidak menyadari keadaan sekelilingnya, atau bahkan keberadaanku sedikitpun. Membuat rasa yang sedikit janggal di hatiku ketika Yuri mengalihkan tatapan itu dari wajahku, dan melihat orang lainnya dengan kedalaman yang sama.

“Jessica!” Yuri memekik kecil melihatku.

Oh. Akhirnya dia menyadari kehadiranku.

Aku melangkah, mendekati mereka. Yuri masih membisikan sesuatu kepada gadis itu sebelum dia tersenyum lebar menyambut kedatanganku.

“Kau masih ingat padaku?”

Aku tertegun. Sejenak, hanya sejenak. Entahlah. Mungkin cukup lama hingga dia menyadari wajah idiot ini. matanya membulat ketika menatapku, wajahnya sedikit tirus, dengan kantung mata besar membayang di sana. Aku terdiam sejenak mengamati setiap lekuk wajahnya, yang jujur saja, terpahat dengan begitu sempurna. Gadis ini sangat cantik, tanpa make-up, hanya kesejukan yang kini tengah memanjakan mataku. Terlalu cantik hingga mengintimidasiku hanya dalam sekejapan.

“Jess?”

Suara Yuri yang begitu spontan membuyarkan seluruh lamunanku. Membuat jawaban bodoh yang begitu impulsif. “Oh… uh… tidak, maaf aku tidak mengingatmu…” mengusap tengkukku untuk menutupi rasa canggung yang menyergap begitu tiba-tiba. “Apakah kita saling mengenal?”

“Im Yoona.” Dia mengulurkan tangannya yang jenjang, jari-jari lentik yang kini menggantung di udara, menanti sambutan tanganku. “Aku mengunjungi gadis bodoh itu. Ehm, Taeyeon, direkturmu, dengan beberapa sahabat hari itu.”

Mungkin keterkejutan ini telah menghisap seluruh fokus pikiranku, hingga mungkin nama Taeyeon tidak lagi menjadi begitu penting. Karena kini aku tengah menggali ingatanku tentang sosoknya, yang bahkan tampil begitu menawan hanya dengan busana kasual, kaus dan jeans pendek yang membalut tubuhnya dengan begitu pas. Sungguh anehnya dapat begitu mudah terlupakan.

Tentu saja idiot, karena hanya ada Yuri di mataku saat itu.

“Jessica Jung…” aku menyambut uluran tangannya, setelah Yoona menatapku dalam beberapa detik yang menjengahkan. “…maafkan aku membuat kita kembali berkenalan seperti ini.”

“Santailah,” Ujarnya menepuk bahuku lembut, sebelum mengalihkan tatapannya kembali kepada Yuri, dan aku melihat sorot mata itu untuk kedua kalinya. Sesuatu yang berbeda, sesuatu yang belum bisa kunamakan. “Yul, kurasa aku harus pergi sekarang. Kau tahu fotograferku kian menyebalkan.” Dia melihat ke arah pergelangan tangannya, jam tangan yang kuyakini seharga gajiku selama dua bulan menghiasi tangan cantik itu.

“Kau bisa memintaku untuk mengambil gambarmu, Yoong.”

Gadis itu mengangkat bahunya, “Aku tidak akan mengganggu liburanmu bersamanya.”

Bersamaku?

Apa saja yang telah diceritakannya kepada Yoona?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya menggantung dalam lekuk pikiran yang tidak akan pernah kuutarakan pada Yuri. Semua ini membuatku begitu enggan untuk bertanya padanya, terutama saat Yoona kembali tersenyum padaku, dengan sangat manis hingga hatiku meluruh.

“Kau tidak akan memberikanku pelukan itu?” Yuri merentangkan kedua tangannya. Menelusupkan rasa aneh yang tidak dapat kunamakan menjerat perasaanku dalam keheningan yang menyesakan.

Ketika tubuh mereka menyatu dengan begitu serasi. Irama yang sangat tepat, terlalu tepat untuk menjadi sepasang kekasih. Pesona dan keanggunan yang melebur sempurna. Terlalu sempurna hingga membuatku mengalihkan pandanganku. Tidak dapat terlalu lama menyaksikan adegan itu.

Saling melempar senyum kala tubuh mereka menjauh. Senyuman yang begitu asing, yang tidak pernah kuketahui. Tidak pernah kukenali. Sisi lain seorang Kwon Yuri, hanya untuk Yoona.

Yoona berjalan perlahan, berniat meninggalkan kami, sebelum dia melewatiku, menarik bahuku perlahan, dan membisikan sesuatu kepadaku.

“Yuri memiliki banyak gadis, Jess, kuharap kau berhasil menaklukannya.”

Suara yang terdengar begitu ringan, hanya gelombang yang kurasakan begitu janggal. Hingga akhirnya dia berjalan pergi menjauhi kami, Yuri masih sibuk memainkan gelas kopi itu di tangannya, kurasa dia tidak menyadari kejadian barusan.

Kalimat itu.

Memberikan oase yang tidak kumengerti. Ketakutan yang berlebihan. Yang membuatku membeku, tidak melangkah sedikitpun dari tempatku berdiri kini. Yuri mengangkat wajahnya, dan memberikanku senyum itu, senyuman yang berbeda, sungguh berbeda seperti yang kulihat kala dia bersama Yoona. Senyum simpatik, seolah dia telah kembali siap menghapus rasa sakitku.

TBC

OoooooO

Oke, gue muda, gue gaul, gue kece, dan gue jomblo.

HARAP DIMAKLUMI KETERLAMBATAN PUBLISHNYA!!!! Hauahahahahahahahahahaha..

Biasa gue kan ageje. Anak gaul Jakarta. Kerjaannya hangout gaul. Serius deh, tadi gue abis make voucher starbucks dari kakak gue. Kan mayan tuh, dapet minuman seharga empat puluh rebu gratis.  Gimana chapter eneeehhh????

Di-pause. Gue balesin komen-komen menggelikan kalian minggu lalu. Muah.

Lisa: emangnye??? Bukan??????? Hauahahahhaa. Lahir taun berapa sih ente? Gue donkkkk.. udah kuliah semester satu. Yihaaaaaaaaaaaaa.. APE? KAGAK! Ngarang lo. Darimana vic meninggal. Dia masih idup sehat walafiat, neh lagi malmingan sama gue….

Kim Leztharie sonesElf: Lo udah kayak ngiklan obat tje f*k tau gak sih? Tampil lah pake dengan wajah berbinar. Muahahahahahahaha. Lo ngasih-ngasih tau lagi ultah minta kado ya? Ngaku deh. minta kado kan? Gue Cuma punya cinta tulus. Terima hatiku aja ya mauuuuuu???? Ciyus ah gadis belia? Gue gadis semok, gaul dan rajin ibadah loh. Apa sih kurangnya gue? *muntah*

hytae: iya.. kayaknya gue butuh libur jadi jomblo nih. Aduh, sapa kek mo jadi pacar gue. Sini dateng ke rumah gue. Bawain apa kek. Mobil boleh, berlian boleh. Apapun gue trimak! Itu gue lagi ngirim amplop, tadinya mo ngirim duit lebaran, keknya salah masukin malah jadi masukin foto seksi gue. Entahlah. Maacih yaaaa udah maiiinnnn…

Typo-ed Cacu (@rhanycacu): Eh beneran deh. emang sesusah itu apa komen di wp gue? Gak blogspot gak wepe. Kayaknya tuh blog-blog gue pada punya otak sendiri tau buat nolakkomen. Hauahaha. Ngeselin beuuudd.. maapkan ya raniiii… entar gue kasih hadiah cium deh. makasih ya udah maiiinnn.

-santique-: hauhahahahahaha. Di yutub gimana sih emang? Pasti. Tenang. Sebentar lagi. SEBENTAR LAGI! HAHAHAHA. Ya dong, setelah lima chapter pertama mo ng-NC gak jadi terus, pada akhirnya jadi juga. Huahahahahhahaha. Maacih ya udah maiinnn.

Taenytebs: gue keknya mo ngomenin nama lo kemaren kelupaan deh. itu nama lo kenapa mengingatkan gue sama bayi ya. Bayi-bayi yang di atas kepalanya ada symbol satu, enol, enem, empat, ituloh. TELETUBIES!!!! Ehem. Keknya gue yang aneh ya? *krik* kebawa ombak tenggelam? Lo kira dikawinin ratu pantai?

taeny yulsic soosun yoonhyu hyon: ihiy mekar. Kek apaan aja deh amuwh. Makanya, sini bunganya pelihara di hatiku aja. hihihihihihihi….. sip deh. tinggal minta. Gue kasih kok. Maacih ya udah main. Hihihihi..

yulilovesnsd: waduh. Lu kayaknya sodara si limbad ya suka jampe-jampe? Ciyus deh. hahahahaha. Jampein gue donk biar mau diet. Biar cepet kurus nih gue nih. Aduhhhh. Maacih ya udah maiiinnn..

taengppany: ape? Jadi temen malin kundang persi es? Paan. Ogah ah. Kalo jadipacar sica mau donkkkkkkkkk/ hihiiiyyyyy… hah! dasar locksmith. Gapapa. Gue ikut senang kalau lo senang. Sby pun bertepuk tangan. Ya……. Gue gaje. Oke sekian. Makasih udah berkunjung dank omen. Muah.

Kimtaeyeoung: his. Udah ad ague yang lap air mata gue. Kasian deh lu gak kebagian. Air matanya kan bawa hoki. Bawa fengshui. Muahahahahahaha. Maacih ya udah berkunjung dank omen. Muah.

prilly-chan: PRILLY!! Gue lupa ngasih warning kemarin, ke adik-adik di rumah! Kalo kata-kata kayak gitu gak boleh. Haram dilakukan oleh masyarakat di luar sana. Kecuali yuri yang ada di cerita gue. Cuma yuri yang ada di cerita gue yang boleh ngomong kurang ajar gitu sama papi!!! Tenaaannnnggg.. vic pasti muncul di suatu waktu. Entar dia bareng am ague kok, landing dari paris ke korea. Biasa lah, kita kan satu college gitu *krik*. Makasih ya udah berkunjung dank omen.

yulsic jjang: HIHIHIHIHIHI TAUK AJA DEH KAMU SAAYYAAANNNNGGG… asik. Gedebuk love. Sesuatu deh otak lu tuh kalo bikin kata-kata. Bikin yang nulis ketar ketir dipuji gituuuu.. hehehehe. Seperti biasa ya beb, jangan sungkan kalo ada kritik buat cerita gue… muuuaaahhh. Maacih udah main da nkomen. MUAH.

vanni or vhanny gjecrystyufy: FIGHT! Makasih ya vani udah maiiiinnnnn.. hehehehehehehe.. muah..

Q-SONE: gimana gimana gimananya gimanaaaahhhhh??? Ayo gimanaaaaa???? Hihihihihihi.. jangan bingung-bingung. Sini deh. pegang hatiku. huahahaha. Maacih ya udah berkunjung dank omen. Muah.

mrz_love_taeny: ini revi… revi yang naksir gue bukan ya???? Yakanyaaa?????? Hahahahahaha. Baru kali ini digombalin pake roti? Ciyusan ah. Digombalin pake cinca mauuukkkk????? Makasih ya revi udah main dan dukungannya. Muah.

lovesicababy: nangis as? Berlinang air mata? Seriusan ahhhh. Hihihihihi. Kwon yuri pasti nyelametin sica deh… makasih ya udah main dan berkunjung….. heheheh

taengfany: amiiinnnn.. hehehehe, maacih ya udah main dan komeeennn… ihihihihi.

JungHi: ini nape sih? Jadi ada shaolin nyasar?????? Kebanyakan makan marshmallow deh nih anak keknya.  Buahahahahah. Rasanya kayak di lempar dari pesawat, terus jatuh ke kasur, eh kasurnya jeblos, jatoh ke lantai, eh lantainya jebol, trus … trus ilan gke kolong bumi! Baahahahaha. Komen paling gila. Apaan. Kenapa pake roti yang keluar. Sabar ya sayaannnggg…

Drarrykaishin: TANTE SAYAAANNNNGGG. Hihihhihihi.. maacih ya tante udah main. Inget, kalo ada yang kurang. Langsung whatsapp-an.. MUAAAHHH…

Clover: yalah, si yuri kayak sebelas dua belas gitu am ague. DUH GIMANA YA??? Jadi berasa gue yang dipuji. MUAHAHAHAHHA. Engh. Romantis gak ya????? Hehehehehe. Ada deh satu tempat gitu. TENANG. Gue baik sama sesama jomblo kok. Cuma neh hari aja gue rada telat. Maklum. Jomblo kesepian butuh kehangatan. Mihihihihihi.

Yulsictaenyjjang: SIIIPPPP.. maacih ya udah main dan komeeenn.

sone sone sone: hush. Properti pemerintah ituuuu!! Properti pribadi gue buat dipeluk. MUAHAHAHA. Appa yul, dia bakal beraksi di chapter-chapter klimaks sih sebetulnya. Hihihihihi… roti banget??? ciyus aaahhh. Maacih ya udah berkunjung dank omen.

navy99blue: gue jampi dia pake cinta aiiiii. Hahahahahaahahhahaha… aih parah banget deh wp gueee.. thanks ya udah main dank omen. Muah.

Faith: ciyus aaahhhh.. thanks ya udah main dank omen… hihihihihi.

YoonAddict: LAH? PEGIMANE SIH?

Kwon_gorjess.spazzer: HALO GINA! Haahahahaha.. iya deh dia keknya nangis sampe keluar ingus. Ngahahahahaha. Betewe, thanks yak gina udah main dank omen. Muah.

Han ji hwa hee: adegan sweet ya.. dikiiiiiiiiiiitttttttt… mihihihihihihihihihi..

taengoo_: HAHAHAHAHAHA. Gue seneng deh kalo lo suka. Ihiiyyyyy.. enggak, gue gak kelamaan apdet. Gue lagi pengen ikutan lo nonton paranormal activity 4 neh. Serem gak sih? Seserem muka gue? Sereman mana ma muka gue? Ciyus….

Triaa O.ok: halo triaaa.. hehehehe. Iya nih, harusnya dikasih warning yang soal dia ngobrol segala macem itu. hihihihihi. Tak apa, gue gak meng-haramkan silent readers kok disini. Santai beeebbbb…

leeyuljess: ya eyalah! Lo pan ceritanya komen paling pertama!! Huahahahahahaha. Hah gila. Enggak deh. lo aja gue presto sini. Mauk? Gue presto jadi dendeng goreng. Muahahahaha. Maacih ya udah maiinnn.

X: pacar.. MUAH.

taengoolapazta: beneran ah cantik? HIHIHIHI JADI MAYU. Kalo di korea ada warteg gue jabanin kali keknya. Muahhahahahahahahahahaha…. Makasih  ya udah main dan komeeennnn…

DedewKim: SIP DAAHHH!! Maacih ya udah main dan komeeennnn. Hihihihihihi…

Hwang Muttiffany: ADUH. *tepok jidat*

Bloxtwins: DITUNGGU.. hehehehe. Bentar lagi kok. Sesi galaunya bentarrrrrrr ajaa.. makasih ya udah main dan berkunjung. Hihihihihi.

revinefrey96: melting? Ciyus aaahhh. Melting=an ini apa es magnum yang dimakan waktu lagi jemur baju di deket pantaiiii??????? Salam kenal yaaa. Semoga kamu suka terus sama ceritanya. Hihihihi. Makasih udah berkunjun gdan komen btw..

Yeoun12_jean: enggak deh. selama belom ada tulisan  “This post is protected” berarti belom NC. Hahahahahaha. Sabar nyaaaaakkkkkkkkk… miapaaa??? Miyabi kaliiiiiiiii… beneran. Promise you deh beb. Makasih ya udah sabar nungguin dank omen di ceritaku. Muah..

anytae: halo, salam kenal juga…. Jangan bingung-bingung…….. sini pegang aku aja… *genit* muahahahaha. Sip dehhhh, yang penting kamu suka ceritaku aja chingu.. makasih ya udah mampir dank omen. Hehehehehe.

DeeScorpio: beneran ah readers baru?? Hihihihihihi… prestonya kejaaammmhh! Makasih ya sayan gudah main dan komeeennn.

kassi_TaeNyShipper: iya. Pasti dia jadi penghalang hubungan yulsic. KELAK. Hahahahahahaha. Iya, gue aja yang jomblo lagi nyari-nyari pacar macam dia nih. Hihihihihi. Makasih ya udah main dank omen. Muah.

MeLLocksmitH: mellllllllll. Muah. ada donk konfliknya. Nanti bakal muncul. Di chapter ini aja udah keliatan dikit konfliknya. Hihihihihihihihi……….

Beby: YADONKKKK. Itu kan gaya pujangga jaman dulu. Kulewati samudera, kutebas hutan demi mengantar sekardus roti untukmu. Eman gjaman sekarang, apa-apa pake sms. Hahahahaha. Paan sih gue. Maacih ya udah main dank omen.

Saa Greasa: ENGGAK. Apaan. Vic belom matiii!!! Oala. Dia masih ada di Paris, lagi sekolah fashion. Hauahahahahahahaha. NC pasti ada nanti padahal. Aduuuh komenmu menyejukan hati beuuuuuudddd. Hihihihihihi. Makasih ya udah berkunjung dank omen. Semoga suka ceritanya.. J

ggab_yul: kalo gue nolak gak ya? Kalo gue di posisi Yuri mah sumpah deh gak nolak. Hauauahahahahahaha. Iya gitu lah. Sebetulnya. GUE KESEL BIKIN PART-PART KEK GINI. Pengen gue cus-cusin trus pada jadian. Happy ending semua. Tapi…….. aduh.. gak bisa. Hahahahahahahahahahaha… makasih ya udah berkunjung dan komeeenn.

Astylovesnsd: ciyusaaaannnnnnnnnn. Ahahahahhaahha. Tapi part appanya, masih lama kok. Ini untuk spoiler ajaaahhhhhhh… makasih ya udah berkunjung dank omen. Hihihihihihi.

Kwon ria: jangan binguuuunnnnngggg. Hehehehehehehe. Emangg! Sabar ya, sabar ditunggu terus ceritanya. Gue agak slow disini soalnya. Agak ngeselin. Bodo ah! Hauahahahahahahahaha…. Makasih udah main dank omen riaaa…

SONE: yeps. Anda tepat sekali! Makasih ya udah main dan komeenn. Hihihihi.

OooooooO

Oke, gue jadi inget percakapan dengan seorang kawan di awal minggu. (sebut saja namanya bunga) termasuk salah satu oknum yang baca cerita yulsic gue juga sih. Sempet ada satu topik yang menarik di malam itu. readers author. Gue mengerti sekali konsep, gak ada author maka gak ada readers. Im so into it, tapi gue juga mengerti konsep. Author gak akan belajar kalo gak ada readers.

 

Gue suka kata-kata ini sih dari dia, yang gue gak pernah kepikiran, Cuma berawal dari gue yang harus menyortir pembaca gue dalem ngasih pw NC, akan gue bahas nanti. Dia bilang gini “Kalo lo berkarya, yang harus lo pikirin dampaknya bagi penikmat karya lo sendiri. Jadi lo bisa berhati-hati sama setiap karya yang lo captain dan gak ngasih dampak negatif..”

 

Selain itu juga, gue berpikir, dibalik penulis-penulis yang berhasil menyelesaikan karya, selalu ada pembaca luar biasa yang suportif. Dan itu bener-bener membantu meng-injeksi semangat loh. Author senang karyanya dihargain, dan lebih senang lagi kalau readers bersedia ngasih kritik YANG MEMBANGUN untuk kemajuan dia sendiri. Semoga gue gak jadi author defensif yang bikin readers segen ngritik ya pacar-pacarku. So feel free. Say it out. Gue butuh masukan untuk terus berkembang.

 

Anyway, soal yulsic gue. Gue sadar loh. Seperti ada cekungan besar antara IMTB dan AL gue, dari segi konsep, dan alur cerita. Satu transisi yang drastis buat gue, tapi gue memang lebih suka Yulsic gue dengan kesan kayak gini, terlepas dari betapa lemotnya hubungan mereka, gue juga pengen ngejambak bulu ketek gue sendiri *kalo punya* kalo ngebayangin kelemotannya. Ha ha ha ha. Ada emosi yang beda waktu pengerjaannya. Jadi yang berharap adegan-adegan mesum atau NC, jangan pupuskan harapan kalian. Tapi gue lumayan kesel kalo ada yang ngomong.. “Gue mo baca NCnya aja ah.” *siapin kapak* lo maen aja sono ke website cerita porno stensilan. Kalo gak tau nama websitenya apa, sini Tanya gue. Gue langganan soalnya.. *gubrak*

 

Kayaknya sekian kultum singkat hari ini…. gue mau… gue mau apa ya??? Gue mo nyiapin chapter 8 ah. Udah molor nih. Dada kawan-kawan. Thanks buat komen minggu lalu ya, betewe, komen si JungHi bikin perut gue mules. *mati*

Ciao!

Salam roti!

Advertisements

84 thoughts on “It’s Mean to Be (part 7)

  1. gmn yach mau ngegambar chap ni?
    Sperti yg ak bilang minggu lalu d wa *masih inget kan? #lupakan
    transisi dr taeyon’x k yuri tu bikin gemes apalagi sekarang udah mulai membutuhkan yuri dan agak” lupa dgn taeyon.amaze lah poko’x chap ni.
    Poko’x dtunggu chap 8 😀

  2. MARISA… I MISS YOU !!!
    Aku suka chapter ini (ʃƪO̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐)
    scene pertemuan yuri dan yoona itu aku suka banget… apalagi adegan pelukannya yang bikin jessica “agak” gimana gitu ngehehe *nyengir*

    update soon marisa…..
    Cemungudh bebiiiii…… :*

  3. Ai..ai..ai… Ni chapter yee bkin w gregetn amt ntu kga ada skinshipnye minim cipok kek #buseettt omongan gw# haha..
    Gk da kta laen selain hrus sabar ma perkembangan hub yulsic ini.. Mdahan setelah yoong ngomong gto ma sica.. Mak gw jdi kga ragu ma yulnya yaks.. Kekeke.. Ya dach dech sekian dlu tkut gw tmbah ngelantur ntar komennya.. Pai..pai.. Roti slam gedebuk love d’tunggu yg mnis2 d’chapt 8 yee.. Sperti biasa thx bwt krya lu yg ngehibur yee mumumuaahh hohoho.. 😀

  4. Habuseeetttt…
    Dipelototin ampe tengah mlm kaga ada dan pagi ini baru nampak nih ff, ahhahaa…

    Yulsic,,,bener2 berdeda d ff ini, sebegitunya cara lo buat nih ff dgn gaya yang berbeda tp gw ƍäª bisa nyebutin krn susah d ungkapkan. Setuju banget deh ƙªℓȏ emg cuma mw baca NC jauh2 z, kalo gw pribadi ƍäª terlalu heboh sm nc yg penting cerintanya bisa terngiang2 di kepala smbil berkata ” gmn caranya nih si roti ßȋ∫ª bkin kata2 seakan begitu nyata ” aku suka.

    Lanjut..

    Yuri benar2 mantebb dsni, adakah dikehidupan nyata org ky yuri ?? Aku mauuuuuuuu…..

    Segitu aja ah komennya coz susah bgt nh kata2 yg mw diketik.

    Pertahankan gy lo nulis yee,,,gw suka-sukaaaaa..

    Oya abang gw jomblo tuh, mau ?? Sini ksh gw roti dulu baru nnti di comblangin. Ahahahaha #plakk

    Okay ditunggu kelanjutannya..
    Tq

  5. Kaga kaga ada acaranya lo jadi pacar sica nanti di serang yuri bahaya kan
    Oh diem diem pak sby juga locksmith?pantes kemarin gue liat walpapper hpnya foto taeyeon sama tiffany
    Komen buat chapter ini adaalllaaahhhh jeng jeng sica malu malu napsu!bilang aja ke “yul sentuh aku” susah amet ㅋㅋㅋㅋ
    Nanti ada nc kan?di AL sempet ada adegan taeng mergokin yulsic lagi aneh aneh kan ya di dapur mereka?sip di tunggu ya mereka anehnya ngapain aja

  6. ni udh g ada galau2nya..
    sweet moment smua malah..
    wlwpun cuma pelukan doang, tp itu sesuatu.
    feel nya kerasa bgt. mungkin ni pngaruh dr cara lo mendeskripsikan nya.
    suka!suka!suka!
    dtnggu lnjutan nya ya root..
    thank for update 😀

  7. hhhaaaaaa…di kira …yadonggg mulu nieh otak
    lanjuttt thour…
    gpp seminggu sekli
    klo sebulan sekli..berjenggot dah,nunggunya hhaa

  8. akh akhirnya si sica mulai menyadarinya tapi belum sepenuhnya. haduh jess hatimu ribet banget sama seperti authornya yg ribet bikin aduk aduk hati gw oleh ff nya. eaaa, daebak buat yuri yg tak pernah menyerah meluluhkan hati jessica. mwo! vic masih hidup kirain udah meninggal. untuk author yg kece gomawo udah update chapternya nemenin gw yg jomblo di malam minggu yg buat gw galau XD, next chap harus lbh panjang dan siap2 mengaduk ngaduk hati gw lagi. oke 😀

  9. asiik yulsic lagi berlibur nii berdua,,dari pergerakana sih udh mw menjurus ke arh itu,,,kekkeke
    Secara suasana mendukung,,,sica jga udh mlai takluk pda psona kwon yuri^^
    Move on sica,,jgn mikirin taeng mulu dia mah udh indehoy ma fany,haha
    Selalu di tunggu lanjutanya & SEMANGAT^^

  10. Annyeong,,,,aku kira gk bklan updet,,ternyata updet juga,,,,,,,

    Aku th slalu bngung klo coment,,gk tau mau komenan apaan,hanya bisa baca ajalah mngkin coment nya soal crta nya ajalah,,hhee

    Seeee,,,pesona Yul emng sush tuk d hndari,bgimnapun cranya,,,,
    Sica pan akhirnya, tnggal nnggu mreka meresmikan,,,,*jiiahaaahaaa

    Poknya d tnggu lnjutannya,,,,,
    SEMANGAAAAT,,,,,

  11. rot… gw sukaaaaaaaaa!!!!! bngt bngt bngt dah.. scane yuri pas di mobil dia ‘minta-minta’ bngt y ama sica,,, tapi pas diranjang dia ‘minta-minta tanpa perlu meminta’ wk wk , si neng sica rada labil y karakternya..n gw suka sosok yuri disini. gw suka adegan ranjangnya rot,,,, be honest gw malah nunggu yg sweet” kyk gtu lbih kerasa cuy dibanding yg nc hi hi.. yg scane ama yoona bikin sica rada meleleh ya? g skalian dibikin mencair aja tuh si ‘icy’ wk wk wk,,di tunggu chap lanjutannya.. fighting,,makasih dah apdet^^

  12. Hahahahaha *pengen ketawa aja gw* boleh dong ya..?? XDD
    lu tau kagak ketika nama gw lu sebut dibawah sendiri..beeuuhhhh biasa aja..!! Wkwkwkwk
    betewe part ini tu bener bgt sm apa yg lu bilang..bener2 lemooot hubngn yulsic..!! Gigi gw udh mo ngeluarin taring drakula ketika tau tak ada adegan romantiseu antara yulsic stlh adegan pelukan ranjang (?) itu..!! Gw pengen makan lu roti..!! XDDD
    ehh lu langganan website crta porno..?? Sumpe loo..?? Ciyuuuss..??
    Sama dong.. XD *ciiaatt ciiiaat ciaattt lalalalala syubidubidu* wkwkwkwk
    lanjutt ahh.. 😀

  13. Yulsic y ngegemesin dah…ky author y… Hehe…
    Gpp hub mereka lemot, yg penting kn masuk ke hati dan itu bikin gereget + penasaran…

    Gw suka cara penyampaian kata per kata y dlm setiap cerita yg author tulis…itu keren bgt thor…

    Ok segitu aja dulu aja dh tar malah makin gk nyambung komen y…

    D tunggur chap berikut y…

  14. Eaaaaaa sica sica hoihoi…mulai takut khilangan yul hihihi 🙂
    jiaaah bukan readers baru sh hehe cuma ya baru bisa comment aja rot kekeke 😀
    jiahahaha serius th rot,langganan sma website cerita2 kek gtu?wkkkk o.O
    dtunggu ah chap 8’a rot kekeke 😉

  15. Yul gabakal macem macem selain meluk jessica lahh XD ummmm kalo gue ngebayangin bagian itu diganti sama taeny,apa yang bakal ada dipikiran taeng?? .-. Lanjutt YulSic udah naek drastis perkembangannya XD

  16. eng ing eng .. UPDATE !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! mantep bener dah ..

    bangke , lo emng pling pinter dah bikin kata2 yg romantis gtu ,. demen gue bacanya..
    cie Sica , mulai suka ye ma yuri , buktinya merasa kehilangan gtu pas yuri ga ad .. ihiiiiiy lah .. asoy bener ….

    yuir pnya bnyk cewek ?? heeeemmm di hatinya mah cuma ad sica doang .. pasti itu ..

    tau dari mane lu gue nntn PA 4 ? stalkerin gue lo ya ? huahahahahahha.. sereman muka lo deh kyk na .. wkwkwkwkwkwkwkwk coba gue bisa nntn brng lo .. dah teriak bersama kita .. wkokokokokokokokoko

    DI TUNGGU KELANJUTANNYA … AKU MENUNGGU ! hohohohohoho

  17. Selamat datang kembali, Marisaroti 🙂
    *u know what i mean.. 😀
    Mmm.. Gue kaget td pagi nemu komen lo nongol tiba2 di VV. Keajaiban :p Haha
    Seriously.. Sesuatu dchap ini buat gue ga brenti senyum.. Ahahaha
    Gue merasakan sesuatu yang familiar, warm, ringan.. Tapi bernyawa..
    Iyak bener.. AC beda ama IMB. Keliatan kok elonya lebih menjiwai..wakakak
    gue kayak melihat seseorang dlm diri ‘seseorang’..
    Gue mau nyerocos byk sbnernya rot.. Cm ntar brasa bkin satu chapter sendiri..haha
    Lanjut di lahan laen aja ya..
    Thanks buat postingan yg unyu ini.. Hahaha

  18. hahahaa so sweet kayaknya yulsic ke puncak gunung salak kali yak
    hahahaha
    udah mulai sula nih sica sama yul
    acieee acieee prikitiuw
    lanjut semangat roti

  19. akhirnya muncul juga….
    sungguh.. cerita ini terlalu memanjakanku..
    kangen terus ama ceritanya *author juga 😀
    bahkan aku gak mau tuhh ada kata “TBC”
    aihhh.. sering kesel juga tuh.. kalo lagi baca critanya seru… bikin deg degan..
    ehhh malahh TBC…
    author.. kalo mau TBC di moment yang ga tepat aja yahh..
    #tapi kayaknya gak bakalan ada moment yg gak tepat..
    semuanya kan tepat di hati bangett… jiiaaahhhhh

    ok dehhh.. author semangat yahhh nyiapin part 8nya…
    fighting !!! aku setia tuk menunggu !!! 😀

  20. damn yoooo…komen gw chap kmaren ngilang.. padahal gw mo nanya..itu victoria masih idup apa udah mati? Kok bokapnya yul blg “victoria menelpon kmarin” abis itu pas yul berantem sama bokapnya dia blg “kau yang membunuh victoria!” ..gw g ngerti rot..

    trs tentang chap ini..aduuuuh yul.. aku jg mau dong dipeluk kamuuu~~ hahahaha

  21. siapa yang takut kehilangan siapa sich??? hehehe
    aku ngga pernah tau jalan cerita kok jadi complicated kayak gini… t’nyata dbalik sikap cuek yuri t’simpan rasa sakit yg t’amat dalam melihat jessica… huft

  22. hai jomblo,ahihihi
    🙂
    gue telat baca gak tau klo loe update roti yg kece..
    Hanya yul yg mampu membuat sica baby kek gitu oke intinya sica cembokur sama yoong nieh gue kira mereka bkal melakukan lebih dan….
    Roti loe bwt gue deg degan bc nya hahaha di antos part salajeng na. 🙂
    maaf coment aq gaje ya tetep CHEMUNGUT roti.

  23. karena yoona muncul, aku jadi penasaran dan bertanya-tanya.
    pertama:
    yoonyul itu sahabatan, ato pernah ada kenangan indah yang mereka lewati bersama?
    kedua :
    bener ga sih perasaanku bilang kalo mbak jung itu udah mulai cemburu?
    ketiga :
    gilaaa bahasanya makin kesini makin keren, pertahanin ya roti (sory, nih komen kayaknya salah kolom :P)
    keempat :
    ini udah part 7, dan si yulsic masih lemot? mmm bagus malah. coba gambaran tentang perasaannya sica yang masih terbayang-bayang taeyeon tapi juga nggak bisa nolak perhatian yuri itu diperdalem lagi. kesan dilema,kecewa,putus asa mungkin bakal bikin aku senewen karena baca nih cerita yang begitu complicated tapi so awesome!
    kelima :
    udah ah, bingung mo comment apa lagi 😀
    fighting roti!!!

  24. gw sich ga mikir soal NC,,tp itu kan cuman bumbu penyedap ajah dalam crita,,,dari awal lu bikin crita ini emang lu bikin crita yg lambat,,,maksud gw lambat,,ya hubungan yulsic,,,hubungan mereka lambat….lambat laun tp pasti,,,itu yg lu ciptain,,, ya bagi teman2 sekalian yg nunggu NC or R content ya yg sabar sdkit lah,,, gw sich ga munafik,gw bilang gw gasuka NC tu BOONG dan DUSTA banget….jd gw juga nunggu ko inti’y mah…cuman beda’y gw sabar xD….

    kritik membangun,,,hahaha,gw bingung mau ngritikin apaan,,,soal’y fanfic bahasa yg gw baca itu kategori dah gw saring itu fanfic bagus,,,bagus tulisan dan sgala macem’y …gw akuin fanfic bahasa yg gw baca cuman da 3…3 author, ya cuman 3 author itu yg bikin gw balik lg untuk crita slanjut’y…. ya mungkin satu ajah sich,,, hati2 ama typo soal’y tu agak sdkit mengganggu klo gw gy baca…kan pas adegan tegang mendadak typo bukan’y tegang malah jd awkward gw baca’y……hehehehe,,,jgn ampe kaya nama gw….Typo Cacu,,,soale gw sering typo,,,

    Kalo crita ya gw mah terserah lu,,,orang itu crita lu,,,ya jd terserah lu mau nulis paan,,,klo gw mah kan reader,,,,jd ya tugas gw cuman baca xD…ga bisa bantu mikir lu mau nulis paan,,,,,karna gw tau jadi author tuch ga gampang…so let it flow ajah lah……..

    dah2….kaya’y gw dah ga nyambung,,,,bye2 gw mau nerusin gawe gw *baca di tempat gawe nich gw*

  25. gw mesti bilang WAW ngegemsin amat sh tuh yulsic,,,udh chap 7 lom ngpa2in,,,soal nma gw,krna gw locksmith jd gw pke nma taeny tpi kn dh byk th,,jd gw tmbhin ja sma nma minuman fav gw,,,hahaha g penting bgt ye,,,y udh dh,,,gw tggu next chap’y y thor roti

  26. duh, envy bgt sma Jessica, pengen jga dong d peluk Yuri.:3

    ciee Jessica bangun tidur nyariin Yuri. wkwkwk..
    eh tu Jessica cemburu sma Yoona..??! :O

    eh ka Roti, maaf yaa ga bisa slalu komen. hihihi..
    lanjut kaa… 😀

  27. woaahh..ga tw knp ak suka bgt ama gaya bahasanya..:)
    apa lagi sica’s Pov berasa gmn gtu..(dewasa bgt pemikirannya)
    kayanya authornya udh ga muda nih..hehe
    kayanya udh mulai ada kemajuan nih am hub nya Yulsic 🙂
    update soon..fighting

  28. Sblum komen… *shaking kepala dulu*
    Mav mar sprtinya ff mu kata2nya tllu berat buat org rada idiot kyk saya –”
    Tapi di luar itu ff kau jalan crtanya gila !!!!! Keren !!!!
    Lanjutkan mar !!!!

  29. Aaaaah yul keyen,cool bisa membuat sica tenang+dugeun-dugeun..
    Udah sica jgn pikirin taeng laghe pikirin aja yul yg setia mencintaimu..*cium sica*

  30. hymua… apaan gu akhir 93 mA bro… lo palingan tahun 94 tan ya pan hahah… jiah jd sekArang lo ngincer vic toh oke sip.jadi taeny buat gue ye…hahaha
    tar gue baca dulu ye..heheh komenya nyusul hahah

  31. sakola pesyion? wahoo~ ngacir ke Paris *parang tritis maksutnya* #berendem#
    hahahaa…

    tapi bener, ada beda yg luar biasa antara IMTB dg AL, AL aq bacanya ngalir, action-nya yg lbh kentel,belom2 udh ‘WAU’ *inget pas scene Tae di undang ke kmr sm Fany (Kok tumben TaeNy cepet, gw sempet brfikiran bgitu) after all AL lebih -menggebu2 ya-
    sedang IMTB kbanyakan pertimbangannya, cast utama kbanyakan mikir, kbanyakan pertimbangan… padahal endingnya jg peyuk2an~
    sumpah, ane selalu ngerasa hangat pas baca Yul nge-back hug Jess ~ kesannya WAU >_< romantis.. kira2 mau dibikin brpa chapter IMTB? sampe part.7 masi ngawang aja ni crita. wlu Jess udah ada 'something' ke Yul… tp kyaknya masi blm ada 'real-drama' nya ni ficsi. baru ada bbrpa percikan2 kecil dari papa Yul…. neng Vic (maybe), mungkin bkal ada yg muncul 'gadis2' Yul yg laen~ gwaah..

    PS: ngga majalah telat.. asal ngga hiatus trus brenti di tengah jalah , gw sate lu Ris

  32. gue sekali lagi makin jatuh cinta ama karakter yuri di sini, and buat lo. sumpeh gue bener2 pengen ketemu lu trus gue cipok pake sendal saking gemesnya.. ini yuri sesuai banget kayak di foto2 terbarunya.. aaahhhh makin rindu ama mereka dan terutama yuri, dia yang paling gak punya aktiviti. kemana yaaaa… oke lah gue nunggu next partnya yaa… amd soal yang l,o kira gue

  33. eh, komen kepotong. soal yang lo kira gue temen sekolah lo, kan kita bisa temenann. so rot kita tmenan kannnnn#ciumroti
    ato lo mo jadi pacar gue? hahaha with my pleasure krkekekeeke.. and least but not last seeya next part. #ilang

  34. asiiiikk asiiiiiiikk asiiiiiiiiiieeeeKkk……!!!!!^^ akhirna sica baby luluh jg dngn ketulusan my blackpearl^^ {lompat2 sambil jungkir balik sambil WoOoooWwww deh!! #plak lebeeeeh deh}
    suka bngt thor ama cerita yulsic dsni,, cinta ny brjln sngt amat menyentuh, ktulusan yuri yg sbnrna sosok wnita sempurna yg bs dapetin siapa aja yg dia mau, tp dsni yuri hrus usaha bngt buat dpetin hati na sica..
    keren abiez deh pokok’e^^

    d tnggu part 8 na ya thor.. chayoo…

    d part 7 aq coment pke nm “my black pearl^^” thor,, (emang ada yg tanya yaa??!!! #plak plak knn kri) wkwkwkkwkk…

  35. wow…yulsic sweet bgt di part ini, lg musim hujan gini jd pengen tidur dipeluk yulsic pasti anget tuh 😛
    akhirnya sica ngerasa kalo dia suka & kayaknya mulai ketergantungan ama yuri…
    lagian mana mungkin dia gak luluh ama perhatiannya yul yg berlebihan & yul juga tau bgt segalanya tentang sica yg akhirnya selalu bisa bikin sica jd diem krn kata2nya yul tepat sasaran hehehe

    progressnya yulsic emang lambat bgt tp aku suka kok soalnya justru itu yg bikin makin penasaran sama kelanjutan di next part krn gak ketebak apakah masi bergalau-galau aja sama pemikiran2 tentang perasaan mereka atau malah kayak part ini yg tiba2 so sweet bgt kayak udah pacaran atau muncul pengganggu yg kemungkinan gadis2nya yuri 😛

    makasih mau tetep update tiap minggu…
    ditunggu next partnya….roti fighting!!

  36. hoooiiii!!! maap gua telat baca ni ff.. ^.^ kekeke tugas menggunung jadi baru sempet baca. di chapter kemaren… sedih gua liat sica begitu. terus gue kagum ama yuri. bisa gitu dia setulus ini ama sica. terus buat chapter ini kayaknya sica udah mulai suka ama yuri dan agak bisa ngelupain taeyeon. iya gak? bener gak? bener kan??? kekekeke btw gua suka ni chapter!!! yulsic sweet banget… sica cemburu ama kakak gue ya??? iya gak???

    elo beneran lebih muda dari gue??? ciyus? enelan? miapah? kalo gitu gajadi gue panggil kakak roti deh… kekekekeke ^.^

    komen gue gaje yah?? maap ya. maklum gue udah terkontaminasi sama 9 makhluk imut yang ternyata semuanya kakak gue… *plaaaak**mental ke dorm soshi* kekekeke

    okeh!!!! kalo gitu ditunggu next chapternya semangat!!! fighting!!!!

  37. Telat lgi gw’a -.-
    wuuuaah.. Yulsic tdur smbil peluk”an,, jd pngen #ngayaldulu
    tuh kan, sica udh mulai suka ama yul nih,, kalo gw mw nungguin konflik hub yulsic kyk gmana sih? Apakah lbih WAOW dri taeny??
    See u next chap rot,, ttp semangat,, caaww 😉

  38. Eciecie sica malu2 mau bilangnya gk mau disentuh tp akhirnya meluk yuri jg
    kekeke
    sica lg galau ya rot jgn lama2 bikin orang galau rot buat mreka cepet jadian gitu :p

    heee iya ane revi dan sejak kapan ane naksir kamu rot…? !
    wkwkwk piiiiisss ^^v
    iya dong ane slalu dukung kamu rot ane kan penggemar kamu rot hanya kamu yg slalu ada d hatiku muaaahh :**
    *plak boong bgt sumpah*
    kekeke
    fighting ya rot updatenya jgn telat lg :p

  39. Hehe unnie aku suka kata temen unnie “bunga”..

    Emm aku gak bisa ngeritik #ingatkah? apalagi yg membangun..
    Unnie,aku hanya ingin karya unnie bisa berdampak positif bagi para pembaca semua termasuk aku..sekecil,separagraf maupun sebaris kalimat apapun tolong sisipkan,sisihkan bagi kami pesan2 positif dalam bentuk maupun wujud dalam sebuh cerita yg unnie ciptakan agar dapat kami baca,pahami dan kami terima..agar kami belajar dan memahami arti sebuah kehidupan walaupun dalam sebuah karangan.hayalan..kuharap sebuah cerita dapat berbagi,memberi,tempat belajar antara author dan readers nya walau dalam bertemakan percintaan..
    Intinya..semoga karya unnie tambah maju seiringnya waktu dan bertambahnya kedwasaan maupun pengalaman..hehe
    #bahasaku acak2kan

    udah ah,buat yulsic nya ngegalau dulu aja..

  40. Kyknya ini pendek?
    Wkwkwk tp gpp lah. .
    Sica udh mulai cemburu nih! wah kemajuan pesat xD
    emg si yul kpn gk bisa naklukin org?
    aku lanjut!
    Smg chap slnjtnya bisa lbh seru lagi ^^

  41. seneng ada yg part ke 8
    tp sedih krn di protected 😦
    minta FW nya dong
    Authour yg baik di do’ain rotinya laku
    suatu hari gw dah berencana sm ade ke jkrt ke authour beli roti sambil minta tanda tngn eh minta roti hhhee
    kirim dong fw nya ke dhe.muhie@yahoo.com

  42. hore…..!!!!
    akhirnya kebuka juga tuh hatiny Jessica buat Yuri,,
    nggak sia” jadi.a pengorbanan si Yuri,,, 😀

    oiya thor aku reader baru,,,
    aku minta passwordnya yang It’s Mean to Be (part 8)?
    naggung lagi seru,,, 😀

    kirim ke fb kalo nggk e-mail.a aku aja thor,,,
    fb : Septian Benazir
    email : thian1996.sb@gmail.com

    thanks before thor^^

  43. Haduh2. Ini gue maqin curiga ajah neh xm yoonyul. Spertinya ada ssuatu diantra mreka. Sica uda mule sdar yah ma prazaanya? Ay0w yul, kjar sica!

  44. Aduh, maaf ya thor gue gak bisa ngasih kritik yg membangun~ cerita lo udh bagus, sih~ kekeke 😀 aduh itu yulsic peluk2an~ kyaaak xD

  45. Ceritanya makin seru aja nih.. Ditunggu lanjutannya…
    Oya caranya minta password untuk baca ff ini gimana? Aku penasaran ma yg pada diproteksi, maaf ya author komennya masih kayak gini…

  46. Ngegalo mulu gw dibikin author daebak 1 ini =w= sampe skarang password it’s mean to be part 8 kaga dikasikasi T_T
    yaowooh gw 18+ kali eon .-.

  47. author kece , sya mnta pw chap 8 eaaaa bleh kan ?? ky’a yulsic nc’n ya ?? tnang aj sya 18+

    klo bleh krim lwat fb -> Princess Kwon Hard Shipper …. thank you^^

  48. Woww apakah pesona kwon yuri sudah melelehkan sang ice princess :p
    Yuri modus bgt yee pake minta ijin bobo bareng,tp hebat eih bisa nahan gak ehem2 #plakk
    Author yg gaul kece saya minta pw part 8 dong ke email hallosty@aol.com
    Pengen baca nih thorrr XD

  49. Waaahh,, perlahan-lahan sica udh mulai membuka hati buat yul nih.. Assiik!!!

    Semoga perasaan cinta sica ke yul semakin bnyak & gak da yg bisa pisahin mereka b2..

    Aku dh krim pesan,, aku tnggu pw part 8.a yah..

    Lanjut trus ff.a thor..
    fighting!!!

  50. annyeong…
    new reader imnida
    maaf thor baru koment skarang…
    padahal udah 2 hari yang lalu mampir nengok cari roti, hehee…
    thor mnta PW ch.8 donk
    kirim ke facebook: eka mayshurah
    atau e-mail: ekamayshurah@yahoo.co.id
    gomawo ^_^

  51. hmm thor blh nta pw yg it’s mean oart 8 g.maf nh br koment soalny br sy bc nh br pny hp jg.blh y.kirim k twet ku y di @ fitriyah951

  52. kok gw ngerasa secara g langsung sika cemburu dgn kedatangan yoona??? ahahaha *perasaan gw aja sih*
    sprti yg ad d part awal2, yoona shbtan ama yul doang kan y??? apa gw kok jg ngerasa yoona pnya feel sma yul.?? O.o

  53. Thooor, klw gw gak comment chap yg atu ni bole kagak?? Otak gw jg lagi lemot niih, sprti lemootnya hubngn yulsic yg lo bwt 😒😒😒

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s