It’s Mean to Be (Part 9)

Kedatangan Victoria ke Korea akan menjadi hal yang baru bagi hubungan mereka, terutama ketika Jessica begitu khawatir akankah Victoria menyukainya. Di sisi lain, gadis itu benar-benar telah membuka hatinya untuk Yuri karena wujud cinta di malam sebelumnya sungguh membuatnya sadar, bahwa Yuri akan melakukan apa saja untuk meluruhkan hatinya.

Title: It’s Mean To Be

Genree: Romance, Drama, Yuri

Main cast: Yulsic, Taeny, SNSD Member

Addition cast: Donghae (Super Junior), Appa, Victoria

Warning: Yuri, 18+

Enjoy…

****

PART 9

Victoria menyesap cangkir kopinya perlahan, jemari lentik yang menggenggam erat cangkir itu dengan sempurna. Kuku dengan warna merah terang, sama seperti bibirnya yang merona. Wajahnya cantik, bahkan ketika dia terlihat tengah termenung. Seperti detik ini. Ketika malam tak juga beranjak, dan cangkir kopi yang menghapus kantuknya.

Melihat ke sekeliling ruangan dengan penuh antipati, mata yang menyorot tajam, bibir yang saling mengatup. Ada kemuraman di wajah itu, mungkin rasa lelah yang sudah mencapai batasnya, atau mungkin rasa jenuh menunggu kedatangan Yoona.

Dia rindu kota ini, aromanya yang khas, wajah-wajah asia yang berlalu lalang, dan rasa cinta yang besar pada orang-orang tersayang. Mungkin Yuri, satu-satunya sosok yang begitu dirindukannya. Mungkin fenomena yang aneh, ketika dia berumur lima tahun, mengenal sosok anak pendiam dan muram itu tengah meringkuk sendirian di sebuah taman bermain, dan detik itu, dia tahu, bahwa dia mau menyayangi Yuri dengan sepenuh hatinya.

Yoona melangkah mantap, masih dengan wajah mengantuknya yang menggemaskan. Victoria tersenyum lembut menatap sosok adik lainnya ini. Mereka bertiga telah menghabiskan sangat banyak waktu bersama sebelum keberangkatannya ke Paris.

“Unnie-ah, kenapa harus mengambil jam kepulangan sesubuh ini?” dia merenggut kesal seraya menarik kursi di hadapan Victoria.

“Hey, aku rindu sekali dengan kalian. Aku membatalkan kelas terakhirku kemarin dan mengambil jadwal keberangkatan terawal.”

“Oke, oke..”

“Apa yang ingin kau pesan?”

“Teh hangat, kurasa.” Yoona saling menggenggam kedua tangannya di atas meja, dan menundukan wajahnya. Victoria tahu, dia tengah mempersiapkan dirinya untuk menceritakan sesuatu. “Yuri sudah memiliki kekasih baru, Unnie..”

Kini, Victoria mengernyit. “Bukankah itu hal yang biasa? Apa yang membuatmu terganggu?”

“Entahlah, mungkin ini akan berbeda. Aku bertemu dengan mereka di Bukhansan kemarin.” Victoria kembali menyesap kopinya, menunggu Yoona untuk melengkapi potongan ceritanya. “…aku hanya tahu sorot mata yang berbeda itu.”

“Dan apa masalahmu?” pertanyaan retoris, hanya untuk memancing reaksinya. Victoria terlalu mengerti cara itu. Darah seorang Kwon yang mengalir dalam tubuhnya, penuh intrik dan rasa ingin tahu besar. Karena dengan banyak pengetahuan itu, dia bisa melakukan dua hal, mendapatkan hal yang diinginkannya, atau akan menghancurkannya.

“Kupikir kau tahu apa masalahku, Unnie. kau selalu tahu.”

“Entahlah, aku mungkin tidak tahu jika kau tidak mengatakannya.”

Yoona menghela napas. Menatap Victoria dalam. “Kau tahu aku…” Dia terdiam sejenak. “…aku mencintainya, kan?”

Victoria tersenyum. Tentu saja dia tahu, hanya seperti sebuah permainan yang menyenangkan saja mendengar Yoona menyuarakan hal itu langsung. “Mungkin, mungkin aku tahu.” Dia meraih tangan Yoona, menggenggamnya erat, dan menatap mata itu dalam. “Kurasa kita harus menemui gadis barunya kali ini. Bagaimana menurutmu?”

“Apa kau yakin?”

“Tentu saja. Biarkan aku menilai kepantasannya untuk Yuri. Apakah dia sebanding jika disandingkan denganmu, dan jika tidak…”

“Percayalah padaku, dia tidak akan bisa disandingkan denganku.” Yoona tersenyum.

“Aku suka optimisme itu. Dan ya, jika tidak. Aku akan membantumu menyingkirkannya.” Victoria mengulum senyum di wajahnya, menatap mata Yoona yang meneduh. Seperti ada ketenangan di dalam hatinya.

Akankah itu menjadi terlalu naif, jika Yoona berpikir bahwa Victoria tengah melindunginya? Ataukah hanya melindungi perasaannya sendiri yang kini sedikit goyah oleh rasa terancam oleh gadis yang bahkan belum di kenalnya, yang bahkan tidak bisa menandingin kecantikan dan pesona Yoona.

Gomawo, Unnie-ah.”

Karena dia tahu, selalu tahu, hanya Yuri yang berada di sisinya, dan hanya dia yang mampu berada di sisi Yuri juga melindunginya. Yuri tidak akan memberikan perhatian itu pada siapapun. Hanya padanya, setelah segala hal yang telah mereka lewati berdua. Bahkan Yoona, Yoona tidak akan pernah memiliki Yuri seutuhnya.

“Dapatkan dia dan singkirkan gadis itu, Yoona. Aku tahu kau mampu melakukannya.”

Senyuman itu kini menjadi begitu familier. Begitu banyak rencana kini berputar di dalam otaknya. Rencana-rencana sederhana untuk kembali menegaskan tujuan kehadirannya di sini. Dan kembali mendapatkan segala yang diinginkannya.

OoooooooO

Jessica POV

Aku tidak tahu apa yang membuatku terbangun di jam sepagi ini. Mengambil pensil terdekat, dan kembali menceritakan hariku padamu, diary. Tapi sungguh, ada terlalu banyak hal di dalam otakku yang tidak kuyakin dapat kucerna sendirian. Aku membutuhkan tempat untuk menumpahkan semuanya.

Haruskah aku merasa bahagia pagi ini? Ketika aku terbangun saat cahaya matahari menelusup dari balik jendela, dan kulihat sosok itu tengah tertidur dengan tenang di sisiku. Kehangatan yang menyelimuti tubuhku, tanpa sehelai benangpun, sejenak membuatku sadar akan ingatan kemarin malam.

Aneh kurasakan ketika sesuatu bergejolak di dalam tubuhku mengingat hal itu. Darahku berdesir dengan cara yang tidak pernah kutahu sebelumnya. Aku benar-benar menyukainya. Mungkin, seperti sesuatu yang kudambakan sejak lama. Mungkin.

Aku menghela napas, menghentikan kata-kata yang sejak malam tidak berhenti menari di dalam otakku. Bahkan bercumbu dengan kata-kata yang selalu menjadi kegiatan menenangkan saja kini terasa sulit. Seperti, aku bahkan tidak mengerti tentang apa yang tengah kurasakan. Seperti semuanya terjadi begitu saja tanpa dapat kumengerti.

Lekuk-lekuk tubuhnya yang telah kurasakan sepenuhnya semalam, ketika tanganku mengecap setiap kehangatan itu. Saat aku menatapnya, menikmati keindahan yang tersaji di hadapan mataku. Mungkin rasa  yang diberikan olehnya menjadi adiktif, membuatku secara impulsif menggerakan jemariku di atas wajahnya yang menawan.

Aku merasakan kelembutan pipinya, menyentuhnya dan meresap setiap incinya, mengingat desiran darah yang menggila setiap kali kulitku bersentuhan dengannya. Seperti ini, saat aku begitu ingin mengecupnya, dan begitu saja aku mendekati wajahnya. Merasakan hangat napasnya yang berhembus teratur. Kecupan kecil yang singkat, yang segera saja membuat wajahku memerah. Bibirnya merekah dan memerah, tepat seperti bayanganku. Aku menyentuh bibir itu dengan jemariku, turun hingga menangkup dagunya dengan lembut.

Benarkah dia mencintaiku seperti yang dikatakannya? Mengapa aku tidak dapat merasakan hal yang sama? Mengapa tidak semuanya menjadi mudah, aku jatuh cinta dengannya, sebesar cintanya padaku. Mengapa harus selalu ada Taeyeon dalam segalanya. Sial. Tidak seharusnya aku menyebut nama itu lagi.

Akankah dia hancur jika ternyata aku tidak pernah bisa mencintainya sebesar cintanya padaku? Ini yang kurasakan ketika dia mengucapkan itu semalam, ketika dia selalu mengucapkan besarnya rasa yang dimiliki untukku, rasa seperti memegang gelas yang sungguh rapuh, aku akan dengan sangat mudah menghancurkannya.

Sangat mudah.

“Kau bisa menciumku lebih lama dari itu.”Aku terkesiap mendengar suara paraunya. Yuri membuka mata, oh. Dan begitu saja aku kembali tenggelam dalam tatapannya. Dia selalu melakukannya. Dia tersenyum, senyum pertama untukku di pagi ini. Aku membalas senyuman itu. “Cium aku lagi.” Kini senyuman itu bertambah lebar, menjadi tawa tertahan.

“Dan kenapa aku harus melakukannya?” aku bertanya menantangnya.

“Karena aku tahu kau menginginkannya.” Ujarnya dengan penuh percaya diri. Dia menatapku lama, menantikan reaksi dariku. Aku menggeleng mantap, dengan senyum jenaka yang tidak juga pergi dari wajahku.

Aku mendekatkan wajahku, membiarkan mata kami begitu dekat dan bercumbu dengan panas. “Kau yang menginginkannya.” Aku berbisik menggoda. Dia terdiam sejenak.

Sebelum dengan cekatan tangannya mendorong tubuhku hingga berbaring sempurna, dan dia menyelinap dari balik selimut itu ke atasku. Tatapan mata gairah itu kembali lagi. “Aku menginginkannya.” Dia tersenyum kecil. “Meski aku harus sedikit memaksa.”

Dan bibirnya kini menyatu denganku, kesadaranku hilang begitu saja dalam kelembutan setiap rasa bibirnya, caranya mengecup perlahan, kemudian melepaskannya, menatap mataku yang hampir memejam. Aku tidak lagi menjadi aku saat dia melakukannya, aku akan menghilang dalam ketidak sadaran yang tidak pernah kuketahui mungkin.

Bibirnya kini melumat bibirku, dengan fasih, membuatku gila karena kemahirannya menggoda. Kedua tangannya menahan dua tanganku di sisi kepalaku, tidak memberiku sedikitpun ruang untuk bergerak. Tidak lagi kusadari bahwa jantungku kini tengah berdegup kencang, bahwa napasku tidak lagi beraturan, bahwa aku tidak dapat lagi mengingat apapun selain kehadirannya. Kini dia menumpukan seluruh beban tubuhnya di atasku, membiarkanku merasakan kehangatan kulitnya yang menyatu, melebur denganku.

Yuri menghentikan ciumannya, aku membuka mata, menatapnya yang tengah menelusuri wajahku dengan begitu intens. Aku menyentuh wajahnya, dia hanya bergeming, masih menatapku. Tatapan itu, kenapa dia menghentikan ciumannya.

“Apa kau menyadarinya?” Yuri mengecup bibirku, spontan aku kembali memejamkan mata. “Matamu terpejam ketika aku mencium bibirmu.” Dia bangkit dari atas tubuhku, dan berguling ke samping. Menghadapku, matanya masih tidak lepas dariku.

“Dan?”

“Kau menyukainya.” Yuri kembali tersenyum. Mendekatkan tubuhnya padaku, kini kedua tangannya telah melingkupi tubuhku, memelukku, dan mengecup bahuku yang telanjang.

“Apakah itu masalah?”

Dia tertawa kecil. “Tentu saja tidak.” Secara naluriah, aku menelusupkan tanganku dan memeluk tubuhnya. Kedekatan ini, memberikan rasa nyaman, kehangatan, dan mungkin euforia yang baru. Aku menyukainya, aku menyukai saat dia memeluku. “Dan kau memelukku.”

“Karena kau memelukku.”

“Apa kau menyukainya?”

Aku menundukan wajahku, menatapnya. Aku tidak tahu apa yang tengah terjadi padaku, aku tidak tahu mengapa setiap kali menatap mata  hitam itu, ada hasrat yang begitu besar untuk mencium bibirnya, untuk tidak berhenti menyesap setiap rasa nikmat yang berhasil diciptakannya, untuk tidak pergi dari pelukannya. “Aku… menyukainya.”

Yuri mempererat pelukannya, “Katakan padaku jika suatu saat kau tidak menyukainya. Maukah?”

Aku mengangguk ragu. “Tentu saja, ada apa dengan pertanyaan-pertanyaan aneh ini, Yul?”

“Aku sangat mengenalmu, Jessica. Aku sangat mengenalmu untuk mengerti bahwa kau masih meragukan segalanya.” Oh. Dia benar-benar bisa membaca pikiran. “Meragukanku, tapi aku ingin kau tahu, bahwa keyakinan itu tidak pernah pergi dariku. Aku mencintaimu, dan kau juga merasakan hal yang sama. Aku yakin bahwa hanya waktu yang kau butuhkan untuk menyadarinya.” Yuri tersenyum dan mengecup pipiku lembut, begitu lama, intim, ciuman kecil yang membuatku semakin yakin besar rasa sayangnya padaku.

“Kau yakin karena aku memejamkan mata saat menciummu? Atau karena aku merasa nyaman dalam pelukanmu?”

“Keduanya. Dan karena jantung kita memiliki irama yang sama, juga karena kita melebur begitu saja hanya dengan sebuah ciuman.”

“Sungguh, Yul, kau sangat pandai melakukannya, menciumku. Dan semua, semua gadis yang kau cium akan melakukan hal yang sama.”

“Apa aku ciuman pertamamu, Jess?” aku mengangguk menjawabnya. “Aneh, karena ciumanmu selalu menjadi ciuman terhebat dalam hidupku. Dan percayalah, aku bercumbu dengan banyak gadis, dan mereka tidak memiliki reaksi itu, mereka tidak pernah hilang karenaku, tidak ada jantung yang berdetak kencang, tidak ada gairah, dan rasa sayang yang kurasakan di saat bersamaan. Tapi kau, aku tahu kau hilang karena ciumanku.”

Aku menatap wajahnya tanpa mendengar setiap kata yang diucapkannya, mataku hanya terpaku pada bibirnya yang bergerak menggoda kala berbicara. Sungguh, aku ingin menciumnya sekali lagi. Hanya sekali. “Bisakah kau menciumku lagi?”

Yuri menghentikan kata-katanya,

Dan kami kembali melebur dalam ciuman yang panas, lidahnya menelusup, bermain nakal dengan lidahku, aku tidak dapat menahan desahan yang tertahan. Gairah yang terpenjara sejak tadi. Aku melenguh, napasku menderu kencang.

Ditengah hasrat yang menggebu begitu kencang, aku merasakannya. Romantisme yang menyala, api yang meletup. Rasa hangat yang tidak dapat hilang setiap kali aku bersamanya. Yuri yang melakukannya, tidak ada seorangpun yang menciptakan itu di dalam diriku. Hanya dia.

Sebagian besar diriku tidak dapat mencerna itu menjadi sebuah kalimat yang padu. Aku tidak percaya itu cinta, namun aku menikmatinya. Setiap sentuhan, setiap ciuman, setiap bisikannya yang selalu membuatku terbuai. Aku tidak percaya semua itu cinta. Karena mungkin, cinta yang kurasakan hanya untuk Taeyeon.

“Yul..” aku mendorong tubuhnya menjauh sebelum kami kembali tenggelam dalam cumbuan panas. “…kurasa kita butuh mandi sebelum keluar dari sini.”

Dia tersenyum sebelum mengecup bibirku sekali lagi. “Kau benar. Mandi bersamaku?”

“Selama kau berjanji tidak menyentuhku…” aku terdiam sejenak melihat senyum menggodanya. Berdeham, meredakan pikiran dan imajinasi semalam. “…menyentuh bagian-bagian tertentu.”

“Oke.”

“Aku serius.” Ucapku muram.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?”

“Kau tidak pernah terlihat serius.”

“Hey.” Dia menyentuh anak rambut yang menutupi sisi wajahku. “Percaya padaku?”

Aku terdiam sejenak, kembali tenggelam begitu saja kala menatap matanya yang kembali memancarkan itu. Pancaran sama yang membuat hatiku menghangat.

“Jika kau berjanji tidak menyentuhku selama mandi.”

Well, yeah. Sebelum aku terbiasa terjebak tatapan itu, tentu saja kesadaranku harus kembali.

Yuri mengernyit, “Melihatmu tanpa pakaian dan aku tidak diijinkan menyentuh?”

Aku mengangguk mantap. “Aku akan percaya padamu, jika kau berhasil melakukannya.” Melihat wajah kesalnya, aku menyeringai.

“Sedikit saja?” dia kembali mengecup bibirku.

Aku menggeleng. Hingga Yuri menggerutu kesal dan mengangkat tubuhnya dariku. Masih bergumam hanya kepada dirinya sendiri. Mungkin menggodanya bisa menjadi kegiatan baru yang menyenangkan, karena sepertinya kini aku tahu cara untuk membuatnya kesal.

Aku bangkit dan meregangkan tubuh-tubuhku, kenikmatan semalam yang masih tersisa di dalam ingatanku. Aku menatap Yuri yang tengah mengambil jubah mandinya tanpa sehelai pakaianpun.

Holyshit! Jess, hapus wajah idiot itu sekarang juga! Aku yang berniat menggodanya, kan? Sial.

Oh tentu saja, mudah mengatakannya jika tidak berada dalam posisiku. Kakinya yang jenjang bergerak, atau ketika tangan itu mengenakan jubah mandinya dengan begitu perlahan, seolah tengah menggodaku, seolah tengah menunjukan padaku, bahwa aku telah melewatkan hal terhebat dalam hidupku. Kulitnya yang gelap, begitu menawan. Atau ketika dia membiarkan rambut hitam itu jatuh dengan nakal di bahunya, begitu menantangku untuk kembali menyisipkan jemariku di antara helainya.

Tuhan benar-benar memahat tubuh itu dengan sempurna. Mandi bersamanya, dan tubuh menggoda itu, mungkin… Mungkin aku tidak akan tahan untuk tidak menyentuhnya.

Yuri masih dengan wajah kesalnya yang menggemaskan. “Aku tidak akan menyentuhmu. Jika kau juga tidak menyentuhku.” Ujarnya.

“Ookaay.”

Aku kembali meregangkan tubuhku, membiarkan kehangatan sinar matahari yang menelusup melalui jendela melingkupi tubuhku. Memberikan rasa yang baru. Begitu familier dan menyenangkan. Ada yang berbeda, sesuatu di dalam hatiku. Seperti, aku tidak lagi memandang dunia dengan cara yang sama. Seperti gadis itu, gadis yang berada di dalam kamar yang sama denganku telah membuatku melihat segalanya. Sesuatu yang belum kumengerti apa namanya.

****

Kedua tanganku tengah sibuk mengeringkan rambut ketika kulihat kepanikan pada wajah Yuri. Kedua matanya membelalak, kurasa dia mendapat berita mengejutkan dari ponsel di tangannya itu. Jika napasnya yang berat adalah satu indikasi, sungguh… aku memiliki perasaan tidak enak tentang ini.

Baru setelah beberapa detik kemudian dia menoleh ke arahku dan mengucapkan kalimat menakutkan itu, “Unnie menelpon.”

Unnie? Jadi sekarang kekasihku ini memiliki seorang kakak? Atau aku telah melupakan informasi penting ini.

Aku mengangkat kedua alis dan kembali mengulang kata itu untuk sekadar memastikan bahwa pendengaraku tidak salah, “Unnie?”

“Ya, dan…” Yuri tampak ragu dan menggigit bibir bawahnya, “…dia ingin bertemu dengan kita.”

“Kita?” Kini giliranku yang berubah panik.

“Yoona bertemu dengannya lalu bercerita tentangmu, dan…”

Oh, wanita cantik mengerikan itu?

“Maukah kau? Dengar…” Yuri bangkit dari atas tempat tidur dan berjalan mendekatiku, “…dia sangat penting untukku. Kuharap kau tidak keberatan, Jessica.”

Jika ada satu hal saja yang membuatku keberatan atas tawaran ini adalah, bertemu dengan keluarga gadis semacam Yuri? Maksudku, semoga dia tidak seintimidatif yang kubayangkan. Oh ayolah! Kita lihat siapa gadis ignoran mengerikan di hadapanku ini? Bagaimana rupa “unnie”nya itu menurutmu?

“Oke, ceritakan tentang unnie-mu ini.”

“Dia baru saja berlibur dari sekolah modenya di Paris, dan…”

“Paris?!”

Kau tahu? Sekuat apapun aku menyembunyikan rasa panik yang menelusup begitu saja, nada suaraku sama sekali tidak dapat menutupinya. Maksudku, Paris? Hey, seharusnya aku sudah menduga ini sebelum dia bahkan menceritakannya. Karena bersekolah di luar negeri untuk mengejar impian adalah salah satu hal yang bekerja dalam keluarganya. Ya, keluarga sangat kaya raya itu tentu saja.

“Ayolah, jangan bersikap histeris seperti itu. Kau tidak sedang bersikap suportif, nona!” Yuri menaikan nada suaranya. Sungguh ini pertama kali aku melihat wajahnya memerah seperti itu. Entah apa yang tengah terjadi, tapi aku tahu, Yuri menghadapi rasa khawatir yang sama denganku.

Aku menghela napas dan melangkah mendekat. Setidaknya, di saat seperti ini aku membutuhkan tatapan itu. Bahwa aku dapat memercayai Yuri sampai kapanpun. Hanya ada rasa takut pada kedua matanya yang biasa menghanyutkanku. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya mengangkat bahu dan memelukku.

“Kau tahu apa yang membuatku takut?” Aku berbisik lirih.

“Entahlah, kurasa aku tahu.”

“Bagaimana jika dia tidak akan menerimaku begitu saja?”

“Kita akan menghadapinya bersama?”

Aku tertawa karena lagi-lagi mendengar kalimat naif seperti itu terlontar darinya. Seolah-olah dia begitu siap dan yakin akan melawan seluruh dunia untukku. “Ayolah, Yul. Kau juga tahu ini tidak akan semudah yang kau bayangkan jika dia tidak benar-benar menyukaiku.”

“Dengar aku…” Yuri memundurkan tubuhku dan menatap kedua mataku dengan intens, “…jika ada dua hal yang perlu kau tahu tentang Victoria, dia sayang padaku, dan dia adalah orang yang sangat baik. Kau percaya, kan?”

Aku menangkup kedua pipinya dan melihat wajah berharap itu lamat-lamat. Sudah terlalu banyak pengorbanan yang dilakukannya untukku. Mungkin ini akan menjadi salah satu caraku untuk membalasnya. Lagipula, bagaimana mungkin aku menolak kedua mata yang tengah memohon dan tampak menggemaskan itu?

“Oke. Siapapun wanita ini, kita akan bertemu dengannya.”

****

Tidak, ini ide gila!

Bahkan idiot! Dan sekarang aku tengah berdiri di luar kafe bergaya eropa yang kurasa harga kopinya dapat melampaui gajiku seharian bekerja. Tentu saja, dengan ekspresi idiot di wajahku. Seharusnya aku menyadari bahwa orangtua kekasihku memiliki perusahaan taksi terbesar di Korea Selatan. Itu adalah kendaraan yang selalu kunaiki (dan mahal), lalu aku berharap dapat memacari Yuri tanpa halangan sedikit pun? Ayolah!

“Kau tahu, Yul? Seharusnya aku menonton drama-drama picisan tentang gadis biasa saja yang berpacaran dengan pria kaya raya. Setidaknya aku tahu bagaimana harus menghadapi situasi semacam ini.”

Aku menoleh dan menatap Yuri yang tengah menaikan kedua alisnya, dia tampak tidak peduli dengan pernyataanku dan rasa gundah yang seharusnya terdengar jelas dalam kalimat itu. Dia hanya menggenggam tanganku dengan kehangatan yang biasanya dan menggiringku masuk melalui pintu kaca kafe.

“Dia akan menyukaimu.” Dia kembali berbisik.

Lampu kristal, desain ruangan yang terkesan eksklusif dan tanpa harus kusebut lagi “sangat mahal” semakin menciutkan seluruh keberanianku. Semua orang tampak berbicara dengan suara yang lembut dan begitu formal. Aku menilai pakaianku sekali lagi, semoga mereka tidak menyadari keberadaanku seolah aku alien yang tengah menginvasi dunia elit mereka.

“Kau cantik.” Yuri kembali tersenyum, untuk kali ini. Senyuman itu tidak mampu menenangkanku sama sekali. “Nah, itu dia…”

Here we go!

Tidak ada yang lebih menakutkan daripada momen siang hari ini. Ketika aku melangkah perlahan, menghampiri dua gadis anggun yang tengah duduk tenang membaca majalah mereka. Yoona, gadis yang kutemui terakhir kali langsung berdiri dan hampir berlari antusias menghampiri kami. Sementara gadis satunya yang kuduga adalah Victoria menaikan pandangan dari majalah yang tengah dibacanya dan tersenyum kecil ke arah kami.

Aku menaikan sudut bibirku dengan usaha yang sangat keras untuk menunjukan senyuman sungkan (yang kurasa lebih menyerupai seringai mengerikan). “Annyeong.” Wow, setidaknya aku mampu memberi salam padanya.

Unnie-ah!” Yuri melangkah cepat dan memeluk Victoria itu. Gadis itu sangat cantik dengan rambut pirang gelap yang tampak natural. Aku terkesima hanya dengan pandangan pertama.

Matanya memejam melepaskan kerinduan yang sepertinya tengah menggebu, kurasa pernyataan Yuri tentang betapa besarnya rasa sayang Victoria adalah kenyataan. Dia mendekap gadis itu dengan sangat erat seolah tidak akan pernah melepasnya lagi.

“Kupikir kau sayang padaku, Yul.” Victoria menghela napas, lalu berujar jenaka. “Kemana kau semalaman hingga tidak dapat mengangkat telepon dariku, huh?”

“Apakah kau perlu bertanya?” Aku tetap memaksakan senyuman yang tampak semakin ironis ketika Victoria tersenyum ke arahku. “Ngomong-ngomong soal itu, aku ingin memperkenalkanmu pada Jessica.”

Aku melangkah sedikit, mengulurkan tanganku. Berdoa dalam hati, semoga dia tidak akan menepis tanganku dan menghinaku di tempat umum seperti ini. Tidak, jantungku seolah akan melompat dari tubuhku ketika dia menyambut uluran tangan itu dan menggenggamnya.

“Senang bertemu denganmu, Jessica-ssi.”

Aku meluruhkan tubuhku karena rasa lega yang luar biasa. Juga kulihat rasa panik yang menghilang dari wajah Yuri, tepat ketika Victoria mengucapkan itu.

“Jadi ini gadis yang berhasil merebut hatimu?” Victoria kembali menoleh pada Yuri dan menepuk bahunya lembut. Yuri hanya mengangkat bahu lalu mendekap tubuhku dengan sebelah tangannya. “Dia gadis yang sangat cantik, Yul. Kuharap kau tidak akan mematahkan hatinya.”

“Aku bersumpah untuk hidupku, aku tidak akan pernah menyakitinya, unnie.

“Percaya padaku, Jessica, dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Kau pasti adalah gadis yang sangat spesial.”

Kedua matanya memancarkan kelembutan yang asing namun membuatku terbuai sementara karena rasa aman yang menelusup begitu saja. Seolah aku telah begitu yakin Victoria menerimaku dengan tangan terbuka. Kurasa ini berita yang sangat patut dirayakan.

“Dan kau harus memesankanku sesuatu, nona. Anggap saja balasan telah membuatku menunggumu di bandara semalaman.” Victoria mendorong tubuh Yuri menjauh.

“Yoona, aku tidak akan membawa seluruh minuman itu sendirian. Temani aku.” Yuri berkata dengan nada suara mengesalkan yang biasanya. Gadis cantik itu hanya terseyum dan berjalan bersamanya.

Aku duduk di sisi Victoria yang kembali mengambil majalah di atas meja. Dia tidak menghiraukan keberadaanku untuk beberapa saat, seolah tengah mencari-cari sesuatu untuk diucapkan.

“Victoria-ssi,”

Dia mengangkat wajahnya dan menatapku. Gadis itu kini tersenyum menampilkan lesung pipit yang familier seperti yang tampak pada wajah Yuri. “Kau tidak berpikir seluruh ucapanku tulus, kan?”

Aku mengerutkan kening mendengar pertanyaan retoris itu. “Apa maksud-“

Gadis itu menopang dagunya, tidak sedikit pun melepaskan tatapannya dariku. Kata-kata yang akan kuucapkan lenyap begitu saja ketika detik itu aku benar-benar menyadari apa yang tengah terjadi.

Victoria tidak pernah menyukaiku.

“Pakaian yang kau kenakan itu tidak lebih mahal daripada tas murahan yang kubawa hari ini.” Ujarnya ringan. Aku bahkan dapat merasakan tawa dalam nada suaranya.

Aku bergeming mendengar kalimat mengganggu itu terlontar darinya. Kini seluruh nyaliku meredup dan tenggelam dalam tatapannya yang sinis. Mungkin wajahku telah memerah kini, namun aku tetap terduduk kaku di tempat yang sama. Berusaha mengabaikan rasa terhina yang membuatku ingin menampar gadis ini sekarang juga.

“Kenapa kau—“

“Melakukan ini? Berpura-pura menyukaimu?” Dia mengerutkan kening dan tetap tersenyum, “Kau tahu, ketika kami kecil, Yuri memiliki boneka jelek yang sangat disayanginya. Aku membuang boneka itu, dan dia sangat marah padaku. Aku tidak ingin dia marah padaku lagi hanya karena aku tahu apa yang terbaik untuknya. Kau adalah boneka jelek itu, Jessica-ssi.”

Kurasakan napasku yang tercekat mendengar setiap kata yang terlontar darinya. Kedua tanganku menggenggam erat berusaha meredakan rasa marah yang tengah bergolak dalam hatiku. Hanya menunggu waktu ketika aku benar-benar menampar wajahnya, karena untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa terhina seperti siang ini.

“Kau pikir aku peduli dengan ucapanmu?” Aku mengangkat wajahku dan berusaha menegaskan nada suaraku meski yang terjadi hanya bisikan lirih tanpa sedikit pun kekuatan di dalamnya. “Aku mencintainya, dan jika kau—“

“Ah, kau mencintainya,” Victoria mengangguk, wajahnya menampakan ekspresi sinis yang tengah mengejek pernyataanku. “Dengarkan aku, jika kau benar-benar mencintainya, seharusnya kau tahu betapa besar rasa sayangnya padaku. Kau tidak akan memaksanya untuk memilih antara kau dan aku, kan?”

Victoria mengangkat tangannya dan menepuk-nepuk punggung tanganku. Membuat seluruh tubuhku meremang karena rasa asing yang mengerikan, aku segera menepis tangannya dengan kasar. “Kau lihat mereka? Yoona adalah orang yang tepat untuk Yuri. Sungguh serasi, bukan?”

Aku mengikuti arah pandang Victoria, dan mendapati Yuri tengah berbincang dengan Yoona. Kedua matanya menyipit karena tawa yang lepas. Sesuatu yang tidak pernah kulihat ketika dia tengah bersamaku. Perlahan, bahkan tanpa kusadari, setiap patah kata yang diucapkan gadis mengerikan ini menelusup dan memaksakan hatiku untuk menjawab iya untuk pernyataannya.

Mereka serasi, dan Yuri tampak sangat bahagia bersamanya.

“Tinggalkan dia, sebelum kalian saling mengecewakan satu sama lain. Kau tidak akan memercayaiku tapi aku tahu, kalian tidak pernah ditakdirkan untuk bersama. Yuri hanya berada dalam fasenya, dan kau tidak akan ingin tahu apa yang akan dia lakukan ketika dia bosan.” Victoria berbisik, dan sungguh nada suaranya terdengar begitu serius. Aku menyadarinya begitu saja tepat ketika Yuri membawa empat cangkir minuman bersama dengan Yoona.

Lucu, dan aku benar-benar percaya bahwa Yuri mencintaiku? Bukankah itu adalah hal tergila yang mungkin terjadi?

Dia tersenyum dan mengecup pipiku. Hanya yang berbeda, kecupan itu tidak lagi terasa hangat.

“Dia tidak melakukan hal yang aneh, kan?” Yuri berbisik di telingaku.

Aku menggeleng mantap, “Tidak, dia bersikap baik padaku.”

“Kau tidak percaya padaku,  huh?!”

Kudengar suara Victoria yang menyahut, namun perlahan. Suara itu menjadi lamat, tidak lagi terdengar jelas. Karena kini hanya aku dan hatiku yang tengah berbincang ketika melihat senyuman Yuri. Ironis karena aku sungguh merasakan ketulusan dalam senyuman itu.

Juga ironis karena aku hanyalah boneka jelek yang akan dibuangnya suatu saat nanti.

TBC

***

I know it kinda sucks.

First thing first, gue makin jaim sekarang. Kayaknya udah ga bisa ngelawak lagi, seiring bertambahnya umur entah kenapa gue ngerasa gue makin charming, dan gue serius kayaknya gue ga bisa ngelawak lagi karena… ya itu, karena gue makin charming.

Anyway, waktu lagi ngangenin IMTB, tiba-tiba gue ketemu part 9 setengah jadi ini dan berpikir. Kenapa gue ga ngelanjutin ini? Bego, padahal gue udah punya draft fiks tentang seperti apa jalan ceritanya nanti. Dan part 9 ini. HAH. SAMA SEKALI BELUM KEMANA-MANA ASTAGHFIRULLAH.

Second, kalau kalian mau tau IMTB part 1 dan part 8 itu gue gak kerja sendiri. Ada seseorang yang bantu menilai cerita gue sebelum di publish sehingga gue bisa melakukan editing etc, etc, etc. Jadi gue merasa IMTB jauh lebih rapih daripada AL. Thanks to you (you know who you are).

Dan buat pembaca yang sempet ngikutin IMTB, thank you very much. Semoga part 9 ini ga bikin lost. Gue sangat menyarankan bagi yang lost untuk baca at least chapter sebelumnya. So that you know where did i leave this story.

Oh dan setelah blog walking kesana-kemari, gue amaze karena ada banyak author-author yang super talented sekarang. Buat kalian yang nemuin blog ini. SALAM!

Buat pembaca, yang baca apalagi yang komen, thank you if you still keeping up with my stories. Fyi, itu beberapa scene pertama gue tulis sekitar setahun lalu. Dan dua adegan terakhir gue tulis barusan. Semoga gaya nulisnya ga jomplang banget. (lah kalo ga jomplang ga ada perubahan donk gue?!)

Mungkin yang komen bahkan udah lupa, tapi seperti ritual gue dulu. GUE AKAN BALESIN KOMEN KALIAN. Gila gak tuh! Anyway, here we go.

Anytae: Ncnya halus? Iyalah. Itu gue banget. Hahahaha. You bet Yulsic konfliknya masih panjang udah kayak sinetron yang di-ffkan! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Kimtaeyeoung: itu inti dari cerita gue. HAHAHAHA. Keluarga Yul, makanya muncul gitu di awa-awal. Penting banget soalnya peran mereka entar.  Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

hytae: hot kayak gue ya? Luna Maya? Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

navy99blue: Jerman, jerman situ. Sebelahnya cimahi! AKHIRNYA GUE APDET LAGI AI! AKHIRNYA WEEEEHHH. Hahahahaha. Gue mungkin udah ga ada feel sama Yulsic, tapi feel gue ke IMTB ternyata masih ada ketika gue baca ulang ff gue semalem!

Kwon ria: RIAAAA! HOW I MISSED YOU! Semoga lo masih baca ff ya sekarang. Kangen bingiiiittsss! Sudah lama sekali kita tidak saling berkabar. Anyway, kalo lo menemukan ff ini. Let me know whether you like it or not. Dan soal ini, IYALAH MEREKA PENTING BANGET. Pokokna konfliknya berkisar di mereka2 itu deh. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Christine: Makasih yaaa, NC GUE DIBILANG ELEGAN. Ya ampun. Hhahahahaha. Anyway, ini komen setahun lalu ya.. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

JungHi: JUHIII! RUJAK JUHI! GUE JUGA KANGEN SAMA ELO! Betewe, enggak seriusan itu film Korea. Ceritanya si Yuri demen nonton drama korea di cerita gue ini. Hakhakhakhakhak. Duh, maap ya.. bukan lama-lama lagi. TAPI SETAUN gue baru balik. Semoga lo masih ngikutin cerita ini. LOP YU PUL!

Faith: Ini faith yang mau beli kemeja ya? Jadi gak? Kemeja gue bahannya bagus loh. HAHAHAHA. Anyway, Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

sone sone sone: Enah. Semoga lo masih ngikutin IMTB ini ya. HAHAHAHA. Duh Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

eini: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

taengppany: semoga lo masih hidup sampe hari ini dan ga kena serangan jantung ya. Jangan plis jangan. Hahahahaa. Anjir, bahkan waktu nulis gue ga menyadari loh kalo si sica itu malu malu napsu. Tapi ngebayangin dia kayak gitu… *ngeces* seksi juga ya. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

opie eyek: hahahahaha. Penghalang-penghalangnya bakal lebih heboh lagi deh… Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

DeeScorpio: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Astylovesnsd: AHAHAHA. Ya gitu gaya gue nulis NC, di chapter ini ketauan ada hubungan apa Vic sama Yoona. Hehe. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

lovesicababy: SIIIPP. Enggak gue boong kok ke jerman. Biar keren aja gue gaya-gayaan ke Jerman. HAHAHAHA. Bahasanya aja kagak bisa. Ntar pake bahasa apa coba gue? Entar adinda diculik kan takut. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

YoonAddict: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

-santique-: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Kim Leztharie sonesElf: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

leeyuljess: IYE SERIUS. Nih setahun kemudian gue muncul lagi! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

beby: HAHAHAHA. Bare with me. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

taeny yulsic soosun yoonhyu hyon: Lah, belom dibaca udah gemeteran? Jadi abis baca gimana? Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

bloxtwins: Lumayan lama sih. Nih setahun gue baru balik. Hahahahaha.

taenytebs: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

koppendtinmyheart: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

shriefanitastics: hahahahahaha. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Typo-ed Cacu (@rhanycacu): Nah ini chacu. HAHAHAHA. Salah satu orang yang gue kangenin TBH, anyway… Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Yoona Kwon: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Yoona Kwon: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Rizky_Hwang: Duh, victoria nih penting banget deh nasibnya di sini. Hahaha Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Q-SONE: hahahahaha. Victoria nih bakal nyebelin banget di sini. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

sone4ever: Yoona juga jahat di sini. AAAKKH MAAFKAN DINDAAA! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

bagman: Nih pasti advance di kaskus nih. Pasti kapan2 lo harus cek lapak gue ya gan. Gue jualan kemeja. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

prilly-chan: ini prilly yang tatapannya menghanyutkan dan pikin gue tenggelam di dalamnya itu, ya? PRILLY YANG ITU YA?

Taengfany: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

NEVER END BOND: LAAAAAHH. Pegimana ente? Yoong ama Vic gue yang kebat kebit entaaar! Hahahaha Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Han ji hwa hee: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

vanni or vhanny gjecrystyufy: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

guardianzen: Iye, bukan Cuma lo doank kok yang ngomong. Katanya NC Taeny lebih hot etc, etc. Hubungan mereka emang agak soft kalo dari gue yang nulis sih gitu ya. Anyway, semoga lo tetep enjoy. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

kassi_TaeNyShipper: Yang beneran lu ampe senyum-senyum sendiri? Hahahahaha, ini jauh lebih sweet dan halus daripada Taeny. Karena karakter keduanya lebih cocok kayak gitu kalo dari gue.

blackpearlJesS: SIIIIPP! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

clover: Kita lihat aja. Hahahaha, kalo dari tipe cerita ketebak macem ini. Iya mereka mau misahin si Yulsic. Wakakakakakak. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

SONE: Ga jadi pan yang taun lalu itu? Hahahaha. Anjir. Dua tahun lalu bahkan. Hahaha. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Adiiis: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Drarrykaishin: hahahahahahahaha. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

nuriiiin: Emang nih rin, nih NC prematur banget. Hahahahaha. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Rainy: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J RAIN AKU KANGEENNNN KAMMMUUU!!!

Nagin Ular Berbisa: Nah, ini juga si padang. Dah lama kali kita ga ketemu yaaaa! Hahahahahahahahaha. Tampung pake tangan, ente kira apaaannn? Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Mayra Zahra: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Cherry: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Cutewallmy: sssiiippp. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Triaa O.ok: YOOIIII. Bukan, tenang aja. Bukan mantan kok. Hahahaha. Ini konflik belum kemana-mana deh beneran, Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Tyna Chatryna (@tynachatryna): hahahahaha, makasih ya tynaaaa! Belum jatuh cinta, move onnya belom perfek gitu loh doi. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

MeLLocksmitH: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

yulsic jjang: hahahahaha. Hahahahahahahahahahaha. Gedebuk love. Ya ampuuuun. Aku kangen kamuuu! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

TaeNyByun: yah gitulah gue… tau sendiri kan. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Yulsictaenyjjang: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Yeoun12_jean: dan seperti yang gue bilang, karena gue merasa dua karakter ini lebih cocok NC yang kayak gini. Ngahahahaha. Nih nc prematur lagian Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

andro_sone: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

ggab_yul: iya beneeerrr… Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Jean: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

saseumidongsaeng: SEEEPPP! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

taengoo_: EEEEEEHH LEBAY. HAHAHAHAHA. Katanya kurang panas NC gue. Ini sweet loh. Hahaha Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

atikakita: ditunggu yaaaa… Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Kwon Eya: iya feeling lo bener kok. Hehehehe Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

siLent_Reader: gue agak penasaran sih sama elo. Karena elo ini silent reader yang selalu komen. Jayus ya… anyway! Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Sykim: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Lisa: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

luna_taenyRFsonelf: Iya, sama-sama. Hehehehe. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

chocofloat29: gaya aja lo. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

ds@yulsic: Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

Taeny shipper: diikutin aja yaaaaa! Hehehehe Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

amelTaeGangster: TANTEEE! CANTIK DEH.

steppp21: hahahaha. Iya, makasih ya. Semoga lo ikutin terus ceritanya. hehehe

levi: hehehehe. Sip deh. Makasih ya sudah komen dan baca ceritanya. J

***

ANYWAY, setelah baca komen-komen di atas. Gue baru sadar! Hahahaha. Ini NC katanya kurang hot dibanding NC Taeny. Fyi, gue tiap abis bikin NC ga berani baca ulang. Itu tuh kayak guilty pleasure yang bikin gue malu sendiri. Serius deh. Duh. Oh, dan soal Yulsic emang disengaja, karena ceritanya dua karakter ini akan lebih cocok dengan gestur yang lembut dan manis. Etc etc etc.

Oh, sangat disarankan untuk kalian membaca chapter sebelumnya, Ini kesalahan gue sihhhhh. hahahaha. Karena apdetnya kelamaan.

Fyi juga, gue masih jomblo sejak dua tahun lalu. Yes… ask why. Abis lo pada gak ada yang mo jadi pacar gue, kenapa sih?

Oh, dan buat elo yang mau ngerekomendasiin ff dari author-author baru yang bagus dan mengesankan, manga dikasih via kolom komen. Gue haus bacaan momen-momen royal family nih!

Semoga kalian menikmati chapter kali ini, yaaa.

Salam Roti!

Advertisements

34 thoughts on “It’s Mean to Be (Part 9)

  1. hahhaha kangen gw baca tulisan lo.. Thanks udah update dan rajin update ye.. Hahahaha… Gw mash pnsaran gmana cara keduanya bsa ngadepin masalah scara keduanya itu khususnya sica mash bmbang ama hubungan mereka….

  2. gw harap puasa gw hari ini kagak batal deh ahahaa.. vic jahat y,tega bener baby jenong gw dibilang boneka jelek. berarti sica blm yakin donk dg perasaan dia ke yul,aishh jinja?

  3. Pagi-pagi liat lo apdet nih ff bener-bener berkah ramadhan kekkeke
    Yulsih masih anget udah mau badai ajee
    Ditunggu lanjutannya rotiiii ^^

  4. huaawaaa kakak roti update lagi >.< IMTB nya keren lah yang ini oh my god, kenapa vic karakternya harus bipolar seperti itu dan yoonvic errr aku suka rencana busuknya mau menghancurkan hubungan yulsic, oh ayolah jessica percaya paa yuri dan lihat pengorbanan dia padamu. kak roti tulisanmu buat aku kagum ~~ kau tahu setiap paragraph feelnya dapat banget dan bikin gereget #lebay. dan kamu udah mengurangi typo mu. lanjutkan ya ff ini!

  5. Kyakkkkkkkkkk roti update,hahahahahaha gw seneng bangettt,krn setelah sekian lama gw nunggu nih ff,
    Vic ama yoona punya niat jahat yak,,,semoga aja sica ga goyah ama ni orang berdua,,
    Pertahankan seobangmu sica,,
    Nc nya eyyyyyy,,halus bangetttt seperti tulisan lu sebelumnya,,kerennnn
    Fyi,ini id baru gw ya,dr vanni or vhanny gjecrystyufy jd vanni9gg,hehehhehehehe#ga penting

  6. akhiiiirrrrnyAaa imtb update hahahaaaa seneeng bgiittt… lol~

    gilaaa slalu deh tulisan lw bikin gw hanyuuut rot..
    gw bahkan ga perlu baca part sblmny buat nyambung ksini coz story ini udh ngena bngiitt d hati gw.. kekekeee

    yulsic emng paling cocok ama karakter dsni.. love story ny bahkan nc yg halus bikin nih crita makin kece.. mngkin klo nc ny dbkin kya taeny bakal aneh ya feel ny..
    intiny gw cintaaaaaaaaaa ama lw rot*tulisanny maksudny ;D

    tq udh update n di tunggu part slanjutny smoga ga spanjaaaaaaang jlan knangan lg ya nungguny.. *kidding xD
    salam rotiiiiii…

  7. wakakakaka musti bc part 8 dolo ni un.pikun bgt gue sumpah.gue yg pikun atau un yg klamaan post #plakkk
    jgn2 part 10 thun dpn br post lg #plakkk lagi.
    cuman kiss doang nih dtng? g nc gtu? #songong
    wakakakaka

  8. Annyeong, Salam kenal Roti hehe 😀
    Sebenernya rada malu sih, reader baru tiba” langsung nongol di sini, maapin yaaaak ijin baca” ceritanya ^^
    IMTB part 9 dijadiin ajang comeback yaa (?) Hehe selamat datang kembali, sekali lagi salam kenaaal 😀
    Mungkin kalo Sica di buat lebih nyesek pasti seruuu *eeeeh 😀

  9. Aduh nyesek ye kacian sicca nya di gituin sma vic 😦
    Sicca jadi ragu deh sama yul ?
    Kk marissa kirain dah gak dilnjut lagi ini ff 😀 oh iya badut oyen nya keren heheheeeee

  10. roti…
    aq boleh nyekik vig g?
    roti ah,it jess lg mulai buka hati bt yuri knp langsung d kasih drama…..
    eh ni happy ending kan?
    tetep semangat!

  11. Salam rotiii~
    reader baruu~ ya ampun ini gue belom pernah baca deh kek nya :v haha harus baca dari part 1 deh..

  12. inget yon si item itu bapakmu,biarkan dy berbahagia dengan princess ny
    . emak vic gitu amat,min req nc taeny feat yulsic

  13. akhirnyaaaaaa setelah bertahun2 update juga. dikirain loe tersesat dihutan terus gtw jalan pulang dan menetap disini sana #plak

    tapi dimaklumin koq.kan sekarang udah jadi salah satu pengarang project di gramed :p

    wow victoria pasti bakalan mempersulit hubungan yulsic dengan berbagai cara. berarti harus siap2 drama.tapi yoonyul serasi koq._.
    jessica mulai berasumsi klo dia akan menjadi koleksi ex yuri. jessica seharusnya percaya klo yuri mencintainya dilihat dari sikap yul selama ini

  14. gw sih emg menemui kejomplangan scene awal yg lu blg udh d tlis 1 thn lalu sma 2 scene trakhir. tp ttp oke kok. ga trllu jomplang jg…

    pertama gw mau nnya nih ya sma rorot, itu vict g sila sika krna emg berpihak sma yoong n memilih yoong sbg psanagn yul apa emg ini appa sma unnie pnya niat jahat sama yul?
    appany yul mksa buat dy yg megang prusahaan kan ya?? knp ga vict aja?

    gw rsa sika bakal sulit nih buat bertahan sma yul klo dy msh ragu n blm bsa percaya yul sepenuhnya. gmna mau ngadepin rencana busuk yoonvict coba?

    pre nc nya yulsekk manis rot. gw suka ahh…
    senyum2 sndri gw bacanya. apalagi percakapan yul “cium aku lagi” brsa imut bgt gw ngebayangin yul manja gt ke sika. *pukul2 kecil bahu rorot* ahahaha

  15. ga tau kalo udah update, padahal udah ngecekin *entah kapan juga ngeceknya*

    iyaa… emg YulSic image nya beda sama TaeNy, makanya ak lebih suka baca TaeNy. :O

    ini kudu baca ulang + konsentrasi penuh nih.. ga inget ceritanya. :3

  16. Akhirnya author comeback lg ^_^
    sempet bca ulang jg si, maklum pikunnya udah akut hehehe…
    Giliran sica udah mlai ada rsa sm yuri, datang deh pengganggu, g tanggung2 yoonvic jd saingannya, mang y pesona yuri…
    Ditunggu update y lg y chigu. ^_^v

  17. Tetep sih rot, suka bangeeeet sm tulisan kamu, and welcome back kakak roti yang hobi zodiak2an ;;) udah, itu aja, gatau lg bingung abis bagus bgt sih jomplangnya keliatan emang tp ttp baguuuus.

  18. Hai thorr kek nya aku baru baca ya hehehe
    Sica udh mulai ada rasa ya sma yul
    Tpi byk saingan ckckck
    Lanjut dah

  19. Muahahaha tadi buka fb eh ada marisa online.. lalu gw pikir napa gak pernah cek wp dia.. nah pas gw buka udah update yeah. Astaga ampe lupa jalan ceritanya.. eh pas mau baca yang lalu di protect heleh.. humm licik sangat victoria mah.. gt lah malesin.. emosi gw kaya sica baby hahaha. Okay makin lama ff ini the end gak apa tetep setia nunggu.

  20. Aduuhhhh baru ke baca part 9,kirain blom ada,,,,setiap buka biasany lom ada,to ehh dah ada jd ketinggalan to g pp,,,,,mksh y dah ada lanjutanhya…di tunggu nextnya

  21. haduhhh bru aja yulsic seneng, eh ada nenek lampir nongol#colek vic
    moga aja sica gak trpengaruh sm omngan vic, dn perasaannya gak brubah ke yuri

  22. baru saja memulai kebahagiaan yulsic sudah diganggu noona vic aischhhh…
    yoong cinta itu gk hrus dipKskn biarkan cinta tunbuh sendirinya lahhhh….
    thor gwe kgk nemu part 8 neh???? dsmbunyikn dmn hayooo,,,!!! isinya NC yaaa wkwkwk

  23. saya ga ngertiiiii.. padahal ceritanya seru. part 8 dan part ff lainnya banyak yang dikunci. boleh saya minta password? saya 19+. ini benar benar menggantung delusi dan imajinasi. kirim password ke e-mail saya ya Mari.. alisa1742@yahoo.com terimakasih.. seperti biasa keren..

  24. Jessi baru luluh sm si kwon kok udh diajak perang bathin lagi sm victoria sih thor?? Knp gak diabirin menikmati moment2 indah dulu sih?? Bisa porakporanda lagi tu hatinya jessi 🙄🙄🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s