Every Inch

Every Inch - Cover

Setiap inci, setiap sentuhan jari, setiap langkah kaki. Ada Tiffany di sana. Ada kenangan mereka, kebahagiaan mereka, memori yang dirajut bersama.

Continue reading

Advertisements

It’s Mean to Be (part 5)

Summary: Ketika bibir mereka menyatu, sedikit celah dalam hati kecil Jessica dapat merasakan kasih sayang itu merasuk dengan begitu perlahan. Wajah Yuri yang selalu dirindukannya. Bukan Taeyeon, meski berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam dirinya, mungkinkah dia berhasil menutup seluruh pintu hatinya bagi Taeyeon, dan memberi ruang baru untuk Yuri yang selalu memeluknya.

“…apapun yang terjadi, aku akan ada di sini. Menghapus air matamu, sesuatu yang tidak Taeyeon lakukan.” Continue reading

It’s Mean to Be (part 4)

Summary: Jessica tidak pernah mencintai Yuri. Hanya satu kalimat itu yang terus terngiang di dalam otaknya. Dia membenci Yuri hingga merasa begitu marah hanya dengan membayangkan wajahnya. Yuri, menyadari kenyataan itu, kini telah memikirkan rencana-rencana baru yang mungkin akan meredakan segalanya, membuat Jessica belajar membuka sedikit hatinya.

 “Kau mau belajar untuk mencintaiku, dan aku akan mengelilingi dunia bersamamu.” Continue reading

Melodi Mimpi

Aku mendekat padanya. Duduk tepat di sisinya, matanya menerawang. Menjauh, menembus kedalaman atmosfir bumi. Berkelana hingga ke tempat yang tidak pernah kukenal namanya. Dia merenung, tidak berucap sepatah katapun.

Hingga ketika aku menggenggam tangannya.

Dalam sentuhan yang nyata. Kelembutan yang sejuk, meski terlalu dingin dan rapuh. Getaran yang sama. Aku lupa…

Ada kehidupan dalam tangan mungilnya. Yang tidak pernah kurasakan dalam mimpiku. Continue reading

Accidentally Love (part 10)

Summary: Lagi-lagi kemesraan mereka kembali terganggu dengan kehadiran sepupu Taeyeon, yang hadir membawa segudang rencana jahat untuk mengganggu hidup Tiffany, yang telah sejak lama berselisih dengannya. Tanpa gadis itu mengerti sedikitpun apa yang sebenarnya membuat Hyoyeon begitu benci padanya. Masa lalu terkuak, menelanjangi Tiffany di hadapan kekasihnya.

Aku kabur dari rumah ketika berumur tiga belas tahun, saat kurasa aku sudah cukup besar untuk mengurus diriku sendiri, mengambil sedikit uang dari lemari bajunya, lalu meninggalkannya yang semakin renta. Dan tidak pernah bertemu lagi dengannya hingga hari ini. aku berharap tidak akan lagi pernah bertemu dengannya seumur hidupku. Wanita jalang itu.” Continue reading